10 Tokoh Alkitab Yang Mengampuni Tanpa Membenci Dan Membalas Dendam

 

6. Yesus

Setelah Yesus disalibkan, maka kata-kata pertama yang keluar dari mulutNya adalah doa pengampunan.

Injil Lukas mencatat doa Tuhan Yesus yang terkenal ini (Lukas 23:34a).

Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya agar Ia mengampuni orang-orang yang menganiaya, mengolok-olok, menghujat, dan menyalibkanNya.

Ia tidak berdoa agar orang-orang tersebut dihukum Allah. Ia tidak meminta pembalasan BapaNya terhadap para musuhNya, tetapi belas kasihan dan pengampunan.

Ini adalah suatu hal yang luar biasa.

Biasanya orang-orang yang disalibkan akan mengeluarkan kata-kata makian, umpatan, sumpah serapah, bahkan kutukan.

Namun Yesus sangat lain. Ia tidak melakukan hal-hal seperti itu. Ia justru melakukan hal sebaliknya: berdoa bagi mereka yang menyakitiNya!

Jika Yesus berdoa bagi orang-orang yang menjahatinya, berarti Dia telah mengampuni orang-orang tersebut.

Sebelumnya, dalam masa pelayananNya, Yesus juga mengampuni orang-orang Samaria yang menolakNya melalui desa mereka dalam perjalanannya menuju Yerusalem.

Ketika dua muridNya, Yohanes dan Yakobus, meminta izin Yesus agar mereka meminta api turun dari langit (seperti yang pernah dilakukan nabi Elia) untuk menghanguskan desa orang Samaria tersebut, Yesus menghardik mereka (Lukas 9:51-56).

 

7. Petrus

Petrus juga termasuk tokoh Alkitab yang suka mengampuni.

Pengampunan Petrus memang tidak disebut di Alkitab secara langsung, tetapi secara tersirat mengatakan demikian.

Siapa yang diampuni rasul Petrus? Rasul Paulus.

Rasul Paulus pernah menceritakan bahwa ia secara terang-terangan menegur Petrus karena ia nilai bersikap munafik.

Sebelum orang-orang percaya dari bangsa Yahudi datang, Petrus makan semeja dengan orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain.

Tetapi setelah orang-orang percaya dari bangsa Yahudi tersebut datang, Petrus mundur. Ini terjadi di Antiokhia.

Hal inilah yang membuat Paulus marah kepada Petrus dan menegurnya secara keras di hadapan mereka semua (Galatia 2:11-14) .

Kita tidak tahu apakah saat itu Petrus marah kepada Paulus. Tetapi faktanya, dari suratnya kemudian, Petrus tidak sakit hati kepada Paulus.

Hal ini nyata dari kata-kata Petrus yang begitu hangat dan hormat kepada Paulus. Petrus menyebut Paulus sebagai “saudara terkasih”.

Selain itu, Petrus juga mengakui kecerdasan intelektual Paulus dan membelanya dari orang-orang yang memutar balikkan pengajarannya (2 Petrus 3:15-16).

Dari kata-kata Petrus tersebut dapat kita simpulkan bahwa ia telah mengampuni Paulus atas tegurannya yang keras kepadanya.

Hal ini juga sekaligus menampik pandangan sejumlah teolog liberal yang mengatakan bahwa ada “permusuhan” terus menerus antara Petrus dengan Paulus dan bahwa ajaran mereka berbeda.

 

8. Stefanus

Stefanus, salah satu diaken gereja Yerusalem yang pertama, terlibat dalam perdebatan dengan sejumlah orang Yahudi.

Namun mereka tidak dapat melawan hikmat Stefanus.

Maka dengan licik mereka menyeret Stefanus ke Mahkamah Agama dengan tuduhan palsu.

Di Mahkamah Agama tersebut Stefanus justru dengan berani berkhotbah bahkan  menuduh mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus.

Orang-orang Yahudi tersebut pun marah kepada Stefanus, lalu menyeret Stefanus ke luar kota (Yerusalem) dan melemparinya dengan batu.

Namun sebelum Stefanus akhirnya meninggal karena dilempari batu, ia justru berdoa untuk orang-orang Yahudi yang melemparinya itu.

Stefanus tidak benci kepada mereka, dan dia tidak berdoa agar Tuhan menghukum atau membalas perbuatan mereka.

Tetapi Stefanus berdoa, sementara mereka terus melemparinya dengan batu, agar Tuhan mengampuni perbuatan mereka tersebut!

Hal ini berarti bahwa Stefanus telah mengampuni perbuatan mereka yang menyeretnya ke Mahkamah Agama dengan tuduhan palsu serta melemparinya dengan batu.

Stefanus meninggal bukan dengan kebencian dan dendam, melainkan dengan kata-kata pengampunan (Kisah Para Rasul 7:57-60).

 

9. Paulus

Ketika Paulus dan Barnabas (dua pemimpin jemaat di Antiokhia) pulang dari pelayanan di Yerusalem ke Antiokhia, mereka membawa serta Markus untuk menyertai mereka dalam pelayanan.

Dan setelah mereka bertiga menyelesaikan pelayanan mereka di pulau Siprus, maka mereka berlayar ke Perga di Pamfilia.

Namun sayang, di sini Markus mengundurkan diri dari pelayanannya, dan kembali pulang ke rumahnya di Yerusalem (Kisah Para Rasul 13:13).

Alkitab tidak memberitahukan mengapa Markus mengundurkan diri dari pelayanannya. Namun apa pun alasannya, yang jelas perbuatan Markus ini sangat tidak baik.

Ketika Barnabas dan Paulus menyelesaikan perjalanan misi mereka yang pertama, mereka kembali ke jemaat di Antiokhia dan tinggal beberapa lama di situ.

Kemudian Paulus berkata kepada Barnabas agar mereka kembali ke daerah-daerah yang pernah mereka melayani untuk melihat bagaimana keadaan mereka.

Barnabas setuju dengan Paulus, tetapi ia ingin mengikut-sertakan Markus kembali dalam tim mereka (Markus adalah saudara Barnabas!).

Namun Paulus dengan tegas menolaknya. Sebab bagi Paulus, tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama mereka.

Barnabas dan Paulus bersikeras dengan pendapat mereka masing-masing, bahkan hal ini menyebabkan perselisihan yang tajam di antara mereka.

Akibatnya, mereka pun berpisah dalam pelayanan. Barnabas pergi bersama Markus, sedangkan Paulus memilih Silas bersamanya (Kisah Para Rasul 15:35-41).

Namun, meski sempat berselisih paham dengan Rasul Paulus, ternyata Markus akhirnya sudah berdamai dengannya.

Ketika mengirim suratnya kepada jemaat di kota Kolose, Paulus sedang bersama dengan Markus dan mengirim salam kepada jemaat di Kolose.

Bersama Aristarkhus dan Yustus, Paulus menyebut Markus sebagai teman sekerja (Kolose 4:10-11). Artinya, Paulus melayani bersama Markus.

Demikian juga ketika Paulus mengirim suratnya kepada Filemon, Markus mengirimkan salam kepada Filemon, yang berarti Markus sedang bersama-sama dengan Paulus pada saat itu (Filemon 1:23-24).

Hal ini semua menunjukkan bahwa Paulus telah mengampuni perbuatan Markus yang terdahulu, yang meninggalkan Paulus dan Barnabas di tengah pelayanan mereka.

 

10. Markus

Seperti telah disebut di atas, Markus pernah mengundurkan diri dari pelayanannya, dengan meninggalkan Paulus dan Barnabas, serta kembali pulang ke rumahnya di Yerusalem.

Hal ini membuat dua rekan sekerja, Paulus dan Barnabas, berpisah dalam pelayanan.

Telah disebut juga bahwa Markus akhirnya melayani kembali bersama-sama dengan Paulus.

Hal ini terjadi karena Paulus telah mengampuni Markus.

Namun demikian, dari sisi lain harus juga dikatakan bahwa Markus pun telah mengampuni Paulus.

Benar, Markus salah, karena ia mundur dari pelayanannya bersama Paulus dan Barnabas.

Akan tetapi, Paulus juga bisa disebut salah (setidaknya dari sudut pandang Markus), sebab tidak memberi kesempatan kembali  kepada Markus untuk melayani bersama.

Padahal bisa saja Markus sudah berubah saat itu.

Paulus lebih memilih berpisah dari Barnabas (rekan kerjanya, sekaligus orang yang “berjasa” membawanya ke Antiokhia, dari mana mereka berdua diutus melayani), ketimbang harus mengikutkan Markus dalam pelayanan!

Kita tidak tahu apakah saat itu Markus kecewa atau marah kepada Paulus. Faktanya, ia kemudian melayani bersama Paulus.

Tetapi boleh dikatakan bahwa Markus telah mengampuni sikap Paulus yang menolaknya melayani bersama saat itu.

Rekonsiliasi selalu melibatkan dua pihak. Bukan hanya Paulus yang mengampuni Markus, Markus pun mengampuni Paulus sehingga mereka bisa melayani lagi bersama-sama tanpa ada ganjalan di hati masing-masing!

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang mengampuni dan tidak membenci dan membalas dendam.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 komentar untuk “10 Tokoh Alkitab Yang Mengampuni Tanpa Membenci Dan Membalas Dendam”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!