10 Pahlawan Terbesar Di Alkitab

 

6. Debora

Debora adalah satu-satunya hakim perempuan di Israel. 

Debora bersama Barak memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan bangsa Kanaan yang dipimpin raja Yabin dan panglimanya, Sisera. Dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Kanaan tersebut (Hakim-hakim 4:1-24).

Sebelumnya Barak enggan untuk maju berperang jika Debora tidak maju. Dan ketika Debora maju dengan tentaranya, maka Barak pun maju beserta pasukannya.

Hal ini menunjukkan kepemimpinan dan keberanian Debora, sampai-sampai laki-laki seperti Barak bergantung kepadanya!

Setelah Debora dan pasukannya berhasil mengalahkan bangsa Kanaan, maka ia bersama Barak bernyanyi memuji Tuhan serta “mengkilas balik” pertempuran mereka melawan bangsa Kanaan (Hakim-hakim 5:1-31).

Selain sebagai hakim, Debora juga dikenal sebagai seorang nabiah atau nabi perempuan, dan merupakan salah satu dari 7 Nabi Perempuan Di Alkitab.  

 

7. Gideon

Gideon berasal dari kaum terkecil dari suku yang kecil di Israel, yakni suku Manasye. Dia juga orang yang paling muda di dalam keluarganya.

Suatu ketika ia sedang mengirik gandum di tempat tersembunyi (seperti umumnya orang Israel pada waktu itu), karena takutnya kepada orang Midian yang menjadi musuh Israel.

Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan menyebutnya sebagai “Pahlawan yang gagah berani”. Tentu saja hal tersebut mengejutkan Gideon, sebab ia sadar siapa dirinya (Hakim-hakim 6:11-24).

Namun Tuhan tahu bahwa di tanganNya memang ia akan benar-benar menjadi pahlawan yang gagah berani. Sebab sejak itu, oleh penyertaan Tuhan, ia menjadi hakim Israel selama 40 tahun dan berhasil mengalahkan bangsa Midian, musuh bebuyutan Israel (Hakim-hakim 7-8).

Namun sayang, kebesaran Gideon tercoreng oleh efod yang dibuatnya di akhir hidupnya, sehingga mengakibatkan bangsa Israel menyembah efod tersebut (Hakim-hakim 8:22-27).  

 

8. Samuel

Samuel adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir.

Samuel juga adalah salah satu nabi Israel terbesar.

Ketika Samuel sudah tua, maka diangkatnyalah anak-anaknya menjadi hakim Israel untuk menggantikan dia. Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup benar seperti Samuel. Karena itu orang Israel menuntut adanya seorang raja bagi mereka.

Hal itu disampaikan oleh Samuel kepada Tuhan. Dan walau Tuhan tidak menghendakinya, Tuhan akhirnya mengabulkan permintaan bangsa Israel itu (1 Samuel 8:1-22).

Maka dipilihlah Saul untuk menjadi raja pertama Israel, dan Samuel Tuhan perintahkan untuk mengurapinya sebagai raja Israel.

Namun Saul adalah raja yang tidak taat kepada Tuhan. Karena itu Tuhan menolaknya sebagai raja. Lalu Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja Israel yang baru untuk menggantikan Saul.

Jadi nabi Samuel yang melantik Saul (raja pertama Israel) dan Daud (raja terbesar Israel) menjadi raja Israel, sedangkan dia hanya menjadi pemimpin rohani Isreal.

Peran nabi Samuel sangat penting dalam sejarah bangsa Israel, namanya disandingkan dengan nabi Musa sebagai orang yang punya nama besar di hadapan Tuhan (Yeremia 15:1).  

 

9. Daud

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul.

Awalnya Daud hanyalah seorang gembala kambing domba ayahnya. Namun, ketika Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel, maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja Israel menggantikan Saul (1 Samuel 16:1-13).

Daud kemudian tampil sebagai pahlwan bagi Israel, tatkala Goliat, pahlawan Filistin, datang menakut-nakuti bangsanya. Daud berhasil mengalahkan Goliat (1 Samuel 17:1-58).

Sejak itu Daud menjadi terkenal dan mendapat simpati dari rakyat Israel. Hal ini membuat Saul iri hati kepadanya. Sejak itu dan seterusnya, hingga kematian Saul, Daud selalu diburu oleh Saul.

Tetapi Daud selalu luput, sebab Tuhan menyertai Daud.

Karena itulah, selama Saul masih hidup, Daud tidak bisa langsung merasakan empuknya kursi kerajaan, sekalipun ia telah diurapi menjadi raja Israel. Barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja bangsa Israel sepenuhnya.

Selama pemerintahan Daud selama 40 tahun, Israel menjadi sebuah bangsa yang besar dan jaya serta disegani oleh musuh-musuh mereka/bangsa-bangsa lain.

Tidak diragukan lagi, Daud adalah raja terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa Israel, umat pilihan Allah.

 

10. Mordekhai Dan Ester

Mordekhai adalah seorang Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (Babel, ke mana orang Yahudi dibuang, telah ditaklukkan oleh Persia).

Sedangkan Ester adalah saudara sepupu Mordekhai, yang kemudian mengangkat Ester sebagai anak.

Setelah ratu Wasti dibuang, maka diadakanlah sebuah kontes untuk mencari penggantinya. Setelah melalui seleksi yang ketat, dan dengan campur tangan Tuhan, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru di Persia.

Tetapi, atas saran Mordekhai, Ester menyembunyikan asal-usulnya sebagai seorang Yahudi (Ester 2:1-18).

Suatu waktu, ketika Haman, pejabat tertinggi di bawah raja Ahasyweros lewat, semua orang memberi hormat dan sujud kepadanya. Tetapi Mordekhai tidak memberi hormat kepada Haman dan tidak sujud kepadanya (karena sebagai orang Yahudi Mordekhai merasa tidak boleh sujud kepada manusia).

Akibatnya, Haman sangat benci kepada Mordekhai. Haman berencana untuk membunuh Mordekhai, bahkan segenap bangsanya, orang Yahudi! (Ester 3:1-15).

Jelas orang Yahudi dalam bahaya. Orang Yahudi terancam punah di seluruh kerajaan Persia. Maka Mordekhai pun berkabung. Kemudian Mordekhai bangkit. Ia berusaha untuk melakukan pembelaan bagi bangsanya, agar terhindar dari rencana jahat Haman.

Mordekhai memberi pesan kepada Ester di istana agar ia meminta campur tangan raja Persia, Ahasyweros, untuk menggagalkan rencana Haman tersebut.

Ester mengatakan kepada Mordekhai bahwa siapa pun tidak boleh menghadap raja tanpa dipanggil terlebih dahulu, karena hukuman mati adalah ganjarannya. Dan Ester berkata bahwa sudah satu bulan ia belum pernah dipanggil oleh raja.

Mendengar hal itu Mordekhai pun menjawab Ester bahwa sekalipun Ester berada di istana, dia pun akan binasa, sementara pertolongan akan datang kepada Yahudi.

Merespons perkataan Mordekhai itu Ester pun ambil resiko. Ia rela menghadap raja Ahasyweros biar pun tidak dipanggil. Ester sudah siap mati seandainya raja tidak berkenan kepadanya. Ester hanya meminta agar Mordekhai dan orang-orang Yahudi berpuasa baginya, Ester sendiri pun akan berpuasa selama tiga hari.

Pada hari ketiga Ester pun masuk menghadap raja. Dan ternyata raja berkenan kepadanya, bahkan berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan Ester.

Lalu Ester memberitahu rencana jahat Haman terhadap orang Yahudi. Maka Ahasyweros menjadi marah dan menghukum mati Haman.

Dengan demikian orang Yahudi pun bisa tetap hidup di seluruh kerajaan Persia. (Ester 5-7).

 

Itulah 10 pahlawan terbesar di Alkitab, khususnya dari antara bangsa Israel umat pilihan Tuhan. 

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.  

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah.  

Ikuti juga Halaman Rubrik Kristen di facebook dengan cara mengklik tombol facebook “ikuti” di bagian bawah artikel ini sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.  

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!