Loading...

10 Nabi Perjanjian Baru Terbesar

Loading...

 

Artikel ini berisi tentang para nabi Perjanjian Baru terbesar.

Nabi adalah mereka yang mendapat pesan dari Tuhan dan menyampaikannya kepada umatNya, baik secara lisan maupun tulisan. Lewat pesan Tuhan tersebut nabi menghibur, menasihati, menguatkan, mengingatkan, menegur, bahkan menghukum umat Tuhan.

Peran nabi lebih dominan di Perjanjian Lama. Tetapi di Perjanjian Baru pun peran nabi sangat penting, walau tidak sedominan di Perjanjian Lama.

Baca juga:  10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Allah Bapa dan Tuhan Yesus menetapkan sejumlah nabi bagi gerejaNya (1 Korintus 12:28; Efesus 4:11). Tetapi kita tidak tahu persis berapa jumlah nabi tersebut, dan pastilah tidak semua nama nabi-nabi itu dicatat di Alkitab, sebagaimana dengan nabi-nabi di Perjanjian Lama.

Artikel kali ini akan membahas tentang 10 nabi terbesar yang dicatat di Perjanjian Baru.

Baca juga:  7 Nabi Perempuan Di Alkitab

Kesepuluh nabi ini dikatakan terbesar sebab, selain karena nama mereka dengan jelas disebut di Alkitab sebagai nabi, atau karena pelayanan kenabian mereka banyak dicatat di Alkitab, juga karena karya kenabian mereka memberi pengaruh besar bagi umat Tuhan.

Kesepuluh nabi ini tidak termasuk Tuhan Yesus, walaupun Ia juga termasuk nabi, bahkan nabi merupakan salah satu dari 10 Gelar Yesus Terpopuler Di Alkitab.

Lalu, siapa sajakah nabi terbesar di Perjanjian Baru? Berikut pembahasannya.

 

1. Yohanes Pembaptis

Nabi terbesar pertama di Perjanjian Baru adalah Yohanes Pembaptis.

“Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” (Matius 21:26)

Yohanes Pembaptis adalah seorang perintis bagi kedatangan Mesias, yakni Tuhan Yesus. Yohanes berkhotbah di antara orang-orang Israel seraya menyerukan agar mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. (Baca: 10 Tokoh Besar Alkitab Tetapi Lebih Kecil Dari Yesus)

Yohanes adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama, sekalipun kisahnya berada di Alkitab Perjanjian Baru. Hal ini nyata dari perkataan Tuhan Yesus yang membatasi masa Perjanjian Lama hingga Yohanes Pembaptis. Setelah itu, maka dimulailah era baru, yakni pemberitaan Kerajaan Allah, yang diawali oleh pelayanan Tuhan Yesus (Lukas 16:16).

Yohanes Pembaptis mengumandangkan suara kenabian tanpa kompromi. Ia menegaskan kepada orang Israel, umat pilihan Tuhan yang bangga sebagai keturunan Abraham, bahwa jika mereka tidak bertobat, mereka pun tidak akan luput dari hukumanNya (Lukas 3:7-9).

 

2. Agabus

Nabi terbesar kedua di Perjanjian Baru adalah Agabus.

 “Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.” (Kisah Para Rasul 11:27-28)

Agabus, salah satu dari rombongan nabi yang datang dari Yerusalem ke Antiokhia, menubuatkan kelaparan besar yang akan menimpa seluruh dunia (maksudnya seluruh kekaisaran Romawi). Dan ternyata hal itu benar-benar terjadi pada masa kaisar Klaudius.

Hal ini membuat gereja di Antiokhia mengumpulkan dana untuk dibawa ke Yerusalem, melalui Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 11:29-30). Gereja Antiokhia membantu gereja induk di Yerusalem karena gereja Yerusalem lebih miskin dari gereja Antiokhia.

Nabi Agabus juga muncul di rumah Filipus si penginjil (bukan rasul Filipus) di Kaisarea. Di situ ia bernubuat tentang rasul Paulus yang saat itu sedang menumpang di rumah Filipus.

Agabus menubuatkan bahwa Paulus akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem  dan diserahkan kepada bangsa lain (Romawi). Hal ini dipandang oleh jemaat sebagai peringatan akan bahaya yang menghadang Paulus sehingga mereka mencegah Paulus agar tidak pergi ke Yerusalem.

Namun Paulus tidak takut. Ia mengatakan bahwa ia bukan saja bersedia untuk diikat, tetapi juga bersedia untuk mati demi nama Kristus (Kisah Para rasul 21:8-14).

Setelah dua nubuatnya ini, nama Agabus tidak muncul lagi di Alkitab.

 

3. Paulus

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Baru adalah Paulus, yang sebelumnya dikenal sebagai Saulus.

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” (Kisah Para Rasul 13:1)

Paulus biasanya lebih dikenal sebagai rasul. Dan pelayanannya sebagai rasul tak perlu diragukan lagi. Tetapi Paulus juga adalah seorang nabi.

Contoh pelayanan kenabian Paulus yang dicatat di Alkitab adalah ketika ia menghukum Elimas sehingga buta (Kisah Para Rasul 13:9-11), ketika ia mendapat penglihatan tentang orang Makedonia yang ingin dilayani (Kisah Para Rasl 16:9-10), serta penglihatan, nubuat dan penghiburan yang disampaikannya kepada para penumpang kapal (Kisah Para Rasul 27:9-11, 21-26).

 

4. Barnabas

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Baru adalah Barnabas.

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” (Kisah Para Rasul 13:1)

Barnabas awalnya adalah salah satu anggota jemaat di gereja Yerusalem. Kemudian ia diutus ke gereja Antiokhia yang baru berdiri dan menjadi pemimpin di gereja tersebut, bersama dengan beberapa orang lainnya.

Selain itu, ternyata Barnabas adalah seorang nabi, di mana ia menasihati orang-orang percaya di Antiokhia agar tetap setia kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:22-23).

Arti nama “Barnabas” sendiri adalah “anak penghiburan”, atau orang yang suka menghibur.

Seperti halnya Paulus, Barnabas juga dikenal sebagai rasul, selain nabi.

 

5. Simeon

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Baru adalah Simeon.

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” (Kisah Para Rasul 13:1)

Banyak pakar Alkitab yang mengaitkan nabi Simeon ini dengan Simon dari Kirene, yang membantu memikul salib Yesus (Lukas 23:26).

Memang ada persamaan di antara nama Simeon dengan Simon, di mana Simeon adalah bentuk Ibrani dan Simon adalah bentuk Yunani.

Di samping itu, disebutkannya gelar Niger, yang dalam bahasa Latin artinya “hitam”, mengindikasikan bahwa nabi Simeon berasal dari Afrika, atau lebih tepatnya Kirene.

Sekalipun hal ini tidak dapat dipastikan, namun sangat mungkin demikian. Apalagi jika nabi Simeon ini termasuk “orang-orang Kirene” yang memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Yunani di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:20). Jadi sama dengan Simon yang membawa salib Yesus, berasal dari Kirene.

Akan tetapi, jika nabi Simeon bukanlah Simon orang Kirene yang membawa salib Yesus, maka tidak ada lagi informasi yang dapat diketahui tentangnya.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!