Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Mempunyai Iman Yang Besar

 

3. Habakuk

Kitab Habakuk, yang hanya terdiri dari tiga pasal, berisi tentang nubuat-nubuat dan penglihatan nabi Habakuk perihal bangsa Yehuda.

Kitab Habakuk merupakan pergumulan nabi Habakuk sendiri atas penderitaan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan sendiri, ketika bangsa tersebut begitu parahnya dihancurkan oleh bangsa Babel atau orang Kasdim.

Oleh karena pemberontakan mereka kepada Tuhan, maka Tuhan mengizinkan bangsa Yehuda diserbu dan dihancurkan oleh bangsa Babel.

Bangsa Babel ini, yang tidak percaya kepada Tuhan, begitu sombongnya dalam menghancurkan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan.

Hal ini mengakibatkan nabi Habakuk mengadu kepada Tuhan.

Tuhan belum menjawab doa Habakuk, Habakuk belum melihat pemulihan dari Tuhan atas bangsanya.

Tetapi yang luar biasa adalah bahwa nabi Habakuk tetap percaya, berharap dan bersorak di dalam Tuhan, bahkan di tengah penderitaan yang besar (Habakuk 3).

 

4. Perempuan Kanaan 

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita, dan dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut. Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel.

Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, sebagaimana telah disebut di atas).

Tetapi perempuan Kanaan ini kembali memohon sambil menyembah Yesus. Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing.

Ini juga sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar. Maksud Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Perempuan ini belum menyerah. Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya. Ini adalah bentuk iman dan kerendahan hati.

Melihat iman (dan kerendahan hati) perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya. Seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:21-28).

 

5. Perempuan Yang 12 Tahun Pendarahan 

Tidak disebutkan siapa nama perempuan ini. Tetapi dikatakan bahwa ia telah berobat ke mana-mana dan menghabiskan banyak uangnya, namun ia tak kunjung sembuh.

Ini adalah sebuah penderitaan yang berat. Bukan hanya fisiknya, mentalnya pun jadi menderita karena usahanya untuk memperoleh kesembuhan selalu gagal.

Jadi perempuan itu mencoba untuk datang kepada Yesus yang saat itu sedang populer di mata rakyat. Mungkin ia sudah mendengar bahwa Yesus adalah tabib yang ajaib yang telah menyembuhkan banyak orang yang sakit.

Ketika itu Yesus sedang dalam perjalanan ke rumah Yairus, seorang kepala rumah ibadat/Sinagoge Yahudi (lihat di bawah).

Ia baru saja dipanggil oleh Yairus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit keras. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Perempuan itu pun memberanikan diri “menghalangi” langkah Yesus menuju rumah Yairus. Ia berusaha menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”

Dan benar, jadilah sesuai imannya. Pada saat itu juga penyakit perempuan itu sembuh, pendarahannya berhenti!

Tuhan Yesus, yang merasakan ada kuasa yang keluar dari tubuhNya, bertanya kepada orang banyak siapa yang menjamah jubahNya.

Murid-muridNya menjawab bahwa ada banyak orang yang mengikutiNya, jadi pasti banyak di antara mereka yang tanpa sengaja menjamah jubahNya.

Tetapi Tuhan Yesus tahu ada orang yang sengaja menyentuh jubahNya untuk disembuhkan.

Maka tampillah perempuan itu ke depan Tuhan Yesus untuk mengakui bahwa dialah yang menjamah jubahNya. Maka Yesus pun meneguhkan kesembuhan perempuan tersebut (Markus 5:25-34).

 

6. Yairus 

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat Yahudi. Suatu saat ia melaporkan kepada Tuhan Yesus bahwa anaknya perempuan sedang sakit keras, dan ia memohon kepadaNya agar Ia datang menyembuhkan anaknya itu.

Ketika mendengar permohonan Yairus, maka Tuhan Yesus segera menuju rumah Yairus. Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya. Hal ini “menghalangi” langkahNya untuk segera ke rumah Yairus.

Satu peristiwa yang terjadi ketika Yesus sedang menuju rumah Yairus adalah ketika seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan menyentuh jubahNya, sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.” (lihat di atas).

Sementara hal ini terjadi seorang anggota keluarga Yairus datang memberitahukan kepadaNya bahwa anaknya telah meninggal. Seolah-olah Tuhan Yesus sudah terlambat!

Tetapi Dia mengatakan kepada Yairus agar ia tidak takut dan percaya saja! Dan yang luar biasa adalah Yairus percaya!

Ketika Tuhan Yesus sampai di rumah Yairus, Ia mendapati sudah banyak orang yang menangis dan meratap atas kematian anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun itu.

Tuhan Yesus mengusir mereka semua dan berkata bahwa anak itu hanya tidur, yang disambut dengan tawa orang banyak.

Tetapi Tuhan Yesus bertindak. Ia memegang tangan anak tersebut seraya berkata dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Tuhan Yesus), “Talita kum!” yang artinya, “Hai Anak, bangunlah!” Anak itu pun bangkit dan hidup kembali! (Markus 5:21-43).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!