10 Tokoh Alkitab Yang Bercerai

  

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang bercerai, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Setidaknya ada 10 tokoh Alkitab yang bercerai, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru, yang perlu kita ketahui.

Ke- 10 tokoh Alkitab yang bercerai ini adalah tokoh-tokoh yang secara eksplisit dicatat sebagai orang-orang yang bercerai di Alkitab.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Perceraian Menurut Alkitab

Sebenarnya Alkitab mencatat banyak tokoh Alkitab yang bercerai, lebih dari 10 orang.

Namun karena sebagian dicatat dalam peristiwa yang sama, maka mereka dianggap satu.

Pada dasarnya Tuhan tidak menghendaki perceraian terjadi. Allah benci perceraian.

Baca juga: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Namun demikian, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, banyak manusia yang bercerai, termasuk di antara umat Tuhan, khususnya di Perjanjian Lama.

Dan Tuhan seolah membiarkan dosa dan kesalahan terjadi, yakni perceraian, sekalipun hal itu tidak disukaiNya.

Tetapi Tuhan memberi aturan agar perceraian itu terjadi dengan benar, tidak secara semena-mena.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berzinah

Dalam Perjanjian Baru, perceraian secara tegas dilarang, kecuali karena dua hal: salah satu pasangan berzinah (Matius 19) dan salah satu pasangan meninggalkan pasangannya (1 Korintus 7).

Lalu, siapa sajakah ke-10 tokoh Alkitab yang bercerai tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Abraham

Tokoh Alkitab yang bercerai yang pertama adalah Abraham.

Abraham bercerai dari Hagar setelah ia mengusir Hagar dan Ismael, anaknya dari rumahnya.

Hagar diusirnya atas perintah Sara, istrinya, dan diteguhkan kembali oleh Tuhan. (Kejadian 21:8-21).

Sebab Ismael bukan pewaris janji Tuhan, tetapi Ishak.

Abraham menikahi Hagar, bekas pembantunya, karena tidak kunjung mempunyai anak dari Sara, istrinya yang telah tua dan mati haid.

 

2. Simson

Tokoh Alkitab yang bercerai yang kedua adalah Simson.

Simson adalah salah satu hakim Israel terbesar.

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin Israel setelah Musa dan Yosua, sebelum timbulnya lembaga kerajaan di Israel.

Simson bercerai dari istrinya, seorang perempuan Filistin.

Hal ini terjadi karena mertua Simson menikahkan putrinya kembali kepada laki-laki lain, teman Simson.

Mereka menganggap Simson telah meninggalkan istrinya. Sebab Simson memang kembali ke kampung halamannya setelah pernikahannya di rumah mertuanya.

Akibat istrinya menikah kembali dengan laki-laki lain, temannya sendiri, Simson menjadi marah sehingga ia membakar ladang gandum orang Filistin, dan menyulut perlawanan dari pihak orang Filistin. (Hakim-hakim 15).

 

3. Daud                   

Tokoh Alkitab yang bercerai yang ketiga adalah Daud.

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul dan raja terhebat Israel sepanjang masa.

Daud menikah dengan Mikhal, putri raja Saul, ketika Daud belum resmi menjadi raja Israel.

Saat itu Saul memberikan Mikhal kepada Daud sebagai “umpan” agar Daud tewas dibunuh oleh orang Filistin.

Saul iri terhadap Daud yang mendapat simpati dari rakyat Israel setelah Daud berhasil mengalahkan Goliat.

Jadi Saul ingin membunuh Daud dengan cara mengiming-imingi Daud dengan Mikhal sehingga Daud mau bertempur dengan orang Filistin.

Tetapi Daud berhasil mengalahkan orang Filistin dan menjadi menantu raja Saul.

Tetapi setelah menjadi menantu raja Saul, Daud masih terus diburu oleh Saul sehingga Daud terpaksa melarikan diri dan berpindah-pindah tempat.

Pada saat itulah Mikhal, istri Daud, dinikahkan kembali dengan laki-laki lain.

Dengan kata lain Daud bercerai dengan Mikhal. (lihat poin 4 di bawah).

Mikhal adalah istri pertama Daud.

Sebab Daud kemudian menikahi beberapa perempuan lain.

 

4. Paltiel Bin Lais                  

Tokoh Alkitab yang bercerai yang keempat adalah Paltiel Bin Lais.

Paltiel Bin Lais bukanlah tokoh Alkitab yang terkenal seperti halnya Simson dan Daud.

Ia hanya disebut dalam satu kasus di Alkitab, yakni dalam kasus perceraiannya.

Jadi Paltiel Bin Lais adalah salah satu tokoh Alkitab yang bercerai, yang dikenal karena kasus perceraiannya.

Perceraian Paltiel Bin Lais dengan istrinya sangat menarik, sebab melibatkan raja Daud.

Istri Daud, Mikhal, seperti yang telah disebut di atas (lihat poin 3), menikah kembali dengan laki-laki lain tatkala Daud berada di pelarian karena diburu oleh Saul, mertuanya sendiri.

Dan suami kedua Mikhal tersebut adalah Paltiel Bin Lais.

Alkitab tidak menyebut latar belakang Paltiel Bin Lais, tetapi ia harus mengalami rasa sakit akibat bercerai dari Mikhal.

Sebab setelah resmi menjadi raja Israel, Daud meminta kepada anak Saul, Isyboset, agar mengirimkan Mikhal kepadanya.

Maka Abner, bekas panglima perang Saul yang kemudian mendukung Daud dan meninggalkan Isyboset, membawa Mikhal kembali kepada Daud, menjadi istrinya kembali.

Hal ini membuat Paltiel Bin Lais menangis ketika ikut mengantarkan istrinya hingga di tengah perjalanan. (2 Samuel 3:12-16).

Sebenarnya, menurut Ulangan 24:1-4, Daud tidak boleh mengambil Mikhal kembali menjadi istrinya.

 

5. Orang-orang Israel Zaman Nabi Maleakhi          

Tokoh Alkitab yang bercerai yang kelima adalah orang-orang Israel zaman nabi Maleakhi.

Allah menegur orang-orang Israel zaman nabi Maleakhi karena mereka bercerai dari istri masa mudanya. (Maleakhi 2:14-16).

Tetapi orang-orang Israel yang bercerai ini tidak disebut namanya dan jumlahnya.

 

(Visited 139 times, 2 visits today)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!