Loading...

10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kematian Yesus

Loading...

Karena itulah Yesus menegur mereka. Lalu terjadilah percakapan antara mereka dengan Yesus, tentang roti.

Orang-orang Yahudi tersebut berbicara tentang roti dari surga atau manna, yang menjadi makanan nenek moyang mereka selama 40 tahun di padang gurun.

Yesus menjawab mereka bahwa nenek moyang mereka yang makan roti itu telah mati. Tetapi Dialah roti hidup yang sesungguhnya, barangsiapa yang memakannya akan tetap hidup selamanya.

“Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yohanes 6:48-51).

“Memakan” Yesus sebagai roti hidup tentu maksudnya adalah secara kiasan, yang dimaksud adalah percaya kepadaNya yang akan mati bagi penebusan dosa, seperti nyata dari ayat-ayat selanjutnya.

Jadi roti manna dalam Perjanjian Lama adalah nubuat tentang Yesus sebagai roti hidup yang akan mati bagi manusia.

 

4. Nubuat Tentang Darah Perjanjian Baru

Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah oleh karena janjiNya kepada Abraham, nenek moyang mereka.

Sebagai umat pilihan Allah, Allah juga mengikat perjanjian dengan bangsa Israel, bahwa mereka akan menjadi umat yang taat pada firman/Taurat yang diberikanNya kepada mereka.

Perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel itu diikat dan disahkan dengan darah.

“Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu. Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan. Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.” (Keluaran 24:6-8)

Hal ini jelas merupakan nubuat yang digenapi saat kematian Yesus.

Pada saat perjamuan malam terakhirNya dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa darahNya, yang saat itu dilambangkan oleh anggur, adalah darah Perjanjian yang baru.

“Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 27:27-28).

Dengan mengatakan bahwa darahNya adalah darah Perjanjian, maka Yesus menahbiskan sebuah perjanjian yang baru, yang berbeda dengan perjanjian yang lama.

Jika Perjanjian Lama itu disahkan dengan darah domba, maka Perjanjian Baru ini disahkan dengan darah Yesus sendiri.

Dan jika dalam perjanjian yang lama pengampunan dosa tercapai dengan mempersembahkan korban-korban, maka dalam perjanjian yang baru ini pengampunan dosa terjadi melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Karena Yesus berbicara tentang darahNya, maka pastilah Ia berbicara tentang kematianNya, yang terjadi hanya beberapa jam setelah perjamuan malam tersebut.

 

5. Nubuat Tentang Darah Yesus Yang Mendamaikan Manusia Dengan Allah

Salah satu hari raya bangsa Israel di Alkitab adalah hari Pendamaian, yang diperingati setiap tahunnya. (Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab)

Pada Hari Raya Pendamaian ini Imam Besar akan masuk ke ruang Maha Kudus dari Kemah Suci/Bait Suci dengan memercikkan darah domba ke atas tutup pendamaian di Tabut Perjanjian yang ada di ruang Maha Kudus tersebut, sebagai lambang pengampunan dosa umat Israel. (Baca: 7 Bait Allah Di Alkitab)

“Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.” (Imamat 16:15-16)

Jelas upacara ini merupakan nubuat tentang darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang mati di kayu salib demi pengampunan dosa manusia, seperti dicatat dalam Kitab Ibrani di bawah ini.

“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. (Ibrani 9:24-26).

Dengan demikian upacara Pendamaian ini telah digenapi saat kematian Yesus.

 

6. Nubuat Tentang Penyerahan Nyawa Yesus Ke Tangan Bapa

Nubuat tentang kematian Yesus juga terdapat dalam Mazmur 31, yang merupakan mazmur Daud.

Salah satu ayat dalam Mazmur 31 ini, yakni ayat 6, merupakan doa penyerahan Daud  kepada Allah.

Pemazmur mengatakan,

“Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur 31:6)

Tentu saja ayat-ayat dalam mazmur ini merupakan perkataan/pengalaman pribadi raja Daud.

Namun rupanya ayat-ayat tersebut, atau setidaknya ayat 6, merupakan nubuat tentang pribadi Yesus, sebagaimana sering terjadi dengan ayat-ayat lainnya di Perjanjian Lama.

Hal ini nyata tatkala mazmur ini, ayat 6, diucapkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib, sebagai kata-kata terakhirNya sebelum Ia wafat.

“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46).

Dengan demikian Mazmur 31:6 ini jelas merupakan nubuat yang telah digenapi oleh Yesus.

 

7. Nubuat Tentang Tubuh Yesus Sebagai Korban Bakaran

Bangsa Israel mempunyai berbagai macam persembahan korban yang harus dipersembahkan kepada Allah. Semuanya itu berfungsi untuk mengampuni dosa dan kesalahan mereka di hadapan Tuhan serta membuat mereka berkenan kepadaNya.

Namun ternyata bukan korban-korban itu sendiri yang Tuhan kehendaki, tetapi hidup yang melakukan kehendak Allah.

Hal ini dikatakan oleh pemazmur (Daud).

“Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:7-9)

Namun rupanya ayat ini juga merupakan nubuat tentang kematian Mesias atau Yesus.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!