Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Sombong Sehingga Tuhan Hukum

Loading...

Artikel ini berisi tentang tokoh-tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum.

Salah satu sifat yang tidak Tuhan kehendaki dari manusia adalah kesombongan atau kecongkakan.

Sebab kesombongan/kecongkakan merupakan perlawanan langsung kepada Tuhan.

Orang yang sombong adalah orang yang tidak menghormati Tuhan, tidak merasa membutuhkan Tuhan, dan tidak takut berbuat dosa.

Baca juga: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia

Itulah sebabnya Tuhan sering kali menghukum orang-orang yang sombong, baik itu orang yang percaya kepadaNya maupun orang yang tidak percaya kepadaNya.

Artikel ini akan membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya

Hukuman Tuhan tersebut bisa secara langsung atau tidak, berupa kekalahan dalam perang, penyakit, bahkan kematian.

Kesepuluh orang ini adalah para penguasa, baik raja, pejabat tinggi kerajaan, maupun para pahlawan perang/pendekar.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan Dan Akibatnya

Mereka terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang percaya kepada Tuhan maupun yang tidak percaya kepadaNya.

Siapa sajakah 10 tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum?

Berikut pembahasannya.

 

1. Firaun Zaman Musa

Tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum, yang pertama adalah Firaun.

Ketika Yusuf mati, dan Firaun yang lain bangkit memerintah di Mesir, yang tidak mengenal Yusuf, maka dia mulai memperlakukan bangsa Israel dengan begitu keras.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Firaun yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka.

Selain itu, mereka juga diharuskan kerja paksa di Mesir (Keluaran 1).

Tuhan kemudian memanggil Musa dan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Tetapi raja Mesir, Firaun, bersikeras tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian besar bagi dia dan bangsa Mesir.

Firaun bahkan dengan sombongnya berkata bahwa dia tidak mengenal Tuhan yang diberitahukan Musa, maka dia tidak perlu menaatiNya dan tidak akan membiarkan bangsa Israel pergi (Keluaran 5:1).

Maka Tuhan pun mendatangkan banyak tulah kepada Firaun dan bangsanya, yang memaksa Firaun untuk membebaskan umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dalam usaha terakhirnya mempertahankan bangsa Israel di Mesir, pasukannya mengejar umat pilihan Tuhan tersebut.

Tetapi sia-sia: mereka tenggelam di Laut Teberau.

 

2. Goliat

Tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum, yang kedua adalah Goliat.

Goliat adalah pendekar Filistin yang menantang orang-orang Israel untuk berduel dengannya.

Ia juga mengucapkan kata-kata yang sombong dan menakut-nakuti bangsa Israel.

Saat itu tidak ada seorang pun dari antara prajurit Israel, termasuk raja Saul, yang berani menghadapi ancaman Goliat.

Namun Daud, seorang gembala kambing domba yang masih belia, dengan gagah berani maju menghadapi Goliat.

Daud tidak takut dengan kata-kata Goliat yang sombong, dengan mengatakan bahwa daging Daud akan diberikannya kepada binatang-binatang.

Dan dengan sebuah pengumban di tangan, serta keyakinan akan pertolongan Tuhan, Daud pun berhasil mengalahkan Goliat (1 Samuel 17:1-58).

 

3. Saul

Tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum, yang ketiga adalah Saul.

Saul adalah raja pertama Israel. Ia memerintah selama 40 tahun (Kisah Para Rasul 13:21), seperti halnya Daud dan Salomo.

Pada awal pemerintahannya sebagai raja Israel, Saul terlihat menjanjikan.

Namun setelah itu, hidup Saul mulai mengalami kemunduran, yang dialaminya hingga kematiannya.

Hal ini bermula dari ketidak-taatannya kepada Tuhan, sehingga ia ditolakNya sebagai raja Israel. Ia terbukti tidak taat kepada Tuhan.

Setelah Saul Tuhan tolak sebagai raja Israel, maka Ia pun mengurapi Daud menjadi raja menggantikannya, sekalipun secara de facto, Saul tetap menjadi raja Israel seumur hidupnya.

Sisa hidup Saul sangat memprihatinkan. Ia lebih banyak melakukan pengejaran kepada Daud, raja Israel yang baru, sementara ia terus berperang melawan orang Filistin.

Hanya karena iri kepada Daud yang dielu-elukan oleh rakyat setelah berhasil mengalahkan Goliat, Saul seumur hidupnya berusaha menghabisi Daud.

Tetapi Tuhan selalu melindungi Daud dari niat busuk Saul.

Akhir hidup raja Saul sangat tragis, ia harus mati bunuh diri di dalam pertempuran melawan orang Filistin karena Tuhan telah meninggalkannya (1 Samuel 31).

Dalam mazmurnya, Daud menyebut Saul sebagai orang yang sombong, yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan meninggalkan Tuhan sehingga Tuhan merobohkannya (Mazmur 52:1-11).

 

4. Daud

Tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum, yang keempat adalah Daud.

Daud adalah raja terbesar Israel dan raja kedua Israel setelah Saul.

Awalnya Daud hanyalah seorang gembala kambing domba ayahnya.

Namun, ketika Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel, maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja menggantikan Saul.

Tetapi  selama Saul masih hidup, Daud tidak bisa langsung merasakan empuknya kursi kerajaan, sekalipun ia telah diurapi menjadi raja Israel. Sebab Saul belum mau turun tahta, sekalipun ia telah ditolak Tuhan sebagai raja umatNya, Israel.

Barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja Israel sepenuhnya.

Ketika Daud telah mapan dan berjaya sebagai raja Israel, maka ia pun melakukan blunder besar.

Daud menghitung laskar Israel. Dengan demikian Daud mulai mengandalkan kekuatan militernya, bukan lagi mengandalkan Tuhan.

Akibatnya Tuhan murka kepada Daud sehingga Ia menghukum bangsa Israel dengan membunuh 70 ribu orang di antara mereka (1 Tawarikh 21).

 

5. Benhadad

Tokoh Alkitab yang sombong sehingga Tuhan hukum, yang kelima adalah Benhadad.

Benhadad adalah raja Aram yang sangat kuat pada masanya.

Benhadad menyuruh utusan kepada Ahab,  raja Israel dengan mengatakan bahwa istri-istri-istri, anak-anak, dan harta Ahab adalah kepunyaannya.

Ketika Ahab menolaknya, maka dengan sombongnya Benhadad berkata bahwa Samaria, Israel akan dihancurkannya.

Akan tetapi oleh campur tangan Tuhan Benhadad justru dikalahkan oleh Ahab dalam pertempuran (1 Raja-raja 20).

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!