Loading...

10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman

Loading...

 

4. Kebangkitan Orang Percaya

Peristiwa terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman salah satunya adalah kebangkitan orang percaya dari kematian.

Kebangkitan orang mati banyak disebutkan di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama terutama disebutkan di dalam kitab Daniel, Mazmur dan Yesaya. Sementara di Perjanjian Baru kebangkitan orang mati disebutkan di banyak kitab, seperti dalam keempat Kitab Injil, Kisah Para Rasul, 1 Korintus, 1 Tesalonika, dan dalam kitab Wahyu.

Semua orang, baik orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, maupun mereka yang tidak percaya kepadaNya, akan dibangkitkan kembali pada akhir zaman.

Namun dari kitab Wahyu (Wahyu 20) kita ketahui bahwa kebangkitan orang mati yang percaya Tuhan Yesus dengan mereka yang tidak percaya kepadaNya tidaklah terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

Ketika Kristus datang kembali, dan sementara Ia masih berada di udara, maka orang-orang percaya yang sudah mati akan dibangkitkan terlebih dahulu. Kemudian, orang percaya yang dibangkitkan dan orang percaya yang masih hidup ketika Kristus datang, akan diangkat bersama-sama untuk menyongsong Kristus di udara (1 Tesalonika 4:16-17).

Akan tetapi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, belum dibangkitkan pada waktu itu.

 

5. Pengadilan Orang Percaya

Setelah Kristus turun ke bumi, maka dimulailah pengadilan terhadap orang-orang percaya. Di dalam Alkitab berulang kali disebut akan ada pengadilan terhadap semua manusia pada akhir zaman, baik bagi orang percaya maupun bagi orang yang tidak percaya.

Tetapi dari Wahyu 20 kita tahu bahwa pengadilan itu tidak terjadi secara berbarengan, pengadilan orang percaya dengan orang yang tidak percaya tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Ternyata orang percaya yang terlebih dahulu diadili, sebagaimana mereka yang lebih dahulu dibangkitkan.

Secara khusus dalam 2 Korintus 5:10 disebut tentang pengadilan Kristus bagi orang percaya. Tujuan pengadilan terhadap orang percaya bukan untuk menentukan apakah mereka selamat atau tidak, karena mereka pasti sudah selamat, tetapi maksudnya adalah untuk mendapatkan mahkota dan mengalami keuntungan ataupun kerugian (1 Korintus 3:12-15).

 

6. Kerajaan Seribu Tahun

Kerajaan seribu tahun atau kerajaan milenium adalah masa pemerintahan Tuhan Yesus bersama umatNya di bumi yang terjadi selama seribu tahun (baik secara harfiah maupun secara kiasan).

Istilah kerajaan seribu tahun sebenarnya hanya disebut dalam Kitab Wahyu pasal 20, tetapi jelas konsep ini didukung oleh bagian-bagian lain di Alkitab dengan istilah-istilah yang berbeda.

Konsep tentang kerajaan seribu tahun juga ditemukan dalam kepercayaan orang Yahudi zaman intertestamental (masa antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, lamanya sekitar 400 tahun). Namun di Perjanjian Lama pun sebenarnya sudah ada dibicarakan tentang kerajaan ini.

Misalnya di dalam kitab Daniel. Di kitab Daniel memang tidak disebut istilah kerajaan seribu tahun. Namun jelas dikatakan bahwa Anak Manusia, yakni Tuhan Yesus, diberi pemerintahan oleh Yang Lanjut Usianya, yakni Allah Bapa (Daniel 7:13-14).

Demikian juga dalam nubuat nabi-nabi lainnya, seperti Yesaya dan Yeremia. Mereka bernubuat tentang masa keemasan pemerintahan mesias di masa depan, masa pemerintahan yang adil dan damai (misalnya, Yesaya 9:6-7; Yeremia 23:5-6).

Menurut 1 Korintus 15:24-25, setelah segala sesuatu ditaklukkan di bawah kaki Kristus, Ia akan menaklukkan diriNya sendiri kepada BapaNya. Artinya Dia menyerahkan kerajaanNya itu kembali kepada Bapa, sekalipun kerajaan seribu tahun juga adalah kerajaan Allah Bapa.

Namun konsep kerajaan seribu tahun ini baru jelas setelah disebutkan di dalam kitab Wahyu. Dikatakan bahwa orang-orang percaya akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun (Wahyu 20:1-6). Pada masa itu dikatakan bahwa iblis akan diikat selama seribu tahun (artinya ia tidak bisa lagi menggoda manusia berbuat dosa).

Dan setelah masa kerajaan seribu tahun itu berakhir ia akan dilepaskan untuk waktu yang singkat dan akan menyesatkan banyak orang di bumi. Ia juga akan mengumpulkan para pengikutnya untuk berperang terhadap orang-orang percaya, yakni perang Gog dan Magog, tetapi api dari sorga akan menghanguskan mereka dan iblis itu akan dimasukkan ke neraka dan disiksa siang dan malam (Wahyu 20:7-10).

Kerajaan seribu tahun langsung mengikuti masa pengadilan orang percaya. Setelah orang percaya diadili, dengan mendapat mahkota masing-masing, maka mereka akan memerintah bersama Kristus di bumi selama seribu tahun.

 

7. Kebangkitan Orang Yang Tidak Percaya

Peristiwa terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman adalah kebangkitan orang yang tidak percaya.

Seperti telah disebutkan di atas, kebangkitan orang-orang yang percaya dengan kebangkitan orang-orang yang tidak percaya tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Demikian juga dengan pengadilan terhadap orang-orang percaya dan pengadilan terhadap orang-orang yang tidak percaya tidak berlangsung secara bersamaan.

Kedua kebangkitan dan pengadilan ini dipisahkan oleh masa kerajaan seribu tahun. Kebangkitan dan pengadilan orang-orang yang tidak percaya dicatat di dalam Wahyu 20:11-15.

Setelah masa kerajaan seribu tahun berakhir, maka semua orang mati yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, yang belum dibangkitkan sebelum berakhirnya masa kerajaan seribu tahun, akan dibangkitkan.

Loading...
12 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!