Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Baru

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab terbesar di Perjanjian Baru.

Alkitab mencatat ratusan bahkan ribuan tokoh, di antaranya adalah tokoh-tokoh yang besar dan paling berpengaruh, seperti raja, hakim, nabi, imam, dan rasul.

Mereka terdiri dari orang yang percaya kepada Allah, yang berasal dari bangsa Israel dan nenek moyang mereka, serta dari bangsa-bangsa lain yang tidak percaya kepada Allah.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Artikel kali ini akan membahas tentang 10  tokoh Alkitab terbesar di Perjanjian Baru, khususnya yang percaya kepada Allah, yakni dari antara bangsa Israel umat pilihan Allah.

Mereka tokoh-tokoh yang besar, hebat dan paling berpengaruh karena pribadi, jabatan, dan karya mereka. Seperti nabi, rasul, pemimpin gereja, dan pemberita Injil.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Lama

Lalu, siapa sajakah 10 tokoh Alkitab terbesar atau paling berpengaruh di Perjanjian Baru? Berikut pembahasannya.

1. Yesus

Tokoh Alkitab terbesar di Perjanjian Baru, yang pertama tentu adalah Yesus Kristus.

Yesus bukan saja tokoh terbesar di Perjanjian Baru, tetapi juga tokoh terbesar di seluruh Alkitab.

Yesus adalah pusat pemberitaan Alkitab. (Baca: 10 Fakta Tentang Alkitab Yang Wajib Diketahui)

Yesus adalah Tuhan, turun dari surga dan datang ke bumi dengan cara berinkarnasi, mengambil rupa seorang manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,14).

Ketika Yesus datang ke dunia, Ia lahir dan dibesarkan dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Kemudian setelah dewasa, Ia memberitakan Injil Kerajaan Allah serta memberikan nyawaNya bagi pengampunan dosa manusia.

Tetapi Ia kemudian bangkit dari kematian dan naik ke surga serta akan datang kembali sebagai Hakim dan Raja. (Baca: 10 Fakta Tentang Yesus Menurut Alkitab)

 

2. Petrus

Tokoh Alkitab terbesar di Perjanjian Baru, yang kedua adalah Petrus.

Petrus adalah salah satu murid terdekat Tuhan Yesus, bersama Yakobus dan Yohanes.

Petrus juga merupakan pemimpin utama gereja Yerusalem, gereja pertama di bumi,  sebelum akhirnya digantikan oleh Yakobus saudara Yesus (lihat poin 5 di bawah).

Petrus bersumpah di hadapan Tuhan Yesus bahwa ia bersedia mati bersamaNya; tetapi ketika Tuhan Yesus ditangkap, ia menyangkalNya sebanyak tiga kali.

Namun, setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus memulihkan kembali panggilan Petrus dan memberinya tugas menggembalakan domba-dombaNya (Yohanes 21:15-19).

Kepemimpinan Petrus atas murid-murid lain dan gereja mula-mula di Yerusalem semakin nyata ketika Tuhan Yesus telah naik ke surga.

Petruslah yang memimpin 120 orang murid yang berdoa menantikan turunnya Roh Kudus, dan yang berinisiatif untuk memilih pengganti Yudas Iskariot yang berkhianat (Kisah Para Rasul 1:12-22).

Dan ketika terjadi pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta, dialah yang tampil berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi sehingga 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-40).

Dialah juga yang memegang otoritas untuk mendisiplin jemaat di gereja Yerusalem (Kisah Para Rasul 5:1-11).

Petrus juga yang memimpin para rasul dalam pemberitaan Kabar Baik kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 3:11-26).

Pada sidang para pemimpin gereja di Yerusalem, Petruslah yang pertama mendesak agar gereja menerima orang-orang non-Yahudi hanya melalui iman kepada Yesus Kristus, tanpa perlu disunat terlebih dahulu (Kisah Para Rasul 15:6-11).

Menurut tradisi, Petrus memberitakan Injil di kota Roma, pusat kekaisaran Romawi. Dan di Roma ia mati martir  pada masa penganiayaan Kaisar Nero. (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka)

 

3. Paulus

Tokoh Alkitab terbesar di Perjanjian Baru, yang ketiga adalah Paulus.

Paulus adalah seorang rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar, lima jawatan pelayanan yang disebut dalam Efesus 4:11.

Hampir separoh kitab-kitab Perjanjian Baru (dari Kitab Roma hingga Kitab Filemon) merupakan tulisan Paulus.

Dan nyaris separoh terakhir dari kitab Kisah Para Rasul (pasal 13-28) mencatat tentang Paulus.

Paulus adalah seorang rasul Tuhan Yesus yang memberitakan Injil ke banyak bangsa dan mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Paulus lahir di Tarsus, wilayah Yunani, tetapi dibesarkan di Yerusalem, Israel.

Sebelum bertobat, ia bernama Saulus, dan ia adalah seorang penganut agama Yahudi yang sangat fanatik serta telah membunuh dan menganiaya banyak orang Kristen.

Ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik, Siria, untuk menganiaya dan membunuh orang Kristen,  maka Saulus pun bertobat setelah Yesus menampakkan diri kepadanya (Kisah Para Rasul 9:1-9).

Penampakan Tuhan Yesus kepada Paulus bukan hanya membuatnya bertobat, tetapi juga menjadikannya sebagai rasul, khususnya kepada bangsa-bangsa lain di luar Israel. (Baca: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

Menurut tradisi gereja, rasul Paulus mati martir di Roma pada masa pemerintahan kaisar Nero.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!