Categories: TOKOH ALKITAB

10 Nabi Perjanjian Lama Terbesar

 

6. Yesaya

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Lama adalah Yesaya.

Yesaya melayani pada masa pemerintahan raja-raja Yehuda atau Israel Selatan: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia (Yesaya 1:1), yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu sekitar 50 tahun.

Yesaya berasal dari keluarga bangsawan, sesuai dengan tradisi Yahudi.

Ia menikah dan mempunyai dua orang anak.

Kedua anaknya diberi nama simbolis, yang berkaitan dengan nubuatnya (Yesaya 7:3; 8:1-4).

Sementara istri Yesaya adalah seorang nabiah atau nabi perempuan, yang merupakan salah satu dari 7 Nabi Perempuan Di Alkitab.

Pelayanan Yesaya yang terkenal kepada raja-raja Yehuda antara lain adalah kepada raja Ahas (Yesaya 7) dan kepada raja Hizkia (Yesaya 36-39).

Yesaya adalah seorang nabi besar. Dari nabi-nabi yang menulis kitab, kitab Yesaya merupakan yang terpanjang, yakni 66 pasal.

Selain itu, nubuatnya juga mempunyai cakupan yang paling luas.

Nubuat Yesaya menjangkau jauh ke depan, pembuangan bangsa Yehuda ke Babel dan pemulangannya kembali ke Tanah Perjanjian.

Bahkan secara mendetail, dengan menyebut nama raja Persia yang akan memulangkan bangsa Israel, yakni Koresh (Yesaya 40-48).

Bahkan nubuat Yesaya mencakup juga kedatangan Mesias, akhir zaman, serta langit dan bumi yang baru (Yesaya 66).

Di antara para nabi Israel, Yesayalah yang paling banyak bernubuat tentang Mesias, terutama penderitaan dan kematianNya, yang disebut sebagai Hamba Tuhan (Yesaya 52:13-53:12).

Menurut tradisi, Yesaya mati digergaji pada zaman raja Manasye.

Dan Ibrani 11:37 dianggap mengacu pada hal ini. Namun ini tidaklah bisa dipastikan.

 

7. Yeremia

Nabi terbesar berikutnya di Perjanjian Lama adalah Yeremia.

Yeremia merupakan seorang nabi besar dari keluarga imam.

Ia melayani pada masa pemerintahan lima raja Yehuda terakhir, yakni: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia (Yeremia 1:1-3).

Pelayanan Yeremia terentang sepanjang 40 tahun.

Namun tidak ada hasil dari masa pelayanannya yang panjang tersebut, orang Israel tidak bertobat.

Yeremia melayani hingga runtuhnya Kerajaan Yehuda, di mana mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Yeremia dikenal sebagi nabi yang menderita, yang suka meratap dan menangisi bangsanya.

Ratapannya tentang Israel diabadikan sebagai bagian dari Kitab Suci, yakni Kitab Ratapan.

Ia mengalami tekanan yang hebat dalam pelayanannya, dipersalahkan, difitnah, dipenjara, dan diancam akan dibunuh.

Dia dianggap musuh oleh bangsanya. Padahal ia menangisi mereka (Yeremia 9:1; 13:17).

Karena itulah Yeremia merasa lebih baik mati saja, bahkan ia mengutuki hari kelahirannya, menyesali bahwa ia dilahirkan hanya untuk menderita (Yeremia 20:14-18).

Salah satu nubuat Yeremia yang terkenal adalah tentang perjanjian baru, perjanjian yang lebih baik dari perjanjian Tuhan yang sebelumnya dengan bangsa Israel, yang telah mereka ingkari.

Tuhan akan memberi umatNya hati yang baru, hati yang taat kepadaNya (Yeremia 31:31-34).

Perjanjian baru ini digenapi lewat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib (Matius 26:28; Ibrani 8:7-13; 10:14-18).

Menurut tradisi Yahudi, kelak nabi Yeremia akan datang dan menunjukkan letak Tabut Perjanjian yang hilang sejak penghancuran Bait Suci oleh bangsa Babel.

Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Tuhan, yang ditaruh di ruang maha kudus Bait Suci.

 

8. Yehezkiel

Nabi terbesar selanjutnya di Perjanjian Lama adalah Yehezkiel.

Yehezkiel adalah seorang nabi besar yang melayani di pembuangan, Babel,  sezaman dengan nabi Daniel (lihat poin 9 di bawah).

Yehezkiel menjadi salah satu orang Yehuda yang ikut dibuang ke Babel.

Di sana ia kemudian mendapat panggilan sebagai nabi, mungkin setelah ia berusia 30 tahun, atau lima tahun setelah ia berada di Babel (Yehezkiel 1:1-3).

Sedikitnya ia melayani selama 22 tahun di Babel (Yehezkiel 29:17).

Yehezkiel juga adalah seorang imam.

Ia terhormat di Babel, di mana para tua-tua Israel sering menghadapnya di rumahnya (Yehezkiel 8:1; 14:1; 20:1), mungkin karena martabat keluarganya yang terhormat.

Namun, sebagian besar orang Israel tidak mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Yehezkiel (Yehezkiel 3:7-9).

Latar belakang Yehezkiel sebagai imam itulah mungkin yang membuat dia bisa tahu secara terperinci tentang Bait Suci baru yang “dilihat”nya (Yehezkiel 40-47).

Yehezkiel bernubuat tentang hati yang baru, yang Tuhan beri kepada umatNya, hati yang taat akan Dia (Yehezkiel 11:19-20).

Ini jelas digenapi pada zaman Perjanjian Baru, seperti dalam nubuat Yeremia di atas (lihat poin 7).

Selain bernubuat tentang bangsa Israel, Yehezkiel juga bernubuat tentang bangsa-bangsa lainnya, khususnya hukuman yang akan menimpa bangsa-bangsa tersebut (Yehezkiel 25-32).

Pelayanan Yehezkiel penuh dengan perlambang yang “aneh”.

Ia juga mendapat penglihatan yang spektakuler tentang sorga, seperti yang dilihat oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu.

Yehezkiel menikah tetapi tidak jelas apakah ia punya anak.

Istrinya meninggal secara tiba-tiba sebagai perlambang dari panggilan kenabiannya, tetapi dia Tuhan larang untuk menangis! (Yehezkiel 24:16-18).

 

9. Daniel

Nabi terbesar lainnya di Perjanjian Lama adalah Daniel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Namun atas anugerah Tuhan, Daniel kemudian menjadi seorang pejabat tinggi di situ. (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas)

Selain sebagai pejabat tinggi negara, Daniel juga dikarunia dengan hikmat sorgawi, penglihatan dan mimpi, sehingga ia layak disebut sebagai nabi, kendati di mana pun di Perjanjian Lama tidak pernah disebut dia sebagai nabi.

Tetapi Tuhan Yesus dengan jelas menyebut Daniel sebagai nabi (Matius 24:15).

Daniel dapat “menjelaskan” mimpi Nebukadnezar tentang patung serta menafsirkannya.

Mimpi tersebut berbicara tentang 5 kerajaan yang silih berganti menguasai dunia, di mana puncaknya adalah kerajaan Mesianik. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya)

Daniel juga dapat “melihat” masa depan bangsanya, bangsa Yahudi, yakni kembalinya mereka dari pembuangan dan berjayanya mereka atas musuh mereka, serta datangnya Mesias (Daniel 9:20-27).

Puncaknya Daniel “melihat” akhir zaman, tentang kebangkitan orang mati, penghakiman, hidup kekal dan hukuman kekal (Daniel 12:1-13).

Daniel menulis kitab yang memakai namanya, yakni kitab Daniel.

Bersama Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel, Daniel digolongkan sebagai “nabi besar”.

Selain karena tebalnya kitab mereka, juga karena cakupan nubuat mereka yang sangat luas, menjangkau zaman Perjanjian Baru bahkan hingga akhir zaman.

 

10. Zakharia

Nabi terbesar terakhir di Perjanjian Lama adalah Zakharia.

Zakharia melayani ketika bangsa Yehuda telah kembali dari pembuangan.

Bersama nabi Hagai, ia terutama bernubuat pada masa pembangunan Bait Suci kedua, untuk memberi orang Yehuda dorongan dalam menyelesaikan Bait Suci tersebut (Ezra 5:1-2; 6:14-15).

Namun nubuat Zakharia jauh lebih luas daripada masalah pembangunan Bait Suci.

Zakharia juga bernubuat jauh ke depan, yakni tentang kedatangan Mesias dan pemerintahanNya, bahkan akhir zaman (Zakharia 9-14).

Karena jangkauan nubuat yang begitu jauh inilah nabi Zakharia tergolong sebagai salah satu nabi besar di Perjanjian Lama.

Di antara nabi-nabi yang berkitab, Zakharia tergolong pada “nabi kecil”.

Nabi kecil adalah nabi-nabi yang berkitab di Perjanjian Lama, dari nabi Hosea hingga nabi Maleakhi.

Namun, dari segi kitab, (bersama Hosea) Zakharia lebih besar dari semua nabi kecil.

Sebab kitabnya, yakni kitab Zakharia, terdiri dari 14 pasal, sama dengan kitab Hosea.

 

Itulah 10 nabi terbesar di Perjanjian Lama.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah.

 

Ikuti juga Halaman Rubrik Kristen di facebook dengan cara mengklik tombol facebook “ikuti” di bagian bawah artikel ini sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Page: 1 2

View Comments

  • Saya tunggu artikel berikutnya ya, nabi-nabi Perjanjian Baru atau setelah kedatangan nabi Isa (Yesus Kristus). Thanks.

    • Artikel tentang nabi-nabi Perjanjian Baru sudah ada di situs ini, linknya tersedia di bagian atas dan bagian bawah artikel. Silakan dicek. Terima kasih, Gbu.

    • Shalom,

      Seperti telah dijelaskan dalam pendahuluan artikel ini (silakan baca kembali), Alkitab tidak menyebut jumlah sebenarnya nabi Kristen (PB dan PL), yang jelas sangat banyak, ratusan orang, walau hanya sebagian kecil yang dibahas di Alkitab. Terima kasih, Gbu.

    • Angka 2 juta itu perkiraan saja. Ketika laki-laki Israel yang berusia 20 tahun ke atas dan sanggup berperang dihitung di padang gurun,jumlahnya 600 ribu lebih (Bilangan 1:45-47). Ini belum termasuk laki-laki berusia di bawah 20 tahun, perempuan, laki-laki tua/sakit yang tidak bisa berperang, dan suku Lewi.

      Kalau separoh (300 ribu) saja dari yang 600 ribu itu menikah, maka jumlahnya menjadi 900 ribu. Jika masing2 yang menikah mempunyai 3 orang anak, maka jumlahnya menjadi 1,8 juta. Ditambah suku Lewi, anak yatim piatu (orang tuanya tidak terdaftar) dan laki-laki yang tidak sanggup berperang, maka totalnya bisa mencapai 2 juta orang. Terima kasih. Gbu.

  • Mengapa tulisan-tulisan di web ini tidak dapat di copy paste? Hal ini sangat penting bagi yang sedang membuat tulisan atau untuk bahan diskusi dalam pertemuan dengan warga kristiani/Katholik di lingkungan kami.

    • Shalom, artikel2 di situs ini diblok untuk menghindari plagiarisme yang marak saat ini. Mohon maaf atas ketidak-nyamanannya. Tapi Anda dapat mem-print artikel dengan cara mengklik tombol "print" di bawah artikel. Terima kasih, Gbu.