Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Mengampuni Tanpa Membenci Dan Membalas Dendam

 

4. Yusuf

Seperti telah disebut, Yusuf adalah anak kesayangan Yakub yang dijual kepada seorang pedagang yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir.

Di Mesir Yusuf kemudian dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar.

Lalu Yusuf menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya.

Namun Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, sehingga Yusuf dimasukkan ke penjara.

Tetapi oleh campur tangan Tuhan, Yusuf akhirnya keluar penjara dan menjadi pemimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun setelah ia berhasil menafsirkan mimpi Firaun.

Oleh Yusuf bangsa Mesir berhasil menimbun banyak gandum untuk menghadapi masa paceklik yang menimpa banyak bangsa, seperti nyata dari mimpi Firaun yang ditafsirkan oleh Yusuf.

Sehingga ketika masa paceklik itu tiba Mesir tidak kekurangan bahan makanan, bahkan bisa menjualnya ke bangsa-bangsa lain.

Pada masa itulah saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir membeli gandum, sebab di Tanah Kanaan terjadi juga paceklik.

Mereka tidak mengenali Yusuf, tetapi Yusuf mengenal mereka.

Namun Yusuf tidak benci kepada saudara-saudaranya yang telah menjualnya 13 tahun sebelumnya. Yusuf tidak membalas perbuatan mereka, sekalipun ia punya kesempatan untuk itu.

Sebaliknya Yusuf mengampuni saudara-saudaranya.

Bagi Yusuf, apa yang saudara-saudaranya perbuat kepadanya dipakai Allah untuk kebaikan banyak orang, yakni memelihara keluarga besar Yakub dari kelaparan (Kejadian 45:4-8).

 

5. Daud

Selama Saul masih hidup, Daud tidak bisa langsung merasakan empuknya kursi kerajaan, sekalipun ia telah diurapi menjadi raja Israel.

Sebab Saul belum mau turun tahta, sekalipun ia telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja umatNya, Israel.

Di samping itu, Saul juga selalu berusaha untuk membunuh Daud. Sebab Saul iri hati kepada Daud yang lebih mendapat simpati dari rakyat.

Sepanjang sisa hidupnya, praktis Saul hanya hidup untuk mengejar dan membunuh Daud.

Namun Daud tidak pernah mau membalas Saul sekalipun dia punya dua kali kesempatan untuk membunuh Saul.

Sekali ketika Saul membuang hajat di dalam gua, di mana Daud sedang bersembunyi di situ.

Sekali lagi ketika Saul tertidur lelap dalam pengejarannya terhadap Daud, dan Daud bersama anak buahnya melihat Saul.

Daud tetap menghargai/menghormati Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan, sekalipun Saul sudah Tuhan tolak (1 Samuel 24:7, 11; 26:9-11).

Daud mengampuni perbuatan jahat Saul yang selalu berusaha membunuhnya.

Demikian juga ketika Daud dikutuki oleh Simei, bahkan melemparinya dengan batu, dan mengatainya secara kasar, Daud tidak menghiraukannya.

Daud malah melihat “suara Tuhan” dalam kata-kata kutuk Simei tersebut (2 Samuel 16:5-13).

Daud memilih mengampuni perbuatan Simei ketimbang membalasnya.

Sikap Daud yang lebih suka mengampuni musuh/orang yang berbuat jahat kepadanya ketimbang membalasnya lebih jelas lagi dalam mazmurnya.

Ketika orang-orang yang berbuat jahat kepada Daud sakit, Daud justru berdoa dan berpuasa bagi mereka. (Mazmur 35:11-16).

 

6. Yesus

Setelah Yesus disalibkan, maka kata-kata pertama yang keluar dari mulutNya adalah doa pengampunan.

Injil Lukas mencatat doa Tuhan Yesus yang terkenal ini (Lukas 23:34a).

Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya agar Ia mengampuni orang-orang yang menganiaya, mengolok-olok, menghujat, dan menyalibkanNya.

Ia tidak berdoa agar orang-orang tersebut dihukum Allah. Ia tidak meminta pembalasan BapaNya terhadap para musuhNya, tetapi belas kasihan dan pengampunan.

Ini adalah suatu hal yang luar biasa.

Biasanya orang-orang yang disalibkan akan mengeluarkan kata-kata makian, umpatan, sumpah serapah, bahkan kutukan.

Namun Yesus sangat lain. Ia tidak melakukan hal-hal seperti itu. Ia justru melakukan hal sebaliknya: berdoa bagi mereka yang menyakitiNya!

Jika Yesus berdoa bagi orang-orang yang menjahatinya, berarti Dia telah mengampuni orang-orang tersebut.

Sebelumnya, dalam masa pelayananNya, Yesus juga mengampuni orang-orang Samaria yang menolakNya melalui desa mereka dalam perjalanannya menuju Yerusalem.

Ketika dua muridNya, Yohanes dan Yakobus, meminta izin Yesus agar mereka meminta api turun dari langit (seperti yang pernah dilakukan nabi Elia) untuk menghanguskan desa orang Samaria tersebut, Yesus menghardik mereka (Lukas 9:51-56).

 

7. Petrus

Petrus juga termasuk tokoh Alkitab yang suka mengampuni.

Pengampunan Petrus memang tidak disebut di Alkitab secara langsung, tetapi secara tersirat mengatakan demikian.

Siapa yang diampuni rasul Petrus? Rasul Paulus.

Rasul Paulus pernah menceritakan bahwa ia secara terang-terangan menegur Petrus karena ia nilai bersikap munafik.

Sebelum orang-orang percaya dari bangsa Yahudi datang, Petrus makan semeja dengan orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain.

Tetapi setelah orang-orang percaya dari bangsa Yahudi tersebut datang, Petrus mundur. Ini terjadi di Antiokhia.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!