10 Tokoh Alkitab Yang Rela Berkorban Bagi Orang Lain

Artikel ini membahas tentang tokoh-tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain.

Rela berkorban bagi orang lain adalah salah satu sifat manusia paling disukai.  Sifat rela berkorban bagi orang lain dianggap sebagai sifat kepahlawanan.

Alkitab juga banyak mencatat sifat kepahlawanan ini, atau sifat rela berkorban bagi orang lain.

Baca juga: 100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Ada banyak tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain, atau bagi sesamanya.

Para tokoh Alkitab yang rela berkorban ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan, baik kaya maupun miskin, baik para pejabat maupun orang awam, baik laki-laki maupun perempuan.

Baca juga: 15 Tokoh Alkitab Yang Murah Hati

Tokoh-tokoh Alkitab yang rela berkorban ini juga terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Lama, maupun tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Baru.

Mereka disebut rela berkorban sebab dalam satu atau beberapa ayat Alkitab disebut tentang perbuatan mereka yang rela berkorban bagi orang lain.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM

Karena itulah mereka layak disebut sebagai orang-orang yang rela berkorban bagi orang lain.

Mereka rela berkorban bagi orang lain secara materi, waktu, pikiran, bahkan mengorbankan hidup mereka.

Baca juga: 12 Pahlawan Iman Dalam Kitab Ibrani

Ada yang berkorban bagi pimpinan/atasan mereka, bagi rekan mereka, bagi anggota keluarga mereka, bagi bangsa mereka, bahkan bagi semua bangsa.

Lalu, siapa sajakah tokoh-tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain?

Berikut pembahasannya.

 

1. Yonatan

Tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain, yang pertama adalah Yonatan.

Yonatan, anak raja Saul, bersahabat karib dengan Daud.

Sekalipun ayahnya benci kepada Daud, bahkan berusaha membunuhnya, namun Yonatan sangat sayang kepada Daud dan selalu melindunginya dari niat jahat ayahnya.

Daud dan Yonatan saling mengasihi serta mengikat perjanjian persahabatan.

Dan Yonatan rela berkorban bagi Daud. Banyak  barang-barang Yonatan yang diberikannya kepada Daud.

Seperti jubah yang dipakainya, baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya (1 Samuel 18:1-4).

Sekalipun Yonatan adalah anak raja, ia rela berkorban bagi Daud, yang saat itu dalam keadaan yang susah, karena selalu diburu oleh Saul, ayah Yonatan.

 

2. Rizpa

Tokoh Alkitab yang rela berkorban yang kedua adalah Rizpa.

Rizpa adalah gundik raja Saul.

Setelah Saul meninggal, maka Rizpa menjadi seorang janda.

Kemudian Abner, panglima raja Saul, mengambil Rizpa menjadi istrinya.  Hal ini membuat anak Saul, Isyboset, menjadi marah.

Tetapi Abner balik memarahi Isyboset, sehingga ia meninggalkannya dan mendukung raja Daud (2 Samuel 2:8; 2 Samuel 3:7-12).

Rizpa punya sifat yang baik, ia punya kasih dan pengorbanan yang begitu besar bagi anak-anaknya.

Saat itu terjadi tulah di Israel, rupanya karena Saul membunuh orang-orang Gibeon, yang sebenarnya tidak boleh dibunuh sesuai dengan janji bangsa Israel pada masa Yosua.

Akibatnya bangsa Gibeon meminta tumbal tujuh orang dari anggota keluarga Saul.

Dari antara ketujuh orang tersebut terdapat  dua anak Rizpa. Mereka dihukum gantung hingga mati.

Karena kasihnya kepada anak-anaknya itu, maka Rizpa rela berkorban dengan melindungi mayat-mayat mereka dari burung-burung dan binatang buas, siang dan malam.

Ketika hal ini diberitahu kepada raja Daud, ia sangat tersentuh, sehingga ia meminta agar anak-anak Rizpa dikuburkan secara layak bersama tulang-tulang Saul dan Yonatan yang baru diambilnya setelah digantung oleh orang Filistin (2 Samuel 21:1-14).

 

3. Barzilai

Tokoh Alkitab lain yang rela berkorban  adalah Barzilai.

Barzilai adalah seorang yang sangat kaya, namun sangat murah hati. Ia menyediakan makanan bagi raja Daud selama ia dalam pelarian di Mahanaim.

Ketika itu Daud terpaksa melarikan diri dari Absalom, anak kandungnya, yang memberontak kepadanya dan menguasai kota Yerusalem.

Setelah Absalom mati dan Daud bersiap-siap untuk kembali ke Yerusalem, Barzilai juga pergi menjemput raja Daud dan mengantarkannya hingga ke sungai Yordan, walau saat itu Barzilai sudah sangat tua, 80 tahun!

Barzilai rela berkorban bagi Daud bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk waktu dan tenaga.

Barzilai juga menolong Daud secara tulus dan iklas. Ia tidak mengharapkan balasan dari Daud atas perbuatan baiknya.

Ketika Daud meminta Barzilai ikut dengannya, yang berarti tinggal di istana raja, dan Daud berjanji akan menanggung makanannya, Barzilai dengan halus menolaknya.

Ia merasa sudah sangat tua dan tidak bisa lagi melakukan apa pun, malah nanti hanya akan menjadi beban bagi Daud.

Sebaliknya, Barzilai merekomendasikan hambanya, Kimhan, untuk mengikuti Daud (2 Samuel 19:31-39).

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!