Loading...
Loading...

10 Mujizat Yang Dilakukan Oleh Gereja Mula-mula

 

Banyak mujizat yang dilakukan oleh Gereja mula-mula di Perjanjian Baru. Hal ini bertujuan untuk menguatkan Injil yang mereka beritakan sehingga membuat orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus dan membuat orang yang telah percaya semakin percaya. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa tanda-tanda ajaib akan menyertai murid-muridNya ketika mereka memberitakan Injil (Markus 16:17-18).

Bukan hanya para rasul, melainkan para diaken juga atau bahkan jemaat awam sekalipun, dapat melakukan mujizat. Sebab perintah itu diberikan bukan hanya kepada para rasul, tetapi juga kepada seluruh orang percaya. Hal ini terbukti dari adanya jemaat awam di gereja mula-mula yang turut melakukan mujizat atau kesembuhan, seperti Stefanus, Filipus (diaken, bukan rasul Filipus) dan Ananias.

Baca juga: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian

Alkitab menyebutkan dengan jelas bahwa para rasul melakukan banyak mujizat (Kisah Para Rasul 2:43; 5:12). Kita tidak tahu pasti berapa jumlah mujizat tersebut, mungkin ada puluhan. Kendati demikian, Alkitab tidak mencatat semua mujizat tersebut. Hanya ada beberapa mujizat yang dilakukan oleh gereja Perjanjian Baru yang benar-benar dicatat di Alkitab.

Artikel kali ini akan membahas 10 mujizat yang dilakukan oleh murid-murid Tuhan Yesus atau gereja mula-mula di Perjanjian Baru. Kesepuluh  mujizat yang dilakukan oleh Gereja Perjanjian Baru ini sebagian besar dilakukan oleh para rasul, yakni rasul Petrus dan rasul Paulus, dua rasul paling berpengaruh di Perjanjian Baru.

Baca juga: 9 Karunia Supranatural Roh Kudus 

Ada setidaknya 9 mujizat yang Petrus dan Paulus lakukan yang secara jelas dicatat di Alkitab, 4 mujizat dilakukan oleh Petrus dan 5 mujizat dilakukan oleh Paulus. Satu mujizat lagi dilakukan oleh Ananias, salah satu anggota gereja mula-mula di kota Damsyik.

Mujizat apa sajakah yang dilakukan oleh gereja mula-mula di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Seorang Yang Lumpuh Sejak Lahir Disembuhkan

“Tetapi Petrus berkata: Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah! Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.” (Kisah Para Rasul 3:6-8)

Orang lumpuh ini, yang lumpuh sejak lahirnya, adalah seorang pengemis yang biasa duduk di depan gerbang Bait Allah di Yerusalem untuk meminta sedekah kepada orang-orang yang mau beribadah di Bait Allah.

Orang lumpuh tersebut, seorang laki-laki, mengalami kelumpuhan lebih dari empat puluh tahun! Sebab ia lumpuh sejak lahirnya dan saat itu usianya sudah lebih dari empat puluh tahun (Kisah Para Rasul 4:22).

Ketika Petrus dan Yohanes hendak beribadah ke Bait Allah, mereka melihat orang lumpuh tersebut. Lalu Petrus meminta orang lumpuh itu untuk melihat kepadanya. Mungkin orang lumpuh tersebut berharap Petrus dan Yohanes akan memberikan sedekah kepadanya. Jadi Petrus buru-buru berkata bahwa mereka tidak punya emas dan perak yang dapat diberikan kepadanya.

Tetapi mereka punya sesuatu yang dapat diberikan kepada orang lumpuh itu, yang nilainya melebihi emas dan perak, yakni kesembuhan. Dan hanya dengan sepatah dua kata, Petrus pun menyembuhkan orang tersebut dalam nama Tuhan Yesus! Hal ini tak pelak lagi membuat orang tersebut melonjak kegirangan serta memuji-muji Allah.

 

2. Ananias Dan Safira Mati Secara Mendadak

“Tetapi Petrus berkata: Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?…. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.” (Kisah Para Rasul 5:3, 5)

”Kata Petrus kepadanya: Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual? Jawab perempuan itu: Betul sekian. Kata Petrus: Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar. Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya.” (Kisah Para Rasul 5:8-10a)

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Menjual ladang atau tanah milik pribadi demi memenuhi kebutuhan para anggota jemaat yang kurang mampu saat itu memang banyak terjadi di gereja mula-mula di Yerusalem.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus. Hal ini diketahui oleh Petrus. Dan ketika Petrus mengkonfirmasi kembali Ananias, apakah benar dengan harga sekian tanah mereka dijual, Ananias bersikeras mengatakan bahwa memang dengan harga sekianlah tanah itu dijual.

Petrus menganggap bahwa Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus!

Sekitar tiga jam kemudian istri Ananias, Safira, datang ke perkumpulan jemaat. Ketika dia masuk, Petrus kembali bertanya harga penjualan tanah mereka, apakah benar seperti yang dikatakan oleh suaminya. Dan Safira pun menjawab seperti yang dikatakan oleh suaminya. Akhirnya seketika itu juga Safira meninggal di depan kaki Petrus!

Hukuman Ananias dan Safira yang sangat berat ini, telah menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa hanya karena berdusta soal hasil penjualan tanah harus dihukum mati?

Sebenarnya Ananias dan Safira tidak perlu berdusta mengenai harga tanah mereka yang terjual. Mereka tidak dipaksa untuk menjual tanah mereka dan menyerahkan semua uang penjualannya ke gereja. Kesalahan mereka adalah karena mereka menahan sebagian hasil tanah tersebut dan seolah-olah telah menyerahkan semuanya.

Lagipula Petrus sudah memberi Ananias dan Safira kesempatan untuk bertobat/mengakui kesalahan mereka dengan cara mengkonfirmasi lagi jumlah hasil penjualan tanah mereka itu. Tetapi mereka berdua bersikeras dengan kebohongan mereka. Itulah kesalahan mereka.

Perlu juga diingat bahwa keberadaan gereja mula-mula adalah permulaan zaman gereja sehingga perlu dilakukan hukuman yang keras terhadap dosa sebagai peringatan bagi gereja-gereja Tuhan selanjutnya.

 

3. Eneas Yang Lumpuh Disembuhkan

“Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya: Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu! Seketika itu juga bangunlah orang itu.” (Kisah Para Rasul 9:33-34)

Eneas adalah seorang laki-laki anggota jemaat di kota Lida. Waktu Petrus datang ke Lida, ia mendapati Eneas yang terbaring di tempat tidurnya karena sakit lumpuh. Dan ia telah mengalami penyakitnya itu selama delapan tahun.

Melihat itu Petrus pun berkata kepada Eneas bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan dia serta meminta dia bangun dan membereskan tempat tidurnya.

Menarik, di sini kita lihat bahwa Petrus tidak berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan Eneas (walau bisa saja ia juga berdoa tetapi tidak disebut di Alkitab). Petrus hanya berbicara langsung kepada Eneas (bukan kepada Tuhan), seperti yang biasa dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri ketika menyembuhkan orang sakit.

Cara yang dilakukan Petrus ini juga dilakukannya ketika menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahirnya (poin 1 di atas) dan menghukum mati Ananias dan Safira (poin 2 di atas).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!