10 Tokoh Alkitab Yang Mempunyai Iman Yang Besar

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang besar.

Iman secara sederhana dapat diartikan sebagai keyakinan kepada kasih dan kuasa Tuhan yang akan menolong kita.

Atau suatu keyakinan bahwa Tuhan mau dan sanggup menolong kita.

Alkitab banyak mencatat tentang tokoh Alkitab yang beriman besar atau mempunyai iman yang besar.

Yang dimaksud dengan mempunyai iman yang “besar” adalah mereka yang mempunyai tingkat iman yang “tinggi”, boleh dikatakan di atas rata-rata.

Baca juga: 10 Kisah Tokoh Alkitab Paling Menginspirasi

Mereka disebut mempunyai iman yang tinggi sebab setidaknya dalam satu kesempatan mereka memperagakan iman yang “kuat” atau iman yang “besar”.

Karena itu tidak berlebihan untuk menyebutkan bahwa mereka adalah para tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang besar.

Walaupun kebanyakan dari mereka hanya dicatat satu kali di Alkitab, yakni yang berkaitan dengan iman mereka yang besar.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan

Kesepuluh tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang besar ini terdapat di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Dan tidak semua dari mereka merupakan orang yang percaya kepada Tuhan, ada yang hanya percaya pada kuasa dan kasih Tuhan dalam satu kesempatan saha, tanpa menjadi percaya kepadaNya.

Nah, siapa sajakah yang termasuk 10 tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang besar?

Berikut pembahasannya.

 

1. Abraham

Tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang besar,  yang pertama adalah Abraham.

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Abraham tadinya belum dikenal, bahkan ayahnya, Terah, adalah seorang penyembah berhala.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Abraham menaati panggilan Tuhan tersebut (Kejadian 12:1-3).

Ia meninggalkan negerinya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya, yang pada saat itu belum diketahui Abraham.

Ketaatan Abraham pada perintah Tuhan  ini menunjukkan bahwa ia sangat percaya kepada Tuhan.

Tuhan juga berjanji akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi Abraham baru menerima penggenapan janji Tuhan tentang kelahiran  anaknya (agar ia bisa mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit) ketika ia berusia 100 tahun, atau 25 tahun kemudian!

Namun anak yang Tuhan beri tersebut, Ishak, Tuhan perintahkan untuk dipersembahkan Abraham.

Dan Abraham taat. Ini juga membuktikan betapa besarnya iman Abraham kepada Tuhan.

Tetapi Ishak tidak jadi dipersembahkan, sebab Tuhan hanya menguji iman Abraham (Kejadian 22).

Iman Abraham sangat kokoh, menantikan kelahiran Ishak selama 25 tahun dan bersedia mempersembahkannya kepada Tuhan!

Tidak heran Abraham dikenal sebagai bapa orang percaya/orang beriman.

 

2. Ayub

Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah.

Selain itu, Ayub juga orang yang kaya.

Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati.

Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Namun Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya (Ayub 1:22).

Meski sempat ragu, iman Ayub tetap kokoh kepada Tuhan. Ayub tetap setia sampai akhir dalam mengikut Tuhan.

Pada akhirnya Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia selesai menjalani pencobaan iblis yang Allah izinkan terjadi atas dirinya.

 

3. Habakuk

Kitab Habakuk, yang hanya terdiri dari tiga pasal, berisi tentang nubuat-nubuat dan penglihatan nabi Habakuk perihal bangsa Yehuda.

Kitab Habakuk merupakan pergumulan nabi Habakuk sendiri atas penderitaan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan sendiri, ketika bangsa tersebut begitu parahnya dihancurkan oleh bangsa Babel atau orang Kasdim.

Oleh karena pemberontakan mereka kepada Tuhan, maka Tuhan mengizinkan bangsa Yehuda diserbu dan dihancurkan oleh bangsa Babel.

Bangsa Babel ini, yang tidak percaya kepada Tuhan, begitu sombongnya dalam menghancurkan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan.

Hal ini mengakibatkan nabi Habakuk mengadu kepada Tuhan.

Tuhan belum menjawab doa Habakuk, Habakuk belum melihat pemulihan dari Tuhan atas bangsanya.

Tetapi yang luar biasa adalah bahwa nabi Habakuk tetap percaya, berharap dan bersorak di dalam Tuhan, bahkan di tengah penderitaan yang besar (Habakuk 3).

 

4. Perempuan Kanaan 

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita, dan dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut. Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel.

Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, sebagaimana telah disebut di atas).

Tetapi perempuan Kanaan ini kembali memohon sambil menyembah Yesus. Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing.

Ini juga sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar. Maksud Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Perempuan ini belum menyerah. Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya. Ini adalah bentuk iman dan kerendahan hati.

Melihat iman (dan kerendahan hati) perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya. Seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:21-28).

 

5. Perempuan Yang 12 Tahun Pendarahan 

Tidak disebutkan siapa nama perempuan ini. Tetapi dikatakan bahwa ia telah berobat ke mana-mana dan menghabiskan banyak uangnya, namun ia tak kunjung sembuh.

Ini adalah sebuah penderitaan yang berat. Bukan hanya fisiknya, mentalnya pun jadi menderita karena usahanya untuk memperoleh kesembuhan selalu gagal.

Jadi perempuan itu mencoba untuk datang kepada Yesus yang saat itu sedang populer di mata rakyat. Mungkin ia sudah mendengar bahwa Yesus adalah tabib yang ajaib yang telah menyembuhkan banyak orang yang sakit.

Ketika itu Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah Yairus, seorang kepala rumah ibadat/Sinagoge Yahudi (lihat di bawah).

Ia baru saja dipanggil oleh Yairus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit keras. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Perempuan itu pun memberanikan diri “menghalangi” langkah Yesus menuju rumah Yairus. Ia berusaha menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”

Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh, pendarahannya berhenti!

Tuhan Yesus, yang merasakan ada kuasa yang keluar dari tubuhNya, bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya.

Murid-muridNya menjawab bahwa ada banyak orang yang mengikutiNya, jadi pasti banyak di antara mereka yang tanpa sengaja menjamah jubahNya.

Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan.

Maka tampillah perempuan itu ke depan Tuhan Yesus untuk mengakui bahwa dialah yang menjamah jubahNya. Maka Yesus pun meneguhkan kesembuhan perempuan tersebut (Markus 5:25-34).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!