10 Tokoh Alkitab Pemberani

6. Nehemia

Nehemia adalah seorang pejabat Juru Minuman raja di kerajaan Persia.

Juru Minuman raja merupakan suatu jabatan yang tinggi pada masa itu, sebab semua minuman raja harus diseleksi dulu oleh Juru Minuman raja.

Nehemia kemudian menjadi bupati Yehuda selama bertahun-tahun (setidaknya 12 tahun).

Nehemia memimpin bangsa Yahudi untuk memimpin pembangunan tembok Yerusalem yang telah roboh.

Tetapi banyak teror yang dihadapi oleh Nehemia, terutama dari bangsa-bangsa lain yang memusuhi orang Yahudi.

Bahkan para nabi palsu pun turut menakut-nakuti Nehemia (Nehemia 6:14).

Namun Nehemia tidak takut sedikit pun, dan ia akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem tersebut (Nehemia 6:1-19).

Selain itu, Nehemia juga dengan berani menindak para pejabat di bawahnya yang korupsi (Nehemia 5:1-13), termasuk keluarga imam yang melakukan kolusi dan nepotisme (Nehemia 13:4-9).

 

7. Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis adalah seorang perintis bagi kedatangan mesias, yakni Tuhan Yesus.

Yohanes berkhotbah di antara orang-orang Israel seraya menyerukan agar mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Yohanes berkhotbah dengan sangat keras, tanpa kompromi.

Ia menuntut adanya pertobatan yang menghasilkan perubahan hidup yang radikal bagi orang-orang Israel, bukan hanya sekedar kebanggaan karena keturunan Abraham.

Sebab Tuhan dapat menjadikan keturunan Abraham dari batu. Keturunan Abraham tanpa pertobatan tidak ada artinya (Lukas 3:7-14).

Yohanes juga berani menegur raja Herodes yang mengambil Herodias menjadi istrinya. Sebab saat itu Herodias adalah istri Filipus, saudara Herodes sendiri.

Hal ini membuat raja Herodes tersinggung dan marah sehingga ia memenjarakan Yohanes Pembaptis.

Tetapi yang paling tersinggung dengan teguran Yohanes adalah istri Herodes, Herodias. Ia menjadi dendam kepada Yohanes Pembaptis dan berusaha untuk membunuhnya.

(Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru)

Hal ini terjadi pada waktu Herodes merayakan hari ulang tahunnya dengan para pembesarnya.

Ketika itu putri Herodias menari-nari dan menyenangkan hati Herodes beserta tamu-tamunya.

Hal ini membuat Herodes menawarkan sebuah hadiah kepada putri Herodias, apa saja yang diinginkannya maka Herodes bersumpah akan memberikannya, bahkan sekalipun setengah dari kerajaannya! (mungkin Herodes sedang dalam pengaruh anggur).

Ketika putri Herodias bertanya kepada ibunya (Herodias) apa yang harus dimintanya kepada Herodes, maka Herodias menjawab: kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!

Herodes memerintahkan seorang pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis di dalam penjara! (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab)

Lalu pengawal itu menaruh kepala Yohanes di atas sebuah talam dan memberikannya kepada putri Herodias.

Putri Herodias memberikan kepala Yohanes Pembaptis itu kepada ibunya (Markus 6:14-29).

 

8. Petrus 

Petrus adalah pemimpin utama gereja Yerusalem, gereja pertama di bumi, setelah Tuhan Yesus naik ke surga.

Ketika terjadi pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta, orang-orang Yahudi menyindir Petrus dan murid-murid lainnya sebagai orang-orang yang mabuk, sebab mereka berbahasa roh.

Maka Petrus pun tampil melakukan pembelaan terhadap kesalah pahaman orang-orang Yahudi tersebut.

Ia bahkan berkhotbah dengan berani di hadapan orang-orang Yahudi sehingga 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-40).

Petrus, bersama Yohanes, juga dengan berani membela agama Kristen di hadapan para pemimpin Yahudi, bahkan hingga masuk penjara, tatkala mereka dilarang memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 3-5).

Bahkan Petrus dengan gagah berani berkata bahwa mereka harus lebih taat kepada Tuhan – untuk memberitakan Injil – daripada kepada para pemimpin Yahudi yang melarang mereka memberitakan Injil! (Kisah Para Rasul 4:19-20).

Sebelumnya Petrus adalah seorang pengecut dan penakut, di mana ia menyangkal Gurunya sendiri, Tuhan Yesus, di hadapan orang banyak sebanyak 3 kali!

Tetapi Petrus berubah menjadi seorang pemberani setelah ia dipenuhi oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta.

 

9. Stefanus 

Stefanus adalah satu dari tujuh diaken gereja mula-mula di Yerusalem. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 6:5).

Selain itu, ia juga penuh karunia dan kuasa, sehingga ia mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8).

Dengan penuh iman, hikmat dan Roh Kudus, maka Tuhan memakai Stefanus sebagai pengkhotbah dan apologet (pembela agama) Kristen yang terkemuka.

Tugasnya tidak terbatas hanya pada pelayanan sosial (sebagai tugas utama para diaken), tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan rohani (berkhotbah).

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.

Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.

Akhirnya mereka pun menyeret Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu.

Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi.

Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Mendengar khotbah Stefanus, orang-orang Yahudi sangat marah. Sebab Stefanus mengecam mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus.

Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya.

Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut. (Kisah Para Rasul 7:1-60).

Stefanus meninggal sebagai martir pertama gereja Kristen. (Baca: 7 Fakta Tentang Stefanus Di Alkitab)

 

10. Paulus

Paulus adalah rasul Tuhan Yesus yang militan, setelah sebelumnya menjadi pembenci dan pembunuh Kristen nomor satu.

Setelah bertobat, Paulus dengan berani memberitakan Injil di banyak kota tanpa takut kehilangan nyawanya.

Suatu ketika Agabus, salah satu dari rombongan nabi di Yerusalem datang menemui Paulus di rumah Filipus si penginjil (bukan rasul Filipus) di Kaisarea.

Di situ ia bernubuat tentang rasul Paulus yang saat itu sedang menumpang di rumah Filipus.

Agabus menubuatkan bahwa Paulus akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem  dan diserahkan kepada bangsa lain (Romawi).

Hal ini dipandang oleh jemaat sebagai peringatan akan bahaya yang menghadang Paulus sehingga mereka mencegah Paulus agar tidak pergi ke Yerusalem.

Namun Paulus tidak takut. Ia mengatakan bahwa ia bukan saja bersedia untuk diikat, tetapi juga bersedia untuk mati demi nama Kristus!(Kisah Para rasul 21:8-14).

Bagi rasul Paulus, hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan! (Filipi 1:21).

 

Itulah 10 tokoh Alkitab pemberani yang patut kita teladani.  

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.  

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.  

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!