10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan

 

Artikel ini membahas tentang 10 tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan.

Alkitab mencatat banyak tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan.

Mereka taat ketika Tuhan memerintahkan mereka untuk melakukan suatu perintah tertentu untuk dilakukan.

Perintah tersebut sering kali belum jelas bagi mereka, sukar untuk dilakukan, sangat riskan, atau berada di luar akal sehat manusia.

Namun pada akhirnya mereka taat melakukannya, sekalipun pada awalnya ada di antara mereka yang sempat ragu-ragu.

Namun demikian, ketaatan yang dimaksud di sini juga mencakup keseluruhan hidup mereka yang taat kepada Tuhan, bukan hanya taat pada suatu perintah Tuhan tertentu.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Karena itulah mereka dikenal sebagai orang-orang yang taat kepada Tuhan, dalam arti orang-orang yang saleh.

Tokoh-tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan ini umumnya adalah tokoh-tokoh besar Alkitab yang selama ini sudah banyak kita baca di Alkitab.

Hanya saja di sini ketaatan mereka disorot secara khusus.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Setia Sampai Akhir

Tokoh-tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan ini terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Lama, maupun tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Baru.

Lalu, siapa sajakah 10 tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan?

Berikut pembahasannya.

 

1. Nuh

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang pertama adalah Nuh.

Nuh adalah orang yang benar di hadapan Tuhan. Ia hidup bergaul dengan Tuhan, di tengah-tengah dunia yang moralnya bobrok.

Pada masa itu kejahatan manusia di bumi semakin besar dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan. Karena itu Tuhan sangat marah dan berencana menghukum manusia dengan mendatangkan air bah ke bumi.

Tetapi Tuhan ingin menyelamatkan Nuh sekeluarga.

Karena itu Tuhan menyuruhnya untuk membuat sebuah bahtera, yang mampu menampung Nuh sekeluarga dan sejumlah spesies hewan di bumi sehingga hewan-hewan tersebut tidak punah.

Dan Nuh taat kepada perintah Tuhan ini.

Ia mulai membangun bahtera, sekalipun saat itu belum ada hujan, banjir atau air bah.

Setelah ia selesai membuat bahtera, maka ia berserta seluruh keluarganya masuk ke dalamnya sehingga selamat dari air bah yang melanda bumi (Kejadian 6-7).

 

2. Abraham

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang kedua adalah Abraham.

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya, yakni Tanah Kanaan.

Abraham taat pada panggilan Tuhan ini, sekalipun saat itu Abraham belum mengetahui tempat yang ia tuju (Kejadian 12).

Abraham juga taat pada perintah Tuhan untuk mempersembahkan anak yang dikasihinya, Ishak (Kejadian 22).

Padahal Tuhan telah berjanji bahwa lewat Ishak-lah Abraham mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Abraham taat dalam mempersembahkan Ishak kepada Tuhan karena ia percaya bahwa kalaupun Ishak dibunuh, Tuhan akan sanggup membangkitkannya dari kematian (Baca: 12 Pahlawan Iman Dalam Ibrani 11).

 

3. Ishak

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang ketiga adalah Ishak.

Ketika terjadi kelaparan di Tanah Perjanjian, yakni Tanah Kanaan, maka Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Di situ Tuhan berfirman kepada Ishak agar ia tidak usah pergi ke Mesir, tetapi tetap tinggal sebagai orang asing di Gerar, sebab Ia akan menyertai dan memberkatinya.

Rupanya saat itu Ishak hendak pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Tanah Perjanjian itu.

Namun setelah mendengar perintah Tuhan, Ishak taat kepada Tuhan, ia tinggal di Gerar.

Dan ternyata di Gerar penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sungguh nyata dalam hidup Ishak. Ishak mulai menabur di situ dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat! Ishak menjadi kaya dan makin lama makin kaya.

Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri hati kepada Ishak sehingga mereka mengusirnya dari negeri mereka. (Baca: 7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab)

 

4. Yosua

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang keempat adalah Yosua.

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati. Sebelumnya, Yosua adalah abdi Musa.

Tuhan memilih Yosua sebagai pengganti Musa untuk membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Setelah menyeberang sungai Yordan menuju Tanah Perjanjian, Tuhan memerintahkan kepada Yosua agar ia dan bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho satu kali setiap hari selama 6 hari, sambil berdiam diri, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dan pada hari ketujuh, mereka harus mengelilingi tembok Yerikho itu sebanyak 7 kali.

Lalu pada waktu mereka mengelilinginya untuk ketujuh kalinya, atau untuk terakhir kalinya, mereka harus bersorak sekuat tenaga agar tembok Yerikho itu runtuh sehingga mereka bisa memasukinya.

Ini adalah cara yang tidak biasa dalam berperang!

Namun Yosua taat pada perintah Tuhan ini dengan meneruskannya kepada bangsa Israel (Yosua 6).

 

5. Elia

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang kelima adalah Elia.

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal. Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Pada masa pemerintahan raja Ahab, terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Hal ini terjadi karena dosa Ahab dan bangsa Israel kepada Tuhan, di mana mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah dewa baal.

Tetapi Tuhan ingin memelihara hidup Elia.

Karena itu Elia diperintahkanNya bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Tuhan berjanji bahwa setiap pagi dan sore burung gagak akan diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Hal ini ditaati oleh Elia, ia pergi ke sungai Kerit, dan Tuhan memelihara hidupnya lewat burung gagak.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sarfat, negeri Sidon, untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.

Elia kembali menaati Tuhan. Ia pergi ke Sidon. Dan melalui mujizatNya, Tuhan memelihara hidup Elia lewat seorang janda miskin yang sedang sekarat, bukan lewat orang kaya! (1 Raja-raja 17).

 

6. Yesaya

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang keenam adalah Yesaya.

Ketika Nabi Yesaya mendapat penglihatan yang spektakuler, yang membuatnya menyadari keberdosaannya di hadapan Tuhan, Tuhan pun menantangnya.

Tuhan bertanya siapakah orang yang mau diutusNya. “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Dan jawaban Nabi Yesaya adalah, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8).

Yesaya merespons panggilan Tuhan tersebut secara spontan.

Setelah Yesaya memberi dirinya sebagai utusan Tuhan, maka Tuhan memerintahkannya untuk pergi menyampaikan pesanNya kepada bangsa Yehuda.

Tetapi berita yang akan disampaikan Yesaya bukanlah berita yang mendorong orang untuk percaya dan bertobat, tetapi berita yang membuat orang untuk tidak percaya dan tidak bertobat!

Bukan hanya itu, ternyata hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, sampai Yesaya “pensiun” dari pelayanannya!

Ketika Yesaya bertanya kepada Tuhan sampai kapan penolakan itu akan terjadi, Tuhan menjawab, “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.” (Yesaya 6:9-13).

Ini mengacu pada zaman pembuangan yang akan dialami oleh bangsa Yehuda. Artinya, pemberitaan Yesaya yang ditolak itu terjadi sampai akhir pelayanannya!

Sebab Yesaya hanya melayani sampai masa pemerintahan Hizkia. Padahal pembuangan itu terjadi pada zaman pemerintahan raja Zedekia.

Namun Yesaya tetap taat pada panggilan Tuhan untuk melayani bangsa Yehuda sekalipun ia tahu bahwa mereka akan menolak beritanya. (Baca: 7 Fakta Tentang Nabi Yesaya Di Alkitab)

 

7. Yesus

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang ketujuh adalah Yesus.

Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia. (Baca: 10 Fakta Tentang Yesus Menurut Alkitab)

Manusia menjadi Tuhan tidak mungkin terjadi. Tetapi Tuhan menjadi manusia dapat terjadi, sebab tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Dan itulah yang dilakukan Tuhan Yesus. Dia menjadi manusia agar Ia bisa mati bagi dosa manusia.

Sebab hanya dengan kematianNyalah manusia dapat beroleh pengampunan dosa dan hidup kekal di surga (Markus 10:45).

Segala perbuatan baik manusia, bahkan sistem korban-korban dalam agama Yahudi di Perjanjian Lama, tidak memadai untuk keselamatan manusia, hanya korban Yesus di kayu salib yang dapat menyelamatkan manusia yang berdosa (Ibrani 10:1-18).

Dan dalam kapasitasNya sebagai manusia, Yesus selalu taat pada kehendak BapaNya, hingga Ia mati di kayu salib.

Karena itulah Allah Bapa sangat meninggikan Yesus dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya setiap lutut bertelut kepadaNya dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan! (Filipi 2:8-11).

Dan sekalipun Yesus adalah Anak Allah, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya (Ibrani 5:8).

 

8. Filipus

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang kedelapan adalah Filipus diaken (bukan Filipus rasul).

Suatu ketika Tuhan melalui seorang malaikatNya menyuruh Filipus untuk pergi ke sebuah jalan dari Yerusalem menuju Gaza, sebuah jalan yang sunyi.

Walaupun saat itu perintah Tuhan tidak begitu spesifik bagi Filipus, karena Tuhan tidak menyebutkan maksudNya dengan perintah tersebut, namun ia menaatinya. Filipus pergi ke jalan tersebut tanpa banyak bertanya.

Ketika Filipus tiba di tempat yang diperintahkan oleh Tuhan, ternyata seorang sida-sida Etiopia yang baru saja pulang beribadah dari Yerusalem, sedang lewat dengan keretanya di jalan tersebut.

Roh Kudus kemudian memerintahkan Filipus untuk mendekati kereta sida-sida tersebut, tanpa memberitahukan selanjutnya apa yang harus diperbuat oleh Filipus.

Tetapi kali ini pun Filipus taat! Walau ia belum tahu apa yang akan dilakukannya selanjutnya, namun ia mendekati kereta sida-sida tersebut.

Ketaatan Filipus membuahkan hasil.

Ternyata Tuhan sudah mempersiapkan jalan bagi pertobatan sida-sida itu. Jadi Filipus sudah tahu apa yang akan dilakukanya selanjutnya, walau Tuhan tidak memberitahukannya.

Ketika itu Filipus mendengar sida-sida itu sedang membaca nas Yesaya 53:7-8, tentang hamba Tuhan yang menderita, yang merupakan nubuatan tentang Tuhan Yesus.

Bertolak dari nas tersebut, Filipus pun memberitakan Injil kepada sida-sida tersebut sehingga ia bertobat dan diselamatkan! (Kisah Para Rasul 8:26-38) (Baca: 7 Fakta Tentang Diaken Filipus)

 

9. Paulus

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang kesembilan adalah Paulus.

Paulus adalah seorang rasul Tuhan Yesus yang memberitakan Injil ke banyak bangsa dan mendirikan banyak gereja di mana-mana.

Sebelum bertobat, ia bernama Saulus, dan ia adalah seorang penganut agama Yahudi yang sangat fanatik serta telah membunuh dan menganiaya banyak orang Kristen.

Ketika sedang dalam perjalanan ke Damsyik, Siria, untuk menganiaya dan membunuh orang Kristen, maka Saulus pun bertobat setelah Yesus menampakkan diri kepadanya (Kisah Para Rasul 9:1-9).

Paulus dipanggil sebagai rasulNya untuk memberitakan Injil ke bangsa-bangsa di berbagai kota.

Sejak itu dan seterusnya, Paulus selalu taat pada pimpinan Allah yang menuntunnya untuk memberitakan Injil sekalipun nyawa taruhannya.

Di hadapan raja Herodes Agripa, rasul Paulus menegaskan,

“Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.” (Kisah Para Rasul 26:19).

Rasul Paulus selalu taat hingga ia mati martir di kota Roma pada masa pemerintahan kaisar Romawi yang fasik, Nero.

 

10. Petrus

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang terakhir adalah Petrus.

Petrus adalah salah satu murid terdekat Tuhan Yesus, bersama Yakobus dan Yohanes.

Petrus juga merupakan pemimpin utama gereja Yerusalem, gereja pertama di bumi.

Bersama murid Yesus lainnya, Petrus menerima perintah dari Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil ke segala bangsa (Matius 28:19-20; Kisah Para Rasul 1:8).

Dan sejak itu Petrus selalu taat pada pimpinan Tuhan dalam memberitakan Injil.

Ketika terjadi pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta, dialah yang tampil berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi sehingga 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-40).

Petrus juga yang memimpin para rasul dalam pemberitaan Injil kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 3:11-26).

Ketika Petrus dan Yohanes ditangkap serta dilarang untuk memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, Petrus dan Yohanes menjawab: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.” (Kisah Para Rasul 4:19-20).

Demikian juga ketika Roh Kudus memimpinnya untuk menemui utusan Kornelius agar ia memberitakan Injil di rumah Kornelius, Petrus taat (Kisah Para Rasul 10:19-21).

Seperti rasul Paulus, Petrus juga selalu taat dalam memberitakan Injil hingga ia mati martir di kota Roma pada masa pemerintahan kaisar Romawi yang fasik, Nero (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka).

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!