10 Tokoh Alkitab Yang Bertekun Dalam Penderitaan

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan.

Penderitaan adalah suatu hal yang umum dialami oleh manusia. Boleh dikatakan bahwa semua manusia di dunia pernah mengalami penderitaan, dalam bentuk dan kadar tertentu.

Demikian juga dengan para tokoh Alkitab, mereka pun mengalami penderitaan dalam hidup mereka. Bukan hanya tokoh Alkitab yang jahat, tetapi juga para tokoh Alkitab yang saleh.

Baca juga: 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Memang, penderitaan terjadi karena berbagai alasan, bukan hanya diakibatkan oleh dosa atau kesalahan orang yang mengalami penderitaan.

Itulah sebabnya orang benar juga mengalami penderitaan, termasuk para tokoh Alkitab yang saleh.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Setia Sampai Mati

Dan Tuhan menghendaki kita, umatNya, untuk bertekun dalam penderitaan. Baik itu penderitaan yang disebabkan oleh dosa dan kesalahan kita, maupun penderitaan yang bukan disebabkan oleh dosa dan kesalahan kita, tetapi Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 10  tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan mereka.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Dan Akibatnya

Kesepuluh tokoh Alkitab ini telah mengalami berbagai penderitaan yang berat dalam hidup mereka.

Bahkan boleh dikatakan bahwa mereka adalah para tokoh Alkitab yang paling banyak mengalami penderitaan, atau tokoh-tokoh Alkitab paling menderita.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani

Namun mereka semua mampu bertekun dalam penderitaan mereka dan tampil sebagai pemenang serta menjadi teladan ketekunan bagi umat Tuhan di segala tempat dan zaman.

Para tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan ini terutama adalah tokoh-tokoh Alkitab yang besar dan paling berpengaruh.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat

Mereka terdiri dari orang-orang saleh di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru, baik laki-laki maupun perempuan.

Lalu, siapa sajakah 10 tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan? Berikut pembahasannya.

 

1. Ayub

Tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan, yang pertama adalah Ayub.

Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah.

Selain itu, Ayub juga orang yang kaya.

Namun Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan penderitaan yang sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati. Kemudian istrinya tersebut meninggalkannya (Ayub 1-2).

Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Jadi hidup Ayub “dihancurkan” dalam segala hal: keluarga, keuangan, kesehatan, dan persahabatan.

Namun Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya.

Meski sempat ragu, iman Ayub tetap kokoh kepada Tuhan. Ayub tetap bertekun dalam menghadapi penderitaannya.

Pada akhirnya Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia selesai menjalani penderitaannya yang Dia izinkan terjadi atas dirinya (Ayub 42).

Ayub adalah teladan yang baik dalam hal ketekunan menghadapi penderitaan.

Itulah sebabnya rasul Yakobus meminta jemaat Kristen untuk meneladani ketekunan Ayub dalam menghadapi penderitaan (Yakobus 5:11)

 

2. Yakub

Tokoh Alkitab yang bertekun dalam penderitaan, yang kedua adalah Yakub.

Yakub mengalami banyak penderitaan dalam hidupnya, sebagian adalah akibat perbuatannya sendiri.

Ketika Yakub, dengan bantuan ibunya, Ribka, menipu ayahnya yang sudah tua, Ishak, untuk mendapat berkat kesulungan, Yakub harus mengungsi ke negeri asal ibunya selama 20 tahun.

Sebab Esau, kakaknya, ingin membunuhnya.

Di Padan-Aram, negeri asal ibunya, Yakub tinggal di rumah pamannya, Laban. Dan di sini Yakub mengalami banyak penderitaan.

Sebab Laban, yang kemudian menjadi mertua Yakub, berulang kali menipunya.

Laban menipu Yakub dengan memberikan Lea sebagai istrinya. Padahal Laban telah sepakat untuk memberikan Rahel, adik Lea yang dicintai Yakub, asal Yakub mau bekerja 7 tahun pada Laban.

Akibatnya Yakub terpaksa bekerja 7 tahun lagi untuk mendapat Rahel, sehingga total 14 tahun Yakub bekerja bagi Laban hanya untuk mendapat Rahel.

Yakub masih bekerja 6 tahun lagi bagi Laban, sebelum akhirnya ia beserta istri-istri dan anak-anaknya melarikan diri dari Laban.

Sebab Laban berulang kali berbuat curang dengan mengubah-ubah upah Yakub (Kejadian 27-31).

Yakub juga harus kehilangan Yusuf anak kesayangannya selama 13 tahun karena dia dijual oleh saudara-saudaranya ke Mesir.

Saat itu anak-anak Yakub membohonginya, mereka mengatakan bahwa Yusuf mati diterkam binatang buas.  Padahal mereka menjualnya kepada pedagang yang membawa Yusuf ke Mesir.

Mendengar kematian anak kesayangannya, Yakub sangat terpukul. Boleh dikatakan bahwa semangatnya untuk hidup saat itu sudah pupus (Kejadian 37).

Yakub tampak bersemangat lagi ketika anak-anaknya memberitahunya bahwa anak kesayangannya, Yusuf, masih hidup, bahkan menjadi pemimpin di Mesir.

Yakub dan anak-anaknya kemudian mengungsi ke Mesir. Sebab di Tanah Kanaan terjadi kelaparan yang hebat, sementara putranya, Yusuf, telah menjadi penguasa di Mesir.

Ada satu hal menarik ketika Yusuf memperkenalkan ayahnya, Yakub, kepada raja Mesir, Firaun.

Ketika Firaun bertanya berapa umur Yakub, Yakub menjawab 130 tahun, tidak sebanyak umur nenek moyangnya, yakni Abraham, 175 tahun, dan Ishak, 180 tahun. (walau Yakub meninggal pada umur 147 tahun).

Yakub juga berkata kepada Firaun bahwa tahun-tahun umurnya tersebut buruk adanya (Kejadian 47:8-9).

Hal ini menunjukkan betapa banyaknya penderitaan yang dialami Yakub dalam hidupnya.

Kendati demikian, Yakub tetap bertekun dalam penderitaannya dan setia kepada Tuhan hingga akhir hidupnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!