Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Saleh

Loading...

 

4. Yusuf

Yusuf adalah salah satu tokoh Alkitab yang berintegritas dan takut akan Tuhan. Jelas Yusuf adalah seorang yang saleh. (Baca: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab).

Kesalehan Yusuf terlihat tatkala ia menjadi kepala rumah tangga dan orang kepercayaan Potifar, kepala pengawal Firaun.

Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan sehingga istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan ia berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan dan tidak mau melakukan dosa di hadapanNya.

“Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:8-9)

Integritas Yusuf membuatnya difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, sehingga Yusuf dimasukkan ke penjara.

Tetapi oleh campur tangan Tuhan, Yusuf akhirnya keluar penjara dan menjadi pemimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun.

 

5. Yosia

Yosia adalah raja Israel/Yehuda paling saleh. Ia adalah anak Amon, raja Yehuda yang sangat jahat.

Yosia menjadi raja Yehuda ketika ia masih berusia 8 tahun! Dan ia memerintah selama 31 tahun.

“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.” (2 Tawarikh 34:2-3)

Pada tahun ke-12 pemerintahannya, Yosia mulai mentahirkan Yehuda dari penyembahan berhala yang berkembang subur pada masa pemerintahan ayahnya, Amon. (2 Tawarikh 34:1-7).

Yosia memang dikenal sebagai tokoh pembaharu. Ia melakukan reformasi keagamaan yang besar di kerajaan Yehuda.

Reformasi ini bermula saat imam besar Hilkia menemukan kitab Taurat di Bait Allah pada tahun ke-18 pemerintahan Yosia.

Ketika raja membaca hukuman Tuhan dalam kitab tersebut, maka ia pun merendahkan dirinya, berkabung dan menangis di hadapan Tuhan.

Dari Yeremia 22:15-16 dapat disimpulkan bahwa Yosia memerintah Yehuda secara adil dan benar.

Yosia adalah raja Yehuda terakhir yang saleh. Raja-raja Yehuda setelah dia tidak ada lagi yang saleh, hingga bangsa Babel datang menyerang Yehuda dan membuang penduduknya ke Babel.

 

6. Daniel

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Allah.

Karena Daniel berhasil menafsirkan mimpi raja Babel, Nebukadnezar, ia kemudian diangkat sebagai penguasa atas seluruh wilayah Babel di bawah raja Nebukadnezar.

Setelah beberapa lama (di usianya yang sudah tua, 80 tahun!), Daniel menjadi satu dari tiga orang yang menjadi pejabat tertinggi di bawah raja Darius.

Tetapi Daniel melebihi dua pejabat tertinggi raja tersebut dan para pejabat yang lainnya.

Para pejabat lain menjadi iri kepada Daniel. Mereka mencari-cari kesalahannya, namun mereka tidak mendapati satu pun perbuatan tercela dalam diri Daniel.

“Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.” (Daniel 6:5)

Karena itu mereka menghasut raja agar dikeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa/Allah atau manusia lain selain kepada raja Darius.

Dengan demikian mereka dapat menjerat Daniel. Sebab Daniel mempraktekkan ibadah agama Yahudi yang menyembah Allah Israel serta dengan tekun berdoa kepadaNya.

Ketika Daniel mendengar hal tersebut, ia pun berdoa kepada Allahnya. Ia berdoa tiga kali sehari, seperti yang biasa dilakukannya (Daniel 6:11). (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab)

Tetapi justru ketika berdoa itulah Daniel dijerat oleh lawan-lawan politiknya dan mengadukannya kepada raja sehingga Daniel dilemparkan ke gua singa.

Namun Tuhan menyertai Daniel sehingga singa-singa itu tidak memakannya, hingga akhirnya raja Darius menyelamatkan Daniel dari gua singa tesebut.

 

7. Zakharia 

Zakharia adalah seorang imam Yahudi. Ia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak mempunyai anak.

Istrinya juga seorang yang mandul. Tetapi ia beserta istrinya adalah orang benar di hadapan Tuhan.

“Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” (Lukas 1:5-6)

Suatu ketika Zakharia bertugas di Bait Suci untuk membakar ukupan (berdoa). Tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata bahwa doanya sudah dikabulkan Tuhan.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!