10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya

Artikel ini berisi tentang tokoh-tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya.

Ada banyak tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya.

Mereka tidak taat dan melanggar firman Tuhan, baik firman Tuhan yang tertulis, yang jelas-jelas telah mereka ketahui, maupun firman Tuhan secara verbal, yang disampaikanNya secara khusus kepada mereka.

Tokoh-tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya ini merupakan hukuman Tuhan yang keras atas mereka.

Tentu setiap dosa mempunyai konsekuensinya. Siapa pun yang melakukan dosa pasti akan mendapat hukuman dari Tuhan, cepat atau lambat.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat

Namun demikian, kadang kala hukuman Tuhan atas dosa seseorang begitu cepat datang, bahkan ketika orang tersebut sedang melakukan dosanya, dan hukumannya pun “maksimal”, yakni hukuman mati.

Hukuman tersebut ditimpakan kepada mereka yang melakukan dosa “berat” di hadapan Tuhan, dengan berbagai cara atau bentuk yang berbeda-beda.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Artikel ini akan membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya, yakni ketika mereka sedang berbuat dosa atau segera setelah mereka berbuat dosa.

Mereka tidak hanya terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab Perjanjian Lama, tetapi juga tokoh-tokoh Alkitab Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan

Sebagian besar dari tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya ini merupakan satu keluarga, baik suami-istri maupun kakak-beradik, di mana mereka melakukan dosa secara bersama-sama.

Siapa sajakah 10 tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya?

Berikut pembahasannya.

 

1. Onan

Onan adalah salah satu anak Yehuda.

Yehuda mempunyai tiga orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Er, anak kedua bernama Onan, anak ketiga bernama Syela.

Er menikah dengan Tamar. Tetapi Er itu jahat sehingga Tuhan menghukum mati dia.

Lalu Yehuda menyuruh anaknya yang kedua, Onan, mengambil Tamar menjadi istrinya sehingga abangnya, Er, mendapat keturunan dari Onan (Ulangan 25:5).

Tetapi Onan jahat. Sebab setiap kali ia berhubungan dengan Tamar, ia sengaja membiarkan air maninya terbuang, sehingga ia tidak mendapat anak dari Tamar.

Karena pikirnya, jika dia mendapat anak maka Er yang “menikmatinya”, anak itu akan dianggap sebagai anak Er, abangnya yang telah meninggal.

Itulah sebabnya ia tidak pernah “serius” berhubungan dengan Tamar, agar ia tidak hamil.

Namun perbuatan Onan ini jahat di mata Tuhan. Karena itulah Tuhan membunuhnya (Kejadian 38).

 

2. Nadab

Nadab dan saudaranya, Abihu, adalah anak-anak Harun yang memegang jabatan imam bersama ayah mereka, Harun.

Suatu ketika, Nadab dan Abihu masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu.

Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan Tuhan api yang asing yang tidak diperintahkanNya kepada mereka.

Seharusnya api itu berasal dari Tuhan, yang diambil dari dalam mezbah, tetapi Nadab dan Abihu melanggar perintah Tuhan.

Akibatnya Tuhan pun menghukum mereka saat itu.

Api keluar dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan Nadab dan Abihu, sehingga mereka berdua mati seketika di hadapan Tuhan (Imamat 10).

 

3. Abihu

Seperti telah disebut sebelumnya, Abihu adalah anak Harun, yang bersama saudaranya, Nadab, mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan sehingga Tuhan membunuh mereka dengan api yang berasal dari Tuhan (lihat poin 2 di atas).

 

4. Zimri

Zimri adalah salah satu pemimpin puak di Israel, dari suku Simeon.

Kematiannya terjadi tatkala bangsa Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala.

Ketika itu bangsa Israel sedang berada di Sitim, dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Mereka menyembah Baal-Peor, dewa orang Moab. Hal ini terjadi karena para lelaki bangsa Israel mengawini perempuan-perempuan bangsa Moab.

Padahal Tuhan telah berulang kali mengingatkan mereka agar tidak mengawini perempuan-perempuan bangsa-bangsa lain, sebab mereka akan dibawanya menyembah allah mereka dan meninggalkan Allah Israel.

Hal ini mengakibatkan murka Tuhan bangkit sehingga ia menulahi bangsa Israel sehingga menewaskan 24 ribu orang!

Maka terjadilah tangisan dan ratapan di antara bangsa Israel.

Pada saat itu datanglah Zimri bersama seorang perempuan Midian bernama Kozbi, anak seorang pemimpin puak di Midian.

Maka bangkitlah Pinehas, anak Eleazer, anak Harun, lalu ia membunuh Zimri dan Kozbi dengan tombak sehingga mereka mati seketika.

Maka murka Tuhan pun surut, dan Pinehas pun mendapat upah tersendiri dari Tuhan. (Bilangan 25:1-18).

 

5. Kozbi

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Kozbi adalah anak seorang kepala puak di Midian, yang kawin (atau berzinah) dengan Zimri, seorang pemimpin puak suku Simeon di Israel.

Akibatnya, Kozbi pun mati dibunuh bersama Zimri (lihat poin 4 di atas).

 

6. Uza

Uza adalah seorang pria Israel yang mati seketika karena ia berusaha menyentuh tabut perjanjian Allah yang sebenarnya tidak boleh disentuh oleh orang awam, kecuali oleh para imam.

Tabut perjanjian adalah sebuah kotak persegi yang melambangkan kehadiran Allah, yang dibuat oleh Musa atas perintah Tuhan dan diletakkan di bagian ruang maha kudus di Kemah Suci.

Saat itu, oleh perintah raja Daud, tabut perjanjian Allah baru saja dibawa dari rumah Aminadab yang berada di atas bukit menuju Yerusalem.

Tabut Perjanjian itu dibawa dengan menggunakan kereta lembu, dan dikawal oleh Ahyo dan Uza, anak-anak Abinadab.

Ketika lembu penarik kereta itu tergelincir, dan tabut perjanjian itu akan jatuh, maka secara spontan Uza mengulurkan tangannya ke tabut.

Namun seketika itu juga ia dihukum oleh Tuhan dan Uza mati di tempat.

Hal ini sempat membuat Daud marah kepada Tuhan. Dan ia menjadi takut membawa tabut itu ke Yerusalem, sehingga ditempatkannya di rumah Obed-Edom selama tiga bulan hingga akhirnya ia mengambilnya kembali (2 Samuel 6:1-8).

 

7. Belsyazar

Belsyazar adalah raja terakhir kerajaan Babel, sebelum ditaklukkan oleh kerajaan Persia.

Belsyazar mati dibunuh Tuhan karena ia beserta para pembesarnya berpesta pora dengan memakai cawan-cawan emas dari Bait Allah, yang diambil oleh Nebukadnezar, raja Babel sebelumnya.

Dalam Daniel 5:1-30 dikisahkan tentang latar belakang kematian Belsyazar dan keruntuhan kerajaan Babel.

Hal itu terjadi melalui sebuah penglihatan tentang jari-jari tangan manusia yang sedang menulis di dinding istana Belsyazar, ketika ia beserta para pegawainya sedang mengadakan perjamuan besar.

Kata-kata yang dituliskan jari-jari tangan tersebut dalam bahasa Aram, mene, mene, tekel ufarsin (secara harfiah berarti: dihitung, ditimbang, dipecah), adalah tanda bahwa kerajaan Belsyazar dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.

Penglihatan tersebut bersama maknanya disampaikan oleh nabi Daniel kepada Belsyazar.

Dan malam itu juga, Belsyazar mati terbunuh dan bangsa Persia pun menaklukkan Babel.

 

8. Ananias

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Menjual ladang atau tanah milik pribadi demi memenuhi kebutuhan para anggota jemaat yang kurang mampu saat itu memang banyak terjadi di gereja mula-mula di Yerusalem.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus.

Tetapi kebohongan Ananias dan Safira diketahui oleh Petrus.

Maka pun Petrus mengkonfirmasi kembali Ananias, apakah benar dengan harga sekian tanah mereka dijual, Ananias bersikeras mengatakan bahwa memang dengan harga sekianlah tanah itu dijual.

Petrus menganggap bahwa Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus! (Kisah Para Rasul 5).

 

9. Safira

Seperti telah disebutkan sebelumnya (lihat poin 8 di atas), Safira bersama suaminya, Ananias, menjual sebidang tanah dan menahan sebagian hasil penjualan tersebut, dan sebagian lagi diserahkan kepada Petrus.

Hal ini mengakibatkan Ananias mati seketika di depan Petrus.

Sekitar tiga jam setelah kematian Ananias, maka istri Ananias, Safira, datang ke perkumpulan jemaat.

Ketika dia masuk, Petrus kembali bertanya harga penjualan tanah mereka, apakah benar seperti yang dikatakan oleh suaminya. Dan Safira pun menjawab seperti yang dikatakan oleh suaminya. Akhirnya seketika itu juga Safira meninggal di depan kaki Petrus!

Hukuman Ananias dan Safira yang sangat berat ini, telah menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa hanya karena berdusta soal hasil penjualan tanah harus dihukum mati?

Sebenarnya Ananias dan Safira tidak perlu berdusta mengenai harga tanah mereka yang terjual. Mereka tidak dipaksa untuk menjual tanah mereka dan menyerahkan semua uang penjualannya ke gereja. Kesalahan mereka adalah karena mereka menahan sebagian hasil tanah tersebut dan seolah-olah telah menyerahkan semuanya.

Lagipula Petrus sudah memberi Ananias dan Safira kesempatan untuk bertobat/mengakui kesalahan mereka dengan cara mengkonfirmasi lagi jumlah hasil penjualan tanah mereka itu. Tetapi mereka berdua bersikeras dengan kebohongan mereka. Itulah kesalahan mereka.

Perlu juga diingat bahwa keberadaan gereja mula-mula adalah permulaan zaman gereja sehingga perlu dilakukan hukuman yang keras terhadap dosa sebagai peringatan bagi gereja-gereja Tuhan selanjutnya.

 

10. Herodes

Herodes adalah raja Israel di bawah kekuasaan Romawi.

Herodes yang dimaksud di sini adalah Herodes Agripa I, anak Herodes Antipas, atau cucu Herodes Agung.

Herodes inilah yang membunuh rasul Yakobus dan yang memenjarakan Petrus.

Herodes ini suatu ketika duduk di tahtanya dengan pakaian kebesarannya, lalu ia berpidato di hadapan orang-orang Tirus dan Sidon yang baru saja mendatanginya.

Pidatonya ini disambut oleh orang-orang Tirus dan Sidon itu bukan sebagai perkataan manusia, melainkan perkataan seorang allah/seorang dewa!

Walau tidak disebut di Alkitab, Herodes rupanya menerima pujian orang-orang Tirus dan Sidon itu dengan senang hati. Akibatnya ia meninggikan dirinya seolah-olah ia Tuhan.

Ia tidak menghormati Tuhan.

Maka seorang malaikat Tuhan menamparnya sehingga ia mati seketika (Kisah Para Rasul 12).

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang mati seketika karena dosanya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!