10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kematian Yesus

 

6. Nubuat Tentang Penyerahan Nyawa Yesus Ke Tangan Bapa

Nubuat tentang kematian Yesus juga terdapat dalam Mazmur 31, yang merupakan mazmur Daud.

Salah satu ayat dalam Mazmur 31 ini, yakni ayat 6, merupakan doa penyerahan Daud  kepada Allah.

Pemazmur mengatakan,

“Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur 31:6)

Tentu saja ayat-ayat dalam mazmur ini merupakan perkataan/pengalaman pribadi raja Daud.

Namun rupanya ayat-ayat tersebut, atau setidaknya ayat 6, merupakan nubuat tentang pribadi Yesus, sebagaimana sering terjadi dengan ayat-ayat lainnya di Perjanjian Lama.

Hal ini nyata tatkala mazmur ini, ayat 6, diucapkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib, sebagai kata-kata terakhirNya sebelum Ia wafat.

“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46).

Dengan demikian Mazmur 31:6 ini jelas merupakan nubuat yang telah digenapi oleh Yesus.

 

7. Nubuat Tentang Tubuh Yesus Sebagai Korban Bakaran

Bangsa Israel mempunyai berbagai macam persembahan korban yang harus dipersembahkan kepada Allah. Semuanya itu berfungsi untuk mengampuni dosa dan kesalahan mereka di hadapan Tuhan serta membuat mereka berkenan kepadaNya.

Namun ternyata bukan korban-korban itu sendiri yang Tuhan kehendaki, tetapi hidup yang melakukan kehendak Allah.

Hal ini dikatakan oleh pemazmur (Daud).

“Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:7-9)

Namun rupanya ayat ini juga merupakan nubuat tentang kematian Mesias atau Yesus.

Hal ini nyata dari penjelasan Penulis Surat Ibrani di bawah ini,

“Di atas Ia berkata: Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat –. Dan kemudian kata-Nya: Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu. Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (Ibrani 10:8-10).

Yesus telah datang untuk melakukan kehendak Allah dengan cara mempersembahkan tubuhNya sendiri demi pengampunan dosa kita, sehingga kita orang yang percaya kepadaNya, tidak lagi perlu mempersembahkan korban-korban di Perjanjian Lama itu.

 

8. Nubuat Tentang Hamba Tuhan Yang Menderita Dan Mati

Nabi Yesaya, 700 tahun sebelum kelahiran dan kematian Yesus, telah menubuatkan tentang penderitaan dan kematianNya, yang disebutnya sebagai Hamba Tuhan.

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.(Yesaya 53:7-8)

Yesaya menyebut bahwa Yesus “terputus dari negeri orang-orang hidup”. Maksud Yesaya adalah bahwa Yesus mati karena dosa-dosa kita, seperti nyata dari ayat-ayat selanjutnya.

Dan Hamba Tuhan yang dimaksud Yesaya di situ jelas adalah Yesus Kristus, seperti dicatat di Kitab Kisah Para Rasul di Perjanjian Baru..

Seorang sida-sida Etiopia yang baru saja pulang beribadah dari Yerusalem, sedang lewat dengan keretanya. Rupanya sida-sida itu adalah seorang pejabat tinggi, karena ia merupakan kepala perbendaharaan Ratu Etiopia. Jelas, ia adalah seorang proselit, penganut agama Yahudi dari bangsa lain.

Roh Kudus memerintahkan Filipus untuk mendekati kereta sida-sida tersebut. Ketika itu Filipus mendengar sida-sida itu sedang membaca nas Yesaya 53:7-8, tentang hamba Tuhan yang menderita.

“Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain? Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.(Kisah Para Rasul 8:32-35)

Filipus memberitahu sida-sida itu bahwa Hamba yang menderita dalam nas yang dibacanya itu adalah Yesus. Sebab ia memberitakan Injil kepada sida-sida itu melalui nas tersebut, dan tentu Filipus menceritakan tentang penderitaan, penyaliban, dan kematian Yesus kepadanya. (Baca: 7 Fakta Tentang Diaken Filipus)

 

9. Nubuat Tentang Yesus Di Dalam Kubur Tiga Hari Tiga Malam

Yunus adalah salah satu nabi Israel. Di antara para nabi namanya jelas tidak begitu menonjol. Namun pelayanannya unik, berbeda dari pelayanan semua nabi Israel. Sebab Yunus, tidak seperti nabi-nabi Israel lainnya, terutama diutus kepada bangsa kafir, yakni bangsa Asyur, tepatnya ke ibu kotanya, Niniwe.

Tetapi Yunus tidak taat, karena bangsa Asyur adalah musuh bangsanya, Israel. Ia tidak ingin bangsanya mendengar firman Tuhan dan bertobat. Karena itu Tuhan menghukum Yunus dengan mendatangkan seekor ikan yang memakannya selama tiga hari. (Baca: 10 Tokoh Besar Alkitab Tetapi Lebih Kecil Dari Yesus)

“Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. (Yunus 1:17)

Keberadaan nabi Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai gambaran tentang diriNya yang berada di alam maut selama tiga hari tiga malam.

Hal ini dicatat secara jelas dalam Injil Matius.

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40).

Jadi lamanya waktu keberadaan nabi Yunus di dalam perut ikan merupakan nubuat tentang lamanya keberadaan Yesus di alam kubur/kematian.

Yesus wafat pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu. Dalam perhitungan orang Yahudi, hal ini dapat disebut sebagai tiga hari, sekalipun tidak sampai 72 jam (3×24 jam).

 

10. Nubuat Tentang Gembala Yang Dibunuh

Yang terakhir, nubuat Perjanjian Lama yang digenapi saat kematian Yesus adalah tentang gembala yang dibunuh dan yang domba-dombanya tercerai-berai.

Nubuat ini tercatat dalam kitab Zakharia. Nabi Zakharia menubuatkan,

Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah. (Zakharia 13:7)

Gembala yang dimaksud di sini jelas adalah Yesus. Sebab Allah menyebut gembala tersebut sebagai orang yang paling karib denganNya. Ada unsur ilahi dari sang gembala di sini, sehingga hanya cocok dikenakan kepada Yesus.

Hal ini lebih jelas lagi ketika Tuhan Yesus sendiri mengutip ayat ini pada saat perjamuan malam terakhirNya bersama murid-muridNya, sebelum penangkapanNya di taman Getsemani.

“Maka berkatalah Yesus kepada mereka: Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.” (Matius 26:31)

Dan kita tahu, bahwa ketika Yesus ditangkap, disalibkan dan mati (“dibunuh”), maka semua domba-dombaNya, yakni murid-muridNya tercerai-berai, yakni melarikan diri (Matius 26:56).

 

Itulah 10 nubuat Perjanjian Lama yang digenapi saat kematian Yesus 2000 tahun lalu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!