10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab

Artikel ini berisi pokok-pokok ajaran Yesus menurut Alkitab, yang diajarkanNya ketika Ia hidup dan melayani di bumi.

Semasa hidup dan melayani di bumi, Tuhan Yesus dikenal sebagai seorang pengajar atau guru, yang kerap mengajar murid-muridNya dan orang banyak dalam berbagai kesempatan.

Tuhan Yesus bahkan dikenal sebagai seorang Guru Agung, karena ajaran-ajaranNya yang bernilai luhur serta caraNya yang berkuasa dalam mengajar.

Orang banyak sangat senang dengan pengajaranNya, dan memandangNya sebagai seorang pengajar/guru agama yang berkuasa, jauh melebihi para ahli Taurat Yahudi (Matius 7:28-29).

Baca juga: 10 Perumpamaan Yesus Terpopuler Sepanjang Masa

Dan banyak orang di Alkitab yang menyapaNya sebagai guru; bukan hanya murid-muridNya, tetapi juga orang lain yang tidak termasuk muridNya (Lukas 18:18; 19:39).

Hal ini jelas menunjukkan bahwa pada masaNya Tuhan Yesus sangat dihormati oleh banyak orang sebagai seorang guru.

Bukan hanya pada zaman Alkitab, pada masa kini pun banyak tokoh dunia yang mengagumi ajaran-ajaran Tuhan Yesus yang punya nilai moral yang tinggi, sekalipun mereka bukan orang yang percaya kepadaNya.

Baca juga: 10 Mujizat Yesus Terbesar Sepanjang Masa

Salah satu orang seperti ini adalah Mahatma Gandhi, pemimpin spiritual India yang terkenal itu.

Mahatma Gandhi terutama sangat mengagumi pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus dalam Khotbah di Bukit (Matius 5-7).

Memang, pengajaran-pengajaran Tuhan Yesus begitu mendalam sehingga layaklah Dia disebut sebagai Guru paling Agung sepanjang masa.

Lalu, apa sajakah pokok-pokok ajaran Yesus yang diajarkanNya kepada murid-muridNya dan kepada orang banyak?

Baca juga: 10 Gelar Yesus Terpopuler Di Alkitab

Di bawah ini dicatat 10 pokok ajaran Yesus menurut Alkitab, yakni topik/tema ajaran yang paling sering diajarkanNya, baik kepada murid-muridNya maupun kepada orang banyak.

Ajaran-ajaran apa sajakah yang termasuk ke dalam 10 pokok ajaran Yesus menurut Alkitab? Berikut daftarnya.

 

1. Kerajaan Allah

Pokok ajaran Yesus yang pertama adalah Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga.

Tujuan utama Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Hal pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika Ia melayani di bumi adalah seruan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (Markus 1:14-15).

Pokok-pokok pengajaran Tuhan Yesus yang lain sangat erat kaitannya dengan pokok pengajaran Kerajaan Allah ini.

Kerajaan Allah adalah suatu kerajaan di mana Allah sendiri yang menjadi Rajanya.

Kerajaan Allah mencakup seluruh bumi dan surga, atau seluruh alam semesta dan segala isinya.

Ketika salah satu malaikat Allah (Lucifer) memberontak kepadaNya dan menjadi iblis, ia merongrong Kerajaan Allah secara tidak sah.

Apalagi sejak iblis menggoda manusia pertama (Adam dan Hawa) sehingga jatuh ke dalam dosa, maka iblis secara sepihak berkuasa atas manusia.

Lewat kedatangan Tuhan Yesus ke bumi, terutama oleh kematianNya di kayu salib, maka Allah merebut kembali manusia dari tangan iblis serta menghukum iblis.

Tetapi Kerajaan Allah yang sepenuhnya dan seutuhnya baru akan terjadi pada akhir zaman, saat kedatangan Tuhan Yesus ke dunia untuk kedua kalinya.

 

2. Pertobatan

Pokok ajaran Yesus yang kedua adalah  pertobatan.

Seperti telah disebut sebelumnya (poin 1 di atas), Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Karena itu Ia menyerukan manusia untuk bertobat dan percaya kepada Injil (Markus 1:15).

Sebab hanya dengan demikianlah seseorang bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah dan terhindar dari hukuman kekal di neraka.

Bahkan orang Israel sekalipun, umat pilihan Allah, harus bertobat jika tidak ingin binasa (Lukas 13:3, 5).

Kehidupan tanpa pertobatan dan hanya percaya kepada Tuhan secara agamawi dan legalistik, tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 5:20).

Dalam perumpamaan-perumpamaanNya, Tuhan Yesus banyak mengajar tentang pertobatan.

Misalnya, perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15).

Pertobatan adalah perubahan hati, pikiran, cara pandang, dan orientasi hidup.

Jika sebelumnya manusia hidup di dalam dosa dan menjauhi Allah, maka kini mereka harus bertobat serta menjauhi dosa dan cara hidup yang tidak berkenan kepadaNya.

 

3. Kasih 

Pokok ajaran Yesus lainnya adalah kasih.

Kasih itu terdiri dari dua bagian, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa kedua hukum itulah yang terutama dari Hukum Taurat dan bahwa seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi tergantung kepadanya (Matius 22:34-40).

Kasih kepada Allah adalah yang utama dan menyangkut seluruh aspek hidup kita, yakni dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan.

Kasih kepada Allah harus melebihi kasih kita kepada siapa pun dan kepada apa pun.

Kasih yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Apa yang kita inginkan untuk dilakukan oleh orang lain kepada kita, hendaknya demikian juga kita memperlakukan orang lain.

Sebaliknya, apa yang tidak kita inginkan untuk dilakukan oleh orang lain kepada kita, maka hendaknya jangan kita melakukannya kepada orang lain (Matius 7:12).

Maksudnya, kita membuat standard yang sama kepada diri kita sendiri dan kepada orang lain/sesama.

Tuhan Yesus membuat cakupan kasih terhadap sesama ini sangat luas, bahkan musuh pun harus dikasihi (Matius 5:43-48).

 

4. Kekudusan Hidup

Pokok ajaran Yesus berikutnya adalah kekudusan hidup.

Dalam pengajaranNya yang terkenal kepada murid-muridNya dan orang banyak, yang dikenal sebagai Khotbah di Bukit, Tuhan Yesus menegaskan pentingnya kekudusan hidup dan menjauhi dosa.

Dalam khotbahNya tersebut, beberapa pokok ajaran dalam Hukum Taurat Yahudi diperdalam oleh Tuhan Yesus.

Misalnya tentang pembunuhan. Bagi orang Yahudi pada masa itu pembunuhan dipahami sebagai menghilangkan nyawa orang lain.

Tetapi bagi Tuhan Yesus, marah terhadap sesama dan menyebutnya kafir! sudah dianggap pembunuhan sehingga termasuk dosa yang harus dihukum berat (Matius 5:21-22).

Demikian juga dengan perzinahan, yang pada masa itu dipahami sebagai hubungan seksual antara seseorang dengan yang bukan pasangannya.

Tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang melihat seorang perempuan (demikian juga sebaliknya) dan menginginkannya, sudah termasuk ke dalam perzinahan (Matius 5:27-28).

Karena itu, Tuhan Yesus mengatakan bahwa  jika mata kita menyebabkan kita berdosa maka lebih baik kita mencungkilnya, dan jika tangan kita menyebabkan kita berdosa maka lebih baik kita memotongnya agar kita tidak masuk neraka (Matius 5:29-30).

Tentu perkataan Tuhan Yesus tersebut adalah sebuah kiasan, tetapi hal itu menggambarkan betapa berbahayanya hidup dalam dosa dan betapa anak-anak Allah harus hidup kudus seperti Allah yang adalah kudus.

Itulah sebabnya orang-orang yang telah disembuhkan atau diampuniNya diperingatkanNya agar tidak lagi melakukan dosa (Yohanes 5:14; 8:11).

 

5. Kerendahan Hati

Pokok ajaran Yesus selanjutnya adalah kerendahan hati.

Tuhan Yesus adalah seorang yang rendah hati. Karena itu Ia juga banyak mengajar tentang kerendahan hati.

Salah satunya adalah tentang cara duduk di sebuah pesta, agar tidak duduk di bagian depan, tetapi di bagian belakang (Lukas 14:7-11).

Contoh lainnya adalah dalam perumpamaanNya tentang seorang farisi dan seorang pemungut cukai yang sama-sama berdoa di Bait Allah.

Orang farisi tersebut berdoa dengan menyombongkan dirinya yang rajin beribadah dan beramal serta merendahkan si pemungut cukai.

Sementara pemungut cukai tersebut, karena sadar akan dosa-dosanya, merendahkan diri di hadapan Tuhan serta memohon belas kasih dan pengampunanNya.

Dan doa pemungut cukai itu dikabulkan oleh Tuhan, sedangkan doa orang farisi tersebut tidak (Lukas 18:9-14).

Dalam dua kesempatan itu, Tuhan Yesus mengungkapkan “kata-kata mutiara” yang terkenal tentang kerendahan hati.

“Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

4 komentar untuk “10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!