10 Tokoh Alkitab Yang Rela Berkorban Bagi Orang Lain

4. Eleazar, Anak Dodo

Eleazar anak Dodo adalah salah satu prajurit raja Daud.

Eleazar anak Dodo hanya disinggung dalam satu kesempatan di Alkitab, yang berkenaan dengan kepahlawanannya dan pengorbanannya bagi bangsa Israel.

Diceritakan di Alkitab bahwa suatu ketika Eleazar anak Dodo ini sedang bersama-sama Daud, ketika mereka mengolok-olok orang Filistin, yang telah berkumpul di sana untuk berperang.

Padahal pada saat itu orang-orang Israel telah mengundurkan diri. 

Tetapi Eleazer bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya!

Dan Tuhan memberikan pada hari itu kemenangan yang besar. Rakyat Israel datang kembali mengikuti dia, hanya untuk merampas dari apa yang telah dilakukan oleh Eleazar (2 Samuel 23:9-10).

Eleazar rela berkorban bagi bangsanya dengan tetap berjuang melawan musuh sekalipun rekan-rekannya telah mengundurkan diri!

 

5. Sama, Anak Hage

Sama, anak Hage, juga salah satu pahlawan raja Daud.

Seperti halnya Eleazer anak Dodo, Sama anak Hage juga orang yang rela berkorban bagi bangsanya, Israel.

Dikisahkan di Alkitab bahwa suatu ketika orang Filistin berkumpul di Lehi – di sana ada sebidang tanah ladang penuh kacang merah – dan tentara Israel telah melarikan diri dari hadapan orang Filistin.

Maka berdirilah Sama anak Hage ini di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya dan memukul kalah orang Filistin. Demikianlah diberikan Tuhan kemenangan yang besar (2 Samuel 23:11-12).

Sama anak Hage rela berkorban bagi bangsanya dengan tekun bertahan dari serangan musuh, bahkan di saat tentara lainnya telah melahirkan diri!

 

6. Prajurit-Prajurit Daud

Tokoh Alkitab lainnya yang rela berkorban adalah tiga pahlawan raja Daud.

Tidak disebutkan nama ketiga prajurit terbaik Daud ini, yang jelas mereka rela berkorban bagi Daud, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa mereka.

Alkitab menceritakan bahwa suatu saat, ketiga pahlawan Daud ini datang mendapatkan Daud, menjelang musim menuai, dekat gua Adulam, sedang sepasukan orang Filistin berkemah di lembah Refaim.

Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem. 

Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!

Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud.

Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan.

Daud berkata, “Jauhlah dari padaku, ya Tuhan, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” (2 Samuel 23:13-17).

Luar biasa perjuangan ketiga prajurit Daud ini. Daud hanya “ingin” minum dari perigi Betlehem, tidak memerintahkan ketiga anak buahnya untuk mengambilnya!

Tetapi naluri prajurit sejati mendorong ketiga anak buah Daud ini untuk bertindak bagi atasannya!

Hal ini membuat Daud sangat terharu sehingga tidak mau meminum air tersebut, melainkan mempersembahkannya kepada Tuhan! 

 

7. Ester

Ester adalah seorang Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (Babel, ke mana orang Yahudi dibuang, telah ditaklukkan oleh Persia).

Ketika ratu Wasti dibuang, maka diadakanlah sebuah kontes untuk mencari penggantinya. Setelah melalui seleksi yang ketat, dan dengan campur tangan Tuhan, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru di Persia.

Suatu waktu, ketika Haman, pejabat tertinggi di bawah raja Persia Ahasyweros lewat, semua orang memberi hormat dan sujud kepadanya.

Tetapi Mordekhai, saudara sepupu Ester,  tidak memberi hormat kepada Haman dan tidak sujud kepadanya (karena sebagai orang Yahudi Mordekhai merasa tidak boleh sujud kepada manusia).

Akibatnya, Haman sangat benci kepada Mordekhai. Haman berencana untuk membunuh Haman, bahkan segenap bangsanya, orang Yahudi! (Ester 3:1-15).

Lalu Mordekhai memberi pesan kepada Ester di istana agar ia meminta campur tangan raja Persia, Ahasyweros, untuk menggagalkan rencana Haman tersebut.

Ester mengatakan kepada Mordekhai bahwa siapa pun tidak boleh menghadap raja tanpa dipanggil terlebih dahulu, karena hukuman mati adalah ganjarannya. Dan Ester berkata bahwa sudah satu bulan ia belum pernah dipanggil oleh raja.

Mendengar hal itu Mordekhai pun menjawab Ester bahwa sekalipun Ester berada di istana, dia pun akan binasa, sementara pertolongan akan datang kepada Yahudi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!