10 Pahlawan Terbesar Di Alkitab

Artikel ini membahas tentang 10 pahlawan terbesar di Alkitab.

Ada 10 pahlawan terbesar di Alkitab yang perlu kita pelajari.

Pahlawan di Alkitab adalah mereka yang berjuang demi orang lain, baik bagi keluarga, kelompok masyarakat, maupun bangsanya.

Baca juga: 7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab

Berjuang yang dimaksud di sini tidak terbatas pada pertempuran secara fisik, tetapi juga dalam bentuk lain yang memberi manfaat besar bagi banyak orang.

Para pahlawan di Alkitab ini tidak hanya mempedulikan dirinya sendiri, tetapi mereka rela berkorban bagi orang lain, bagi bangsanya.

Baca juga: 10 Raja Terbesar Israel Di Alkitab

Dalam artikel kali ini dicatat 10 pahlawan terbesar di Alkitab, yang semuanya adalah orang Israel.

Mereka umumnya adalah para pemimpin dan tokoh Alkitab berpengaruh, semuanya tokoh di Perjanjian Lama.

Lalu, siapa sajakah 10 pahlawan terbesar di Alkitab?

Berikut pembahasannya.  

 

1. Yusuf

Pahlawan terbesar di Alkitab yang pertama adalah Yusuf.

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel.

Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Karena itulah Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar.

Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Karena Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, maka Yusuf dimasukkan ke penjara.

Di penjara, Yusuf berhasil menafsirkan mimpi juru minum dan juru roti Firaun, yang saat itu sama-sama dipenjarakan dengan Yusuf. Hal ini membuat Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi raja Firaun, raja Mesir.

Akhirnya, raja Firaun mengangkat Yusuf sebagai pempimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun. Jadi Yusuf menjadi orang kedua di kerajaan Mesir. Dialah yang dipercayakan oleh Firaun untuk mengelola pemerintahan Mesir, termasuk logistik, yang berpengaruh kepada bangsa-bangsa lain pada masa itu (Kejadian 41:39-44).

Yusuf berhasil menyelamatkan banyak bangsa dari bahaya kelaparan, termasuk keluarganya sendiri di Tanah Kanaan, yang datang ke Mesir untuk membeli gandum.

 

2. Musa

Musa adalah nabi pertama secara normatif. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama)

Memang Abraham adalah nabi pertama yang disebut di Alkitab (Kejadian 20:7). Tetapi Abraham bukanlah nabi dalam pengertian umum, Abraham tidak menyampaikan firman Tuhan kepada orang lain atau bernubuat kepada mereka. Musalah orang pertama yang bertindak demikian.

Selain sebagai nabi, Musa juga dikenal sebagai pemimpin besar Israel.

Dia memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari perbudakan Firaun di Mesir melalui tulah-tulah yang menimpa orang Mesir.

Musa memimpin umat Israel dari Mesir menuju Tanah Pejanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun hingga mereka tiba di perbatasan Tanah Kanaan.

Musa jelas adalah salah satu pahlawan terbesar Israel di Alkitab.

 

3. Yosua

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati.

Sebelumnya, Yosua adalah abdi Musa. Karena ketidak-taatannya, Musa tidak Tuhan izinkan masuk ke Tanah Kanaan, ia hanya membawa bangsa Israel dari Mesir hingga ke perbatasan Tanah Kanaan.

Tuhan memilih Yosua sebagai pengganti Musa dan Yosualah yang membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Yosua membawa bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian dan berperang melawan bangsa-bangsa asli Tanah Kanaan tersebut.

Lalu Yosua membagi tanah tersebut di antara suku-suku Israel. Yosua menjadi pemimpin Israel hingga matinya.

Kisah Yosua yang memimpin bangsa Israel menaklukkan Tanah Perjanjian dapat kita baca dalam kitabnya, yakni Kitab Yosua.  

 

4. Otniel

Setelah Yosua mati, maka bangsa Israel selanjutnya dipimpin oleh para hakim. Dan Otniel adalah hakim pertama Israel.

Hakim yang dimaksud di sini bukanlah hakim di pengadilan, seperti yang kita pahami saat ini, melainkan pemimpin tertinggi bangsa Israel di bidang politik dan pemerintahan.

Ketika Yosua dan tua-tua Israel yang sezaman dengan Yosua telah mati, maka orang Israel berbuat jahat di mata Tuhan.

Akibatnya, Tuhan menyerahkan mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja bangsa Aram-Mesopotamia, 8 tahun lamanya.

Maka berserulah bangsa Israel kepada Tuhan dan Ia memberi mereka seorang penyelamat, yakni Otniel. Otniel maju berperang dan berhasil mengalahkan Kusyan-Risyataim dan bangsa Aram-Mesopotamia.

Lalu Israel aman selama 40 tahun, hingga kematian Otniel (Hakim-hakim 3:7-11).

Hal ini mungkin berarti bahwa Otniel menjadi hakim Israel selama kurun waktu 40 tahun itu.

Tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut di Alkitab tentang apa-apa lagi yang dilakukan oleh Otniel selama 40 tahun tersebut.  

 

5. Ehud

Ketika bangsa Israel melakukan yang jahat di mata Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka kepada bangsa Moab selama 18 tahun.

Bangsa Moab waktu itu bersekutu dengan bangsa Amon dan bangsa Amalek dalam mengalahkan bangsa Israel.

Lalu berserulah bangsa Israel kepada Tuhan dan Ia memberikan Ehud sebagai pemimpin/hakim mereka.

Ehud adalah seorang dari suku Benyamin. Ia biasa membawa upeti bangsa Israel kepada Eglon, raja Moab. Hal ini menunjukkan bahwa Ehud saat itu termasuk orang penting di Israel.

Ketika menyerahkan upeti kepada Eglon, maka Ehud membunuhnya. Ia kemudian memimpin bangsa Israel berperang melawan bangsa Moab, dan mereka menang.

Lalu Ehud menjadi hakim bangsa Israel (Hakim-hakim 3:12-30).

Tidak dijelaskan berapa lama Ehud menjadi hakim Israel, tetapi akibat kekalahan bangsa Moab yang ditimbulkannya, bangsa Israel aman selama 80 tahun!  

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!