10 Tokoh Alkitab Yang Bertekun Dalam Penderitaan

 

3. Yusuf

Tokoh Alkitab lainnya yang bertekun dalam penderitaan adalah Yusuf.

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel. Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu.

Itulah sebabnya Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar.

Hal yang dialami Yusuf ini tentu sangat menyakitkan, terlebih lagi karena yang melakukannya adalah justru saudara-saudara Yusuf sendiri, kakak-kakaknya yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya.

Jadi Yusuf berubah dari anak kesayangan yang biasa dimanja orangtua menjadi seorang pembantu rumah tangga.

Namun Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya.

Istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan (Kejadian 39:1-23).

Lalu Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, sehingga Yusuf dimasukkan ke penjara. (Baca: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab).

Yusuf kembali mengalami penderitaan, bahkan penderitaan yang lebih berat. Ia harus hidup terkekang di penjara dengan hidup serba terbatas.

Ketika Yusuf berhasil menafsirkan mimpi seorang pelayan Firaun yang berada bersamanya di penjara, Yusuf dilupakannya.

Barulah dua tahun kemudian ia “mempromosikan” Yusuf untuk menafsirkan mimpi Firaun (Kejadian 40).

Yusuf akhirnya dikeluarkan dari penjara dan berhasil menafsirkan mimpi raja Mesir, Firaun,  sehingga Yusuf menjadi pemimpin tertinggi di Mesir di bawah Firaun.

Yusuf mengalami banyak penderitaan hidup, namun ia bertekun dalam menghadapi semua penderitaannya tersebut.

Bagi Yusuf, segala penderitaannya itu Tuhan ijinkan demi kebaikannya dan kebaikan banyak orang (Kejadian 50:20).

 

4. Musa

Tokoh Alkitab selanjutnya yang bertekun dalam penderitaan adalah Musa.

Musa dikenal sebagai pemimpin besar Israel.

Dia memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun.

Namun dalam kurun waktu tersebut Musa banyak mengalami tekanan, penolakan, dan pemberontakan dari umat Israel yang dipimpinnya, yang membuatnya menderita.

Sehingga tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Musa adalah salah satu tokoh Alkitab yang paling banyak mengalami penderitaan.

Musa telah mengalami penolakan tatkala ia masih tinggal di Mesir.

Ketika ia melerai dua orang Israel yang sedang berkelahi, maka orang yang bersalah itu mempertanyakan sikap Musa yang bersikap sebagai hakim atas mereka, serta mengungkit perbuatan Musa yang membunuh seorang Mesir.

Hal ini membuat Musa takut dan melarikan diri ke Midian selama 40 tahun (Keluaran 2).

Ketika Tuhan memanggil Musa 40 tahun kemudian untuk menghadap Firaun dan membebaskan bangsa Israel dari Mesir, para mandur Israel justru menolak Musa (Keluaran 5:20-21).

Juga orang-orang Israel semua menolak Musa dan Harun yang berusaha membebaskan mereka dari Mesir atas perintah Tuhan (Keluaran 6:8).

Dan ketika akhirnya bangsa Israel berhasil keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, bangsa Israel bersungut-sungut dan menolak kepemimpinan Musa akibat orang Israel “terjepit” di antara Laut Teberau di depan dan tentara Firaun di belakang (Keluaran 14:10-12).

Setelah peristiwa itu Musa masih banyak menghadapi pemberontakan di padang gurun.

Yang terutama adalah sungut-sungut orang Israel akan makanan yang membuat Musa putus asa dan orang-orang yang bersungut-sungut tersebut Tuhan bunuh (Bilangan 11).

Lalu pemberontakan saudara-saudara Musa sendiri, Harun dan Miryam, yang membuat Miryam kena kusta (Bilangan 12).

Kemudian penolakan bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan akibat berita buruk dari 10 orang pengintai, sehingga semua laki -laki Israel berusia 20 tahun ke atas tidak Tuhan ijinkan masuk ke Tanah Kanaan (Bilangan 13-14).

Juga pemberontakan Korah, Datan, dan Abiram, yang membuat mereka ditelan bumi (Bilangan 16).

Masih banyak tekanan, penolakan, dan pemberontakan lain yang dialami Musa dalam tugasnya memimpin bangsa Israel, yang membuatnya hidup menderita, khususnya secara batin.

Namun Musa tetap bertekun dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan hidup yang dialaminya.

 

5. Naomi

Tokoh Alkitab berikutnya yang bertekun dalam penderitaan adalah Naomi.

Naomi adalah seorang perempuan Israel yang pergi bersama keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Betlehem menuju Moab, karena kelaparan yang terjadi di Israel.

Mereka pergi pada zaman hakim-hakim memerintah di Israel (ketika raja belum ada di Israel), tetapi tidak disebutkan pada zaman hakim siapa.

Naomi pergi ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan kedua anaknya laki-laki, Mahlon dan Kilyon.

Naomi sekeluarga mengungsi untuk menghindari penderitaan di Israel, tetapi penderitaan Naomi justru semakin bertambah di Moab.

Di Moab suami Naomi meninggal dan menjadikan Naomi sebagai janda.

Dan kedua anak Naomi menikah, anak pertama menikahi Orpa, anak kedua menikahi Rut, keduanya orang Moab yang tidak meyembah Tuhan Israel.

Tetapi kedua anak Naomi itu pun kemudian meninggal tanpa meninggalkan anak.

Lalu Naomi tinggal sebatang kara di negeri orang, bersama dua menantu yang tidak punya anak.

Hidup di negeri orang, dengan budaya, tradisi, bahasa, etnis, dan agama yang berbeda dengan kita, tentu bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi seorang janda tua tanpa anak dan cucu seperti Naomi.

Itulah sebabnya Naomi bersiap pulang ke kampungnya, di Betlehem, Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!