10 Pemeran Utama Dalam Peristiwa Natal Di Alkitab

betlehem

Artikel ini akan membahas tentang 10 pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab.

Istilah Natal (yang berasal dari bahasa Latin, yang berarti kelahiran) adalah kisah kelahiran Yesus, Juruselamat dunia. Itulah sebabnya natal sangat penting bagi orang Kristen. Melalui natal kita diingatkan akan besarnya kasih Allah akan dunia ini, khususnya bagi mereka yang percaya kepadaNya.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal

Karena itu tokoh yang kita peringati di peristiwa natal tentu adalah Yesus. Natal adalah memperingati kelahiranNya. Natal adalah tentang Yesus. Tanpa Yesus tidak ada natal.

Namun sejatinya, dalam peristiwa natal pertama yang terjadi di Alkitab 2000 tahun lalu, banyak tokoh yang berperan, baik sebelum maupun setelah kelahiran Yesus. Mereka memerankan peran mereka masing-masing, bukan hanya peran yang baik dan benar melainkan juga peran yang jahat.

Baca juga: 7 Makna Natal Yang Sesungguhnya

Di sini didaftarkan 10 pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab, yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Kesepuluh pemeran natal ini mencakup orang, malaikat, ataupun kelompok orang, jadi semuanya lebih dari sepuluh orang.

Berikut 10 pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab dan pembahasannya.

1. Yesus

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab yang pertama tentu adalah Yesus.

Seperti telah disebutkan, Dialah yang menjadi fokus dan inti natal.

Yesus adalah Tuhan, turun dari singgasanaNya di sorga dan datang ke bumi dengan cara berinkarnasi, mengambil rupa seorang manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,14). (Baca: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan).

Dia adalah Tuhan atau Allah, yang pada hakekatnya setara dengan Allah Bapa, namun Ia rela mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang manusia/hamba agar bisa mati bagi dosa-dosa dunia (Filipi 2:5-8).

Ketika Yesus datang ke dunia, Ia lahir di kota kecil Betlehem, di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Jika Dia mau, sebenarnya Ia bisa saja memilih lahir di kota besar saat itu, seperti Yerusalem atau Roma, atau lahir di keluarga kaya atau bangsawan, bukan di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana. Namun Ia tidak melakukannya, karena Ia mau merasakan penderitaan manusia.

Yesus rela meninggalkan istanaNya yang paling mewah di sorga dan rela datang ke bumi untuk melayani dan berkorban bagi umatNya.

 

2. Zakharia Dan Elisabet

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab berikutnya adalah Zakharia dan Elisabet (Lukas 1:5-25; 39-45; 57-80).

Zakharia adalah seorang imam Yahudi. Ia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak mempunyai anak. Istrinya juga seorang yang mandul. Tetapi ia beserta istrinya adalah orang benar di hadapan Tuhan.

Suatu ketika ia bertugas di Bait Suci untuk membakar ukupan (berdoa). Tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata bahwa doanya sudah dikabulkan Tuhan. Istrinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak dan hendaklah ia menamainya Yohanes.

Rupanya Zakharia sudah lama berdoa bagi kelahiran seorang anak. Tentu sebagai imam, pada saat itu ia sedang berdoa bagi umat Allah, Israel. Tetapi ia juga berdoa untuk dirinya sendiri saat itu, bahkan selama ini dalam doa pribadinya di rumah.

Zakharia sangat sulit untuk percaya pada perkataan malaikat itu. Karena itu ia dijadikan bisu hingga kelahiran anaknya.

Dan tidak lama kemudian, Elisabet pun mengandung. (Baca: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib).

Ketika Maria telah mengandung dari Roh Kudus (lihat poin 3 di bawah), dan usia kandungan Elisabet telah 6 bulan, ia mengunjungi Elisabet, yang masih termasuk kerabatnya. Dan ketika Maria mengucapkan salam kepada Elisabet, maka bayi yang di dalam rahim Elisabet (Yohanes Pembaptis) melonjak. Hal ini menunjukkan penghormatan Yohanes Pembaptis kepada Yesus yang di dalam rahim Maria.

Kunjungan Maria ini juga membuat Elisabet merasa bangga, sebab ia merasa bahwa Maria adalah ibu Tuhannya (Yesus).

Sekitar tiga bulan kemudian, ketika Yohanes Pembaptis lahir, Zakharia pun “sembuh” dari kebisuannya. Lalu ia bersyukur dan memuji-muji Allah atas kelahiran Juruselamat kelak (yang masih berada di dalam kandungan Maria) serta bernubuat tentang anaknya, Yohanes Pembaptis, yang akan menjadi pembuka jalan bagi Mesias.

 

3. Maria

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab berikutnya adalah Maria (Lukas 1:26-38).

Maria adalah ibu Yesus. Ia merupakan perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea. Ia masih gadis dan sedang bertunangan dengan Yusuf, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Ketika Maria mendengar bahwa ia akan mengandung, maka ia sangat terkejut. Tentu hal ini sangat wajar sebab Maria saat itu belum menikah. Hamil di luar nikah adalah aib besar yang sangat memalukan.

Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dari Roh Kudus. Jadi ia mengandung bukan dari manusia, karena Anak yang dikandungnya itu juga bukan manusia biasa, yang lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia.

Kemudian, berbeda dengan Zakharia, Maria pun mencoba untuk percaya kepada ucapan Gabriel dengan berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

 

4. Yusuf

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab selanjutnya adalah Yusuf (Matius 1:18-25).

Yusuf adalah ayah Yesus. Dia merupakan keturunan Daud, yang berasal dari Betlehem tetapi tinggal di kota Nazaret.

Pekerjaan Yusuf adalah seorang tukang kayu. Tampaknya ia sudah meninggal ketika Yesus resmi memulai pelayananNya di depan publik, sebab namanya tidak pernah lagi disebutkan setelah kelahiran Yesus.

Ketika ia tahu bahwa tunangannya Maria sedang hamil, maka dengan diam-diam ia ingin membatalkan pertunangannya dengan Maria. Pada masa itu pertunangan sudah dianggap seperti suami istri, tetapi belum hidup sebagai suami istri.

Rencana Yusuf membatalkan pertunangannya menunjukkan ketulusan hatinya, sebab ia tidak ingin mencemarkan nama Maria jika sudah mengandung padahal masih bertunangan.

Tetapi malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf agar jangan ragu menerima Maria sebagai istrinya, sebab kandungannya itu berasal dari Roh Kudus. Hal ini ditaati oleh Yusuf, ia mengambil Maria yang sedang mengandung sebagai istrinya.

 

5. Kaisar Agustus

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab yang kelima adalah Kaisar Agustus (Lukas 2:1-7).

Kaisar Agustus adalah kaisar Romawi yang memerintah ketika Kristus lahir. Ia merupakan kaisar Romawi pertama dan salah satu kaisar Romawi terbesar. Nama aslinya adalah Octavianus, Agustus adalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya.

Pada saat itu bangsa Israel memang sedang berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya).

Ia mengeluarkan titah agar semua orang seluruh kerajaan Romawi yang dipimpinnya mendaftarkan diri. Ini adalah sensus penduduk untuk keperluan administratif dan pajak.

Maka semua orang pulang ke kampung halamannya untuk mendaftarkan diri. Demikianlah Yusuf bersama Maria yang telah hamil besar, pergi ke kampungnya di Betlehem untuk mendaftarkan diri.

Ketika tiba di Betlehem maka Maria pun melahirkan. Dia melahirkan di dalam palungan (tempat makan ternak), karena tidak ada tempat penginapan bagi mereka (karena semua orang pulang kampung untuk mendaftarkan diri).

Dengan demikian, perintah yang dikeluarkan kaisar Agustus ini menggenapi firman Tuhan yang berkata bahwa Mesias atau Yesus akan lahir di kota Betlehem (Mikha 5:1).

 

6. Para Malaikat

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab berikutnya adalah para malaikat (Lukas 2:9-15).

Peran para malaikat sangat penting dalam peristiwa natal.

Sebelum natal, Malaikat Gabriel memberitahukan kelahiran Yohanes Pembaptis kepada Zakharia dan kelahiran Yesus kepada Maria. (Baca: 7 Fakta Tentang Malaikat Gabriel).

Malaikat juga berperan penting dalam menyampaikan berita kepada Yusuf (lihat poin 4 di atas dan poin 9 di bawah).

Tetapi peran utama mereka dalam peristiwa natal adalah ketika mereka memberitahukan kelahiran Juruselamat kepada para gembala yang sedang menggembalakan domba mereka di padang (lihat poin 7 di bawah).

Kemudian balatentara sorga (para malaikat) bersorak-sorai memuji Allah di padang Efrata tersebut,

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Para malaikat adalah suruhan Allah, yang bertugas untuk membawa berita kepada umatNya dan menolong mereka, seperti tampak dalam peristiwa natal ini. (Baca: 10 Fakta Tentang Malaikat Menurut Pandangan Kristen).

 

7. Para Gembala

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab lainnya adalah para gembala (Lukas 2:8-20).

Para gembala sedang menggembalakan kambing domba mereka di padang Efrata, ketika seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka dan memberitahukan kepada mereka perihal kelahiran Juruselamat.

Para gembala tersebut sangat ketakutan ketika melihat malaikat Tuhan mendatangi mereka. Namun malikat itu menenangkan mereka serta berkata bahwa ia membawa kabar baik kepada mereka tentang kelahiran Juruselamat dunia. Malaikat itu juga memberitahukan bahwa Juruselamat itu lahir di dalam palungan.

Setelah para malaikat kembali ke sorga, para gembala itu pergi ke Betlehem dan bertemu dengan bayi Yesus di palungan bersama orang tuaNya. Dan mereka menceritakan apa yang mereka lihat di padang, dan semua orang yang mendengarnya menjadi heran. Para gembala itu pulang dengan sukacita.

Para gembala adalah orang-orang sederhana. Mereka biasanya bukanlah para pemilik kambing domba, tetapi orang-orang upahan yang bekerja untuk menggembalakan kambing domba tersebut.

Namun justru kepada orang-orang seperti inilah Allah pertama sekali memberitahukan kelahiran Kristus, Juruselamat, bukan kepada para pejabat atau orang-orang terpelajar.

 

8. Orang-Orang Majus

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab yang kedelapan adalah orang-orang majus (Matius 2:1-12).

Orang-orang majus adalah sekelompok ahli perbintangan dari timur (mungkin Irak dan Iran sekarang), yang datang ke Israel setelah dituntun oleh sebuah bintang. Mereka adalah orang-orang terpelajar dan terhormat.

Dalam tradisi mereka, ketika sebuah bintang besar muncul maka akan ada seorang raja yang lahir. Kendati demikian, bintang itu jelas bukan bintang biasa, pastilah ada campur tangan ilahi di situ.

Ketika tiba di Yerusalem mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya. Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung dan rakyatnya. Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan, mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1).

Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya. Tetapi ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut dengan kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem dan bintang itu, yang menuntun mereka dari negeri mereka, muncul lagi serta menuntun mereka hingga tiba di Betlehem dan berhenti tepat di atas rumah Maria dan Yusuf.  Lalu mereka menyembah Yesus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepadaNya.

Kemudian mereka pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali lagi kepadanya di Yerusalem.

Kedatangan orang majus untuk menyembah Yesus menunjukkan bahwa Injil adalah untuk segala bangsa, bukan hanya untuk orang Israel saja. Dan sangat mungkin orang-orang majus ini membawa Injil ke negeri mereka.

Untuk pembahasan selanjutnya, silakan baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu.

 

9. Herodes Agung

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab yang berikutnya adalah Herodes Agung (Matius 2:3-8; 13-23).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Bayi-bayi yang tak berdosa (dalam pengertian umum, bukan secara teologis) menjadi korban kebiadaban raja Herodes. Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Tetapi Yesus luput dari pembunuhan Herodes. Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, mengindari Herodes yang ingin membunuhNya.

Setelah Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir, tetapi ia tidak kembali ke Betlehem, melainkan ke Nazaret di Galilea. Sebab di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem) memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim.

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan.

Ketakutan berlebihan Herodes Agung kepada Yesus adalah karena ketakutannya kehilangan kekuasaan. Istilah “raja orang Yahudi” sangat menghantuinya. Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia. Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab).

 

10. Simeon Dan Hana

Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab yang terakhir adalah Simeon dan Hana (Lukas 2:21-38).

Ketika Yesus dibawa ke Bait Suci oleh orang tuaNya pada masa pentahiran (40 hari setelah kelahiran), ada dua orang yang menyambutNya dan bernubuat tentangNya di hadapan orang banyak. Mereka adalah Simeon dan Hana.

Simeon adalah seorang Israel yang saleh dan menanti-nantikan Mesias. Kepadanya Roh Kudus telah mengatakan bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Juruselamat. Jadi ketika bayi Yesus dibawa ke Bait Suci ia menatang bayi Yesus lalu berbicara dalam bentuk nubuatan.

Simeon berkata bahwa bayi Yesus adalah Juruselamat bagi Israel dan bangsa-bangsa lain. Tetapi Ia akan menjadi suatu perbantahan bagi banyak orang (karena ada yang percaya dan ada yang tidak percaya kepadaNya).

Dia juga menubuatkan bahwa jiwa Maria akan begitu tertusuk melihat penderitaan Yesus kelak. Hal ini menunjuk pada penderitaan dan penyaliban Yesus, di mana Maria menyaksikan semuanya di dekat kayu salibNya, hingga Ia akhirnya mengembuskan nafasNya.

Selain Simeon, ada juga Hana, seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, seorang yang rajin beribadah dan berdoa di Bait Allah. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab).

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Tuhan Yesus, serta berbicara kepada orang banyak yang tentang bayi Yesus. Tetapi Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dikatakan oleh Hana.

 

Itulah 10 Pemeran utama dalam peristiwa natal di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!