10 Perempuan Yang Dilayani Yesus Di Alkitab

Artikel ini membahas tentang perempuan-perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru.

Selama hidup dan pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus melakukan kontak dengan banyak perempuan.

Pada zamanNya, posisi perempuan sangat rendah. Yesus datang membawa perubahan dan mengangkat derajat perempuan ke posisi yang lebih tinggi.

Sebagaimana banyak perempuan yang melayani Yesus di Alkitab, demikian juga banyak perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab ketika Ia hidup dan melayani di bumi, bahkan hingga Ia disalibkan dan wafat.

Pelayanan Tuhan Yesus terhadap para perempuan ini bermacam-macam, mulai dari memberi pelepasan dari belenggu roh jahat, menyembuhkan dari sakit-penyakit, hingga memberi suatu pengajaran penting.

Baca juga: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib

Perempuan-perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab ini terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, baik tua maupun muda, dari bangsa Israel ataupun dari bangsa lain di luar Israel.

Baca juga: 9 Perempuan Yang Melayani Yesus Di Alkitab

Artikel kali ini akan membahas 10 perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru, baik dalam satu kesempatan maupun dalam jangka waktu yang panjang, terus-menerus, hingga kematianNya di kayu salib.

Baca juga: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab

Lalu siapa sajakah kesepuluh perempuan yang dlayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru  ketika Ia ada di dunia? Berikut pembahasannya.

 

1. Ibu Mertua Petrus

Perempuan pertama yang dilayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru adalah ibu mertua Simon Petrus.

Ibu mertua Simon Petrus, salah satu murid Tuhan Yesus, disebut hanya satu kali di Alkitab tatkala ia dilayani oleh Tuhan Yesus.

Bentuk pelayanan Yesus kepada mertua Petrus ini adalah dalam hal kesembuhan, di mana saat itu ia sedang sakit demam.

Yesus pergi ke rumah Petrus dan Andreas untuk menyembuhkan mertua Petrus bersama Yohanes dan Yakobus saudara Yohanes.

Dari sini dapat diketahui bahwa Petrus saat menjadi murid Yesus ternyata sudah menikah dan rupanya ia tinggal bersama ibu mertuanya itu (Markus 1:29-31).

 

2. Janda Di Nain

Perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab berikutnya adalah janda di Nain.

Suatu ketika Tuhan Yesus dan murid-muridNya memasuki suatu kota yang bernama Nain. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

Ketika Dia berada dekat pintu gerbang kota itu, Ia melihat orang-orang membawa tandu jenazah untuk dimakamkan di luar kota.

Dalam tandu tersebut ialah seorang pemuda, anak tunggal ibunya yang sudah janda. Tidak disebutkan nama janda itu dan juga anaknya. Janda itu menangisi kematian anak tunggalnya. Dan janda tersebut disertai oleh banyak orang dari kota Nain.

Melihat hal itu, Tuhan Yesus sangat tersentuh hatiNya, Ia berbelas kasihan kepada janda Nain itu. Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!”

Maka Ia menghampiri usungan jenazah itu dan menyentuhnya, sementara para pengusungnya berhenti. Lalu Ia berkata kepada jenazah anak itu, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Maka anak itu pun bangkit dan hidup kembali! Ia mulai duduk dan berkata-kata. Lalu Tuhan Yesus menyerahkannya kepada ibunya, janda di Nain.

Hal ini membuat orang-orang di situ sangat heran, dan mereka memuliakan Allah. Setelah kebangkitan anak tunggal janda ini, nama Tuhan Yesus pun makin tersiar di seluruh Yudea dan di seluruh wilayah sekitarnya (Lukas 7:11-17).

 

3. Maria Magdalena

Perempuan lainnya yang dilayani Yesus di Alkitab adalah Maria Magdalena.

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang berasal dari Magdala.

Dari Maria Magdalena Tuhan Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat. Inilah pelayanan yang dilakukan oleh Yesus terhadap Maria dari Magdalena.

Tak bisa dibayangkan bagaimana hidup Maria Magdalena dengan 7 roh jahat di tubuhnya!

Namun setelah dibebaskan dari roh jahat, Maria Magdalena setia mengikut Yesus dalam pelayananNya (Lukas 8:1-3).

Maria Magdalena juga merupakan salah satu saksi dari penyaliban dan kematian Tuhan Yesus (Matius 27:55-56). Bahkan dialah saksi pertama dari kebangkitan Tuhan Yesus adalah Maria Magdalena (Markus 16:9).

Kesetiaan Maria Magdalena dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus, bahkan setia hingga penyaliban dan kematianNya, memberinya sebuah kehormatan sebagai saksi pertama dari kebangkitanNya.

 

4. Perempuan Yang 12 Tahun Pendarahan

Perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab selanjutnya adalah seorang perempuan yang telah sakit pendarahan selama 12 tahun.

Tidak disebutkan siapa nama perempuan tersebut. Namun dikatakan bahwa ia telah berobat ke mana-mana dan menghabiskan banyak uangnya, tetapi ia tak kunjung sembuh.

Ini adalah sebuah penderitaan yang berat. Bukan hanya fisiknya, mentalnya pun jadi menderita karena usahanya untuk memperoleh kesembuhan selalu gagal.

Jadi perempuan itu mencoba untuk datang kepada Yesus yang saat itu sedang populer di mata rakyat. Mungkin ia sudah mendengar bahwa Yesus adalah tabib yang ajaib yang telah menyembuhkan banyak orang yang sakit.

Ketika itu Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah Yairus, seorang kepala rumah ibadat/Sinagoge Yahudi. Ia baru saja dipanggil oleh Yairus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit keras (lihat poin 5 di bawah).

Perempuan itu pun memberanikan diri “menghalangi” langkah Yesus menuju rumah Yairus. Ia berusaha menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”

Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh, pendarahannya berhenti!

Tuhan Yesus, yang merasakan ada kuasa yang keluar dari tubuhNya, bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya.

Murid-muridNya menjawab bahwa ada banyak orang yang mengikutiNya, jadi pasti banyak di antara mereka yang – tanpa sengaja – menjamah jubahNya. Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan.

Maka tampillah perempuan itu ke depan Tuhan Yesus untuk mengakui bahwa dialah yang menjamah jubahNya. Maka Yesus pun meneguhkan kesembuhan perempuan tersebut (Markus 5:25-34).

 

5. Putri Yairus

Perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab berikutnya adalah putri Yairus, yang berusia 12 tahun.

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat Yahudi.  Suatu saat ia melaporkan kepada Tuhan Yesus bahwa anaknya perempuan sedang sakit keras, dan ia memohon kepadaNya agar Ia datang menyembuhkan anaknya itu.

Ketika mendengar permohonan Yairus, maka Tuhan Yesus segera menuju rumah Yairus. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Satu peristiwa yang terjadi ketika Yesus sedang menuju rumah Yairus adalah ketika seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan menyentuh jubahNya (lihat poin 4 di atas).

Hal ini ternyata “memperlambat” kedatangan Yesus ke rumah Yairus. Sebab sementara Yesus berbicara dengan perempuan yang sudah 12 tahun pendarahan tersebut, seorang anggota keluarga Yairus datang memberitahukan kepadaNya bahwa anaknya telah meninggal.

Seolah-olah Tuhan Yesus sudah terlambat! Tetapi Dia mengatakan kepada Yairus agar ia tidak takut dan percaya saja! Dan Yairus mencoba percaya.

Ketika Tuhan Yesus sampai di rumah Yairus, Ia mendapati sudah banyak orang yang menangis dan meratap atas kematian anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun itu. Tuhan Yesus mengusir mereka semua dan berkata bahwa anak itu hanya tidur, yang disambut dengan tawa orang banyak.

Tetapi Tuhan Yesus bertindak.  Ia memegang tangan putri Yairus tersebut seraya berkata dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Tuhan Yesus), “Talita kum!” yang artinya, “Hai Anak, bangunlah!” Anak itu pun bangkit dan hidup kembali! (Markus 5:21-24, 35-43).

 

6. Perempuan Kanaan

Perempuan lain yang dilayani Yesus di Alkitab adalah seorang perempuan Kanaan.

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita, dan dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut. Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel saja.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel. Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan).

Tetapi perempuan Kanaan ini kembali memohon sambil menyembah Yesus. Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing.

Ini adalah sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar. Maksud Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Perempuan ini belum menyerah. Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya. Ini adalah bentuk iman dan kerendahan hati.

Melihat iman dan kerendahan hati perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya. Seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:21-28).

 

7. Perempuan Yang Menyebut Berbahagia Perempuan Yang Melahirkan Yesus

Ada satu hal menarik ketika Tuhan Yesus suatu saat sedang mengajar orang banyak.

Seorang perempuan dari antara orang banyak tersebut tiba-tiba berseru kepada Tuhan Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” (Lukas 11:27).

Maksud perempuan ini tampaknya adalah bahwa betapa beruntungnya perempuan yang melahirkan dan menyusui (merawat dan membesarkan) orang yang cerdas dalam mengajarkan firman Allah, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

Perempuan ini rupanya begitu kagum pada pribadi dan pengajaran Yesus, sehingga dia menganggap betapa berbahagianya perempuan yang melahirkanNya.

Tetapi Tuhan Yesus meluruskan pandangan semacam itu. Bagi Yesus, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Lukas 11:28).

Yesus mengubah pemahaman wanita ini dari hal-hal lahiriah kepada hal-hal rohaniah. Dari hubungan keluarga/ikatan darah kepada hubungan rohani.

 

8. Perempuan Yang DisembuhkanNya Pada Hari Sabat

Suatu ketika, pada hari Sabat, Tuhan Yesus sedang mengajar di sinagoge (rumah ibadah Yahudi). Lalu datanglah seorang perempuan yang dirasuk roh jahat sehingga badannya bungkuk dan tak bisa lagi berdiri dengan tegak.

Perempuan itu sudah 18 tahun menderita penyakitnya itu.

Lalu Tuhan Yesus memanggil dan menyembuhkan wanita yang bungkuk tersebut. maka ia pun sembuh seketika dan memuliakan Allah.

Tetapi hal ini menggusarkan kepala rumah ibadat. Sebab bagi orang Yahudi tidak boleh melakukan aktivitas di hari Sabat, termasuk menyembuhkan orang sakit. Ia meminta agar orang banyak datang untuk disembuhkan di luar hari Sabat.

Tetapi Yesus dengan cerdas menjawab bahwa mereka pasti melepaskan sapi atau keledainya dari kandang dan membawanya ke tempat minuman, bahkan pada hari Sabat.

Demikianlah wanita tersebut harus dilepaskan dari ikatan iblis yang membuatnya sakit selama 18 tahun, sekalipun pada hari Sabat.  Apalagi dia adalah keturunan Abraham, seperti halnya orang-orang Yahudi lainnya.

Dan kepala rumah ibadat dan orang-orang Yahudi lainnya tidak dapat membantah jawaban Tuhan Yesus tersebut (Lukas 13:10-17).

Memang, pandangan orang Yahudi saat itu tentang Sabat sangat sempit.

(Untuk pemahaman yang lebih lengkap tentang Sabat silakan baca: 10 Fakta Tentang Sabat Menurut Alkitab)

 

9. Perempuan Samaria

Perempuan Samaria adalah salah satu perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab.

Ketika Yesus sedang dalam perjalanan pelayananNya, Ia berhenti di suatu sumur, yang disebut sumur Yakub. Saat itu siang hari dan Ia sedang letih dan haus.

Di situ Yesus menjumpai seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air. Seperti nyata kemudian dari perkataan Yesus, perempuan Samaria itu sudah mempunyai 5 orang suami, dan sedang hidup dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Awalnya Yesus meminta air kepada perempuan ini, tetapi ia tidak bersedia memberikannya karena Yesus adalah orang Yahudi (Israel). Memang, orang Samaria tidak bergaul dengan orang Yahudi pada masa itu.

Yesus berkata bahwa jika seandainya perempuan tersebut mengetahui siapa Dia yang sesungguhnya, maka pasti perempuan itu akan meminta air hidup kepadaNya.

Mendengar itu perempuan tersebut berdalih bahwa Yesus tidak punya timba dan sumur tersebut amat dalam.

Namun lewat perbincangan tentang air, Yesus kemudian menceritakan tentang Air Hidup kepada perempuan Samaria tersebut. Melalui itu Yesus pun memberitakan Injil kepadanya. Ia mengenalkan diriNya sebagai Mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel dan bangsa Samaria.

Perempuan Samaria itu menjadi percaya serta bersaksi tentang Yesus kepada orang-orang di seluruh kampungnya, sehingga mereka pun menjadi percaya kepadaNya (Yohanes 4:1-42).

 

10. Perempuan Yang Kedapatan Berzinah

Perempuan terakhir yang dilayani Yesus di Alkitab adalah perempuan yang kedapatan sedang berzinah.

Suatu ketika, Tuhan Yesus sedang mengajar di Bait Allah. Lalu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepadaNya seorang perempuan yang kedapatan berzinah.

Mereka mengatakan kepada Tuhan Yesus bahwa menurut Hukum Taurat perempuan yang berzinah harus dilempari dengan batu hingga mati.

Mereka bertanya bagaimana pendapat Yesus tentang hal ini. Maksud mereka adalah untuk mencobai Yesus dan menjeratNya.

Namun mendengar hal ini Tuhan Yesus tidak memberi respons, ia malah membungkuk dan menulis dengan jariNya di tanah.

Tidak diketahui secara pasti apa yang ditulis oleh Tuhan Yesus saat itu.

Tetapi setelah mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, Ia pun berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu bahwa barangsiapa yang tidak berdosa hendaknya ia yang pertama sekali melempari perempuan itu dengan batu.

Lalu Ia kembali membungkuk dan menulis di tanah.

Mendengar perkataan Yesus itu maka mereka pun bubar dan pulang ke rumah masing-masing, dimulai dari yang paling tua.

Ketika perempuan itu tinggal sendirian bersama Tuhan Yesus, maka Dia bertanya apakah ada yang menghukumnya. Ketika perempuan tersebut menjawab tidak ada, maka Tuhan Yesus berkata bahwa Ia pun tidak akan menghukum perempuan itu.

Yesus menyuruh perempuan itu pulang ke rumahnya, tetapi dengan satu peringatan agar ia tidak mengulangi dosanya (Yohanes 8:2-11).

Kisah ini menjelaskan kasih Allah yang begitu besar bagi orang berdosa, Ia siap mengampuni mereka dan memberi mereka kesempatan kedua untuk hidup yang benar.

Tetapi tidak berarti Tuhan mentolerir dosa, karena Ia juga mengingatkan agar orang yang sudah diampuniNya tidak lagi melakukan dosanya.

 

Itulah 10 perempuan yang dilayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru ketika Ia berada di bumi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!