10 Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Paling Berpengaruh

lai.terjemahan_1958f_p

Artikel ini membahas 10 terjemahan Alkitab bahasa Indonesia paling berpengaruh.

Alkitab adalah firman Tuhan yang diberikan kepada umatNya sehingga mereka boleh mengenal Dia dan hidup sesuai dengan kehendakNya. Karena itu, Alkitab harus disebarkan seluas-luasnya.

Namun karena Alkitab aslinya ditulis hanya dalam bahasa-bahasa tertentu (Ibrani, Aram, dan Yunani), maka Alkitab tersebut perlu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang ada di dunia. Dengan demikian orang-orang percaya, yang sebagian besar tidak mengerti bahasa-bahasa asli Alkitab tersebut, dapat membaca Alkitab dalam bahasa mereka sendiri.

Baca juga: 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Karena itu penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa sangatlah penting, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh orang-orang percaya dari berbagai bahasa dalam bahasa mereka sendiri.

Artikel ini akan membahas tentang 10 terjemahan Alkitab bahasa Indonesia dan bahasa Melayu paling berpengaruh (bahasa Melayu adalah cikal bakal bahasa Indonesia), baik yang dulu pernah dipakai di Indonesia, bahkan di Malaysia dan Singapura (khusus bahasa Melayu), maupun yang saat ini masih tetap dipakai.

Namun urutan dalam artikel ini tidak disusun berdasarkan pengaruh terjemahan Alkitabnya, tetapi berdasarkan kronologi waktu penerbitannya.

Baca juga: 25 Sinode Gereja Terbesar Di Indonesia

Sebagian terjemahan Alkitab ini merupakan kelanjutan dari terjemahan sebelumnya (yang direvisi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan bahasa, sehingga Alkitab tetap up to date), sedangkan sebagian lagi merupakan terjemahan yang berdiri sendiri.

Terjemahan Alkitab mana sajakah yang termasuk ke dalam 10 terjemahan Alkitab bahasa Indonesia paling berpengaruh? Berikut pembahasannya.

 

1. Perjanjian Baru Terjemahan D. Brouwerios

Terjemahan Alkitab pertama paling berpengaruh dalam bahasa Melayu/Indonesia adalah Alkitab Perjanjian Baru terjemahan D. Brouwerios.

Inilah pertama kalinya Alkitab Perjanjian Baru secara lengkap diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Sebelumnya, dalam bahasa Melayu/Indonesia baru ada terjemahan satu kitab, yakni Injil Matius, yang diterjemahkan oleh Albert Corneliszoon Ruyl, seorang pedagang kompeni Belanda (VOC), dan diterbitkan pada tahun 1629 di Belanda.

Seperti namanya, Alkitab Perjanjian Baru ini diterjemahkan oleh Daniel Brouwerios, seorang hamba Tuhan yang melayani di Belanda dan Indonesia, dan terbit pada tahun 1662.

Tetapi sayang, terjemahan ini sulit dimengerti oleh pembaca secara umum, karena banyak memakai istilah pinjaman dari bahasa Portugis, dan bahasa Melayu yang digunakannya adalah bahasa Melayu Maluku.

 

2. Alkitab Terjemahan M. Leijdecker

Terjemahan Alkitab lainnya yang paling berpengaruh dalam bahasa Melayu/Indonesia adalah Alkitab terjemahan M. Leijdecker.

Melchior Leijdecker menerjemahkan Alkitab ini atas permintaan majelis gereja di Batavia. Namun, Leijdecker hanya dapat menerjemahkannya sampai Efesus 6:7, karena ia meninggal pada tahun 1701. Pdt. Pieter van der Vorm kemudian melanjutkan penerjemahannya.

Alkitab Perjanjian Baru Leijdecker terbit pada tahun 1731, sedangkan Alkitab lengkapnya (Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama) terbit pada tahun 1733. Alkitab ini terbit dalam edisi aksara Latin dan edisi aksara Arab, karena masa itu bahasa Melayu ditulis dalam aksara Arab.

Namun terjemahan Alkitab ini menggunakan bahasa Melayu tinggi sehingga sulit dimengerti oleh para pembaca.

 

3. Alkitab Terjemahan H.C. Klinkert

Terjemahan Alkitab berikutnya yang paling berpengaruh dalam bahasa Melayu/Indonesia adalah Alkitab terjemahan H.C. Klinkert.

Penerjemah Alkitab ini, Hillebrandus Cornelius Klinkert, adalah seorang misionaris yang melayani di Pulau Jawa.

Alasan Klinkert dalam menerjemahkan Alkitab ini awalnya adalah karena istrinya kesulitan dalam memahami Alkitab terjemahan Leijdecker yang berbahasa Melayu tinggi. Karena itu ia menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Melayu rendah, dalam dialek yang dipakai di Semarang.

Kemudian, ia ditugaskan oleh Lembaga Alkitab Belanda untuk menerjemahkan keseluruhan Alkitab, yang diselesaikannya pada tahun 1879.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!