Loading...

10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Penyaliban Yesus

 

3. Nubuat Tentang Mesias Di Antara Para Pemberontak

Selain nubuat tentang penyaliban Mesias, Perjanjian Lama juga bernubuat tentang keberadaan Mesias di antara para pemberontak.

Maksudnya, sang Mesias itu akan terhitung sebagai pemberontak, padahal Ia sendiri  tidak berbuat salah.

Nabi Yesaya menubuatkan,

“Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak,….” (Yesaya 53:12a)

Nubuat ini jelas digenapi saat Tuhan Yesus disalibkan bersama dengan dua orang  penjahat, masing-masing di sebelah kanan dan kirinya.

“Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. (Matius 27:38).

Dengan mengalami penyaliban, Yesus dianggap sebagai seorang penjahat, seperti dua orang penjahat yang disalibkan bersamaNya.

Padahal Yesus jelas tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia disalibkan hanya  karena desakan orang-orang Yahudi yang membenciNya.

 

4. Nubuat Tentang Mesias Yang Berdoa Bagi Para Pemberontak

Selain menubuatkan tentang keberadaan Mesias di antara para pemberontak, nabi Yesaya juga bernubuat tentang doa Mesias bagi para pemberontak.

Pemberontak yang dimaksud di sini adalah manusia pada umumnya, yang dalam natur mereka merupakan para pendosa atau pemberontak di hadapan Tuhan.

Tetapi bisa juga dimaksudkan untuk orang-orang yang menyalibkanNya, yang karena perbuatan mereka itu dianggap sebagai pemberontak atau penjahat.

Nabi Yesaya menubuatkan,

“…. sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yesaya 53:12b)

Nubuat tentang doa Mesias untuk orang-orang berdosa ini digenapi tatkala Tuhan Yesus dari atas kayu salib berdoa bagi orang-orang yang menyalibkanNya.

Injil Lukas mencatat doa Tuhan Yesus yang terkenal ini.

“Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. (Lukas 23:34a)

Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya agar Ia mengampuni orang-orang yang menganiaya, mengolok-olok, menghujat, dan menyalibkanNya.

Ia tidak berdoa agar orang-orang tersebut dihukum Allah. Ia tidak meminta pembalasan BapaNya terhadap para musuhNya, tetapi belas kasihan dan pengampunan.

 

5. Nubuat Tentang Pakaian Mesias Yang Dibagi-bagi

Daud dalam mazmurnya (Mazmur 22) juga menubuatkan tentang pakaian sang Mesias yang dibagi-bagi oleh para musuhnya.

Pakaian, yang terdiri dari beberapa potong pakaian yang terpisah, dibagi rata. Sedangkan jubah, yang terdiri dari hanya  satu potong pakaian, diundi.

“Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.” (Mazmur 22:19).

Nubuat ini digenapi oleh para prajurit Romawi setelah mereka menyalibkan Tuhan Yesus.

Hal ini dicatat secara terperinci dalam Injil Yohanes.

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian — dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya. Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku. Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. (Yohanes 19:23-24).

 

6. Nubuat Tentang Mesias Yang Diolok-olok

Nubuat tentang Mesias yang diolok-olok di Perjanjian Lama masih terdapat di dalam mazmur Daud, Mazmur 22.

Pemazmur berkata,

Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya? (Mazmur 22:8-9)

Nubuat tentang penghinaan, olok-olok, dan hujat terhadap Mesias ini tergenapi tatkala orang-orang Yahudi mengolok-olok Tuhan Yesus di atas kayu salib.

Hal ini dicatat secara jelas dalam Injil Matius.

“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!…. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah” (Matius 27:39,40,43).

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!