Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Melanggar HAM

Loading...

 

8. Herodes Agung

Herodes Agung adalah raja Yahudi pada masa kelahiran Yesus Kristus.

Ketika orang-orang majus dari timur tiba di Yerusalem, setelah dituntun oleh sebuah bintang besar, mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya.

Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung dan rakyatnya. Ia kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan, mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1).

Lalu Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar Herodes juga datang menyembahNya.

Tetapi ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut dengan kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem.

Tetapi setelah mereka bertemu bayi Yesus, mereka langsung pulang ke negerinya dan tidak kembali lagi kepada Herodes, karena Tuhan memperingatkan mereka.

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus itu, maka ia menjadi sangat marah. Ia panik dan ia tak mau ambil resiko. Herodes membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Bayi-bayi yang tak berdosa (dalam pengertian umum, bukan secara teologis) menjadi korban kebiadaban raja Herodes. Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Tetapi Yesus luput dari pembunuhan Herodes. Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, mengindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:3-8; 13-23).

Kepanikan berlebihan Herodes Agung atas kelahiran Yesus adalah karena ia takut kehilangan kekuasaan.

Istilah “raja orang Yahudi” yang disebut oleh orang-orang majus sangat menghantuinya. Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia.

Dan Herodes telah melakukan pelanggaran HAM berat dengan memunahkan bayi-bayi Betlehem demi ambisinya mempertahankan kekuasaan.

 

9. Hanas

Hanas adalah imam besar orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus hidup di dunia.

Dia adalah salah satu orang terpenting di balik pengadilan dan penyaliban Yesus (Yohanes 18:12-24).

Sebenarnya saat itu Hanas sudah tidak menjabat lagi sebagai imam besar, ia sudah “pensiun”. Yang menjabat imam besar saat itu adalah menantunya sendiri, Kayafas.

Namun rupanya Hanas masih tetap punya pengaruh yang besar di antara orang Yahudi. Terbukti dia lebih dominan dalam persidangan Yesus.

Karena Hanas adalah orang terpenting di balik pengadilan yang tidak benar terhadap Yesus, maka boleh dikatakan bahwa Hanas adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengadili Yesus.

Dan persidangan Mahkamah Agama Yahudi terhadap Yesus yang dipimpin oleh Hanas adalah suatu peradilan sesat, yang memunculkan saksi-saksi palsu.

Hasil sidang Mahkamah Agama Yahudi yang dipimpin Hanas adalah bahwa Yesus menghujat Allah dan layak dihukum mati.

Dan seterusnya mereka menyerahkan Yesus kepada Pilatus, wali negeri Romawi di Yudea, untuk disalibkan (lihat poin 6 di bawah).

Pada masa itu orang Yahudi memang berada di bawah kuasa orang Romawi, sehingga mereka tidak boleh menghukum mati seseorang, kecuali atas izin pemerintahan Romawi.

Tetapi orang Romawi tidak menghukum mati seseorang karena persoalan agama, hanya para penjahat dan pemberontak kepada pemerintahan Romawi yang dihukum mati.

Karena itu para pemimpin Yahudi yang dipimpin oleh Hanas menuduhkan dua tuduhan palsu kepada Yesus yang dapat diganjar dengan hukuman mati: melarang orang bayar pajak kepada kaisar dan mengklaim diriNya sebagai raja (Lukas 23:1-2).

Tetapi apa yang dilakukan oleh Hanas jelas adalah suatu pelanggaran HAM.

Seseorang punya hak diperlakukan secara adil di depan hukum.

 

10. Pilatus

Tokoh Alkitab terakhir yang melanggar HAM adalah Pilatus.

Pontius Pilatus adalah wali negeri atau wakil pemerintahan Romawi di Yudea (Lukas 3:1-2), yang mencakup wilayah Yudea dan Samaria.

Pontius Pilatus adalah tokoh utama di balik penyaliban Yesus.

Pilatus memberi perintah untuk menyalibkan Yesus, sekalipun ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak layak dihukum mati (disalibkan), dan sekalipun ia tak mau bertanggung jawab atas penyaliban dan kematianNya (Lukas 23:23-25).

Alasan utama Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan adalah demi kepentingan dirinya sendiri.

Pilatus takut jika orang Yahudi melaporkannya kepada Kaisar Tiberius, karena mereka berkata bahwa jika Pilatus membebaskan Yesus maka Pilatus bukanlah sahabat kaisar (Yohanes 19:12), artinya ia melawan kaisar.

Pilatus rela mengorbankan Yesus yang tak bersalah demi mempertahankan jabatannya dan nyawanya di hadapan kaisar Romawi!

Dan menghukum mati orang yang tak bersalah jelas adalah pelanggaran HAM berat.

 

Itulah tokoh-tokoh Alkitab yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!