10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab

 

6. Doa

Pokok ajaran Yesus lainnya adalah doa.

Tuhan Yesus senang berdoa dan menjadikan doa sebagai gaya hidupNya sehari-hari.

Tetapi Dia juga – dalam berbagai kesempatan – mengajar murid-muridNya untuk berdoa.

Sehingga tidak heran bahwa doa menjadi salah satu dari pokok ajaran Tuhan Yesus.

Kita pasti sudah tahu bahwa Tuhan Yesus pernah mengajar murid-muridNya untuk berdoa, yang kita kenal sebagai doa “Bapa Kami”.

Ia juga mengajar murid-muridNya untuk berdoa secara pribadi di dalam kamar mereka, tanpa dilihat oleh orang lain, dan tanpa bertele-tele (Matius 6).

Dalam perumpamaanNya tentang seorang hakim yang tidak benar, Tuhan Yesus menekankan pentingnya berdoa secara bertekun dan tanpa jemu-jemu (Lukas 18:1-8).

 

7. Iman

Pokok ajaran Yesus berikutnya adalah iman.

Iman yang dimaksud di sini terutama bukanlah iman yang menyelamatkan, yakni iman bahwa Yesus adalah Tuhan/Anak Allah/Juruselamat (sekalipun hal itu juga kadang tercakup).

Tetapi iman yang dimaksud di sini terutama adalah keyakinan bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus sanggup melakukan perkara besar dalam hidup manusia.

Kepada murid-muridNya Tuhan Yesus berkata bahwa jika mereka mempunyai iman sebesar biji sesawi saja (biji terkecil pada masa itu), maka mereka dapat  memindahkan gunung (Matius 17:20; 21:21).

Dan dengan pertanyaan retoris, Tuhan Yesus bertanya, jika Dia kelak datang untuk kedua kalinya, apakah Dia mendapati iman di bumi? (Lukas 18:8).

Orang-orang yang menginginkan kesembuhan dari Tuhan Yesus sering kali Dia teguhkan dengan kata-kata, “Imanmu telah menyelamatkan engkau” (Markus 5:34).

Bahkan orang-orang dari bangsa non-Israel yang punya iman, mendapat pujian dari Tuhan Yesus melebihi bangsa Israel, seperti perwira Romawi yang punya hamba yang sakit (Matius 8:10).

Hal-hal ini semua menunjukkan betapa senangnya Tuhan Yesus dengan orang-orang yang menunjukkan iman dan betapa Ia berharap anak-anakNya hidup dengan iman.

 

8. Pengampunan

Pokok ajaran Yesus yang lainnya adalah pengampunan.

Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, telah mengampuni dosa manusia.

Karena itu Allah menuntut agar mereka yang telah mengalami pengampunan Allah bersedia untuk mengampuni sesamanya.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni dosa sesama kita (Matius 6:12).

Jika ia tidak mengampuni dosa sesamanya maka Tuhan pun tidak akan mengampuni dosanya (Matius 6:14-15) .

Dalam perumpamaanNya tentang pengampunan, Tuhan Yesus menegaskan kembali bahwa seseorang yang telah diampuni Tuhan namun tidak mengampuni sesamanya akan Tuhan hukum (Matius 18:21-35).

 

9. Pemberitaan Injil

Pokok ajaran Yesus berikutnya adalah pemberitaan Injil.

Sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di bumi, ajaran tentang pemberitaan Injil, termasuk perintah untuk memberitakan Injil, baru jelas pada akhir masa pelayananNya di dunia.

Hal tersebut dapat kita lihat dalam perintahNya untuk memberitakan Injil yang kita kenal sebagai Amanat Agung, sesaat sebelum Ia naik ke surga.

Amanat Agung ini begitu penting sehingga dicatat dalam keempat kitab Injil dan Kitab Kisah Para Rasul dengan konteks dan bentuk yang berbeda-beda (Matius 28:19-20; Markus 16:15-16; Lukas 24:46-48; Yohanes 20:21; Kisah Para Rasul 1:8).

Kendati demikian, sejatinya ajaran tentang pemberitaan Injil sudah muncul bahkan di masa-masa awal pelayanan Tuhan Yesus.

Ketika Tuhan Yesus sedang melayani perempuan Samaria, Ia juga berkata kepada murid-muridNya bahwa ladang sudah menguning dan siap untuk dituai (Yohanes 4:35).

Jelas hal ini berbicara tentang pemberitaan Injil.

Hal ini lebih jelas lagi ketika Ia mengutus 12 muridNya (Matius 10) dan 70 muridNya (Lukas 10) untuk memberitakan Injil kepada bangsa Israel.

Pemberitaan Injil adalah suatu usaha untuk memperluas Kerajaan Allah hingga tiba akhir zaman.

 

10. Akhir Zaman

Pokok ajaran Yesus yang terakhir menurut Alkitab adalah akhir zaman.

Akhir zaman atau eskatologi berbicara tentang hal-hal yang akan datang, yang akan terjadi di masa depan.

Telah disebutkan bahwa Kerajaan Allah yang diberitakan Tuhan Yesus baru datang sepenuhnya pada akhir zaman (lihat poin 1 di atas).

Karena itu tidak mengherankan bahwa akhir zaman adalah salah satu dari pokok-pokok ajaran Tuhan Yesus.

Ajaran tentang akhir zaman mencakup kedatangan Tuhan Yesus kedua kali dan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya: kebangkitan orang mati, penghakiman, dan Kerajaan Mesianik.

Dalam kaitan ini Tuhan Yesus juga mengajarkan sikap yang benar dalam menantikan kedatanganNya.

Tuhan Yesus banyak mengajar murid-muridNya – termasuk melalui perumpamaan-perumpamaanNya – tentang kedatanganNya kedua kali yang menuntut kesetiaan dan kesiap-siagaan.

Hal ini terutama dapat kita baca dalam Khotbah Tentang Akhir Zaman (Matius 24-25).

 

Itulah 10 pokok ajaran Yesus menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

4 komentar untuk “10 Pokok Ajaran Yesus Menurut Alkitab”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!