Loading...
Loading...

10 Perintah Tuhan Yesus Untuk Memberitakan Injil

Artikel ini berisi perintah Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil, bahkan hingga ke seluruh dunia dan kepada segala bangsa.

Pemberitaan Injil adalah penyampaian Berita Injil kepada orang-orang yang belum percaya dengan tuntutan pada pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus.

Pemberitaan Injil bukanlah sebuah dialog agama, juga bukan pelayanan sosial, yang tidak menuntut tanggapan atas pribadi Tuhan Yesus.

Pemberitaan Injil adalah perintah Tuhan Yesus sendiri kepada murid-muridNya.

Baca juga: 10 Perumpamaan Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

Pertama-tama adalah ketika Ia masih berada di dunia, melayani bersama murid-muridNya.

Kemudian, setelah bangkit dari kematian dan akan naik ke surga, Tuhan Yesus kembali memerintahkan murid-muridNya untuk mengabarkan Injil, bahkan lebih masif, hingga ke seluruh dunia dan kepada segala bangsa.

Perintah ini, yang kemudian dikenal sebagai Amanat Agung, disampaikan berkali-kali pada waktu dan cara yang berbeda-beda.

Baca juga: 10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab

Bahkan setelah Ia naik ke surga pun, Ia masih memerintahkan pengikutNya untuk terus memberitakan Injil.

Tentu perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil berlaku bagi semua orang percaya.

Karena itu maka kita pun sebagai gerejaNya harus memberitakan Injil, baik secara kolektif sebagai gereja, maupun secara pribadi.

Nah, artikel ini akan membahas tentang perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil.

Baca juga: 10 Perintah Allah Dan Maknanya

Dua di antaranya adalah perintah untuk memberitakan Injil yang diberikanNya sebelum kematianNya, lima setelah kematian dan kebangkitanNya tetapi sebelum kenaikanNya ke surga, dan tiga setelah kenaikanNya ke surga.

Tujuh perintah Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil tersebut diberikan kepada murid-muridNya secara kolektif, sedangkan tiga lagi diberikan kepada satu orang muridNya.

Berikut pembahasannya.

 

1. Perintah Pertama Kepada 12 MuridNya

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” (Lukas 9:1-2)

Inilah perintah pertama Tuhan Yesus kepada 12 muridNya untuk memberitakan Injil. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka)

Ia mengutus kedua belas muridNya untuk memberitakan Injil ke rumah-rumah sambil menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir setan.

Perintah ini diberikanNya di sekitar pertengahan masa pelayananNya di dunia.

Perintah ini adalah sebagai “latihan” bagi murid-muridNya untuk memberitakan Injil, yang kelak menjadi tugas utama mereka setelah Tuhan Yesus naik ke surga.

Jika sebelumnya para murid hanya menyertai Tuhan Yesus dalam memberitakan Injil, maka sekarang mereka “dilepas” oleh Tuhan Yesus.

Perintah ini sifatnya masih terbatas, hanya kepada bangsa Israel sebagai umat Allah (Matius 10:5-6).

Juga masa pelayanannya hanya sementara, setelah itu mereka kembali kepada Tuhan Yesus yang mengutus mereka.

 

2. Perintah Kepada 70 MuridNya

“Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: … Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”  (Lukas 10:1)

Selain mempunyai kelompok 12 murid, ternyata Tuhan Yesus juga mempunyai kelompok 70 murid, sekalipun Alkitab tidak menyebut nama-nama mereka, sebagaimana dengan 12 muridNya.

Sebagaimana Ia mengutus 12 muridNya untuk memberitakan Injil ke rumah-rumah sambil menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir setan, demikian juga dilakukanNya terhadap 70 muridNya.

Dan setelah kembali dari “ladang pelayanan” (pemberitaan Injil), ketujuh puluh murid ini sangat takjub, sebab setan-setan pun takluk kepada mereka.

Tetapi Tuhan Yesus berkata agar mereka tidak bersukacita karena setan-setan takluk kepada mereka, melainkan karena nama mereka terdaftar di surga (Lukas 10:17-20).

 

3. Perintah Untuk Memberitakan Injil Kepada Segala Bangsa

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Ini adalah salah satu perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil, yang diberikanNya setelah kebangkitanNya dari kematian, dan sebelum kenaikanNya ke surga.

Inilah ayat Alkitab paling terkenal yang berkaitan dengan pemberitaan Injil.

Perintah ini biasa disebut sebagai Amanat Agung, mengingat pentingnya perintah itu dan luasnya jangkauannya.

Tetapi tidak berarti bahwa inilah perkataan Tuhan Yesus yang paling akhir sebelum Ia naik ke surga.

Hanya saja, inilah pesan terakhir Tuhan Yesus kepada murid-muridNya yang dicatat oleh Matius (penulis Injil Matius).

Ini adalah perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya (gerejaNya) untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa, dan menjadikan mereka menjadi muridNya.

Dan Tuhan Yesus berjanji akan senantiasa menyertai gerejaNya dalam penginjilan mereka.

 

4. Perintah Untuk Memberitakan Injil Kepada Segala Makluk

“Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:15-16)

Seperti perintah di atas (poin 3), ini juga merupakan salah satu perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil, yang diberikanNya setelah kebangkitanNya dari kematian, dan sebelum kenaikanNya ke surga.

Ini adalah perintah untuk memberitakan Injil kepada segala makluk, dengan konsekwensi bahwa barangsiapa yang percaya kepada Injil akan diselamatkan, dan yang tidak percaya akan dihukum.

Perintah ini sangat mirip dengan perintah dalam poin 3 di atas.

Sehingga banyak orang yang menganggap bahwa kedua perintah ini adalah perintah yang sama, yang ditulis secara berbeda oleh dua penulis Injil (Matius dan Markus).

Kendati demikian, sangat mungkin bahwa kedua perintah ini adalah dua perintah yang berbeda, yang diberikan oleh Tuhan Yesus di waktu yang berbeda.

Apalagi jika kita mengingat bahwa Tuhan Yesus, setelah kebangkitanNya, selama 40 hari secara berulang-ulang menampakkan diri dan mengajar murid-muridNya (Kisah Para Rasul 1:3), yang tentu memberi perintah untuk memberitakan Injil juga.

Jadi Tuhan Yesus dalam kurun waktu 40 hari pasti berulang-kali memberi perintah untuk memberitakan Injil kepada murid-muridNya dengan cara atau bahasa yang berbeda-beda.

 

5. Perintah Untuk Memberitakan Pertobatan Dan Pengampunan Dosa

Kata-Nya kepada mereka: Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Lukas 24:46-48).

Setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa Mesias harus menderita dan mati.

Kemudian berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa dalam namaNya harus disampaikan kepada segala bangsa.

Dia juga berkata bahwa murid-muridNya harus menjadi saksi atas hal tersebut.

Jelas di sini bahwa Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk memberitakan Injil, yakni memberitakan diriNya sebagai Mesias yang telah menderita dan mati demi pengampunan dosa manusia.

Berbeda ketika Ia belum bangkit dari kematian, yang sering melarang murid-muridNya untuk memberitahukan bahwa Ia adalah Mesias (Matius 16:20), setelah kebangkitanNya Tuhan Yesus justru memerintahkan murid-muridNya untuk memberitakan bahwa Ia adalah Mesias.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!