10 Perbedaan Gereja Anglikan Dengan Gereja Protestan

Artikel ini membahas tentang 10 perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan.

Gereja Anglikan adalah gereja-gereja yang dibangun berdasarkan praktek, liturgi, dan identitas Gereja Inggris (Church of England), pascareformasi Inggris.

Istilah “anglikan” berasal dari kata “anglo” (bandingkan dengan istilah anglo-saxson), yang menunjuk pada negara Inggris Raya.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

Ciri khas gereja Inggris, yang mengikat seluruh aliran anglikan di seluruh dunia adalah “39 Artikel” (the Thirty-nine Articles) sebagai semacam pengakuan iman dan “Buku doa umum” (the Book of Common Prayer) sebagai bahan liturgi/tata ibadah.

Aliran Gereja Anglikan tersebar di seluruh dunia, dan jumlah anggota jemaatnya adalah 85 juta jiwa (data dari “adherents” tahun 2011).

Baca juga: 30 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Protestan

Namun, meski sama-sama memisahkan diri dari Katolik, gereja Anglikan dan gereja Protestan memiliki sejumlah perbedaan.

Sejumlah perbedaan tersebut mencakup perbedaan dalam hal sejarah, liturgi/tata ibadah, sistem kepemimpinan gereja, dan doktrin/ajaran gereja.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Ortodoks Timur

Itulah sebabnya kita perlu mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut sehingga kita bisa lebih mengenal kedua bagian gereja reformasi tersebut: Anglikan dan Protestan.

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 10 perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan.

Apa sajakah kesepuluh perbedaan tersebut?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya.

 

1. Perbedaan Dalam Hal

Sejarah Gereja 

Perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan, yang pertama adalah dalam hal sejarah gereja.

Gereja Anglikan, yang berakar pada gereja Inggris, berpisah dari gereja Katolik bukan karena adanya perbedaan dalam hal doktrin, liturgi, organisasi gereja, budaya, ataupun politik, seperti halnya berpisahnya aliran-aliran gereja lainnya dari Katolik.

Gereja Anglikan berpisah dari gereja Katolik adalah karena alasan pribadi!

Raja Inggris masa itu, Henry VIII, berniat untuk membatalkan pernikahannya dengan Catherine of Aragon (dengan alasan tidak mempunyai anak) pada tahun 1534.

Tetapi raja Henry tidak mendapat restu dari paus di Roma, sebagai pemimpin tertinggi atas gereja Katolik, termasuk di Inggris.

Karena itu, raja Henry memisahkan gereja Katolik di Inggris dari gereja Katolik yang berpusat di Roma.

Dengan demikian gereja Inggris menolak supremasi paus atas gereja Inggris.

Sedangkan gereja Protestan, yang dimulai oleh Martin Luther, berpisah dari gereja Katolik terutama karena perbedaan dalam hal doktrin.

 

2. Perbedaan Dalam Hal Aliran Gereja

Perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan, yang kedua adalah dalam hal aliran gereja.

Ketika berpisah dari gereja Katolik, Gereja Inggris/Anglikan kemudian dibawa ke arah reformasi, mengikuti ajaran Martin Luther dan John Calvin, namun sistem organisasi gereja tetap mengikuti gereja Katolik (episkopal) dengan pusatnya di London.

Tetapi dalam perjalanannya, terjadi pergolakan dalam gereja Inggris, gereja terbelah dua (bahkan sampai memakan banyak korban jiwa).

Sebagian menginginkan gereja Inggris direformasi mengikuti ajaran para reformator Protestan (dikenal dengan istilah “low church”), sebagian lagi menginginkan gereja Inggris kembali ke gereja Katolik (dikenal dengan istilah “high church”).

Pada awalnya, pada masa pemerintahan raja Edward VI, pihak “low Church” mendapat angin, gereja ditata ke arah protestanisme. Tetapi pada masa ratu Mary I dan raja Philip, gereja Inggris dibawa kembali ke Katolik.

Hingga kemudian pada masa pemerintahan ratu Elizabeth I, diambil kesepakatan dan jalan tengah, bahwa gereja Inggris adalah Katolik sekaligus Protestan (reformasi).

Inilah yang dikenal dengan istilah “via media” atau “jalan tengah”.

Jadi pada dasarnya gereja Anglikan bukanlah Katolik, tetapi juga bukan Protestan, melainkan berada di antara dua aliran gereja tersebut.

Bukan saja karena ajarannya/liturginya/tata gerejanya dalam hal tertentu merupakan perpaduan antara Katolik dan protestan, namun karena di dalam gereja itu sendiri terdapat dua aliran, yakni aliran yang lebih mirip Katolik dan aliran yang lebih mirip protestan (khususnya Calvinist).

Sedangkan gereja Protestan, sekalipun terdiri dari banyak aliran, semuanya bercorak Protestan, tidak ada aliran yang lebih condong ke Katolik.

 

3. Perbedaan Dalam Hal

Sistem Kepemimpinan Gereja 

Perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan, yang ketiga adalah dalam hal sistem kepemimpinan gereja.

Gereja Anglikan sedunia berpusat di Canterbury, London, dengan pemimpin tertingginya Uskup Agung Canterbury, dan secara seremonial dikepalai oleh ratu Inggris, Elisabeth.

Jadi sistem kepemimpinan gereja ini bersifat hirearkis, mirip dengan gereja Katolik.

Di Amerika Serikat dan Kanada, gereja Anglikan lebih dikenal dengan istilah gereja episkopal, yang merujuk pada bentuk organisasi gereja tersebut, yakni episkopal atau dipimpin oleh para uskup/bishop, dan mempunyai kepemimpinan tersendiri.

Sedangkan gereja Protestan, sekalipun ada juga aliran yang punya sistem kepemimpinan mirip gereja Anglikan, namun pada umumnya sistem kepemimpinannya bersifat sinodal, presbiterian, atau kependetaan.

Dalam sistem-sistem kepemimpinan seperti ini otoritas tertinggi berada di tangan para penatua jemaat, sinode, atau pendeta lokal.

 

4. Perbedaan Dalam Hal Kitab Deuterokanonika

Perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan, yang keempat adalah dalam hal Kitab Deuterokanonika.

Di gereja Anglikan, seperti halnya Katolik, kitab-kitab Deuterokanonika sangat dihormati.

Walau dalam gereja Anglikan kitab-kitab Deuterokanonika tidak dianggap sebagai bagian dari Kitab Suci, seperti halnya di Katolik, namun mereka sering merujuknya bahkan punya ajaran yang diambil darinya.

Namun dalam gereja-gereja Protestan kitab-kitab Deuterokanonika atau kitab apokrifa, tidak terlalu bernilai.

 

5. Perbedaan Dalam Hal Perjamuan Kudus

Perbedaan antara gereja Anglikan dengan gereja Protestan, yang kelima adalah dalam hal Perjamuan Kudus.

Gereja Anglikan umumnya percaya bahwa dalam roti perjamuan, Tuhan Yesus benar-benar hadir.

Pandangan ini sama seperti pandangan gereja Katolik, walau dalam Gereja Anglikan pandangan tersebut cukup bervariasi.

Inilah yang disebut dengan pandangan Transubstansiasi.

Sedangkan dalam gereja Protestan, roti hanyalah lambang tubuh Yesus, bukan benar-benar tubuhNya.

Yesus tidak hadir dalam roti perjamuan, tetapi hadir secara rohani di tengah umatNya yang melakukan Perjamuan Kudus.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!