Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Doanya Dikabulkan

 

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan oleh Tuhan.

Alkitab telah memberi berbagai persyaratan tertentu agar doa kita dikabulkan oleh Tuhan.  Jika persyaratan-persyaratan tersebut dipenuhi maka Tuhan akan mengabulkan doa kita.

Baca juga: 7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

Sebab pada dasarnya Allah kita adalah Allah yang senang mendengar dan mengabulkan doa kita umatNya (Mazmur 65:3).

Alkitab banyak mencatat tentang tokoh-tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan, jauh lebih banyak daripada tokoh-tokoh Alkitab yang doanya tidak dikabulkan.

Baca juga: 7 Penghalang Sehingga Doa Tidak Dikabulkan

Dalam artikel ini akan dibahas tentang 10 tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan.

Hal ini perlu dibahas agar kita semakin termotivasi dalam berdoa dan pada akhirnya menerima pengabulan doa.

Baca juga: 7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

Lalu siapa sajakah 10 tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan tersebut? Berikut pembahasannya.

 

1. Ishak

“Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.” (Kejadian 25:21).

Tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan yang pertama adalah Ishak.

Ishak adalah anak Abraham, yang adalah bapa leluhur bangsa Israel dan Tuhan Yesus.

Ishak adalah anak perjanjian Allah kepada Abraham yang lahir setelah kedua orang tuanya sudah sangat tua.

Ketika Ishak menikah, beberapa lama ia tidak mempunyai anak, karena istrinya, Ribka, mandul.

Oleh karena itu Ishak berdoa untuk Ribka. Dan Allah mengabulkan doanya tersebut, sehingga mereka mempunyai anak, Yakub dan Esau (anak kembar).

Dikatakan Alkitab bahwa Ishak menikah pada usia empat puluh tahun (Kejadian 25: 20), dan ketika anaknya lahir, ia berumur enam puluh tahun (Kejadian 25: 26).

Hal ini berarti bahwa ia bersama istrinya menunggu selama dua puluh tahun baru mempunyai anak.

 

2. Yakub

Tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan yang kedua adalah Yakub.

“Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku,…. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.” (Kejadian 32: 11, 33:4).

Yakub adalah anak Ishak, cucu Abraham, para leluhur bangsa Israel, umat pilihan Allah.

Suatu ketika Ishak (yang lebih sayang kepada Esau), ayah Esau dan Yakub, berkata kepada Esau, agar ia pergi berburu binatang ke padang, memasaknya baginya agar Esau diberkatinya.

Mendengar hal ini, Ribka, istri Ishak (yang lebih sayang kepada Yakub), memberitahukannya kepada Yakub dan menyuruhnya menyamar sebagai Esau sehingga ia yang diberkati ayahnya.

Hal ini dilakukan Yakub, ia mengambil kambing dari kandang kambing dombanya sendiri, memberinya dimasak ibunya dan menyediakannya bagi ayahnya dan ayahnya memakannya.

Ayahnya, yang sudah tua dan tidak dapat lagi melihat, tidak mengetahui bahwa orang yang menyediakan makanan tersebut bukanlah Esau, tetapi Yakub. Jadi ia memberkati Yakub (karena mengira itu adalah Esau).

Baru saja Yakub keluar rumah, Esau pulang dari berburu binatang, lalu memasaknya dan hendak memberi ayahnya memakannya.

Namun berkat yang akan diterimanya sudah diberikan ayahnya kepada Yakub, adiknya. Dan ayahnya tidak dapat lagi memberkatinya.

Mendengar hal ini Esau sangat marah dan menangis, dan ia berikhtiar membunuh Yakub, sebab Yakub telah menipunya.

Mendengar Esau ingin membunuhnya, Yakub melarikan diri.

Sekitar dua puluh tahun kemudian, setelah Yakub menikah dan mempunyai anak di pelariannya, Allah menyuruhnya kembali ke rumah ayahnya di Kanaan.

Namun Yakub takut bertemu kakaknya, Esau, yang mungkin masih dendam kepadanya dan akan membunuhnya.

Karena itulah Yakub berdoa kepada Tuhan, dan Ia mengabulkan doanya.

Buktinya, Esau tidak dendam lagi kepada Yakub, malahan memeluk dan mencium Yakub dengan menangis.

 

3. Simson

Tokoh Alkitab yang doanya dikabulkan yang ketiga adalah Simson.

“Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin. Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya.” (Hakim-hakim 16:28, 30a)

Simson adalah hakim terakhir Israel dan salah satu hakim paling terkenal dari hakim-hakim Israel. Ia terkenal terutama karena kekuatan fisiknya, yang tentunya berasal dari Allah.

Semasa ia menjadi hakim selama dua puluh tahun, banyak perbuatan gagah perkasa yang mengandalkan kekuatan tenaga/fisik yang dilakukannya dalam menghadapi musuhnya, orang-orang filistin.

Namun dalam hidupnya kekuatan-kekuatan tersebut kebanyakan dipakainya bukan untuk membela kebenaran Allah tetapi lebih pada masalah pribadi yang ditimbulkannya dengan orang filistin, terutama menyangkut hubungannya dengan wanita.

Dan melalui wanitalah akhirnya Simson berhasil ditangkap orang filistin setelah musuh-musuhnya tersebut tahu kunci kekuatanya, yakni pada rambutnya.

Ia ditangkap melalui jebakan kekasihnya sendiri, yang adalah orang filistin, yang disuruh oleh orang-orang filistin. Ia dibelenggu dan disiksa serta disuruh melawak dihadapan tiga ribu orang di salah satu gedung!

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!