Loading...

10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab

Loading...

 

Artikel ini berisi 10 raja Israel terbesar di Alkitab.

Sebagai sebuah bangsa, pemimpin pertama Israel adalah Musa. Musa memimpin bangsa Israel selama 40 tahun, sejak mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian atau Tanah Kanaan.

Musa hanya mengantarkan bangsa Israel sampai perbatasan Tanah Perjanjian. Ia meninggal di gunung Nebo, di puncak Pisga, dan tidak bisa memasuki Tanah Kanaan, dikarenakan ia tidak taat kepada Tuhan.

Musa kemudian digantikan oleh Yosua, abdi Musa, sebagai pemimpin Israel. Ia membawa bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian dan berperang melawan bangsa-bangsa asli Tanah Kanaan. Lalu Yosua membagi tanah tersebut di antara suku-suku Israel.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Setelah Yosua mati, maka bangsa Israel selanjutnya dipimpin oleh para hakim. Hakim yang dimaksud di sini bukanlah hakim di pengadilan, seperti yang kita pahami saat ini, melainkan pemimpin tertinggi bangsa Israel di bidang politik dan pemerintahan.

Setelah masa pemerintahan para hakim, maka bangsa Israel seterusnya dipimpin oleh seorang raja, termasuk ketika kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Israel (di Utara) yang terdiri dari 10 suku, dan Yehuda (Selatan) yang terdiri dari 2 suku.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru

Sepanjang sejarahya, kerajaan Israel, baik ketika masih bersatu, maupun setelah pecah menjadi kerajaan Israel Utara dan kerajaan Israel Selatan (Yehuda), telah menghasilkan banyak raja.

Sebagian di antara mereka adalah raja-raja yang hebat, yang memberi pengaruh yang kuat bagi rakyat yang mereka pimpin, memperluas wilayah Israel, melakukan pembangunan besar-besaran, serta menaklukkan musuh-musuh Israel.

Baca juga: 7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab

Pasca pecahnya kerajaan Israel menjadi dua, kerajaan Yehuda hanya dipimpin oleh raja dari suku Yehuda, yakni dinasti Daud. Sedangkan kerajaan Israel Utara dipimpin oleh raja-raja dari berbagai suku, sekalipun terdapat juga beberapa dinasti yang memerintah dalam kurun waktu tertentu.

Artikel kali ini akan membahas 10 raja Israel terbesar di Alkitab, yakni Kerajaan Israel bersatu, Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) dan Kerajaan Israel Utara.

Siapa sajakah 10 raja Israel terbesar di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Daud (Raja Israel Bersatu)

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul.

Awalnya Daud hanyalah seorang gembala kambing domba ayahnya.

Namun, ketika Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel (lihat poin 10 di bawah), maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja Israel menggantikan Saul. Daud diurapi secara rahasia, tanpa sepengetahuan Saul (1 Samuel 16:1-13).

Saat itu Daud masih sangat muda, diperkirakan sekitar 20 tahun.

Lalu Daud menjadi hamba Saul di istana. Ia bermain kecapi setiap kali roh jahat menghinggapi Saul, sebab sejak Roh Allah undur dari Saul, roh jahat menghinggapinya. Dan roh jahat itu keluar dari Saul setiap kali Daud bermain kecapi (1 Samuel 16:14-23).

Daud kemudian tampil sebagai pembela bagi Israel, tatkala Goliat, pahlawan Filistin, datang menakut-nakuti bangsanya.

Saat itu tidak ada seorang pun dari antara bangsa Israel yang berani menghadapi ancaman Goliat. Dan dengan sebuah pengumban di tangan, serta keyakinan akan pertolongan Tuhan, Daud pun berhasil mengalahkan Goliat (1 Samuel 17:1-58).

Sejak itu Daud menjadi terkenal dan mendapat simpati dari rakyat Israel. Hal ini membuat Saul iri hati kepadanya. Bahkan Saul berusaha untuk membunuh Daud lewat perantaraan orang Filistin, ketika Saul dengan licik menginginkan Daud menjadi menantunya (1 Samuel 18:6-30).

Sejak itu dan seterusnya, hingga kematian Saul, Daud selalu diburu oleh Saul. Tetapi Daud selalu luput, sebab Tuhan menyertai Daud.

Karena itulah, selama Saul masih hidup, Daud tidak bisa langsung merasakan empuknya kursi kerajaan, sekalipun ia telah diurapi menjadi raja Israel. Dan Saul belum mau turun tahta, sekalipun ia telah ditolak Tuhan sebagai raja umatNya, Israel.

Barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja bangsa Israel sepenuhnya.

Awalnya Daud memerintah di Hebron atas suku Yehuda, sukunya sendiri. Lalu ia memerintah atas seluruh suku-suku Israel. Ia merebut Yerusalem dari tangan orang Yebus dan menjadikannya sebagai ibu kota Israel (Baca: 10 Fakta Tentang Yerusalem Yang Perlu Anda Tahu)

Selama pemerintahan Daud selama 40 tahun, Israel menjadi sebuah bangsa yang besar dan jaya serta disegani oleh musuh-musuh mereka/bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa tersebut semua berhasil dikalahkan Daud (2 Samuel 8:1-14).

Namun Daud tidaklah sempurna. Ia pernah melakukan dosa besar di hadapan Tuhan, terutama perzinahannya dengan Batsyeba yang mendatangkan hukuman Tuhan baginya (2 Samuel 11-12).

Tetapi pertobatannya yang sungguh-sungguh dapat memulihkan kebesarannya kembali sebagai raja Israel.

Itulah sebabnya, Daud adalah seorang raja yang diperkenan Tuhan sehingga Dia menjadikan Daud sebagai “patokan raja yang benar” bagi raja-raja Israel/Yehuda berikutnya.

Seorang raja Israel/Yehuda dianggap benar jika ia hidup seperti Daud, dan dianggap tidak benar jika ia tidak hidup seperti Daud (misalnya, 1 Raja-raja 15:3, 11).

Hingga kini orang Israel masih menantikan kejayaan bangsa Israel seperti pada masa pemerintahan raja Daud zaman dulu. Hal ini mereka harapkan dalam pemerintahan Sang Mesias yang disebut sebagai Anak Daud. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Tuhan memang telah mengikat perjanjianNya dengan Daud, dan akan mendudukkan keturunannya menjadi raja Israel turun-temurun, terutama lewat pribadi Mesias (2 Samuel 7:1-29).

Tidak diragukan lagi, Daud adalah raja terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa Israel, umat pilihan Allah.

 

2. Salomo (Raja Israel Bersatu)

Salomo adalah raja Israel ketiga setelah Saul dan Daud. Salomo diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya, Daud, menjelang kematian Daud.

Salomo dikenal terutama karena hikmatnya.

Ketika Tuhan memberi Salomo kesempatan untuk meminta apa pun kepadaNya, maka Salomo meminta hikmat kepadaNya. Tuhan mengabulkan permintaan Salomo dan memberinya hikmat (1 Raja-raja 3:1-15).

Hikmat Salomo ini sangat terkenal hingga ke bangsa-bangsa lain. Sampai-sampai ratu negeri Syeba datang dari negerinya mengunjungi Salomo untuk “melihat” hikmatnya. (Baca: 10 Tokoh Besar Alkitab Tetapi Lebih Kecil Dari Yesus)

Selain memberinya hikmat, Tuhan juga memberkati Salomo secara berlimpah-limpah. Alkitab berkata bahwa Salomo lebih kaya daripada seluruh raja di bumi pada masanya, yang bisa ditafsirkan bahwa dialah orang terkaya di bumi pada masa itu. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya)

Salomo jugalah yang membangun Bait Allah di Yerusalem (1 Raja-raja 6:1-38). Sebelumnya, ayahnya, Daud, yang ingin membangun Rumah Allah tersebut, namun Tuhan menolaknya karena tangannya berlumuran darah. (Baca: 7 Tokoh Alkitab Yang Doanya Tidak Dikabulkan)

Seperti ayahnya Daud, Salomo memerintah selama 40 tahun. Selama masa pemerintahannya, Israel dalam keadaan aman, makmur, dan sangat disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Salomo berhasil mengalahkan raja-raja di bumi, yang menjadi musuh bangsanya, Israel. Mereka takluk kepadanya dan memberi upeti kepada sang raja (1 Raja-raja 4:21-34).

Namun sayang, di kemudian hari Salomo justru jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala dan meninggalkan Tuhan yang telah begitu memberkatinya. Hal ini terjadi karena Salomo pada masa tuanya dipengaruhi oleh istri-istrinya yang adalah penyembah berhala.

Hal ini terjadi karena Salomo punya “hoby” menikah, khususnya dengan perempuan dari bangsa lain yang tidak menyembah Allah Israel. Salomo mempunyai 700 istri sah dan 300 gundik sehingga total ia punya 1000 istri!

Akibat dosa Salomo ini, kerajaan Israel dipecah Tuhan menjadi dua: Israel utara dan Israel Selatan/Yehuda (1 Raja-raja 11:1-13).

Tetapi hal ini baru terjadi pada masa pemerintahan anak Salomo, Rehabeam (1 Raja-raja 12:1-24).

Namun sangat mungkin – walau tidak disebut di Alkitab – bahwa Salomo akhirnya bertobat menjelang kematiannya.

Secara tradisional diakui bahwa Salomo merupakan penulis tiga kitab di Perjanjian Lama, yakni kitab Amsal (bersama beberapa penulis lainnya), Pengkhotbah, dan Kidung Agung.

 

3. Uzia (Raja Yehuda)

Raja Uzia dikenal juga sebagai raja Azarya.

Uzia merupakan salah satu raja Yehuda terbesar, setelah kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Israel dan Yehuda.

Raja Uzia menjadi raja ketika ia berusia 16 tahun, ia menggantikan ayahnya, Amazia, yang mati dibunuh. Uzia memerintah kerajaan Yehuda sangat lama, 52 tahun.

Setelah menjadi raja, Uzia berhasil mengalahkan musuh-musuh bangsa Yehuda: bangsa Filistin, Arab, Meunim, dan bangsa Amon. Nama Uzia termasyhur hingga ke Mesir.

Pada masa raja Uzia, Yehuda ada dalam kemakmuran yang besar.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!