Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan

3. Ishak

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang ketiga adalah Ishak.

Ketika terjadi kelaparan di Tanah Perjanjian, yakni Tanah Kanaan, maka Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Di situ Tuhan berfirman kepada Ishak agar ia tidak usah pergi ke Mesir, tetapi tetap tinggal sebagai orang asing di Gerar, sebab Ia akan menyertai dan memberkatinya.

Rupanya saat itu Ishak hendak pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Tanah Perjanjian itu.

Namun setelah mendengar perintah Tuhan, Ishak taat kepada Tuhan, ia tinggal di Gerar.

Dan ternyata di Gerar penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sungguh nyata dalam hidup Ishak. Ishak mulai menabur di situ dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat! Ishak menjadi kaya dan makin lama makin kaya.

Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang. Hal ini membuat orang-orang Filistin iri hati kepada Ishak sehingga mereka mengusirnya dari negeri mereka. (Baca: 7 Fakta Tentang Ishak Di Alkitab)

4. Yosua

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang keempat adalah Yosua.

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati. Sebelumnya, Yosua adalah abdi Musa.

Tuhan memilih Yosua sebagai pengganti Musa untuk membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Setelah menyeberang sungai Yordan menuju Tanah Perjanjian, Tuhan memerintahkan kepada Yosua agar ia dan bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho satu kali setiap hari selama 6 hari, sambil berdiam diri, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dan pada hari ketujuh, mereka harus mengelilingi tembok Yerikho itu sebanyak 7 kali.

Lalu pada waktu mereka mengelilinginya untuk ketujuh kalinya, atau untuk terakhir kalinya, mereka harus bersorak sekuat tenaga agar tembok Yerikho itu runtuh sehingga mereka bisa memasukinya.

Ini adalah cara yang tidak biasa dalam berperang!

Namun Yosua taat pada perintah Tuhan ini dengan meneruskannya kepada bangsa Israel (Yosua 6).

5. Elia

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang kelima adalah Elia.

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal. Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Pada masa pemerintahan raja Ahab, terjadi kelaparan parah yang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Hal ini terjadi karena dosa Ahab dan bangsa Israel kepada Tuhan, di mana mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah dewa baal.

Tetapi Tuhan ingin memelihara hidup Elia.

Karena itu Elia diperintahkanNya bersembunyi di tepi sungai Kerit serta minum dari sungai itu. Tuhan berjanji bahwa setiap pagi dan sore burung gagak akan diperintahkanNya untuk membawa roti dan daging kepada Elia.

Hal ini ditaati oleh Elia, ia pergi ke sungai Kerit, dan Tuhan memelihara hidupnya lewat burung gagak.

Kemudian, ketika sungai itu kering, Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sarfat, negeri Sidon, untuk memelihara hidupnya, melalui seorang janda di kota itu.

Elia kembali menaati Tuhan. Ia pergi ke Sidon. Dan melalui mujizatNya, Tuhan memelihara hidup Elia lewat seorang janda miskin yang sedang sekarat, bukan lewat orang kaya! (1 Raja-raja 17).

6. Yesaya

Tokoh Alkitab yang taat kepada Tuhan, yang keenam adalah Yesaya.

Ketika Nabi Yesaya mendapat penglihatan yang spektakuler, yang membuatnya menyadari keberdosaannya di hadapan Tuhan, Tuhan pun menantangnya.

Tuhan bertanya siapakah orang yang mau diutusNya. “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Dan jawaban Nabi Yesaya adalah, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8).

Yesaya merespons panggilan Tuhan tersebut secara spontan.

Setelah Yesaya memberi dirinya sebagai utusan Tuhan, maka Tuhan memerintahkannya untuk pergi menyampaikan pesanNya kepada bangsa Yehuda.

Tetapi berita yang akan disampaikan Yesaya bukanlah berita yang mendorong orang untuk percaya dan bertobat, tetapi berita yang membuat orang untuk tidak percaya dan tidak bertobat!

Bukan hanya itu, ternyata hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, sampai Yesaya “pensiun” dari pelayanannya!

Ketika Yesaya bertanya kepada Tuhan sampai kapan penolakan itu akan terjadi, Tuhan menjawab, “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.” (Yesaya 6:9-13).

Ini mengacu pada zaman pembuangan yang akan dialami oleh bangsa Yehuda. Artinya, pemberitaan Yesaya yang ditolak itu terjadi sampai akhir pelayanannya!

Sebab Yesaya hanya melayani sampai masa pemerintahan Hizkia. Padahal pembuangan itu terjadi pada zaman pemerintahan raja Zedekia.

Namun Yesaya tetap taat pada panggilan Tuhan untuk melayani bangsa Yehuda sekalipun ia tahu bahwa mereka akan menolak beritanya. (Baca: 7 Fakta Tentang Nabi Yesaya Di Alkitab)

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!