10 Penginjil Terbesar Di Alkitab

Artikel ini berisi tentang  para penginjil terbesar di Alkitab Perjanjian Baru.

Sebelum kenaikanNya ke surga, Tuhan Yesus  memberi perintah kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil ke segala bangsa.

Hal ini kemudian dilakukan oleh murid-muridNya, pertama-tama oleh 12 murid pertamaNya, kemudian oleh murid-muridNya yang lain.

Baca juga: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka

Penginjilan ini kemudian menghasilkan banyak petobat baru dan pendirian gereja Tuhan di berbagai kota.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru kita bisa membaca tentang murid-murid Yesus yang aktif dalam memberitakan Injil.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru

Dari antara mereka, terdapat sejumlah penginjil yang berpengaruh. Mereka menjelajah banyak tempat, memenangkan banyak jiwa, dan mendirikan banyak gereja.

Merekalah para penginjil terbesar di Alkitab Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Baru

Untuk itu artikel kali ini akan membahas tentang para penginjil tersebut.

Siapa sajakah para penginjil terbesar di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Paulus

Paulus adalah penginjil terbesar sepanjang masa.

Paulus memberitakan Injil di banyak kota, memenangkan banyak jiwa, serta mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Separoh dari Kitab Kisah Para Rasul menceritakan tentang kisah rasul Paulus, khususnya dalam hal pemberitaan Injil.

Sebelum bertobat, Paulus bernama Saulus, dan ia adalah seorang penganut agama Yahudi yang sangat fanatik serta telah membunuh dan menganiaya banyak orang Kristen.

Namun setelah ia bertobat, ia menjadi seorang pemberita Injil yang militan.

Ia memberitakan Injil baik kepada orang Yahudi maupun kepada orang Yunani/Romawi.

Di dalam Kitab Kisah Para Rasul dicatat tentang 3 Perjalanan Pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus.

Yang pertama, dalam Kisah Para Rasul 13-14, di mana ia menginjil ke berbagai kota bersama Barnabas, setelah diutus dari gereja Antiokhia, di mana Paulus dan Barnabas adalah pemimpinnya.

Yang kedua, dalam Kisah Para Rasul 15:40-18:22, di mana Paulus menginjil ke berbagai kota bersama Silas dan Timotius.

Yang ketiga, dalam Kisah Para Rasul 18:23-21:26, ia memberitakan Injil dengan beberapa rekannya hingga akhirnya ia ditangkap di Yerusalem dengan tuduhan palsu.

Paulus naik banding kepada Kaisar di Roma, dan di situ ia memberitakan Injil selama dua tahun (Kisah Para Rasul 28:17-31).

Itulah akhir Kitab Kisah Para Rasul. Kita tidak tahu bagaimana kisah selanjutnya dari penginjilan Paulus di Roma.

Tetapi dari tradisi gereja kita tahu bahwa Paulus mati martir di kota Roma pada zaman kaisar Nero.

 

2. Petrus

Petrus adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang paling dekat.

Karena itu Petrus pasti sudah sering menemani Tuhan Yesus dalam memberitakan Injil.

Petrus mulai memberitakan Injil untuk pertama kalinya ketika Tuhan Yesus mengutus murid-muridNya memberitakan Injil kepada bangsa Israel (Matius 10:1-15).

Dan ketika terjadi pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta, Petrus tampil berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi sehingga 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-40).

Petrus juga yang memimpin para rasul dalam pemberitaan Injil kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 3:11-26).

Walaupun Petrus lebih dikenal sebagai rasul bagi orang-orang Yahudi (Galatia 2:7-9), namun Dialah yang pertama kali diutus Tuhan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi (Kisah Para Rasul 10:1-48).

Petrus juga melakukan perjalanan penginjilan ke kota-kota lain di luar Yerusalem.

Ia pergi ke Lida dan Yope (Kisah Para Rasul 9:32-43), Antiokhia (Galatia 2:11) dan mungkin ke Korintus (1 Korintus 1:12).

Hampir bisa dipastikan bahwa Petrus juga pergi ke kota Roma, pusat kekaisaran Romawi (1 Petrus 5:13).

Dan tradisi mengatakan bahwa di kota Roma-lah Petrus meninggal bersama Paulus, pada masa penganiayaan Kaisar Nero.

 

3. Filipus

Filipus ini bukanlah Filipus rasul, tetapi Filipus diaken, satu dari 7 diaken gereja Yerusalem (Kisah Para Rasul 6).

Filipus ini dikenal sebagai “pemberita Injil” (Kisah Para Rasul 21:8), suatu istilah yang dalam Alkitab hanya dikenakan bagi Filipus dan Timotius (2 Timotius 4:5).

Hal ini mengindikasikan bahwa Filipus adalah seorang penginjil yang terkenal.

Hal ini juga berarti bahwa Filipus bukan hanya bertugas dalam pelayanan sosial jemaat, seperti halnya diaken, tetapi juga dalam pelayanan rohani.

Ketika terjadi penganiayaan terhadap gereja mula-mula di Yerusalem, Filipus pergi ke Samaria.

Di Samaria ia pergi ke sebuah kota (mungkin Sebaste), dan memenangkan seluruh kota itu kepada Tuhan Yesus!

Filipus juga memenangkan seorang sida-sida Etiopia yang baru pulang beribadah dari Yerusalem (Kisah Para Rasul 8:26-39).

Setelah itu ia tiba di Kaisarea, tentu juga untuk memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 8:40).

Rupanya ia tinggal tetap di kota itu, sebab bertahun-tahun kemudian, rasul Paulus menginap di rumahnya di Kaisarea. (Baca: 7 Fakta Tentang Diaken Filipus)

 

4. Barnabas

Barnabas adalah salah satu anggota jemaat di gereja Yerusalem. Ia seorang yang kaya namun murah hati.

Ia termasuk anggota jemaat yang menjual hartanya dan memberikannya kepada para rasul untuk dijual dan dibagi-bagikan kepada jemaat (Kisah Para Rasul 4:36-37).

Selain itu, Barnabas juga dikenal sebagai seorang rasul dan nabi.

Ketika Barnabas diutus ke gereja Antiokhia yang baru berdiri, Barnabas menjemput Paulus ke kampung halamannya di Tarsus, dan membawanya bersamanya ke Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:22-26).

Barnabas dan Paulus kemudian menjadi pemimpin gereja Antiokhia.

Lalu Roh Kudus memilih mereka berdua untuk memberitakan Injil ke berbagai kota (Kisah Para Rasul 13:1-3).

Ketika Paulus dan Barnabas berselisih paham dan berpisah dalam pelayanan karena kasus Markus (lihat poin 9 di bawah), maka Barnabas memberitakan Injil bersama Markus ke pulau Siprus.

 

5. Yohanes

Yohanes dikenal sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, yang bersandar dekat kepadaNya pada Perjamuan Paskah Terakhir (Yohanes 13:23).

Di gereja mula-mula, peran Yohanes cukup kuat. Bersama Petrus ia menjadi pemimpin gereja terkemuka.

Mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, lalu ditangkap dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama (Kisah Para Rasul 4:1-22; 5:17-42).

Tradisi gereja mengatakan bahwa Yohanes dibuang ke pulau Patmos, tempat Yohanes kemudian menerima dan menulis kitab Wahyu (Wahyu 1:9).

Tradisi gereja juga menceritakan bahwa Yohanes kemudian menggembalakan jemaat di Efesus dan ia meninggal di kota tersebut.

 

6.   Silas

Silas adalah seorang rasul dan nabi di gereja Yerusalem (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

Silas pertama kali muncul di Alkitab tatkala ia bersama Yudas dipilih sebagai utusan para rasul dan penatua yang bersidang di Yerusalem tentang sunat.

Mereka diutus ke gereja di Antiokhia dan gereja-gereja di tempat lainnya untuk menyampaikan hasil sidang tersebut, yakni bahwa bangsa-bangsa lain di luar Israel tidak perlu disunat untuk bisa diselamatkan (Kisah Para Rasul 15:22).

Ketika Paulus dan Barnabas berselisih paham dalam pelayanan karena Markus, maka Paulus memilih Silas bersamanya dalam pemberitaan Injil. Sedangkan Barnabas tetap bersama Markus (Kisah Para Rasul 15:36-41).

Silas memberitakan Injil bersama Paulus dalam Perjalanan Pemberitaan Injil Paulus yang kedua (lihat poin 1 di atas).

Hampir pasti bahwa Silwanus (1 Tesalonika 1:1) dan Silas adalah orang yang sama.

 

7. Apolos

Apolos adalah seorang Yahudi yang berasal dari kota Aleksandria, Mesir.

Apolos seorang yang cerdas, fasih berbicara dan mahir dalam Kitab Suci orang Yahudi (Perjanjian Lama).

Ia kemudian bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, lalu pergi menginjil ke kota Efesus.

Maka dengan sangat bersemangat ia memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, teman-teman sebangsanya, bahkan di sinagoge-sinagoge mereka.

Namun saat itu pengetahuan Apolos tentang Tuhan Yesus dan kekristenan sangatlah dangkal.

Karena itu Akwila dan Priskila, suami-istri Yahudi yang aktif dalam penginjilan, membawa Apolos ke rumah mereka dan mengajar dia tentang Tuhan Yesus dan kekristenan yang benar.

Apolos yang cerdas itu cukup rendah hati untuk diajar oleh Priskila dan Akwila.

Setelah itu, Apolos pergi ke Akhaya, tepatnya di kota Korintus, dan memberitakan Injil di sana kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 18:24-28).

Rupanya cara khotbah dan pengajaran Apolos yang sangat menarik, membuat sekelompok anggota jemaat di gereja Korintus sangat mengidolakannya dan menyebut diri mereka sebagai Golongan Apolos.

Hal ini menyebabkan gereja Korintus menjadi terpecah.

Sebab sekelompok anggota jemaat lain juga sangat mengidolakan rasul Paulus dan sebagian lagi mengidolakan rasul Petrus.

Untuk itu Paulus berkata bahwa dia dan Apolos (dan tentu juga Petrus), hanyalah pelayan-pelayan Tuhan (1 Korintus 1:10-17; 1 Korintus 3:1-9).

 

8. Stefanus

Stefanus adalah satu dari tujuh diaken gereja mula-mula di Yerusalem (Kisah Para Rasul 6:1-7).

Stefanus adalah seorang yang penuh hikmat, iman dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 6:3-5).

Selain itu, ia juga penuh karunia dan kuasa, sehingga ia mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8).

Tentu mujizat-mujizat itu disertai dengan pemberitaan Injil.

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.

Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Akhirnya mereka pun menyeret Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu.

Tetapi tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya agar Tuhan mengampuni mereka.

Stefanus meninggal sebagai martir pertama gereja Kristen (Kisah Para Rasul 6:8-15; Kisah Para Rasul 7-8). (Baca: 7 Fakta Tentang Stefanus Di Alkitab

 

9. Yohanes Markus

Yohanes Markus adalah seorang Yahudi yang berasal dari kota Yerusalem.

Ia mulai terlibat dalam pemberitaan Injil ketika Paulus dan Barnabas datang dari Antiokhia ke Yerusalem.

Barnabas dan Paulus adalah dua di antara beberapa pemimpin jemaat di Antiokhia.

Ketika mereka kembali dari Yerusalem ke Antiokhia, dan hendak pergi memberitakan Injil ke berbagai daerah, mereka pun membawa Markus untuk menyertai mereka (Kisah Para Rasul 12:25)

Bersama Paulus dan Barnabas, Markus melakukan penginjilan pertamanya ke pulau Siprus, kampungnya Barnabas. Mereka memberitakan Injil di rumah-rumah ibadat (sinagoge) Yahudi.

Mereka berhasil membuat gubernur pulau Siprus, Sergius Paulus, bertobat (Kisah Para Rasul 13:4-12).

Setelah mereka menyelesaikan pelayanan mereka di pulau Siprus, Markus mengundurkan diri dari pelayanannya, dan kembali pulang ke rumahnya di Yerusalem!

Hal ini membuat Barnabas dan Paulus berselisih tajam. Akibatnya, mereka pun berpisah dalam pelayanan. Barnabas bersama Markus menginjil ke Siprus, sedangkan Paulus memilih Silas bersamanya ke tempat lain (Kisah Para Rasul 15:35-41).

Namun Markus kemudian memberitakan Injil lagi bersama rasul Paulus, bahkan menjadi teman setia Paulus di akhir hidupnya (Kolose 4:10-11; Filemon 1:23-24; 2 Timotius 4:11).

Yohanes Markus kemudian menjadi rekan pelayanan rasul Petrus (1 Petrus 5:13), dan menjadi salah satu dari empat penulis kitab Injil, yakni Injil Markus. (Baca: 7 Fakta Tentang Yohanes Markus)

 

10. Timotius

Timotius adalah seorang keturunan Yunani-Yahudi dari Listra.

Ayahnya Yunani dan ibunya Yahudi, yang kemudian menjadi Kristen (Kisah Para Rasul 16:1-3).

Timotius adalah anak rohani sekaligus rekan sepelayanan rasul Paulus dalam perjalanan pemberitaan Injilnya yang kedua (lihat poin 1 di atas).

Paulus menyebut Timotius sebagai rekan kerja yang sehati dan setia (Filipi 2:19-23).

Timotius kemudian Paulus tunjuk sebagai gembala jemaat di gereja Efesus (1 Timotius 1:3-4).

Saat itu Timotius masih sangat muda. Itulah sebabnya Paulus mendorong Timotius untuk tidak merasa rendah diri (1 Timotius 4:12).

Dan kesetiaannya dalam melayani Tuhan di Efesus di usia muda, membuktikan bahwa Timotius sanggup mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin umat Tuhan.

 

Itulah 10 penginjil terbesar di Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!