10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Penyaliban Yesus

 

6. Nubuat Tentang Mesias Yang Diolok-olok

Nubuat tentang Mesias yang diolok-olok di Perjanjian Lama masih terdapat di dalam mazmur Daud, Mazmur 22.

Pemazmur berkata,

Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya? (Mazmur 22:8-9)

Nubuat tentang penghinaan, olok-olok, dan hujat terhadap Mesias ini tergenapi tatkala orang-orang Yahudi mengolok-olok Tuhan Yesus di atas kayu salib.

Hal ini dicatat secara jelas dalam Injil Matius.

“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!…. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah” (Matius 27:39,40,43).

 

7. Nubuat Tentang Mesias Yang Merasa Ditinggalkan Oleh Allah

Nubuat tentang Mesias yang merasa ditinggalkan oleh Allah juga terdapat dalam Mazmur 22, seperti yang telah banyak dikutip di atas.

Seruan ini merupakan kalimat awal dari Mazmur 22, yang merupakan doa Mesias kepada Allah.

Pemazmur berseru,

“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.” (Mazmur 22:2)

Seruan pilu ini diserukan kembali oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, tidak lama sebelum Ia menyerahkan nyawaNya kepada BapaNya.

Injil Matius mencatat,

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?(Matius 27:46)

Ini adalah penderitaan terbesar yang pernah terjadi di dunia. Bagi Tuhan Yesus, ini bukan sekedar penderitaan secara fisik ataupun penderitaan secara psikologis.

Ini adalah penderitaan secara rohani, yang hanya bisa dialami oleh Yesus yang tidak berdosa.

Dosa seluruh dunia sedang ditimpakan kepadaNya. Ia, satu-satunya manusia yang tak berdosa, bertindak sebagai pengganti bagi seluruh manusia yang berdosa. Ia mati menggantikan posisi manusia yang seharusnya dihukum karena dosanya (2 Korintus 5:21).

Karena itu untuk sementara Yesus “ditinggalkan” oleh BapaNya.

 

8. Nubuat Tentang Mesias Yang Haus Dan Diberi Minum Anggur 

Selain nubuat tentang Mesias yang diberi makan/minum racun, di Perjanjian Lama terdapat juga nubuat  tentang Mesias yang yang haus dan diberi minum anggur asam.

Hal ini terdapat di dalam mazmur Daud, Mazmur 69.

“Dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.” (Mazmur 69:22b)

Nubuat tentang Mesias yang haus dan diberi anggur asam ini digenapi ketika Yesus berseru di kayu salib bahwa Ia haus dan diberi minum oleh prajurit Romawi.

Hal ini secara jelas dicatat di dalam Injil Yohanes.

“Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci –: Aku haus! Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.”  (Yohanes 19:28-29)

Anggur asam ini diminum oleh Yesus hanya untuk membasahi kerongkonganNya yang kering. Tetapi Ia menolak anggur yang dipakai untuk menghilangkan kesadaranNya (lihat poin 1 di atas).

Sekalipun anggur asam ini diminum Yesus dan dapat memberiNya sedikit kelegaan, namun pada dasarnya pemberian anggur asam ini bukanlah tindakan kebajikan, sebab seharusnya mereka dapat memberiNya minum anggur yang biasa, yang baik, bukan yang asam.

 

9. Nubuat Tentang Tubuh Mesias Yang Utuh

Perjanjian Lama juga mencatat nubuat tentang tubuh Mesias yang tetap utuh walau disiksa dan disalibkan.

Hal ini merupakan pemeliharaan Allah yang sempurna atas hambaNya yang setia.

Dalam Mazmur 34, yang juga mazmur Daud, hal ini dicatat.

Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. (Mazmur 34:21).

Hal ini digenapi tatkala kaki Yesus tidak dipatahkan sebagaimana dengan dua penjahat yang disalibkan bersamaNya.

Dalam Perjanjian Lama, ketika matahari terbenam, mayat orang yang disalibkan harus diturunkan.

Jika saat matahari terbenam orang yang disalibkan belum mati, maka ia harus “dimatikan” terlebih dulu baru diturunkan dari kayu salib.

Itulah yang terjadi dengan dua penjahat yang disalibkan bersama Yesus. Mereka masih hidup ketika matahari terbenam, sehingga mereka “dimatikan” dulu dengan cara mematahkan kaki mereka, (suatu tindakan yang sangat sadis!), baru mayat mereka diturunkan.

Tetapi Yesus “beruntung”, kakiNya tidak perlu dipatahkan, karena sebelum matahari terbenam, Ia sudah wafat.

Hal ini ternyata merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama bahwa tidak ada tubuhNya yang dipatahkan, sebagaimana dicatat di dalam Injil Yohanes.

“Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,….Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” (Yohanes 19:33,36)

 

10. Nubuat Tentang Mesias Yang Dipandang Oleh Mereka Yang Menikamnya

Yang terakhir, nubuat Perjanjian Lama yang digenapi saat penyaliban Yesus adalah tentang Mesias yang tertikam yang dipandang oleh mereka yang menikamnya.

Nubuat ini tercatat dalam kitab Zakharia. Nabi Zakharia menubuatkan,

Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. (Zakharia 12:10)

Nubuat ini digenapi pada saat orang banyak menyaksikan Yesus yang ditikam di lambungNya.

Ketika Yesus telah mati di kayu salib, maka kakiNya tidak perlu dipatahkan lagi (lihat poin 9 di atas).

Tetapi untuk memastikan kematianNya, prajurit Romawi menikam Yesus di lambungNya sehingga keluar darah dan air, yang disaksikan orang banyak.

Hal ini rupanya merupakan penggenapan nubuat nabi Zakharia, sebagaimana dicatat dalam Injil Yohanes.

“Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air…. Dan ada pula nas yang mengatakan: Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.” (Yohanes 19:34,37)

 

Itulah 10 nubuat Perjanjian Lama yang digenapi saat penyaliban Yesus 2000 tahun lalu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

5 komentar untuk “10 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Penyaliban Yesus”

  1. Trimakasih Pak Dosen Haris, artikel ini menambah modal untuk pelayanan. Semangat terus ya Pak! Tuhan Yesus yang memberi upah untuk Bapak dan keluarga. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!