Loading...
Loading...

10 Teofani Di Perjanjian Lama

Artikel ini berisi tentang Teofani di Perjanjian Lama dan penjelasannya.

Teofani adalah penampakan diri Allah dalam wujud manusia atau malaikat, yang terjadi di Perjanjian Lama.

Alkitab Perjanjian Lama mencatat beberapa peristiwa di mana Allah menampakkan diri dalam wujud seperti manusia atau malaikat, yang disebut Teofani (Theophany).

Baca juga: 7 Penampakan Yesus Di Perjanjian Lama

Di Perjanjian Lama, Allah menampakkan diri kepada umatNya bukan hanya lewat mimpi atau penglihatan saja, tetapi juga menampakkan diri secara langsung dalam wujud malaikat atau manusia.

Allah dalam wujud malaikat atau manusia tersebut diidentifikasi sebagai Allah adalah karena Ia berbicara atau bertindak layaknya Allah.

Baca juga: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya

Misalnya Ia berbicara, “Aku berfirman”, atau menerima penyembahan manusia, yang mana tidak akan dilakukan oleh malaikat atau manusia.

Selain itu juga karena orang yang berhadapan dengan Allah dalam wujud malaikat atau manusia tersebut sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan Allah.

Teofani atau Allah dalam wujud malaikat danĀ  manusia, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Allah bagi umatNya.

Baca juga: 4 Penampakan Yesus Setelah KenaikanNya Ke Surga

Lewat Teofani, Allah memberi penghiburan dan kekuatan bagi umatNya.

Banyak bapa gereja dan para penafsir Alkitab yang menganggap bahwa Allah yang menampakkan diri dalam wujud malaikat atau manusia di Perjanjian Lama adalah Yesus Kristus sendiri pada masa pra-inkarnasiNya.

Dengan kata lain, mereka menganggap bahwa Teofani itu sebagai Kristofani (Christophany), yakni penampakan diri Kristus dalam wujud manusia atau malaikat di Perjanjian Lama.

Baca juga: 10 Nabi Tebesar Di Perjanjian Lama

Anggapan ini muncul dari fakta bahwa Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata, dan bahwa Allah hanya bisa dikenal lewat Yesus Kristus (Yohanes 1:18).

Hal ini sangat mungkin demikian.

Meski demikian, hal tersebut lebih tepat disebut Teofani ketimbang Kristofani (kecuali poin 10 di bawah).

Lalu apa sajakah kesepuluh Teofani di Perjanjian Lama tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Kepada Hagar Saat Ditindas Sara

Teofani di Perjanjian Lama yang pertama adalah kepada Hagar (Kejadian 16:1-16).

Ketika Abraham tidak kunjung mempunyai keturunan dari istrinya, Sara, maka Sara meminta suaminya, Abraham, untuk menghampiri pembantunya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak dan dianggap sebagai anak Sara.

Hal ini dituruti oleh Abraham. Ia menikahi Hagar dan mendapatkan seorang anak, Ismael (Kejadian 16).

Tetapi setelah Hagar hamil, ia memandang rendah Sara, nyonyanya.

Akibatnya Sara menjadi tersinggung. Ia menindas Hagar sehingga Hagar melarikan diri.

Namun di perjalanan, Hagar dijumpai oleh Malaikat Allah yang memerintahkan Hagar untuk kembali kepada Sara.

Dari nada bicaraNya, dan kesadaran Hagar bahwa Ia sedang berhadapan dengan Allah, kita dapat menyimpulkan bahwa malaikat tersebut adalah Allah sendiri.

 

2. Kepada Abraham Di Mamre

Teofani di Perjanjian Lama yang kedua adalah kepada Abraham di Mamre (Kejadian 18:1-33).

Suatu ketika tiga orang laki-laki mengunjungi Abraham dan Sara di kemah mereka di Mamre.

Waktu itu Abraham menjamu mereka makan di bawah sebuah pohon.

Dan ternyata salah satu dari tiga orang tamu Abraham tersebut adalah Allah sendiri.

Hal ini tampak dari perkataanNya dan janjiNya yang akan memberikan Abraham dan Sara seorang anak, serta kesadaran Abraham sendiri bahwa Dia adalah Allah.

 

3. Kepada Hagar Saat Diusir Sara

Teofani di Perjanjian Lama yang keempat adalah kepada Hagar (Kejadian 21:8-21).

Ketika Ishak sedang disapih (sekitar 2-3 tahun), Ismail, saudara tirinya, bermain dengannya.

Hal ini tidak menyenangkan bagi Sara, ibu Ishak.

Maka ia mengusir Hagar dan anaknya, Ismail.

Abraham hanya menyediakan sedikit air minum bagi Hagar dan Ismail dalam perjalanan di padang gurun.

Setelah air itu habis maka Hagar menjauhkan diri dari Ismail dan membiarkannya begitu saja, sebab ia tidak tega melihatnya meninggal.

Ia pun menangis dengan nyaring.

Maka Malaikat Allah pun berkata kepada Hagar untuk membawa Ismail serta berjanji akan memberkati Ismail dan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Malaikat Allah itu pun menyediakan sumur berisi air bagi Hagar dan Ismail.

Dan ternyata malaikat tersebut adalah Allah sendiri, seperti yang nyata dari perkataanNya.

 

4. Kepada Abraham Di Bukit Moria

Teofani di Perjanjian Lama yang ketiga adalah kepada Abraham di Bukit Moria (Kejadian 22:1-19).

Ketika Allah memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan anak yang dikasihinya, Ishak, maka Abraham taat.

Padahal Tuhan telah berjanji bahwa lewat Ishak-lah Abraham mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi sementara Abraham hendak menyembelih Ishak di bukit Moria (Yerusalem), Malaikat Allah berseru dari surga agar Abraham membatalkannya.

Sebab Allah memang hanya ingin menguji iman Abraham.

Dari nada bicaraNya dan sumpahNya kepada Abraham, kita dapat mengetahui bahwa malaikat yang berbicara dengan Abraham di bukit Moria itu adalah Allah sendiri.

 

5. Kepada Yakub

Teofani di Perjanjian Lama yang kelima adalah kepada Yakub. (Kejadian 32:22-32)

Suatu ketika Yakub bergulat dengan seorang laki-laki hingga fajar menyingsing.

Laki-laki tersebut tak bisa mengalahkan Yakub sehingga Ia mematahkan pangkal paha Yakub, sehingga Yakub berjalan pincang.

Laki-laki tersebut kemudian memberkati Yakub dan mengganti namanya menjadi Israel.

Nabi Hosea mengidentifikasi laki-laki tersebut sebagai Malaikat sekaligus Allah (Hosea 12:3-4).

Dan dari perkataanNya sendiri yang mengatakan bahwa Yakub bergumul dengan Allah, serta kesadaran Yakub sendiri bahwa Ia berhadapan dengan Allah, jelas laki-laki tersebut adalah Allah sendiri!

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!