Categories: TOKOH ALKITAB

10 Tokoh Alkitab Di Seputar Natal

 

6. Para Gembala

Tokoh Alkitab di seputar natal yang keenam adalah para gembala (Lukas 2:8-20).

Para gembala sedang menggembalakan kambing domba mereka di padang Efrata, ketika seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka dan memberitahukan kepada mereka perihal kelahiran Juruselamat.

Para gembala tersebut sangat ketakutan ketika melihat malaikat Tuhan mendatangi mereka. Namun malaikat itu menenangkan mereka serta berkata bahwa ia membawa kabar baik kepada mereka tentang kelahiran Juruselamat dunia.

Malaikat itu juga memberitahukan bahwa Juruselamat itu lahir di dalam palungan.

Kemudian balatentara sorga (para malaikat) bersorak-sorai memuji Allah di padang Efrata tersebut,

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Ini adalah pemandangan yang luar biasa.

Setelah para malaikat kembali ke sorga, para gembala itu pergi ke Betlehem dan bertemu dengan bayi Yesus di palungan bersama orang tuaNya.

Dan mereka menceritakan apa yang mereka lihat di padang, dan semua orang yang mendengarnya menjadi heran. Para gembala itu pulang dengan sukacita.

Para gembala adalah orang-orang sederhana. Mereka biasanya bukanlah para pemilik kambing domba, tetapi orang-orang upahan yang bekerja untuk menggembalakan kambing domba tersebut.

Namun justru kepada orang-orang seperti inilah Allah pertama sekali memberitahukan kelahiran Kristus, Juruselamat, bukan kepada para pejabat atau orang-orang terpelajar.

 

7. Simeon

Tokoh Alkitab di seputar natal yang ketujuh adalah adalah Simeon (Lukas 2:21-35).

Ketika Yesus dibawa ke Bait Suci oleh orang tuaNya pada masa pentahiran (40 hari setelah kelahiran), ada dua orang yang menyambutNya dan bernubuat tentangNya di hadapan orang banyak. Mereka adalah Simeon dan Hana (lihat di bawah).

Simeon adalah seorang Israel yang saleh dan menanti-nantikan Mesias. Kepadanya Roh Kudus telah mengatakan bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Juruselamat.

Jadi ketika bayi Yesus dibawa ke Bait Suci ia menatang bayi Yesus lalu berbicara dalam bentuk nubuatan.

Simeon berkata bahwa bayi Yesus adalah Juruselamat bagi Israel dan bangsa-bangsa lain. Tetapi Ia akan menjadi suatu perbantahan bagi banyak orang (karena ada yang percaya dan ada yang tidak percaya kepadaNya).

Dia juga menubuatkan bahwa jiwa Maria akan begitu tertusuk melihat penderitaan Yesus kelak.

Hal ini menunjuk pada penderitaan dan penyaliban Yesus, di mana Maria menyaksikan semuanya di dekat kayu salibNya, hingga Ia akhirnya mengembuskan nafasNya.

 

8. Hana

Tokoh Alkitab di seputar natal yang kedelapan  adalah Hana (Lukas 2:36-38).

Selain Simeon, ada juga Hana, seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, seorang yang rajin beribadah dan berdoa di Bait Allah.

Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab).

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Tuhan Yesus, serta berbicara kepada orang banyak tentang bayi Yesus.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dikatakan oleh Hana.

 

9. Orang-Orang Majus

Tokoh Alkitab di seputar natal yang kesembilan adalah orang-orang majus (Matius 2:1-12).

Orang-orang majus adalah sekelompok ahli perbintangan dari timur (mungkin Irak dan Iran sekarang), yang datang ke Israel setelah dituntun oleh sebuah bintang.

Mereka adalah orang-orang terpelajar dan terhormat.

Dalam tradisi mereka, ketika sebuah bintang besar muncul maka akan ada seorang raja yang lahir.

Kendati demikian, bintang itu jelas bukan bintang biasa, pastilah ada campur tangan ilahi di situ.

Ketika tiba di Yerusalem mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya.

Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung dan rakyatnya. Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan, mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1).

Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya.

Tetapi ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut dengan kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem dan bintang itu, yang menuntun mereka dari negeri mereka, muncul lagi serta menuntun mereka hingga tiba di Betlehem dan berhenti tepat di atas rumah Maria dan Yusuf.

Lalu mereka menyembah Yesus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepadaNya.

Kemudian mereka pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali lagi kepadanya di Yerusalem.

Kedatangan orang majus untuk menyembah Yesus menunjukkan bahwa Injil adalah untuk segala bangsa, bukan hanya untuk orang Israel saja. Dan sangat mungkin orang-orang majus ini membawa Injil ke negeri mereka.

Untuk pembahasan selanjutnya, silakan baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu.

 

10. Herodes Agung

Tokoh Alkitab di seputar natal yang kesepuluh/terakhir adalah Herodes Agung (Matius 2:3-8; 13-23).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus (poin 9 di atas), maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko.

Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Bayi-bayi yang tak berdosa (dalam pengertian umum, bukan secara teologis) menjadi korban kebiadaban raja Herodes.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Tetapi Yesus luput dari pembunuhan Herodes.

Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, mengindari Herodes yang ingin membunuhNya.

Setelah Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir, tetapi ia tidak kembali ke Betlehem, melainkan ke Nazaret di Galilea.

Sebab di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem) memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim.

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan.

Ketakutan berlebihan Herodes Agung kepada Yesus adalah karena ketakutannya kehilangan kekuasaan. Istilah “raja orang Yahudi” sangat menghantuinya.

Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia.

Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab).

 

Itulah 10 Tokoh Alkitab di seputar natal atau dalam kisah kelahiran Yesus di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

Page: 1 2