10 Perintah Tuhan Yesus Untuk Memberitakan Injil

 

6. Perintah Untuk Mengampuni Dosa Orang

“Maka kata Yesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yohanes 20:21-23)

Dalam Injil Yohanes dijelaskan bahwa Tuhan Yesus datang pada malam hari di hari Minggu, hari di mana Ia bangkit, kepada murid-muridNya.

Ia masuk ke dalam ruangan yang pintunya terkunci karena para murid takut terhadap orang-orang Yahudi.

Hal ini berarti bahwa secara fisik Ia punya tubuh kebangkitan yang berbeda, yang bisa menembus ruang.

Kepada murid-muridNya Tuhan Yesus membuktikan kebangkitanNya dengan menunjukkan bekas luka-lukaNya. (Baca: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya)

Tuhan Yesus juga memberi perintah kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil.

Ia juga memberi kuasa kepada mereka untuk mengampuni dan tidak mengampuni dosa orang lain.

Maksudnya, dengan kuasa Roh Kudus para murid dimampukan untuk menilai siapa saja yang layak diampuni, berdasarkan pertobatan dan imannya kepada Tuhan Yesus.

 

7. Perintah Untuk Menjadi Saksi Kristus Hingga Ke Ujung Bumi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Inilah pesan terakhir Tuhan Yesus kepada murid-muridNya sebelum Ia naik ke surga.

Ia memerintahkan mereka untuk memberitakan Injil hingga ke ujung bumi. Maksudnya ke segala tempat, dan ke segala bangsa.

Hal ini dimulai dari wilayah yang paling dekat (Yerusalem), lalu ke wilayah yang lebih luas (Yudea), kemudian wilayah yang lebih jauh lagi (Samaria), hingga akhirnya ke segala penjuru dunia (ujung bumi).

Namun semuanya ini baru bisa dilakukan oleh para murid setelah mereka dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus, 10 hari setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

 

8. Perintah Kepada Paulus Di Bait Allah

“Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku…. Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.” (Kisah Para Rasul 22:17-19, 21)

Ini adalah kesaksian rasul Paulus setelah ia bertobat dan dipanggil menjadi rasul. (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

Sebelum bertobat, ia bernama Saulus, dan ia telah membunuh dan menganiaya banyak orang Kristen.

Namun ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik, Siria, untuk menganiaya dan membunuh orang Kristen, maka Saulus pun bertobat setelah Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya melalui cahaya yang sangat terang (Kisah Para Rasul 9:1-9).

Karena Paulus memberitakan Injil kepada banyak orang, termasuk kepada orang Yahudi, teman sebangsa Paulus sendiri, maka Paulus ditangkap ketika ia sedang beribadah di Bait Allah di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:27-36).

Namun Paulus melakukan pembelaan di hadapan orang-orang Yahudi yang menangkapnya, dengan menceritakan kisah pertobatannya.

Di sinilah Paulus menceritakan bahwa setelah ia bertobat, dan memberitakan Injil, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya. (Baca: 4 Penampakan Yesus Setelah KenaikanNya Ke Surga)

Tuhan Yesus memerintahkan Paulus agar segera meninggalkan orang-orang Yahudi di Yerusalem, yang tidak akan mendengar pemberitaannya tentang Dia.

Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan mengutus Paulus ke bangsa-bangsa lain, yakni bangsa-bangsa non-Yahudi.

Jelas, Tuhan Yesus memerintahkan rasul Paulus untuk memberitakan Injil ke bangsa-bangsa non-Yahudi, bukan hanya kepada orang-orang Yahudi, umat pilihan Allah.

Hal ini dituruti oleh rasul Paulus. Ia meninggalkan orang-orang Yahudi di Yerusalem dan pergi ke bangsa-bangsa lain.

 

9. Perintah Kepada Paulus Di Korintus

“Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” (Kisah Para Rasul 18:9-10)

Ketika Rasul Paulus memberitakan Injil di Korintus, banyak orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Namun orang-orang Yahudi memusuhi Paulus sehingga ia meninggalkan mereka.

Karena itu, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Paulus lewat sebuah penglihatan.

Tuhan Yesus menguatkan Paulus agar ia tidak takut.

Tuhan Yesus juga memerintahkan Paulus agar ia terus memberitakan Injil dan jangan diam!

Tuhan Yesus berkata bahwa Dia akan menyertai Paulus.

Hal ini dituruti oleh Paulus.

Ia tinggal di Korintus selama 1,5 tahun lagi dan memberitakan Injil di kota tersebut (Kisah Para Rasul 18:11).

 

10. Perintah Kepada Paulus Di Dalam Penjara

“Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma. (Kisah Para Rasul 23:11)

Ketika Paulus ditahan oleh pemerintah Romawi setelah ditangkap di Bait Allah (lihat poin 8 di atas), maka orang-orang Yahudi berkomplot untuk membunuhnya secara licik.

Tetapi rencana busuk mereka itu dapat diketahui oleh Paulus, sehingga ia dijaga secara ketat oleh para prajurit Romawi.

Sekalipun rencana jahat orang-orang Yahudi untuk membunuh Paulus dapat digagalkan, namun tentu hal ini bisa membuat Paulus menjadi takut dan patah semangat.

Dan halangan yang besar masih akan dihadapi oleh Paulus dalam tugasnya memberitakan Injil.

Karena itulah Tuhan Yesus menampakkan diri lagi kepadanya.

Tuhan Yesus berdiri di samping Paulus dan menguatkan Paulus!

Tuhan Yesus berkata bahwa sebagaimana Paulus dengan berani telah bersaksi tentang Dia di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya Paulus pergi bersaksi di Roma!

Jadi Tuhan Yesus memerintahkan rasul Paulus untuk memberitakan Injil di Roma, ibu kota Kerajaan Romawi.

Alkitab berkata bahwa Paulus akhirnya tiba di kota Roma, dan di situ ia memberitakan Injil selama dua tahun (Kisah Para Rasul 28:17-31).

Bahkan dari tradisi gereja kita tahu bahwa Paulus dengan tak gentar mati martir di kota Roma pada zaman kaisar Nero karena memberitakan Injil. (Baca: 10 Penginjil Terbesar Di Alkitab)

 

Itulah 10 perintah Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil, bahkan hingga ke seluruh dunia, ke segala bangsa.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!