10 Tokoh Alkitab Paling Jahat Di Perjanjian Baru

 

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru.

Alkitab mencatat banyak tokoh Alkitab yang jahat, sebagaimana halnya dengan tokoh Alkitab yang baik.

Mereka terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Lama maupun tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Baru.

Para tokoh Alkitab yang jahat ini melakukan dosa atau kejahatan besar di hadapan Tuhan, seperti pembunuhan dan perzinahan.

Dari sekian banyak tokoh Alkitab yang jahat tersebut di sini dicantumkan sepuluh di antaranya, khususnya yang terdapat di Perjanjian Baru.

Kesepuluh tokoh jahat ini dianggap sebagai tokoh-tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur

Mereka disebut sebagai tokoh-tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru sebab Alkitab mencatat tentang kejahatan mereka yang mencolok yang melebihi kejahatan tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti pembunuhan secara keji dan perzinahan di luar batas.

Kesepuluh tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru ini terdiri dari berbagai latar belakang, status sosial, dan profesi yang berbeda-beda.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan

Tentu kejahatan adalah dosa yang harus kita hindari.

Dicatatnya kisah tokoh-tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru ini justru sebagai peringatan bagi kita agar tidak mengikuti perbuatan mereka tersebut.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Lalu, siapa sajakah 10 tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru?

Berikut pembahasannya.

 

1. Herodes Agung

Pada zaman Perjanjian Baru, Herodes Agung adalah raja orang Yahudi di bawah kekaisaran Romawi.

Kejahatan Herodes Agung yang pertama, yang dicatat di Alkitab, adalah niat busuknya untuk membunuh Yesus.

Ketika orang-orang majus dari Timur tiba di Yerusalem dan bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya, raja Herodes Agung sangat terkejut.

Ia kemudian bertanya kepada para ahli Taurat Yahudi di mana Kristus dilahirkan, mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1).

Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya (Matius 2:3-8).

Tetapi hal ini hanyalah siasat Herodes untuk membunuh Yesus. Sebab ia takut dengan kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem dan setelah bertemu bayi Yesus, mereka pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali kepadanya di Yerusalem.

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput (Matius 2:13-23).

Tetapi Yesus luput dari pembunuhan Herodes. Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya.

Bayi-bayi yang tak bersalah ini menjadi korban kebiadaban raja Herodes. Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Inilah kejahatan kedua raja Herodes yang dicatat di Alkitab (Baca: 10 Pemeran Utama Dalam Peristiwa Natal).

 

2. Herodes Antipas

Herodes Antipas, adalah anak dari Herodes Agung (lihat poin 1 di atas).

Pada zaman Perjanjian Baru Herodes Antipas adalah raja Yahudi yang memerintah di wilayah Galilea, di mana Tuhan Yesus dibesarkan dan paling banyak melayani.

Herodes inilah yang memenjarakan dan membunuh Yohanes Pembaptis, karena Yohanes Pembaptis menegurnya atas dosa perzinahannya (lihat poin 3 di bawah).

Herodes Antipas juga berencana untuk membunuh Yesus. Dia adalah raja yang lalim, sehingga Tuhan Yesus menyebutnya “si serigala” (Lukas 13:32).

Ketika Tuhan Yesus ditangkap dan diserahkan oleh orang-orang Yahudi kepada Pilatus, Pilatus mengirimkan Yesus kepada Herodes Antipas.

Lalu Herodes mengolok-olok Yesus karena Dia tidak mau berbicara dengannya, lalu “mengembalikan” Yesus kepada Pilatus.

Jadi kejahatan Herodes ini sangat banyak, khususnya kepada Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus.

 

3. Herodias

Herodias adalah istri Filipus, saudara Herodes Antipas (lihat poin 2 di atas).

Lalu raja Herodes mengambil Herodias menjadi istrinya.

Karena itu Yohanes Pembaptis menegur raja Herodes. Hal ini membuat raja Herodes tersinggung dan marah sehingga ia memenjarakan Yohanes Pembaptis.

Tetapi yang paling tersinggung dengan teguran Yohanes adalah istri Herodes, Herodias. Ia menjadi dendam kepada Yohanes Pembaptis dan berusaha untuk membunuhnya.

Kesempatan baik bagi Herodias untuk menuntaskan dendamnya kepada Yohanes Pembaptis akhirnya tiba juga. Hal ini terjadi pada waktu Herodes merayakan hari ulang tahunnya dengan para pembesarnya. Ketika itu putri Herodias menari-nari dan menyenangkan hati Herodes beserta tamu-tamunya.

Herodes menawarkan sebuah hadiah kepada putri Herodias, apa saja yang diinginkannya maka Herodes bersumpah akan memberikannya, bahkan sekalipun setengah dari kerajaannya! (mungkin Herodes sedang dalam pengaruh anggur).

Ketika putri Herodias bertanya kepada ibunya (Herodias) apa yang harus dimintanya kepada Herodes, maka Herodias menjawab: kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!

Herodes memerintahkan seorang pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis di dalam penjara! Lalu pengawal itu menaruh kepala Yohanes di atas sebuah talam dan memberikannya kepada putri Herodias. Dan putri Herodias memberikan kepala Yohanes Pembaptis itu kepada ibunya.

Dendam Herodias kepada Yohanes Pembaptis pun akhirnya terbalaskan (Markus 6:14-29).

Herodes dan Herodias adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas pemenjaraan dan kematian Yohanes Pembaptis, hanya gara-gara Yohanes Pembaptis menegur dosa mereka (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab).

 

4. Yudas Iskariot

Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus yang kemudian menjadi pengkhianat (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka).

Yudas Iskariot bertugas sebagai bendahara para rasul, dan sedikitnya dalam satu kesempatan ia menunjukkan sikap kikir terhadap pekerjaan mereka, ketika Maria datang untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri, yang biasa mencuri uang dari kas yang dipegangnya (Yohanes 12:1-8).

Sangat mungkin bahwa salah alasan pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus dalah karena Yudas tertarik dengan tawaran uang dari musuh-musuhNya, walaupun uang sebesar 30 perak bukanlah jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Jika demikian, maka tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang yang mata duitan.

Kendati demikian, setelah Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati, Yudas Iskariot menyesal atas perbuatannya menjual Gurunya, dan ia mengembalikan uang penjualanNya kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, lalu bunuh diri (Matius 27:3-10).

Jadi selain menjual gurunya hanya demi uang 30 perak (perbuatan yang sangat keji), kejahatan Yudas Iskariot adalah sering mencuri uang kas yang dipegangnya serta menghalangi seorang perempuan yang melayani Yesus dengan berpura-pura peduli pada orang miskin.

 

5. Hanas

Hanas adalah imam besar orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus hidup di dunia.

Dia adalah salah satu orang terpenting di balik pengadilan dan penyaliban Yesus (Yohanes 18:12-24).

Sebenarnya saat itu Hanas sudah tidak menjabat lagi sebagai imam besar, ia sudah “pensiun”. Yang menjabat imam besar saat itu adalah menantunya sendiri, Kayafas.

Namun rupanya Hanas masih tetap punya pengaruh yang besar di antara orang Yahudi. Terbukti dia lebih dominan dalam persidangan Yesus.

Imam besar adalah suatu jabatan keagamaan tertinggi bagi orang Yahudi. Dan jabatan imam besar adalah jabatan seumur hidup.

Hanya saja, sejak bangsa Yahudi di bawah kekuasaan asing, jabatan imam besar menjadi jabatan politis, yang diangkat dan diberhentikan oleh para penguasa asing tersebut.

Pada zaman Perjanjian Baru kekuasaan asing tersebut adalah kekaisaran Romawi (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Nabi Daniel Dan Penjelasannya).

Karena Hanas adalah orang terpenting di balik pengadilan yang tidak benar terhadap Yesus, maka boleh dikatakan bahwa Hanas adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengadili Yesus.

Dan persidangan Mahkamah Agama Yahudi terhadap Yesus yang dipimpin oleh Hanas adalah suatu persidangan yang sesat, yang memunculkan saksi-saksi palsu. Jadi ini adalah sebuah kejahatan besar yang dilakukan oleh Hanas.

Hasil sidang Mahkamah Agama Yahudi yang dipimpin Hanas adalah bahwa Yesus menghujat Allah dan layak dihukum mati, dan seterusnya menyerahkan Yesus kepada Pilatus, wali negeri Yudea, untuk disalibkan (lihat poin 6 di bawah).

Dengan demikian Hanas adalah salah satu orang yang paling bertanggung jawab atas penyaliban Yesus.

Hanas juga berperan penting dalam mengadili para rasul, dengan mengancam mereka secara keras, karena memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 4:1-22).

 

6. Pontius Pilatus

Pontius Pilatus adalah wali negeri atau wakil pemerintahan Romawi di Yudea (Lukas 3:1-2), yang mencakup wilayah Yudea dan Samaria.

Seperti telah disebutkan, pada masa itu orang Yahudi berada di bawah kekuasaan orang Romawi yang berkedudukan di kota Roma.

Pontius Pilatus mulai menjabat pada tahun 26 Masehi, pada zaman Kaisar Tiberius, dan berkedudukan di kota Kaisarea.

Diceritakan dalam Injil Lukas bahwa suatu ketika orang-orang melaporkan kepada Yesus tentang perbuatan kejam Pilatus yang mencampurkan darah orang-orang Galilea dengan korban persembahan mereka (Lukas 13:1-3).

Yosefus Flavius (37-100 Masehi), sejarawan Yahudi terkemuka, mengatakan bahwa Pilatus pernah memakai uang perbendaharaan Bait Suci Yahudi untuk membangun saluran air ke Yerusalem dari suatu sumber air yang jaraknya 40 kilo meter.

Puluhan ribu orang Yahudi berdemonstrasi menentang proyek ini ketika Pilatus muncul di Yerusalem, tampaknya pada sebuah hari raya. Sebagai jawabannya, Pilatus mengirim tentaranya secara rahasia untuk menghabisi mereka, akibatnya banyak orang Yahudi yang mati terbunuh.

Banyak pakar Alkitab yang menganggap bahwa inilah kisah yang diacu dalam Lukas 13:1-3 di atas. Jelas ini menunjukkan kejahatan Pilatus.

Tetapi kejahatan terbesar Pilatus adalah menyalibkan Yesus, sekalipun ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak layak dihukum mati (disalibkan), dan sekalipun ia tak mau bertanggung jawab atas penyaliban dan kematian Yesus (Lukas 23:23-25).

Alasan utama Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan adalah demi kepentingan dirinya sendiri.

Pilatus takut jika orang Yahudi melaporkannya kepada Kaisar Tiberius, karena mereka berkata bahwa jika Pilatus membebaskan Yesus maka Pilatus bukanlah sahabat kaisar (Yohanes 19:12), artinya ia melawan kaisar.

Pilatus rela mengorbankan Yesus yang tak bersalah demi mempertahankan jabatannya dan nyawanya di hadapan kaisar Romawi! (Baca: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus).

 

7. Saulus

Saulus adalah nama rasul Paulus sebelum bertobat.

Setelah bertobat, raulus adalah seorang rasul Tuhan Yesus yang memberitakan Injil ke banyak bangsa dan mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Sebelum bertobat, Saulus adalah seorang pemimpin agama Yahudi yang sangat fanatik.

Ia telah banyak menganiaya dan membunuh jemaat Tuhan sebelum pertobatannya. menyeret banyak orang percaya untuk dimasukkan ke dalam penjara (Kisah Para Rasul 22:4-5; 1 Korintus 15:9).

Saulus juga orang yang paling bertanggung jawab atas kematian Stefanus, seorang diaken gereja mula-mula di Yerusalem dan martir pertama Kristen (Kisah Para Rasul 7:58; 8:1-3).

Dengan semua “prestasinya” itu, tidak heran, jika Saulus merupakan salah satu tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru.

Namun, berbeda dengan tokoh-tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru lainnya, Saulus bertobat dari kejahatannya dan menjadi rasul Tuhan Yesus yang sangat militan dalam memberitakan Injil (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat).

 

8. Herodes Agripa

Herodes Agripa adalah raja Israel di bawah kekuasaan Romawi.

Herodes yang dimaksud di sini adalah Herodes Agripa I, anak Herodes Antipas, atau cucu Herodes Agung (lihat poin 1 dan 2 di atas).

Herodes inilah yang membunuh rasul Yakobus dan yang memenjarakan Petrus.

Herodes ini suatu ketika duduk di tahtanya dengan pakaian kebesarannya, lalu ia berpidato di hadapan orang-orang Tirus dan Sidon yang baru saja mendatanginya.

Pidatonya ini disambut oleh orang-orang Tirus dan Sidon itu bukan sebagai perkataan manusia, melainkan perkataan seorang allah/seorang dewa!

Walau tidak disebut di Alkitab, Herodes rupanya menerima pujian orang-orang Tirus dan Sidon itu dengan senang hati. Akibatnya ia meninggikan dirinya seolah-olah ia Tuhan.

Ia tidak menghormati Tuhan.

Maka seorang malaikat Tuhan menamparnya sehingga ia mati seketika (Kisah Para Rasul 12).

Kejahatan terbesar Herodes ini adalah membunuh Yakobus dan memenjarakan Petrus (yang akan dibunuhnya juga), serta tidak menghormati Tuhan dengan menganggap dirinya sebagai dewa (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya).

 

9. Anggota Jemaat Korintus

Di jemaat Korintus, ada sebuah kasus di mana seorang anak melakukan perzinahan dengan istri ayahnya (gundik ayahnya) atau ibu tirinya (1 Korintus 5:1-13).

Nama anggota jemaat Korintus tersebut tidak disebut, tetapi ini adalah sebuah kejahatan besar di hadapan Tuhan (Baca: 7 Skandal Seks Terbesar Di Alkitab).

Ada kemungkinan ayah si anak sudah meninggal, sehingga si anak berhubungan dengan bekas gundik ayahnya. Tetapi apa pun alasannya, hal ini tetap tidak bisa dibenarkan oleh hukum Taurat.

Hubungan seks antara seorang anak dengan istri ayahnya pada zaman Perjanjian Lama diganjar dengan hukuman mati (Imamat 18:8; 20:11; Ulangan 22:30; 27:20).

Itulah sebabnya rasul Paulus menegur keras jemaat Korintus yang membiarkan hal itu, sebab ini adalah perzinahan yang sudah di luar batas, yang tidak dilakukan bahkan oleh orang kafir sekalipun.

Rasul Paulus (karena tidak berada di kota Korintus) meminta jemaat Korintus untuk menghukum orang yang berzinah dengan ibu tirinya. Caranya adalah “menyerahkannya kepada iblis” atau mengusirnya dari jemaat (mengucilkannya).

Tentu bukan hanya perzinahan dengan istri ayah yang dilarang di Alkitab. Tetapi perzinahan dengan ibu tiri atau dengan anggota keluarga sendiri dianggap lebih jahat dan tidak pantas dan sudah selayaknya dihukum lebih keras.

 

10. Wanita Izebel

Di jemaat Tiatira terdapat seorang perempuan penyembah berhala yang menyesatkan jemaat Tuhan. Nama perempuan ini tidak disebut, tetapi karena perbuatannya mirip dengan perbuatan Izebel di Perjanjian Lama, maka ia disebut sebagai “wanita Izebel”.

Perempuan ini sendirilah yang menyebut dirinya sebagai nabiah atau nabi perempuan. Jadi ia adalah nabiah palsu, sebab bukan Tuhan yang menunjuknya sebagai nabiah (Baca: 7 Nabi Perempuan Di Alkitab)

Di Perjanjian Lama, Izebel adalah perempuan Sidon penyembah dewa Baal (1 Raja-raja 16:31). Ia merupakan isteri Ahab, raja Israel, yang terkenal sangat jahat.

Izebel mendirikan penyembahan kepada dewa Baal di Israel. Hal ini mengakibatkan Ahab, suaminya, serta umat Israel, meninggalkan Tuhan.

Namun kejahatannya ini mengakibatkan Izebel dihukum Tuhan. Ia mati secara tragis.

Jadi “roh Izebel” inilah yang menghinggapi perempuan di Tiatira itu sehingga ia disebut sebagai “wanita Izebel”.

Tuhan Yesus berkata bahwa wanita Izebel ini telah diperingatkanNya (mungkin melalui rasul Yohanes atau para pemimpin Kristen lainnya), tetapi ia tidak mau bertobat. Karena itu Tuhan Yesus akan menghukumnya dengan penyakit.

Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa orang-orang Kristen dan anak-anak mereka yang terlibat dalam penyembahan berhala wanita Izebel ini akan dihukumNya, jika mereka bersikeras tidak mau bertobat (Wahyu 2:20-23).

Jelas kejahatan wanita Izebel ini begitu membahayakan gereja Tuhan sehingga layaklah jika ia disebut sebagai salah satu tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru.

 

Itulah 10 Tokoh Alkitab paling jahat di Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!