Loading...

10 Makna Kenaikan Yesus Ke Surga

Loading...

 

4. Yesus Adalah Tuhan 

Makna kenaikan Yesus ke surga yang keempat adalah bahwa Yesus adalah Tuhan.

Surga adalah kediaman Tuhan bersama para malaikatNya. Surga bukanlah tempat kediaman manusia.

Karena itu boleh dikatakan bahwa kenaikan Yesus ke surga punya makna bahwa Dia adalah Tuhan.

Naik ke surga bagi Yesus adalah “kembali ke tempat asal”.

“Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?” (Yohanes 6:62).

Sebab Ia adalah Tuhan yang diam di surga, namun datang ke bumi untuk menyelamatkan manusia berdosa. Dan setelah Ia selesai dengan misi penyelamatan tersebut Ia pun “kembali” ke surga.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa tidak ada manusia yang naik ke surga selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yakni diriNya sendiri.

“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” (Yohanes 3:13).

Jadi karena surga adalah tempat kediaman Allah, bukan kediaman manusia, dan Yesus naik ke surga, maka harus dikatakan bahwa kenaikan Yesus ke surga adalah salah satu bukti keilahianNya. (Baca: 10 Cara Yesus Mengatakan Dia Adalah Tuhan)

 

5. Yesus Adalah Penguasa Dunia

Makna kenaikan Yesus ke surga yang kelima adalah bahwa Yesus adalah penguasa dunia.

Alkitab berkata bahwa setelah misiNya selesai di bumi, Yesus meninggalkan murid-muridNya, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

Sebelah kanan punya makna otoritas, wewenang, dan kekuasaan (Matius 20:21).

Orang yang duduk di sebelah seorang raja, apalagi sebelah kanan, adalah orang yang punya otoritas atau kekuasaan selain raja.

Demikianlah dengan Yesus.

Ketika Ia naik ke surga Ia duduk di sebelah Kanan Allah Bapa.

Artinya, Ia memerintah di surga bersama Bapa (Wahyu 22:3).

Dan dari surga kelak Ia akan datang untuk menghakimi manusia dan memerintah selamanya sebagai raja (lihat poin 9 di bawah).

 

6. Yesus Hamba Yang Diperkenan Allah

Makna kenaikan Yesus ke surga yang keenam adalah Yesus berkenan kepada Allah Bapa.

Sebagai seorang hamba Tuhan, Tuhan yang menjadi manusia, Yesus sangat menderita, disalibkan dan mati. Ia begitu terhina di dunia.

Tetapi Allah sangat menghargai segala penderitaan dan pengorbanan Yesus di kayu salib demi menebus manusia yang berdosa (Yesaya 53:12).

Allah puas dengan pelayanan dan karya Yesus di bumi. Karena itulah Ia sangat dimuliakan Allah setelah Ia naik ke surga (Filipi 2:5-11).

Penulis Surat Ibrani membandingkan Yesus yang telah naik ke surga dengan para malaikat Allah.

Sekalipun para malaikat itu adalah pelayan-pelayan Allah yang taat, namun kepada mereka tidak diberikan hak istimewa seperti yang diberikanNya kepada AnakNya, Tuhan Yesus.

“Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” (Ibrani 1:13).

Kepada Yesus Allah Bapa berkata agar Ia duduk di sebelah kananNya di surga. Ini adalah tanda perkenanan selain tanda otoritas (lihat poin 5 di atas).

Allah Bapa juga berkata kepada AnakNya, bahwa semua musuhNya akan dibuat menjadi tumpuan kakiNya. Artinya, akan ditaklukkan!

Iblis dan para pengikutnya adalah musuh utama Yesus. Sekalipun mereka pada dasarnya telah dikalahkan Yesus melalui kematianNya di kayu salib (Kolose 2:14-15), namun mereka masih punya kuasa yang terbatas di bumi.

Kekuasaan iblis dan antek-anteknya baru benar-benar hancur pada saat kedatangan Yesus kedua kali. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Pada saat itulah musuh Tuhan Yesus benar-benar ditaklukkan.

 

7. Yesus Menjadi Pendoa Bagi Kita

Makna kenaikan Yesus ke surga yang ketujuh adalah Yesus adalah pendoa bagi kita.

Seperti telah disebut di atas, Tuhan Yesus saat ini digambarkan sedang duduk di sebelah kanan Bapa di surga.

Namun ini tidak menunjukkan keadaan yang pasif, seolah-olah Yesus hanya duduk-duduk saja menantikan penaklukan musuhNya, iblis. Tidak!

Yesus tidak hanya duduk saja di surga, Ia pergi kepada Bapa justru demi kepentingan kita umatNya (Ibrani 9:24).

Ia ada di surga menjadi Pengantara bagi kita.

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!