Categories: KRISTOLOGI

10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya

 

 

Artikel ini berisi tentang 10 penampakan Yesus setelah kebangkitanNya dari kematian, sebagaimana dicatat di Alkitab Perjanjian Baru.

Setelah bangkit dari kematian, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dalam berbagai kesempatan. Penampakan Yesus ini terjadi secara berulang-ulang selama kurun waktu 40 hari (Kisah Para Rasul 1:3).

Baca juga: 4 Penampakan Yesus Setelah KenaikanNya Ke Surga

Jadi setelah kebangkitanNya, Yesus tidak langsung naik ke sorga, tetapi masih ada di bumi selama 40 hari lagi.

Penampakan Yesus terutama ditujukan kepada murid-muridNya, orang yang percaya kepadaNya, walau dalam beberapa kasus, Ia menampakkan diri juga kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya, misalnya kepada Yakobus (lihat poin 9 di bawah).

Baca juga: 7 Makna Paskah Yang Sesungguhnya

Tujuan Penampakan Yesus tersebut, selain untuk menunjukkan bahwa Ia telah bangkit dari kematian dan hidup selamanya, juga untuk menguatkan murid-muridNya, yang tidak lama lagi akan Ia tinggalkan ketika Ia kembali kepada Bapa di sorga. Selain itu, juga untuk mengajarkan murid-muridNya tentang Kerajaan Allah.

Sedangkan penampakan diriNya kepada orang yang tidak percaya bertujuan untuk memanggilnya menjadi rasulNya.

Baca juga: 7 Makna Kebangkitan Yesus Bagi Orang Percaya

Setelah kebangkitanNya dari kematian, dan sebelum kenaikanNya ke sorga, Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus menampakkan diri paling tidak sebanyak 10 kali kepada murid-muridNya dan kepada orang yang belum percaya kepadaNya, baik kepada individu maupun kepada kelompok.

Penampakan Yesus ini tidak termasuk penampakan setelah kenaikanNya ke sorga, seperti penampakan yang diterima oleh Saulus/rasul Paulus (1 Korintus 15:8).

Kepada siapa sajakah Tuhan Yesus menampakkan diri pasca-kebangkitanNya dan sebelum kenaikanNya ke sorga? Berikut 10 Penampakan Yesus yang dicatat di Alkitab.

 

1. Kepada Maria Magdalena

“Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya. Kata Yesus kepadanya: Maria! Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: Rabuni!, artinya Guru.” (Yohanes 20:14-16)

Saksi pertama dari kebangkitan Tuhan Yesus adalah Maria Magdalena (Markus 16:9). Tuhan Yesus pertama sekali menunjukkan kebangkitanNya kepada Maria Magdalena.

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang berasal dari Magdala, dan darinya Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat. Setelah dibebaskan dari roh jahat, Maria Magdalena setia mengikut Yesus dalam pelayananNya (Lukas 8:1-3).

Maria Magdalena juga merupakan salah satu saksi dari penyaliban dan kematian Tuhan Yesus (Matius 27:55-56). Dia tahu percis di mana mayat Yesus dibaringkan di dalam kuburanNya (Markus 15:47).

Menarik, bahwa saksi pertama dari kebangkitan Yesus adalah seorang wanita. Sebab pada masa itu, selain wanita kurang dihargai, kesaksian wanita juga dianggap lemah. Tetapi Yesus menghargai dan menghormati wanita (bahkan wanita sederhana) seperti Maria Magdalena, dan menjadikannya sebagai saksi pertama dari kebangkitanNya.

Kesetiaan Maria Magdalena dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus, bahkan setia hingga penyaliban dan kematianNya, serta kerinduannya untuk “bertemu” mayat Yesus, memberinya sebuah kehormatan sebagai saksi pertama dari kebangkitanNya.

 

2. Kepada Para Wanita Yang Kembali Dari Kubur Yesus

“Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: Salam bagimu. Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:9-10)

Para wanita yang disebut di sini adalah mereka yang ingin merempahi mayat Yesus pada hari Minggu pagi, hari kebangkitan Yesus. Maria Magdalena juga termasuk di sini (Markus 16:1).

Jika demikian, maka penampakan Yesus terjadi dua kali kepada Maria Magdalena, sekali ketika ia sendirian, sekali lagi ketika ia bersama teman-temannya. Hal ini adalah wajar, murid-murid lain juga menyaksikan penampakan Tuhan Yesus lebih dari satu kali (bandingkan misalnya poin 3, 5, 6, 7).

Ketika Yesus menampakkan diri kepada perempuan-perempuan ini, mereka memeluk kaki Yesus dan meyembahNya. Itu artinya bahwa mereka menganggap Yesus sebagai Tuhan, yang ilahi. Yesus tidak menolak penyembahan mereka, seperti yang pernah dilakukan oleh rasul Petrus (Kisah Para Rasul 10:25-26) dan seorang malaikat Tuhan (Wahyu 22:8-9).

Sebab Yesus memang adalah Tuhan, yang ilahi. (Baca juga: 10 Cara Yesus Menyatakan Dia adalah Tuhan)

Kepada murid-murid perempuan ini Yesus memerintahkan agar mereka memberitahukan kepada kesebelas muridNya untuk pergi ke Galilea menjumpaiNya, seperti yang telah Yesus katakan sebelumnya (Matius 26:32).

Di Galilea Yesus punya banyak pengikut, dan tampaknya Ia ingin menampakkan diri juga kepada mereka, bersama sebelas rasulNya yang semuanya berasal dari Galilea (lihat poin 10 di bawah).

 

3. Kepada Simon Petrus

“Kata mereka itu: Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.” (Lukas 24:34).

“… bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.” (1 Korintus 15:5).

Simon atau Kefas, atau lebih dikenal sebagai Petrus, adalah salah satu murid Yesus paling terkenal dan paling berpengaruh dalam kepemimpinan gereja mula-mula di Yerusalem. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka [1])

Karena pengaruh Petrus itu, maka penampakan diri Yesus secara khusus kepadanya menjadi penting, seperti halnya doaNya secara khusus kepadanya sangat penting (Lukas 22:31-32).

Alkitab tidak mencatat peristiwa penampakan Yesus kepada Petrus ini. Alkitab hanya mengatakan bahwa Tuhan Yesus menampakkan diri secara khusus kepada Petrus pasca kebangkitanNya.

Kendati demikian, kebangkitan Yesus dari kematian merupakan inti khotbah dan pengajaran rasul Petrus (Kisah Para Rasul 2:22-32; 1 Petrus 1:3). Rupanya penampakan Yesus setelah kebangkitanNya (terutama penampakan diriNya secara khusus kepadanya) memberi kesan yang mendalam bagi Petrus sehingga itulah yang menjadi inti khotbah dan pengajarannya.

 

4. Kepada Dua Orang Murid Yang Pergi Ke Emaus

“Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.” (Lukas 24:13-16)

Dua orang murid Tuhan Yesus, yang bukan dari antara 12 murid pertamaNya, pergi ke sebuah kampung bernama Emaus. Seperti murid-muridNya yang lain, kedua murid ini juga sangat sedih akan kematian Yesus. Mereka tidak menyadari kebangkitanNya pada hari ketiga (hari Minggu), sekalipun mereka berharap Ia bangkit pada hari yang ketiga.

Yesus tiba-tiba hadir di antara mereka, berjalan dan berbicara dengan mereka, tanpa mereka sadari bahwa itu adalah Yesus. Setelah Ia makan bersama mereka dengan memecahkan roti, maka mereka pun mengenali Yesus.

Yang menarik adalah bahwa ketika Yesus bertemu kedua murid ini, mereka langsung kembali ke Yerusalem, yang berjarak 7 mil atau lebih dari 10 kilometer dari Emaus. Hati mereka sangat bersukacita sehingga tidak lagi mempedulikan jarak yang harus ditempuh untuk kembali ke Yerusalem memberitahukan penampakan Yesus tersebut kepada murid-murid yang lainnya (Lukas 24:17-33).

Kisah penampakan Yesus kepada dua orang murid ini juga disinggung di dalam Markus 16:12-13.

 

5. Kepada Sepuluh Murid Dengan Teman-Teman Mereka, Tidak Termasuk Tomas

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Damai sejahtera bagi kamu! Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.” (Yohanes 20:19-20)

Kisah dalam Injil Yohanes ini (Yohanes 20:19-25) punya kemiripan dengan kisah dalam Lukas 24:36-48, sehingga harus diartikan bahwa ini adalah kisah yang sama, yang diceritakan oleh masing-masing penulis Injil (Lukas dan Yohanes) dengan penekanan yang berbeda.

Dalam Injil Lukas dijelaskan bahwa ketika kedua murid dari Emaus kembali ke Yerusalem (lihat poin 4 di atas), mereka bertemu murid-murid lainnya dan para rasul, lalu tiba-tiba Yesus menampakkan diri kepada mereka.

Sedangkan dalam Injil Yohanes dijelaskan bahwa Yesus datang pada malam hari di hari Minggu, hari di mana Ia bangkit. Ia masuk ke dalam ruangan yang pintunya terkunci karena para murid takut terhadap orang-orang Yahudi. Hal ini berarti bahwa secara fisik Ia punya tubuh kebangkitan yang berbeda, yang bisa menembus ruang.

Kendati demikian, inti kedua kisah tersebut sama, yakni Yesus membuktikan kepada mereka kebangkitanNya dengan menunjukkan bekas luka-lukaNya, serta memberi perintah kepada mereka untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa.

Page: 1 2