Loading...
Loading...

10 Nabi Perjanjian Baru Terbesar

 

6. Lukius

Nabi terbesar berikutnya di Perjanjian Baru adalah Lukius.

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” (Kisah Para Rasul 13:1)

Seperti disinggung di atas, banyak “orang-orang Kirene” yang memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Yunani di Antiokhia. Boleh jadi Lukius salah satu di antaranya.

Ada yang menyamakan Lukius dengan Lukas, tetapi jelas mereka merupakan dua orang yang berbeda.

Lukius adalah seorang Yahudi, sedangkan Lukas hampir pasti seorang non-Yahudi (Kolose 4:11,14).

Di dalam Roma 16:21 disebut juga seorang Kristen Yahudi bernama Lukius, tetapi mungkin dia adalah orang yang berbeda dengan nabi Lukius ini.

 

7. Menahem

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Baru adalah Menahem.

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” (Kisah Para Rasul 13:1)

Menarik untuk disimak, Menahem diasuh bersama dengan raja Herodes (Herodes Antipas), namun sifatnya sangat bertolak belakang dengan Herodes.

Herodes Antipas dikenal sebagai raja yang jahat. Selain membunuh Yohanes Pembaptis, ia juga berusaha untuk membunuh Yesus. Dan Yesus menyebut Herodes “si serigala” (Lukas 13:31-32). Selain itu, Herodes juga mengolok-olok Yesus (Lukas 23:11).

Sedangkan Menahem adalah seorang nabi yang memberitakan firman Tuhan dan yang suka menghibur umat Tuhan. Hal ini sesuai dengan arti kata “Menahem”, yakni: “penghibur”.

Tetapi di Perjanjian Lama, Menahem adalah nama salah satu raja Israel yang jahat (2 Raja-raja 15:14-22).

Menurut Flavius Yosefus, seorang sejarawan Yahudi terkemuka, Herodes Agung (ayah Herodes Antipas), sangat senang dengan seorang Esseni (sebuah sekte Yahudi) yang bernama Menahem (punya nama yang sama dengan nabi Menahem).

Menahem orang Esseni ini menurut dugaan adalah kakek dari Menahem sang nabi. Mungkin karena itulah nabi Menahem diasuh di istana Herodes Agung bersama anaknya, Herodes Antipas.

 

8. Yudas Barsabas

Nabi terbesar berikutnya di Perjanjian Baru adalah Yudas.

Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.” (Kisah Para Rasul 15:32).

Ketika para rasul dan para penatua bersidang perihal sunat di Yerusalem, maka mereka memilih dua orang utusan untuk menyampaikan hasil sidang tersebut kepada jemaat di Antiokhia. (Baca: 10 Fakta Tentang Sunat Yang Perlu Anda Tahu)

Kedua orang tersebut adalah Yudas yang disebut Barsabas dan Silas, dua orang yang terpandang di antara jemaat. Sebagai nabi, Yudas, bersama Silas, berusaha menasihati dan menguatkan hati jemaat Antiokhia (Kisah Para Rasul 15:22-33).

Yudas ini juga disebut Barsabas (Kisah Para Rasul 15:22). Dan sebagian orang menduga bahwa ia bersaudara dengan Yusuf Barsabas (Kisah Para Rasul 1:23), karena sama-sama memakai nama “Barsabas”. Tetapi hal ini tidaklah pasti.

Tidak ada lagi keterangan lebih lanjut tentang Yudas ini di Alkitab.

 

9. Silas

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Baru adalah Silas.

“Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.” (Kisah Para Rasul 15:32).

Silas pertama kali muncul di Alkitab tatkala ia bersama Yudas dipilih sebagai utusan para rasul dan penatua yang bersidang di Yerusalem tentang sunat, seperti telah disinggung di atas.

Kemudian ketika Paulus dan Barnabas berselisih paham dalam pelayanan karena Markus, maka Paulus memilih Silas bersamanya untuk pemberitaan Injil selanjutnya. Sedangkan Barnabas tetap bersama Markus (Kisah Para Rasul 15:36-41).

Pelayanan kenabian Silas terlihat saat ia menasihati dan menguatkan hati jemaat di Antiokhia, bersama Yudas Barsabas, seperti dikutip dalam ayat di atas.

Selain sebagai nabi, Silas juga merupakan seorang rasul. (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

 

10. Yohanes Anak Zebedeus

Nabi terbesar terakhir di Perjanjian Baru adalah Yohanes anak Zebedeus.

Mungkin timbul pertanyaan: Apakah rasul Yohanes seorang nabi?

Memang Alkitab tidak menyebut secara langsung bahwa Yohanes adalah seorang nabi. Namun, lewat penglihatan, nubuat, penghiburan, dan peringatannya dalam kitabnya, kitab Wahyu, maka kita harus menyimpulkan bahwa ia memang seorang nabi.

Penglihatan Yohanes di pulau Patmos sangat mirip dengan penglihatan nabi Daniel di Perjanjian Lama, yakni tentang kemenangan Tuhan dan umatNya atas kejahatan dan iblis. Sehingga jika Daniel layak disebut sebagai nabi, maka layaklah juga Yohnes disebut sebagai nabi.

Bukan hanya itu, Yohanes adalah seorang nabi besar, boleh jadi nabi terbesar di Perjanjian Baru, bahkan di seluruh Alkitab. Sebab cakupan nubuatnya sangat luas, mencakup segala bangsa dan akhir zaman.

Hampir seluruh kitab Wahyu merupakan nubuat, sehingga ia layak disebut sebagai kitab nubuat, seperti kitab-kitab nubuat lainnya di Alkitab.

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 1:3).

“Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: ‘Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.’” (Wahyu 22:18-19)

Selain sebagai nabi, Yohanes juga dikenal sebagai rasul dan salah satu murid paling dekat dengan Yesus. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka [1])

 

Itulah 10 nabi terbesar di Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!