10 Tokoh Alkitab Yang Bertekun Dalam Penderitaan

 

6. Daud

Tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan, yang keenam adalah Daud.

Daud adalah raja kedua Israel setelah Saul, dan raja terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa Israel, umat pilihan Allah. (Baca: 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab)

Namun barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja bangsa Israel sepenuhnya. Sebab di sepanjang hidupnya, Saul selalu memburu Daud untuk membunuhnya.

Dan selama pengejaran Saul, Daud hidup mengembara di berbagai tempat, termasuk di gua-gua.

Namun penderitaan Daud yang lebih besar lagi adalah tatkala anak kandungnya sendiri, Absalom, memberontak kepadanya.

Absalom berusaha membunuh ayah kandungnya sendiri dan berambisi menggantikannya menjadi raja Israel.

Hal ini membuat Daud dan anak buahnya terpaksa mengungsi keluar Yerusalem.

Absalom juga bahkan menggagahi gundik-gundik ayahnya di hadapan orang Israel, suatu perbuatan yang sangat tercela dan tidak menghormati ayahnya, Daud.

Penderitaan Daud bukan hanya di situ. Ada banyak orang yang mencelanya, menghinanya, mengutukinya, bahkan berusaha membunuhnya. Termasuk orang Filistin, musuh bebuyutan Israel.

Namun Daud bertekun dalam segala penderitaan yang dialaminya, dan hanya berharap kepada Tuhan.

Daud meyakini bahwa segala penderitaan yang dialaminya Tuhan perhitungkan dan Tuhan perhatikan (Mazmur 56:9).

 

7. Elia

Tokoh Alkitab lainnya yang bertekun dalam penderitaan adalah Elia.

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal. Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Elia merupakan salah satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Pada masa pemerintahan raja Ahab, terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Hal ini terjadi karena dosa Ahab dan bangsa Israel kepada Tuhan, di mana mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah dewa baal.

Tetapi, walau Elia tetap setia kepada Tuhan, ia juga turut merasakan penderitaan akibat kelaparan yang terjadi di Israel.

Karena itu nabi Elia diperintahkan oleh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Dan setiap pagi dan sore burung gagak diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat, negeri Sidon, untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu (1 Raja-raja 17).

Tetapi penderitaan terbesar Elia adalah kesendiriannya dalam berjuang mempertahankan penyembahan yang benar kepada Allah, berhadapan dengan raja dan rakyat Israel yang telah meninggalkan Tuhan dan menyembah allah-allah lain.

Elia juga harus berhadapan dengan 450 orang nabi palsu yang membuat bangsa Israel tidak setia kepada Allah.

Elia “bertarung” dengan para nabi tersebut di atas gunung Karmel, lalu Elia membunuh mereka semua dan membawa bangsa Israel kembali kepada Allah mereka (1 Raja-raja 18).

Penderitaan Elia berlanjut tatkala Izebel, istri raja Ahab penyembah baal murka dan bersumpah untuk membunuh Elia karena perbuatan Elia yang membunuh nabi-nabi baal tersebut.

Hal ini membuat Elia takut dan pergi ke  gunung Horeb seorang diri. Di sini Elia putus asa dan bahkan ingin mati.

Ketika Tuhan bertanya kepadanya apa yang diperbuatnya, Elia “melapor” kepada Tuhan bahwa hanya dia seorang diri yang masih hidup dari antara nabi yang menyembah Tuhan.

Tuhan kemudian menghibur Elia dan memberinya tugas baru (1 Raja-raja 19).

Meski sempat putus asa bahkan ingin mati, namun Elia tetap bertekun dalam penderitaannya dan tetap setia melayani Tuhan hingga akhir hidupnya di dunia.

 

8. Yeremia

Tokoh Alkitab selanjutnya yang bertekun dalam penderitaan adalah Yeremia.

Yeremia merupakan seorang nabi besar dari keluarga imam. Ia melayani pada masa pemerintahan lima raja Yehuda terakhir, yakni: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia (Yeremia 1:1-3).

Pelayanan Yeremia terentang sepanjang 40 tahun. Namun tidak ada hasil dari masa pelayanannya yang panjang tersebut, orang Israel tidak bertobat.

Sementara itu Yeremia mengalami tekanan yang hebat dalam pelayanannya. Ia dipersalahkan, difitnah, dipenjara, dan diancam akan dibunuh.

Dia dianggap musuh oleh bangsanya sendiri. Padahal ia menangisi mereka (Yeremia 9:1; 13:17).

Yeremia juga bahkan ingin dibunuh oleh kaumnya sendiri/teman sekampungnya  (Yeremia 11:21) serta dikhianati oleh keluarganya sendiri (Yeremia 12:6 ).

Karena itulah Yeremia kerap mengeluh kepada Tuhan atas segala tekanan dan penderitaan yang dialaminya.

Boleh dikatakan bahwa Yeremia adalah nabi Tuhan paling menderita.

Dan seperti Elia, Yeremia juga pernah sangat putus asa dan merasa lebih baik mati saja. Ia bahkan mengutuki hari kelahirannya, menyesali bahwa ia dilahirkan ke dunia hanya untuk menderita! (Yeremia 12, 15, 17, 20).

Kendati demikian, Yeremia tetap bertekun dalam penderitaannya dan tetap setia melayani Tuhan hingga akhir hidupnya.

 

9. Tuhan Yesus

Tokoh Alkitab berikutnya yang bertekun dalam penderitaan, adalah Tuhan Yesus sendiri.

Yesus adalah Tuhan, turun dari singgasanaNya di surga dan datang ke bumi dengan cara berinkarnasi, mengambil rupa seorang manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,14).

Yesus datang ke dunia untuk menderita dan memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45).

Penderitaan Tuhan Yesus di dunia sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya 700 tahun sebelumnya.

Nabi Yesaya menubuatkan berbagai penderitaan yang akan dialami oleh Tuhan Yesus, yang digenapi pada saat kedatangan Yesus Kristus ke dunia sebagai manusia.

Dalam nubuatnya tentang penderitaan Tuhan Yesus ini, Yesaya menyebutNya sebagai Hamba Tuhan (Yesaya 52:13-53:12).

Sekalipun Yesus tidak berdosa, dan sekalipun manusia begitu jahat, namun Dia rela menderita, disalibkan, dan mati demi pengampunan dosa mereka.

Yesus menderita ketika Ia dianiaya, dihina, diolok-olok, dan disalibkan hingga mati oleh musuh-musuhNya, teman sebangsaNya sendiri.

Ia juga menderita oleh pengkhianatan salah satu muridNya sendiri, Yudas Iskariot.

Yesus Kristus adalah manusia paling menderita dari antara manusia yang pernah hidup di dunia ini.

Kendati demikian, Yesus Kristus menghadapi segala penderitaanNya dengan bertekun, taat, dan tabah (Filipi 2:8; Ibrani 5:8).

Alkitab berkata bahwa ketekunan Tuhan Yesus dalam menghadapi semua penderitaanNya di dunia menjadi teladan yang harus diikuti oleh orang Kristen dalam  menghadapi penderitaannya (Ibrani 12:1-4; 1 Petrus 2:18-23).

 

10. Paulus

Tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan, yang terakhir adalah rasul Paulus.

Paulus adalah satu dari 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus.

Rasul Paulus adalah tokoh besar Perjanjian Baru. Ia memberitakan Injil ke banyak bangsa dan banyak mendirikan gereja di mana-mana.

Karena itu ia kerap menghadapi berbagai penderitaan hidup.

Sejak bertobat menjadi Kristen dan aktif memberitakan Injil, Paulus telah mendapat ancaman pembunuhan, seperti yang terjadi di Damsyik dan Yerusalem (Kisah Para Rasul 9:1-30).

Dalam berbagai suratnya kepada jemaat Tuhan, Paulus kerap menceritakan berbagai penderitaan hidup yang dialaminya karena mengikut Tuhan Yesus.

Bahkan Paulus membuat sejumlah “daftar penderitaan” yang pernah dialaminya.

Paulus menulis tentang keadaannya yang lapar, haus, telanjang, dipukul, hidup mengembara, dan melakukan pekerjaan tangan yang berat (1 Korintus 4:11-12).

Dalam segala hal Paulus ditindas, habis akal, dianiaya dan dihempaskan (1 Korintus 4:8-9).

Paulus juga mengakui bahwa dibanding hamba-hamba Tuhan lainnya ia lebih banyak berjerih lelah, lebih sering di dalam penjara, didera di luar batas, kerap kali dalam bahaya maut.

Ia lima kali disesah oleh orang Yahudi, sekali dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung di tengah laut. (2 Korintus 11:23-28).

Paulus berkata bahwa beban yang ditanggungkan kepadanya begitu berat, seperti orang yang dijatuhi hukuman mati, sehingga membuatnya sempat putus asa dalam hidup ini (2 Korintus 1:8-9).

Namun demikian, Paulus tetap tabah dan bertekun dalam segala penderitaan yang dialaminya, dan setia melayani Tuhan Yesus hingga akhir hidupnya.

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!