10 Tokoh Alkitab Yang Rela Berkorban Bagi Orang Lain

6. Prajurit-Prajurit Daud

Tokoh Alkitab lainnya yang rela berkorban adalah tiga pahlawan raja Daud.

Tidak disebutkan nama ketiga prajurit terbaik Daud ini, yang jelas mereka rela berkorban bagi Daud, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa mereka.

Alkitab menceritakan bahwa suatu saat, ketiga pahlawan Daud ini datang mendapatkan Daud, menjelang musim menuai, dekat gua Adulam, sedang sepasukan orang Filistin berkemah di lembah Refaim.

Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem. 

Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!

Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud.

Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan.

Daud berkata, “Jauhlah dari padaku, ya Tuhan, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” (2 Samuel 23:13-17).

Luar biasa perjuangan ketiga prajurit Daud ini. Daud hanya “ingin” minum dari perigi Betlehem, tidak memerintahkan ketiga anak buahnya untuk mengambilnya!

Tetapi naluri prajurit sejati mendorong ketiga anak buah Daud ini untuk bertindak bagi atasannya!

Hal ini membuat Daud sangat terharu sehingga tidak mau meminum air tersebut, melainkan mempersembahkannya kepada Tuhan! 

 

7. Ester

Ester adalah seorang Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (Babel, ke mana orang Yahudi dibuang, telah ditaklukkan oleh Persia).

Ketika ratu Wasti dibuang, maka diadakanlah sebuah kontes untuk mencari penggantinya. Setelah melalui seleksi yang ketat, dan dengan campur tangan Tuhan, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru di Persia.

Suatu waktu, ketika Haman, pejabat tertinggi di bawah raja Persia Ahasyweros lewat, semua orang memberi hormat dan sujud kepadanya.

Tetapi Mordekhai, saudara sepupu Ester,  tidak memberi hormat kepada Haman dan tidak sujud kepadanya (karena sebagai orang Yahudi Mordekhai merasa tidak boleh sujud kepada manusia).

Akibatnya, Haman sangat benci kepada Mordekhai. Haman berencana untuk membunuh Haman, bahkan segenap bangsanya, orang Yahudi! (Ester 3:1-15).

Lalu Mordekhai memberi pesan kepada Ester di istana agar ia meminta campur tangan raja Persia, Ahasyweros, untuk menggagalkan rencana Haman tersebut.

Ester mengatakan kepada Mordekhai bahwa siapa pun tidak boleh menghadap raja tanpa dipanggil terlebih dahulu, karena hukuman mati adalah ganjarannya. Dan Ester berkata bahwa sudah satu bulan ia belum pernah dipanggil oleh raja.

Mendengar hal itu Mordekhai pun menjawab Ester bahwa sekalipun Ester berada di istana, dia pun akan binasa, sementara pertolongan akan datang kepada Yahudi.

 

Merespons perkataan Mordekhai itu Ester pun berani ambil resiko. Ia rela menghadap raja Ahasyweros biar pun tidak dipanggil. Ester sudah siap mati seandainya raja tidak berkenan kepadanya!

Ester hanya meminta agar Mordekhai dan orang-orang Yahudi berpuasa baginya, Ester sendiri pun akan berpuasa selama tiga hari.

Pada hari ketiga Ester pun masuk menghadap raja. Dan ternyata raja berkenan kepadanya, bahkan berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan Ester.

Lalu Ester memberitahu rencana jahat Haman terhadap orang Yahudi. Maka Ahasyweros menjadi marah dan menghukum mati Haman. Dengan demikian orang Yahudi pun bisa tetap hidup di seluruh kerajaan Persia. (Ester 5-7).

Ester rela berkorban bahkan mati bagi bangsanya, dengan berani menghadap raja persia yang tidak memanggilnya, dengan kematian sebagai resikonya.

 

8. Yesus Kristus

Tokoh Alkitab lainnya yang rela berkorban bagi orang lain adalah Tuhan Yesus sendiri.

Yesus adalah Tuhan, turun dari singgasanaNya di surga dan datang ke bumi dengan cara berinkarnasi, mengambil rupa seorang manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,14).

Dan ketika Yesus datang ke dunia, Ia lahir di kota kecil Betlehem, di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Tetapi pengorbanan Tuhan Yesus terbesar adalah ketika Ia memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45).

Sekalipun Yesus tidak berdosa, dan sekalipun manusia begitu jahat, namun Dia rela menderita, disalibkan, dan mati demi pengampunan dosa manusia.

Yesus rela meninggalkan istanaNya yang paling mewah di surga dan rela datang ke bumi untuk melayani dan berkorban bagi umatNya.

 

9. Akwila dan Priskila

Akwila dan Priskila adalah sepasang suami istri Yahudi yang bekerja sebagai pembuat kemah.

Mereka berdua adalah rekan sepelayanan rasul Paulus di Korintus. Mereka tinggal bersama Paulus dan sama-sama bekerja sebagai pembuat kemah (Kisah Para Rasul 18:1-3).

Akwila dan Priskila berjasa dalam mengajar Apolos, seorang pemimpin di gereja Perjanjian Baru, tentang kekristenan.

Sebab saat itu Apolos, seorang yang cerdas, fasih berbicara dan mahir dalam Kitab Suci orang Yahudi (Perjanjian Lama), mempunyai pengetahuan yang dangkal tentang Tuhan Yesus dan kekristenan.

Namun setelah diajar oleh Priskila dan Akwila, Apolos pergi ke Akhaya, tepatnya di kota Korintus, dan memberitakan Injil di sana secara efektif (Kisah Para Rasul 18:24-28).

Tetapi yang luar biasa lagi adalah bahwa Akwila dan Priskila adalah orang-orang yang rela berkorban bagi orang lain, dalam hal ini adalah rasul Paulus.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma,  rasul Paulus memuji Priskila dan Akwila sebagai orang-orang yang telah mempertaruhkan nyawanya bagi hidup Paulus (Roma 16:3-4).

Paulus tidak menyebut pengorbanan apa yang telah dilakukan oleh Akwila dan Priskila baginya. Yang jelas sebuah pengorbanan besar yang patut dipuji dan diteladani.

 

10. Onesiforus

Tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain, yang terakhir adalah Onesiforus.

Onesiforus adalah salah satu orang Kristen yang tinggal di kota Efesus.

Dalam suratnya kepada Timotius, anak rohani Paulus yang memimpin jemaat Efesus, Paulus memuji perbuatan baik Onesiforus kepada Paulus.

Paulus menyebut bahwa berkali-kali Onesiforus memberikan bantuan kepada Paulus.

Bahkan ketika Paulus di dalam penjara karena pemberitaan Injil, Onesiforus tidak malu untuk menjenguk Paulus.

Sifat rela berkorban ini ternyata Onesiforus tunjukkan kepada banyak orang, bukan hanya kepada rasul Paulus. 

Paulus menyebut bahwa Timotius lebih mengetahui hal ini daripada Paulus sendiri (2 Timotius 1:16-18).

Sebab memang Timotius tinggal di kota Efesus, sedangkan Paulus hanya tinggal sementara di Efesus.

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang rela berkorban bagi orang lain.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!