Loading...

10 Mujizat Yesus Terbesar Sepanjang Masa

Loading...

 

7. Menyembuhkan Perempuan Yang 12 Tahun Pendarahan (Markus
5:25-34)

Mujizat Yesus lain yang terpopuler adalah menyembuhkan seorang perempuan yang telah sakit pendarahan selama 12 tahun.

Tidak disebutkan siapa nama perempuan tersebut. Tetapi dikatakan bahwa ia telah berobat ke mana-mana dan menghabiskan banyak uangnya, tetapi ia tak kunjung sembuh. Ini adalah sebuah penderitaan yang berat. Bukan hanya fisiknya, mentalnya pun jadi menderita karena usahanya untuk memperoleh kesembuhan selalu gagal.

Jadi perempuan itu mencoba untuk datang kepada Yesus yang saat itu sedang populer di mata rakyat. Mungkin ia sudah mendengar bahwa Yesus adalah tabib yang ajaib yang telah menyembuhkan banyak orang yang sakit.

Ketika itu Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah Yairus, seorang kepala rumah ibadat/Sinagoge Yahudi. Ia baru saja dipanggil oleh Yairus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit keras. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Perempuan itu pun memberanikan diri “menghalangi” langkah Yesus menuju rumah Yairus. Ia berusaha menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh, pendarahannya berhenti!

Tuhan Yesus, yang merasakan ada kuasa yang keluar dari tubuhNya, bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya. Murid-muridNya menjawab bahwa ada banyak orang yang mengikutiNya, jadi pasti banyak di antara mereka yang tanpa sengaja menjamah jubahNya. Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan.

Maka tampillah perempuan itu ke depan Tuhan Yesus untuk mengakui bahwa dialah yang menjamah jubahNya. Maka Yesus pun meneguhkan kesembuhan perempuan tersebut.

 

8. Berjalan Di Atas Air (Markus 6:45-52)

Mujizat Yesus lainnya yang terpopuler adalah ketika Ia berjalan di atas air.

Pada suatu waktu sehabis memberi makan 5000 orang laki-laki, Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya terlebih dahulu naik ke perahu dan menyeberang ke Betsaida. Ia sendiri pergi ke atas bukit untuk berdoa, seperti yang biasa dilakukanNya. (Baca: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani).

Ketika hari telah malam perahu murid-muridNya “diserang” oleh angin sakal. Dan ketika Yesus melihat betapa sulitnya murid-muridNya mendayung perahu mereka karena angin sakal itu, maka Ia mendatangi mereka, tetapi tidak ”secara normal”. Ia berjalan di atas air!

Melihat hal itu murid-muridNya menjadi takut dan berteriak-teriak, karena mereka menyangka bahwa itu adalah hantu. Waktu itu sudah pukul 3 dini hari.

Namun Yesus segera menenangkan mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka. Dan seketika itu juga angin sakal itu menjadi reda. Mereka sangat tercengang dan bingung. Rupanya murid-murid itu belum mengenal siapa betul Yesus, Guru mereka.

Tetapi melalui mujizat berjalan di atas air itu Yesus ingin menunjukkan kepada murid-muridNya siapa diriNya yang sesungguhnya, dan bahwa Ia berbelas kasihan kepada mereka.

 

9. Menyembuhkan Bartimeus Yang Buta (Markus 10:46-52)

Mujizat Yesus lainnya yang paling populer adalah menyembuhkan seorang buta yang bernama Bartimeus.

Bartimeus adalah seorang buta yang biasa mengemis di pinggir jalan. Ketika ia mendengar bahwa Yesus sedang lewat, ia pun berteriak memanggilNya, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.”

Rupanya Bartimeus sudah sering mendengar bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang yang sakit atau cacat seperti dirinya. Karena itulah ia memanggil Yesus, setelah ia mendengar bahwa Ia sedang lewat dari depannya.

Menarik bahwa ia menyapa Yesus sebagai Mesias, sebab ia memanggilNya dengan sebutan Anak Daud. Istilah Anak Daud mengacu pada Mesias, salah satu keturunan raja Daud yang akan membawa bangsa Israel dalam kejayaan, seperti pada zaman Daud, bapa leluhurnya (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu).

Mungkin karena Yesus bisa melakukan mujizat dan menyembuhkan, Bartimeus percaya bahwa Dialah Mesias itu, seperti yang diyakini oleh sebagian orang Israel pada masa itu.

Mendengar Bartimeus berteriak-teriak memanggil Yesus, murid-muridNya pun melarangnya dan menyuruh Bartimeus diam. Namun semakin dilarang, semakin keras pula ia berteriak, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.”

Ketika Yesus mendengar Bartimeus, Ia pun berhenti dan mendekatinya. Tuhan Yesus bertanya kepada Bartimeus apa yang diinginkannya, seperti Ia bertanya kepada seorang lumpuh di kolam Betesda. Dan seperti yang dapat diduga, Bartimeus meminta agar ia bisa melihat.

Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga Bartimeus dapat melihat! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya.

 

10. Mengutuk Pohon Ara Yang Tidak Berbuah (Markus 11:12-14;
19-24)

Mujizat Yesus terakhir yang terpopuler adalah mengutuk pohon ara yang tidak berbuah.

Waktu itu Yesus dalam perjalanan dari Betania menuju Yerusalem. Ketika Yesus merasa lapar Ia melihat dari jauh sebatang pohon ara yang lebat daunnya, Ia mendekatinya dan mencari kalau-kalau ada buahnya. Namun Ia tak menemukan buah di pohon tersebut, karena memang belum musim buah ara. Lalu Ia pun mengutuk pohon ara tersebut.

Ketika besoknya Yesus dan murid-muridNya lewat lagi dari tempat itu, mereka melihat bahwa pohon itu telah kering kerontong sampai ke akar-akarnya!

Pentingnya mujizat pengutukan pohon ara ini sudah banyak dipertanyakan. Paling tidak ada dua pertanyaan yang sering diajukan. Pertama, dengan jelas dikatakan bahwa musim buah ara belum tiba, jadi tidak seharusnya Yesus berharap pohon tersebut sudah berbuah.

Untuk menjawab hal ini dapat dikatakan bahwa sebelum pohon ara menghasilkan buah, biasanya ia akan terlebih dahulu menghasilkan buah-buah kecil, yang dalam bahasa Arab di Israel disebut taqsh. Taqsh ini muncul bersamaan dengan daun-daun pohon ara, bahkan kadang-kadang mendahuluinya. Jika taqsh pada pohon ara tidak muncul, padahal daunnya sudah lebat, maka pohon tersebut tidak akan berbuah lagi.

Demikianlah dengan pohon ara yang dijumpai Tuhan Yesus, tidak ditemukan taqsh kendati daun-daunnya begitu lebat. Karena itulah Ia mengutuk pohon tersebut.

Pertanyaan kedua yang sering diajukan adalah, mengapa sebuah pohon harus dikutuk? Bukankah ia bukan manusia yang tidak punya tanggung jawab moral?

Menjawab hal ini dapatlah dikatakan bahwa pohon memang bukan manusia, karena itu ia tidak mempunyai tanggung jawab moral dan tidak bisa dituntut untuk berbuah. Pohon juga tidak bisa mengerti dan merasakan suatu kutukan atau hukuman. Namun Tuhan Yesus punya maksud khusus dengan pengutukan pohon ara ini.

Lewat kejadian itu, Yesus ingin mengajarkan murid-muridNya tentang dua hal. Pertama, tentang doa dan iman (Markus 11:20-26).

Kedua, tentang hidup yang berbuah. Pengutukan pohon ara tersebut rupanya adalah lambang hukuman bagi orang Israel, yang punya “daun-daun keagamaan yang lebat”, namun tidak menghasilkan buah pertobatan. Mereka tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan, malahan mereka menyalibkanNya.

Sebelumnya, Tuhan Yesus telah memberikan sebuah perumpamaan tentang pohon ara yang akan ditebang jika dalam waktu 3 tahun tetap tidak berbuah (Lukas 13:6-9). Perumpamaan ini jelas menunjuk pada orang Israel (bandingkan Yeremia 8:13; Hosea 9:10 di mana bangsa Israel diumpamakan seperti pohon ara yang tidak berbuah).

Jadi mujizat pengutukan pohon ara ini merupakan penggenapan Lukas 13:6-9. Hal ini menjadi nyata 40 tahun kemudian, takala orang Roma menghancurkan Yerusalem serta membunuh orang-orang Yahudi pada tahun 70 Masehi.

Jelas mujizat pengutukan pohon ara bukan terjadi akibat “kekesalan” Yesus karena tidak mendapat buah ara ketika Ia sedang lapar, melainkan sebuah pengajaran akan pentingnya iman dan doa serta hidup manusia yang harus berbuah. Jadi sasaran mujizat itu adalah manusia, bukan pohon, pohon hanyalah sebagai lambang.

 

Itulah 10 mujizat Yesus terbesar sepanjang masa.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!