10 Makna Kenaikan Yesus Ke Surga

Artikel ini berisi tentang 10 makna kenaikan Yesus ke surga bagi orang percaya menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Kenaikan Tuhan Yesus ke surga selalu diperingati oleh orang Kristen sedunia setiap tahunnya, yaitu empat puluh hari setelah Hari Paskah (Hari Kebangkitan Tuhan Yesus).

Hari Kenaikan Yesus selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Hari Paskah/Kebangkitan Yesus yang selalu jatuh pada hari Minggu, atau 10 hari sebelum Hari Pentakosta/Hari Pencurahan Roh Kudus, yang juga selalu jatuh pada hari Minggu.

Baca juga: 7 Makna Kematian Yesus Bagi Orang Percaya

Hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah Hari Raya Kristen yang sangat penting untuk kita peringati, sebab hari kenaikanNya tersebut adalah bagian integral dari siklus hidup dan pelayanan Tuhan Yesus.

Inkarnasi (penjelmaan Tuhan Yesus sebagai manusia) dimulai dari kelahiranNya di dunia sebagai manusia (Natal).

Kemudian Dia mengalami penderitaan, penyaliban dan kematian karena dosa-dosa kita (Jumat Agung).

Namun pada hari yang ketiga Ia bangkit mengalahkan dosa dan maut (Paskah).

Baca juga: 7 Makna Kebangkitan Yesus Bagi Orang Percaya

Setelah itu Yesus naik ke surga (Hari Kenaikan), setelah Ia menyelesaikan misiNya di bumi, yakni memberitakan Injil Kerajaan Allah dan mengorbankan diriNya di kayu salib bagi pengampunan dosa manusia.

Setelah kebangkitanNya dari kematian, Tuhan Yesus tidak langsung naik ke surga.

Ia masih berada di bumi selama 40 hari lagi, menampakkan diri kepada murid-muridNya secara berulang-ulang, serta mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah. (Baca: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya)

Kemudian, setelah itu, maka Yesus memberkati murid-muridNya untuk terakhir kalinya, lalu terangkat ke surga (Lukas 24:50-51).

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 10 makna kenaikan Yesus ke surga bagi orang percaya/orang Kristen, sebagaimana dicatat di Alkitab Perjanjian Baru.

Apa sajakah kesepuluh makna kenaikan Yesus ke surga bagi orang percaya? Berikut pembahasannya.

 

1. Misi Yesus Di Bumi Telah Selesai 

Makna kenaikan Yesus ke surga yang pertama adalah misi Yesus telah selesai di bumi.

Tugas/misi Tuhan Yesus di bumi ada dua, yakni memberitakan Injil (Markus 1:38) dan memberikan nyawaNya untuk menebus dosa manusia (Markus 10:45).

Kedua misi ini telah selesai dilakukan oleh Tuhan Yesus. Itulah sebabnya Ia meninggalkan bumi dan naik ke surga.

Tentu Ia tidak akan naik ke surga jika misiNya di bumi belum selesai.

Dalam doaNya di akhir pelayananNya di dunia sebelum Ia mati di kayu salib, Tuhan Yesus berkata,

“Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.(Yohanes 17:4)

Dan ketika Ia sedang menderita di kayu salib, kata-kata terakhirNya sebelum Ia menyerahkan nyawaNya kepada BapaNya adalah: Sudah selesai! (Baca: 7 Perkataan Yesus Di Kayu Salib Dan Maknanya)

Misi Yesus ini benar-benar selesai tatkala Ia naik ke surga meninggalkan bumi.

 

2. Roh Kudus Diutus Ke Bumi

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kedua adalah Roh Kudus diutus ke bumi.

Pada waktu Perjamuan Terakhir Yesus dengan murid-muridNya, Ia menjanjikan Seorang Penghibur bagi mereka, yakni Roh Kudus.

Roh Kudus akan menyertai para murid sampai selamanya, menggantikan posisi Yesus di bumi.

Roh Kudus ini akan datang setelah Yesus naik ke surga. Ia tak akan datang sebelum Yesus naik ke surga.

Tuhan Yesus berkata,

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16:7).

Roh Kudus inilah yang memampukan para murid untuk melakukan Amanat AgungNya, yakni memberitakan Injil kepada segala bangsa (lihat poin 3 di bawah).

Roh Kudus adalah Oknum ketiga dari Allah Tritunggal, yang setara dengan Tuhan Yesus dan Allah Bapa. Jadi Roh Kudus adalah Allah, yang ilahi. (Baca: 10 Bukti Alkitab Bahwa Roh Kudus Adalah Allah)

 

3. Tugas Pemberitaan Injil Telah Diserahkan Yesus Kepada GerejaNya

Makna kenaikan Yesus ke surga yang ketiga adalah tugas memberitakan Injil telah diserahkanNya kepada gerejaNya.

Sebelum Yesus naik ke surga, Ia terlebih dahulu memberikan tugas kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa (Matius 28:19-20).

Pemberitaan Injil, yang dahulu merupakan misi utama Yesus di dunia (lihat poin 1 di atas), kini menjadi misi utama gerejaNya, setelah Ia naik ke surga.

Namun tugas ini akan dilakukan oleh murid-muridNya setelah Ia naik ke surga. Sebab Ia akan terlebih dahulu mengutus Roh Kudus kepada mereka, 10 hari setelah Ia naik ke surga, yakni pada Hari Pentakosta Yahudi (Kisah Para Rasul 2).

Sebelum naik ke surga, Yesus berkata kepada murid-muridNya,

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Ketika Tuhan Yesus naik ke surga, dan Roh Kudus datang ke dunia, itu berarti bahwa misiNya telah dilimpahkanNya kepada gerejaNya.

Kini setelah Ia naik ke surga, maka misi pemberitaan Injil tersebut menjadi tugas gerejaNya.

Gereja yang benar dan alkitabiah adalah gereja yang menunaikan tugas pemberitaan Injil. (Baca: 10 Ciri Gereja Yang Ideal Menurut Alkitab)

 

4. Yesus Adalah Tuhan 

Makna kenaikan Yesus ke surga yang keempat adalah bahwa Yesus adalah Tuhan.

Surga adalah kediaman Tuhan bersama para malaikatNya. Surga bukanlah tempat kediaman manusia.

Karena itu boleh dikatakan bahwa kenaikan Yesus ke surga punya makna bahwa Dia adalah Tuhan.

Naik ke surga bagi Yesus adalah “kembali ke tempat asal”.

“Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?” (Yohanes 6:62).

Sebab Ia adalah Tuhan yang diam di surga, namun datang ke bumi untuk menyelamatkan manusia berdosa. Dan setelah Ia selesai dengan misi penyelamatan tersebut Ia pun “kembali” ke surga.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa tidak ada manusia yang naik ke surga selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yakni diriNya sendiri.

“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” (Yohanes 3:13).

Jadi karena surga adalah tempat kediaman Allah, bukan kediaman manusia, dan Yesus naik ke surga, maka harus dikatakan bahwa kenaikan Yesus ke surga adalah salah satu bukti keilahianNya. (Baca: 10 Cara Yesus Mengatakan Dia Adalah Tuhan)

 

5. Yesus Adalah Penguasa Dunia

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kelima adalah bahwa Yesus adalah penguasa dunia.

Alkitab berkata bahwa setelah misiNya selesai di bumi, Yesus meninggalkan murid-muridNya, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

Sebelah kanan punya makna otoritas, wewenang, dan kekuasaan (Matius 20:21).

Orang yang duduk di sebelah seorang raja, apalagi sebelah kanan, adalah orang yang punya otoritas atau kekuasaan selain raja.

Demikianlah dengan Yesus.

Ketika Ia naik ke surga Ia duduk di sebelah Kanan Allah Bapa.

Artinya, Ia memerintah di surga bersama Bapa (Wahyu 22:3).

Dan dari surga kelak Ia akan datang untuk menghakimi manusia dan memerintah selamanya sebagai raja (lihat poin 9 di bawah).

 

6. Yesus Hamba Yang Diperkenan Allah

Makna kenaikan Yesus ke surga yang keenam adalah Yesus berkenan kepada Allah Bapa.

Sebagai seorang hamba Tuhan, Tuhan yang menjadi manusia, Yesus sangat menderita, disalibkan dan mati. Ia begitu terhina di dunia.

Tetapi Allah sangat menghargai segala penderitaan dan pengorbanan Yesus di kayu salib demi menebus manusia yang berdosa (Yesaya 53:12).

Allah puas dengan pelayanan dan karya Yesus di bumi. Karena itulah Ia sangat dimuliakan Allah setelah Ia naik ke surga (Filipi 2:5-11).

Penulis Surat Ibrani membandingkan Yesus yang telah naik ke surga dengan para malaikat Allah.

Sekalipun para malaikat itu adalah pelayan-pelayan Allah yang taat, namun kepada mereka tidak diberikan hak istimewa seperti yang diberikanNya kepada AnakNya, Tuhan Yesus.

“Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” (Ibrani 1:13).

Kepada Yesus Allah Bapa berkata agar Ia duduk di sebelah kananNya di surga. Ini adalah tanda perkenanan selain tanda otoritas (lihat poin 5 di atas).

Allah Bapa juga berkata kepada AnakNya, bahwa semua musuhNya akan dibuat menjadi tumpuan kakiNya. Artinya, akan ditaklukkan!

Iblis dan para pengikutnya adalah musuh utama Yesus. Sekalipun mereka pada dasarnya telah dikalahkan Yesus melalui kematianNya di kayu salib (Kolose 2:14-15), namun mereka masih punya kuasa yang terbatas di bumi.

Kekuasaan iblis dan antek-anteknya baru benar-benar hancur pada saat kedatangan Yesus kedua kali. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Pada saat itulah musuh Tuhan Yesus benar-benar ditaklukkan.

 

7. Yesus Menjadi Pendoa Bagi Kita

Makna kenaikan Yesus ke surga yang ketujuh adalah Yesus adalah pendoa bagi kita.

Seperti telah disebut di atas, Tuhan Yesus saat ini digambarkan sedang duduk di sebelah kanan Bapa di surga.

Namun ini tidak menunjukkan keadaan yang pasif, seolah-olah Yesus hanya duduk-duduk saja menantikan penaklukan musuhNya, iblis. Tidak!

Yesus tidak hanya duduk saja di surga, Ia pergi kepada Bapa justru demi kepentingan kita umatNya (Ibrani 9:24).

Ia ada di surga menjadi Pengantara bagi kita.

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25).

Pengantara yang dimaksud dalam ayat ini adalah pendoa syafaat, seperti yang terdapat dalam Alkitab Terjemahan Lama (TL) di bawah ini,

“Oleh sebab itulah Ia berkuasa juga menyelamatkan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Dia, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu.”

Jadi Tuhan Yesus berdoa syafaat bagi kita dari surga.

Yesus bukan hanya berdoa bagi para pengikutNya ketika Ia masih berada di bumi, tetapi juga ketika Ia kini sudah berada di surga. (Baca: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani)

 

8. Yesus Menyediakan Tempat Bagi Kita UmatNya

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kedelapan adalah Yesus menyediakan tempat bagi kita di surga.

Kepada murid-muridNya yang tidak lama lagi akan ditinggalkanNya, Tuhan Yesus berkata,

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” (Yohanes 14:2-3).

Yesus pergi ke surga salah satunya adalah untuk mempersiapkan tempat bagi kita umatNya.

Setelah Ia selesai mempersiapkan tempat kita di surga, maka Ia akan datang kembali menjemput kita.

Dengan demikian kita akan bersama-sama dengan Dia sampai selama-lamanya.

Surga itu adalah langit dan bumi yang baru, di mana tidak ada lagi penderitaan, penyakit, kekurangan, permusuhan, dan kematian.

Inilah yang disebut dengan surga. (Baca: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen)

Di dunia ini kita masih mengalami banyak penderitaan dan pergumulan hidup. Tetapi di surga kelak kita tidak lagi mengalaminya, melainkan hidup bahagia selamanya.

 

9. Yesus Akan Datang Kembali Ke Dunia

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kesembilan adalah Yesus akan datang kembali ke dunia.

Ketika murid-murid Yesus menatap ke langit, melihat Yesus yang naik ke surga dan ditutupi awan, para malaikat datang kepada mereka.

Malaikat-malaikat itu berkata,

“Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga. (Kisah Para Rasul 1:10-11).

Tuhan Yesus akan datang kembali ke dunia, bahkan dengan cara yang sama seperti Ia naik ke surga, yakni dengan penuh kemuliaan dan disertai dengan para malaikatNya.

Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan segera datang kembali (Wahyu 22:7).

Yesus akan datang kembali ke bumi untuk menghakimi manusia, serta memerintah dalam kerajaanNya, Kerajaan seribu tahun.

Kedatangan Yesus kedua kali merupakan hal terpenting dalam akhir zaman. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman)

 

10. Nubuat Alkitab Dapat Dipercayai

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kesepuluh atau terakhir adalah nubuat Alkitab dapat dipercayai.

Kenaikan Yesus ke surga adalah penggenapan nubuat Alkitab.

Salah satunya adalah dalam Perjanjian Lama, yakni Mazmur 68:19, yang dikutip oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus.

“Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.” (Efesus 4:8-10).

Dalam ayat di atas dinubuatkan tentang kenaikan Yesus ke surga, kemenanganNya atas musuhNya, serta pemberianNya kepada gerejaNya.

Tuhan Yesus sendiri juga telah menubuatkan terlebih dulu kenaikanNya ke surga (lihat poin 4 di atas).

Kelahiran, penderitaan/penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus juga telah dinubuatkan di Alkitab, seperti halnya kenaikanNya ini.

Sebagai contoh, silakan baca: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kematian Yesus)

Nubuat-nubuat tentang kenaikan Yesus ini, atau nubuat lain tentang pribadi dan karyaNya, menunjukkan bahwa Alkitab adalah benar firman Allah dan nubuat-nubuatnya dapat dipercayai.

 

Itulah 10 makna kenaikan Yesus ke surga bagi orang percaya sebagaimana yang diajarkan di Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!