10 Nabi Perjanjian Lama Terbesar

  

Artikel ini berisi tentang para nabi Perjanjian Lama terbesar.

Nabi adalah mereka yang mendapat pesan dari Tuhan dan menyampaikannya kepada umatNya, baik secara lisan maupun tulisan. Lewat pesan Tuhan tersebut nabi menghibur, menasihati, menguatkan, mengingatkan, menegur, bahkan menghukum umat Tuhan.

Di Perjanjian Lama, jumlah nabi sangat banyak. Hal ini misalnya tampak dari istilah “rombongan nabi” yang sering muncul (2 Raja-raja 2:3,5), yang mengindikasikan bahwa para nabi tersebut sangat banyak. Tetapi kita tidak tahu persis berapa jumlah mereka.

Dari sekian banyak nabi di Perjanjian Lama, di sini akan dibahas 10 di antaranya, yang dianggap sebagai nabi-nabi terbesar yang ada di Perjanjian Lama. Baik yang berkitab atau yang menuliskan firman Tuhan yang mereka terima dalam bentuk kitab, maupun yang tidak berkitab.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru

Mereka disebut terbesar karena pelayanan kenabian mereka terjadi dalam jangka waktu yang lama, memberi pengaruh besar bagi raja dan umat Tuhan, cakupan nubuat mereka luas, atau karena mereka membuat banyak mujizat.

Lalu, siapa sajakah nabi terbesar di Perjanjian Lama? Berikut pembahasannya.

 

1. Musa

Nabi terbesar pertama di Perjanjian Lama adalah Musa.

Musa adalah nabi pertama secara normatif. Memang Abraham adalah nabi pertama yang disebut di Alkitab (Kejadian 20:7). Tetapi Abraham bukanlah nabi dalam pengertian umum, Abraham tidak menyampaikan firman Tuhan kepada orang lain atau bernubuat kepada mereka. Musalah nabi pertama yang bertindak demikian.

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir. Lalu Tuhan memanggilnya untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Kebesaran Musa sebagai nabi tak perlu diragukan lagi. Dia lebih besar dari semua nabi di Perjanjian Lama, bahkan boleh dikatakan Musalah tokoh terbesar di Perjanjian Lama. Istilah “Hukum Musa” sering kali identik dengan seluruh Perjanjian Lama.

Tuhan sendiri mengakui keunggulan Musa di antara para nabi Israel. CaraNya berhadapan dengan Musa berbeda dengan caraNya berhadapan dengan semua nabi lainnya. Jika dengan para nabi Tuhan berbicara melalui mimpi dan penglihatan, maka dengan Musa Ia berbicara secara langsung, muka dengan muka (Bilangan 12:6-8).

Selain sebagai nabi, Musa juga dikenal sebagai pemimpin besar Israel. Dia memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Pejanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun.

Nubuat Musa yang terkenal adalah tentang kedatangan seorang nabi seperti dia (Ulangan 18:15, 18-19), yang digenapi dalam diri Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 3:22-23).

Musa menulis lima kitab pertama Alkitab, yakni kitab Kejadian hingga kitab Ulangan, yang biasa disebut sebagai Pentateukh. Di dalam Pentateukh inilah terdapat Hukum Taurat, yang menjadi hukum utama bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan.

 

2. Samuel

Nabi terbesar kedua di Perjanjian Lama adalah Samuel.

Selain sebagai nabi, Samuel adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir

(1 Samuel 7:15). Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja.

Ketika Samuel sudah tua, maka diangkatnyalah anak-anaknya menjadi hakim Israel untuk menggantikan dia. Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup benar seperti Samuel. Karena itu orang Israel menuntut adanya seorang raja bagi mereka.

Hal itu disampaikan oleh Samuel kepada Tuhan. Dan walau Tuhan tidak menghendakinya, Tuhan akhirnya mengabulkan permintaan bangsa Israel itu (1 Samuel 8:1-22).

Maka dipilihlah Saul untuk menjadi raja pertama Israel, dan Samuel Tuhan perintahkan untuk mengurapinya sebagai raja Israel.

Namun Saul adalah raja yang tidak taat kepada Tuhan. Karena itu Tuhan menolaknya sebagai raja. Lalu Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja Israel yang baru untuk menggantikan Saul.

Jadi nabi Samuel sangat berperan dalam melantik Saul (raja pertama Israel) dan Daud (raja terbesar Israel) menjadi raja Israel.

Selain menulis kitab yang memakai namanya, 1 Samuel dan 2 Samuel, nabi Samuel juga diyakini sebagai penulis kitab Rut, bahkan beberapa kitab lainnya di Perjanjian Lama.

Peran nabi Samuel sangat penting dalam sejarah bangsa Israel, namanya disandingkan dengan nabi Musa sebagai orang yang punya nama besar di hadapan Tuhan (Yeremia 15:1).

 

3. Natan

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Lama adalah Natan.

Nabi Natan melayani pada zaman pemerintahan raja Daud dan di awal pemerintahan raja Salomo, anak Daud.

Pertama sekali nabi Natan muncul di Alkitab tatkala Daud mengutarakan niatnya untuk mendirikan rumah Tuhan atau Bait Suci. Nabi Natan menyetujui ide Daud tersebut. Namun ketika Tuhan tidak menyetujuinya, nabi Natan pun menyampaikannya kepada Daud (2 Samuel 7:1-17).

Lalu nabi Natan diutus Tuhan untuk menegur Daud atas dosa perzinahannya dengan Batsyeba, dan atas pembunuhan yang dirancangnya atas Uria, suami Batsyeba, untuk menutupi dosa perzinahannya. Natan menyampaikan hukuman Tuhan yang “keras” kepada Daud (2 Samuel 12:1-15).

Ketika Adonia, anak Daud dari istrinya, Hagit, mendeklarasikan diri sebagai raja Israel menggantikan Daud, nabi Natan tidak berpihak kepada Adonia. Sebaliknya, ia tampil untuk mendorong Batsyeba menghadap Daud, agar Daud mengangkat Salomo, anak Batsyeba, sebagai raja Israel yang baru.

Ketika Batsyeba menghadap Daud, maka Daud menggenapi janjinya untuk mengangkat Salomo sebagai raja Israel menggantikan dirinya. Sebab memang Daud telah bersumpah bahwa Salomolah yang akan duduk di tahta raja Israel menggantikan Daud.

Maka nabi Natan bersama imam Zadok mengurapi Salomo sebagai raja ketiga Israel (1 Raja-raja 1:1-53).

Peran penting nabi Natan dalam kaitannya dengan Daud dan naiknya Salomo sebagai raja baru Israel menggantikan ayahnya, membuktikan bahwa Natan adalah seorang nabi yang penting dalam sejarah bangsa Israel.

 

4. Elia

Nabi terbesar berikutnya di Perjanjian Lama adalah Elia.

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal. Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Salah satu pelayanan nabi Elia yang terkenal adalah ketika ia bernubuat bahwa akan terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun, akibat dosa bangsa Israel kepada Tuhan, khususnya dosa Ahab sebagai raja (1 Raja-raja 17:1; Yakobus 5:17-18).

Nabi Elia juga terkenal karena konfrontasinya dengan nabi-nabi Baal, serta membunuh 450 orang dari nabi-nabi palsu tersebut. Akibatnya Izebel, istri Ahab yang membawa penyembahan Baal ke Israel, menjadi murka dan berusaha membunuh nabi Elia (1 Raja-raja 18:19-40). Elia terpaksa pergi ke gunung Horeb, lalu “bertemu” dengan Tuhan, yang menguatkan dan menghiburnya (1 Raja-raja 19:1-18).

Elia adalah salah satu nabi yang paling banyak membuat mujizat, termasuk membangkitkan orang mati. (Baca: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian)

Hal yang menarik dari Elia adalah: ia diangkat Tuhan ke sorga, tanpa mengalami kematian (2 Raja-raja 2:11), seperti halnya Henokh (Kejadian 5:24).

Dan Elia “hadir” bersama Musa di gunung pemuliaan, di mana Kristus berbicara kepada mereka berdua tentang kematianNya (Matius 17:1-8). Musa mewakili Taurat dan Elia mewakili para nabi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nabi Elia dalam sejarah Israel.

Tuhan akan mengutus nabi Elia ke bumi sebelum kedatangan hari Tuhan (Maleakhi 4:5). Karena hari Tuhan dapat ditafsirkan sebagai dua masa yang berbeda, yakni kedatangan Yesus pertama kali di bumi dan kedatanganNya kedua kali pada akhir zaman, maka kedatangan nabi Elia ini pun dapat diartikan demikian.

Dalam arti pertama, Elia telah hadir dalam diri Yohanes Pembaptis (Matius 17:10-13). Maksudnya, kuasa Elia ada dalam diri Yohanes Pembaptis, bukan bahwa Yohanes Pembaptis adalah benar-benar Elia (Yohanes 1:21).

Dalam arti kedua, Elia akan hadir kembali menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Mungkin inilah yang dimaksud dalam Wahyu 11:3-13, di mana ada dua nabi diutus Tuhan ke bumi untuk melakukan tanda dan mujizat yang luar biasa.

Tidak disebutkan siapa nama kedua nabi tersebut, tetapi kuat dugaan bahwa mereka adalah Musa dan Elia. Alasannya, selain karena a merekalah yang “hadir” di gunung pemuliaan, juga karena mereka berdua termasuk nabi yang paling banyak melakukan mujizat.

 

5. Elisa

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Lama adalah Elisa.

Elisa adalah nabi pengganti Elia. Sebelumnya Elisa menjadi murid Elia, seperti Yosua menjadi murid Musa. Dan ketika Elia diangkat Tuhan ke sorga, maka Elisa tampil menggantikan Elia sebagai nabi (2 Raja-raja 2:15).

Elisa berasal dari keluarga yang kaya, yang tampak dari jumlah lembu yang dipakainya untuk membajak, yakni 12 pasang, suatu hal yang tidak biasa pada masa itu (1 Raja-raja 19:19).

Bersama Musa dan Elia, Elisa adalah nabi Israel yang paling banyak melakukan mujizat. Elisa bahkan melakukan lebih banyak mujizat daripada Elia, mantan tuannya, mungkin inilah makna tersirat dari mendapat dua bagian dari roh Elia (2 Raja-raja 2:9).

Mujizat terkenal yang dilakukan Elisa antara lain adalah membangkitkan anak perempuan Sunem dari kematian (2 Raja-raja 4:32-35) dan menyembuhkan penyakit kusta Naaman, panglima perang Aram (2 Raja-raja 5:1-19).

Elisa berperan penting dalam membantu Yoram, raja Israel, mengalahkan musuh-musuh mereka (2 Raja-raja 3:1-27; 6:9-10), sehingga ia kerap menjadi sasaran pembunuhan.

Nubuat terkenal nabi Elisa adalah tentang naiknya Hazael sebagai raja Aram (2 Raja-raja 8:13-15), dan kalahnya Aram sebanyak tiga kali oleh Israel pada masa pemerintahan raja Yoas (2 Raja-raja 13:19, 25).

 

6. Yesaya

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Lama adalah Yesaya.

Yesaya melayani pada masa pemerintahan raja-raja Yehuda atau Israel Selatan: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia (Yesaya 1:1), yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu sekitar 50 tahun.

Yesaya berasal dari keluarga bangsawan, sesuai dengan tradisi Yahudi. Ia menikah dan mempunyai dua orang anak. Kedua anaknya diberi nama simbolis, yang berkaitan dengan nubuatnya (Yesaya 7:3; 8:1-4).

Sementara istri Yesaya adalah seorang nabiah atau nabi perempuan, yang merupakan salah satu dari 7 Nabi Perempuan Di Alkitab.

Pelayanan Yesaya yang terkenal kepada raja-raja Yehuda antara lain adalah kepada raja Ahas (Yesaya 7) dan kepada raja Hizkia (Yesaya 36-39).

Yesaya adalah seorang nabi besar. Dari nabi-nabi yang menulis kitab, kitab Yesaya merupakan yang terpanjang, yakni 66 pasal. Selain itu, nubuatnya juga mempunyai cakupan yang paling luas.

Nubuat Yesaya menjangkau jauh ke depan, pembuangan bangsa Yehuda ke Babel dan pemulangannya kembali ke Tanah Perjanjian. Bahkan secara mendetail, dengan menyebut nama raja Persia yang akan memulangkan bangsa Israel, yakni Koresh (Yesaya 40-48).

Bahkan nubuat Yesaya mencakup juga kedatangan Mesias, akhir zaman, serta langit dan bumi yang baru (Yesaya 66).

Di antara para nabi Israel, Yesayalah yang paling banyak bernubuat tentang Mesias, terutama penderitaan dan kematianNya, yang disebut sebagai Hamba Tuhan (Yesaya 52:13-53:12).

Menurut tradisi, Yesaya mati digergaji pada zaman raja Manasye. Dan Ibrani 11:37 dianggap mengacu pada hal ini. Namun ini tidaklah bisa dipastikan.

 

7. Yeremia

Nabi terbesar berikutnya di Perjanjian Lama adalah Yeremia.

Yeremia merupakan seorang nabi besar dari keluarga imam. Ia melayani pada masa pemerintahan lima raja Yehuda terakhir, yakni: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia (Yeremia 1:1-3).

Pelayanan Yeremia terentang sepanjang 40 tahun. Namun tidak ada hasil dari masa pelayanannya yang panjang tersebut, orang Israel tidak bertobat.

Yeremia melayani hingga runtuhnya Kerajaan Yehuda, di mana mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Yeremia dikenal sebagi nabi yang menderita, yang suka meratap dan menangisi bangsanya. Ratapannya tentang Israel diabadikan sebagai bagian dari Kitab Suci, yakni Kitab Ratapan.

Ia mengalami tekanan yang hebat dalam pelayanannya, dipersalahkan, difitnah, dipenjara, dan diancam akan dibunuh. Dia dianggap musuh oleh bangsanya. Padahal ia menangisi mereka (Yeremia 9:1; 13:17).

Karena itulah Yeremia merasa lebih baik mati saja, bahkan ia mengutuki hari kelahirannya, menyesali bahwa ia dilahirkan hanya untuk menderita (Yeremia 20:14-18).

Salah satu nubuat Yeremia yang terkenal adalah tentang perjanjian baru, perjanjian yang lebih baik dari perjanjian Tuhan yang sebelumnya dengan bangsa Israel, yang telah mereka ingkari. Tuhan akan memberi umatNya hati yang baru, hati yang taat kepadaNya (Yeremia 31:31-34).

Perjanjian baru ini digenapi lewat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib (Matius 26:28; Ibrani 8:7-13; 10:14-18).

Menurut tradisi Yahudi, kelak nabi Yeremia akan datang dan menunjukkan letak Tabut Perjanjian yang hilang sejak penghancuran Bait Suci oleh bangsa Babel. Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Tuhan, yang ditaruh di ruang maha kudus Bait Suci.

 

8. Yehezkiel

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Lama adalah Yehezkiel.

Yehezkiel adalah seorang nabi besar yang melayani di pembuangan, Babel,  sezaman dengan nabi Daniel (lihat poin 9 di bawah).

Yehezkiel menjadi salah satu orang Yehuda yang ikut dibuang ke Babel. Di sana ia kemudian mendapat panggilan sebagai nabi, mungkin setelah ia berusia 30 tahun, atau lima tahun setelah ia berada di Babel (Yehezkiel 1:1-3).  Sedikitnya ia melayani selama 22 tahun di Babel (Yehezkiel 29:17).

Yehezkiel juga adalah seorang imam. Ia terhormat di Babel, di mana para tua-tua Israel sering menghadapnya di rumahnya (Yehezkiel 8:1; 14:1; 20:1), mungkin karena martabat keluarganya yang terhormat. Namun, sebagian besar orang Israel tidak mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Yehezkiel (Yehezkiel 3:7-9).

Latar belakang Yehezkiel sebagai imam itulah mungkin yang membuat dia bisa tahu secara terperinci tentang Bait Suci baru yang “dilihat”nya (Yehezkiel 40-47).

Yehezkiel bernubuat tentang hati yang baru, yang Tuhan beri kepada umatNya, hati yang taat akan Dia (Yehezkiel 11:19-20). Ini jelas digenapi pada zaman Perjanjian Baru, seperti dalam nubuat Yeremia di atas (lihat poin 7).

Selain bernubuat tentang bangsa Israel, Yehezkiel juga bernubuat tentang bangsa-bangsa lainnya, khususnya hukuman yang akan menimpa bangsa-bangsa tersebut (Yehezkiel 25-32).

Pelayanan Yehezkiel penuh dengan perlambang yang “aneh”. Ia juga mendapat penglihatan yang spektakuler tentang sorga, seperti yang dilihat oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu.

Yehezkiel menikah tetapi tidak jelas apakah ia punya anak. Isterinya meninggal secara tiba-tiba sebagai perlambang dari panggilan kenabiannya, tetapi dia Tuhan larang untuk menangis! (Yehezkiel 24:16-18).

 

9. Daniel

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Lama adalah Daniel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan. Namun atas anugerah Tuhan, Daniel kemudian menjadi seorang pejabat tinggi di situ. (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas)

Selain sebagai pejabat tinggi negara, Daniel juga dikarunia dengan hikmat sorgawi, penglihatan dan mimpi, sehingga ia layak disebut sebagai nabi, kendati di mana pun di Perjanjian Lama tidak pernah disebut dia sebagai nabi. Tetapi Tuhan Yesus dengan jelas menyebut Daniel sebagai nabi (Matius 24:15).

Daniel dapat “menjelaskan” mimpi Nebukadnezar tentang patung serta menafsirkannya. Mimpi tersebut berbicara tentang 5 kerajaan yang silih berganti menguasai dunia, di mana puncaknya adalah kerajaan Mesianik. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya)

Daniel juga dapat “melihat” masa depan bangsanya, bangsa Yahudi, yakni kembalinya mereka dari pembuangan dan berjayanya mereka atas musuh mereka, serta datangnya Mesias (Daniel 9:20-27).

Puncaknya Daniel “melihat” akhir zaman, tentang kebangkitan orang mati, penghakiman, hidup kekal dan hukuman kekal (Daniel 12:1-13).

Daniel menulis kitab yang memakai namanya, yakni kitab Daniel. Bersama Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel, Daniel digolongkan sebagai “nabi besar”. Selain karena tebalnya kitab mereka, juga karena cakupan nubuat mereka yang sangat luas, menjangkau zaman Perjanjian Baru atau akhir zaman.

 

10. Zakharia

Nabi terbesar terakhir di Perjanjian Lama adalah Zakharia.

Zakharia melayani ketika bangsa Yehuda telah kembali dari pembuangan. Bersama nabi Hagai, ia terutama bernubuat pada masa pembangunan Bait Suci kedua, untuk memberi orang Yehuda dorongan dalam menyelesaikan Bait Suci tersebut (Ezra 5:1-2; 6:14-15).

Namun nubuat Zakharia jauh lebih luas daripada masalah pembangunan Bait Suci.  Zakharia juga bernubuat jauh ke depan, yakni tentang kedatangan Mesias dan pemerintahanNya, bahkan akhir zaman (Zakharia 9-14).

Karena jangkauan nubuat yang begitu jauh inilah nabi Zakharia tergolong sebagai salah satu nabi besar di Perjanjian Lama.

Di antara nabi-nabi yang berkitab, Zakharia tergolong pada “nabi kecil”. Nabi kecil adalah nabi-nabi yang berkitab di Perjanjian Lama, dari nabi Hosea hingga nabi Maleakhi.

Namun, dari segi kitab, (bersama Hosea) Zakharia lebih besar dari semua nabi kecil. Sebab kitabnya, yakni kitab Zakharia, terdiri dari 14 pasal, sama dengan kitab Hosea.

 

Itulah 10 nabi terbesar di Perjanjian Lama.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah.

 

Ikuti juga Halaman Rubrik Kristen di facebook dengan cara mengklik tombol facebook “ikuti” di bagian bawah artikel ini sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Tags:,
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!