Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Melanggar HAM

 

5. Yehu

Yehu adalah raja Israel Utara yang ke-11, yang memerintah selama 28 tahun.

Sebelum menjadi raja, Yehu adalah panglima raja Yoram.

Yoram sendiri adalah anak Ahab (lihat poin 4 di atas) yang menjadi raja Israel Utara menggantikan ayahnya.

Seperti ayahnya, Ahab, Yoram juga raja yang jahat.

Maka Yehu membunuh raja Yoram, lalu ia menjadi raja Israel Utara setelah diurapi oleh seorang nabi.

Yehu adalah alat Tuhan untuk menghukum dosa-dosa keluarga Ahab.

Itulah sebabnya Yehu memunahkan seluruh keluarga Ahab, yang dimulai dari pembunuhan Yoram.

Yehu juga membunuh Ahazia, raja Yehuda, yang juga merupakan keluarga Ahab (keponakan Yoram), yang saat itu bersama-sama Yoram.

Yehu kemudian membunuh Izebel, istri Ahab/ibu Yoram, lalu membunuh 70 anak laki-laki Ahab.

Lalu Yehu membunuh semua keluarga Ahab yang ada di Yizreel, para pembesarnya, orang-orang kepercayaannya, dan imam-imamnya.

Bahkan tanpa ampun Yehu juga menghabisi 40 sanak saudara Ahazia, raja Yehuda, yang saat itu datang hendak menjenguk keluarga raja.

Kemudian Yehu membunuh seluruh sanak keluarga Ahab yang masih ada di Samaria.

Di sinilah terjadi pelanggaran HAM. Sebab Yehu telah membunuh melewati batas.

Tuhan memang memerintahkan Yehu membunuh seluruh keluarga Ahab.

Tetapi pembunuhan sanak saudara Ahazia dan sanak saudara Ahab di Yizreel, telah melampaui batas.

Ini adalah pelanggaran HAM, sebab mereka bukan lagi anggota keluarga Ahab secara langsung, yang tidak turut dengan dosa-dosa keluarga Ahab.

Karena itulah Tuhan menghukum perbuatan Yehu ini, sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Hosea (Hosea 1:4).

Yehu begitu giat melakukan perintah Tuhan untuk menghukum keluarga Ahab, juga membasmi penyembahan berhala di Israel Utara, tetapi ia telah melampaui apa yang diperintahkan Tuhan.

Yehu sendiri juga kemudian jatuh pada penyembahan berhala (2 Raja-raja 9-10).

 

6. Nebukadnezar

Nebukadnezar adalah raja paling sukses di kerajaan Babel.

Pada masa kejayaannya di bawah Raja Nebukadnezar (605-562 SM), kerajaan Babel menjadi kerajaan adikuasa yang memerintah dunia (Daniel 2:37-38a).

Karena itu Nebukadnezar menjadi sombong dan gila hormat, ia menganggap dirinya dewa yang harus disembah oleh rakyatnya.

Nebukadnezar mewajibkan semua rakyatnya untuk menyembah patungnya. Jika ada yang tidak mau, maka Nebukadnezar akan membunuhnya.

Itulah yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tiga orang Yahudi, yang dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala karena tidak bersedia menyembah patung Nebukadnezar.

Tetapi karena iman mereka kepada Tuhan, Ia melindungi mereka dalam perapian yang menyala-nyala tersebut (Daniel 3:1-23).

Jelas, apa yang diperbuat Nebukadnezar adalah pelanggaran HAM.

Sebab adalah hak setiap orang untuk percaya kepada Tuhan/dewa menurut yang diyakininya, serta beribadah kepadanya.

Seseorang tidak bisa dipaksa, apalagi dihukum, karena tidak menganut agama/keyakinan tertentu.

 

7. Darius

Darius adalah raja Babel setelah masa Nebukadnezar.

Pada masa pemerintahan Darius, maka Daniel, salah satu pejabat tertinggi di kerajaan Babel pada masa Nebukadnezar, menjadi pejabat terpenting.

Daniel menjadi satu dari tiga orang yang menjadi pejabat tertinggi di bawah raja Darius. Tetapi Daniel melebihi dua pejabat tertinggi raja tersebut dan para pejabat yang lainnya.

Para pejabat lain menjadi iri kepada Daniel. Mereka mencari-cari kesalahannya, namun mereka tidak mendapati satu pun perbuatan tercela dalam diri Daniel. Sebab Daniel mempraktekkan ibadah agama Yahudi yang menyembah Allah Israel, dan hidupnya tidak tercela dalam hal apa pun.

Karena itu mereka menghasut raja Darius agar dikeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa/Allah atau manusia lain selain kepada raja Darius (agar mereka dapat menjerat Daniel).

Ketika Daniel mendengar hal tersebut, ia pun berdoa kepada Allahnya. Tetapi justru ketika berdoa itulah Daniel dijerat oleh lawan-lawan politiknya dan mengadukannya kepada raja.

Daniel akhirnya dihukum oleh Darius dengan melemparkannya ke gua singa.

Tetapi Tuhan menyertai Daniel sehingga singa-singa itu tidak memakannya. Akhirnya raja Darius pun menyelamatkan Daniel dari gua singa tesebut.

Apa yang dilakukan oleh DariusĀ  jelas adalah pelanggaran HAM, persis seperti yang dilakukan oleh Nebukadnezar terhadap tiga teman Daniel: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (lihat poin 6 di atas).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!