Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Telah Sukses Di Usia Muda

Loading...

 

Artikel ini berisi tentang tokoh-tokoh Alkitab yang telah sukses di usia muda mereka.

Banyak tokoh Alkitab yang telah sukses di usia muda. Ada yang berusia belasan tahun, dua puluhan tahun, dan tiga puluhan tahun.

Kadang Alkitab tidak secara tegas menyebut usia mereka yang sebenarnya, hanya dikatakan bahwa mereka masih muda, yang tentu punya arti masih di bawah 30 tahun atau sekitar 30 tahunan.

Baca juga: 10 Cara Untuk Sukses Menurut Alkitab

Sukses yang dimaksud di sini adalah bahwa tokoh-tokoh Alkitab tersebut telah mencapai puncak karier mereka atau telah berada dalam sebuah jabatan yang tinggi di bidang politik, pemerintahan, bisnis, dan agama/rohani.

Memang sebagian dari mereka berada di puncak karena panggilan Tuhan, tidak melalui proses yang lama dan sulit.

Baca juga: 10 Tokoh Minoritas Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas

Kendati demikian, mereka juga sudah punya kualitas dan prestasi tertentu ketika mereka diangkat ke posisi puncak.

Lagipula, sekalipun mereka sukses karena diangkat oleh Tuhan, toh mereka juga perlu mempertahankan posisi tersebut agar mereka tetap berada di posisi yang Tuhan kehendaki.

Baca juga: 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab

Artikel kali ini akan membahas tentang tokoh-tokoh Alkitab yang telah sukses di usia muda mereka.

Siapa sajakah mereka? Berikut pembahasannya.

 

1. Yusuf (Perdana Menteri Mesir)

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Yakub membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Karena itulah Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir.

Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Lalu raja Firaun mengangkat Yusuf sebagai pempimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun.

Jadi Yusuf menjadi orang kedua di kerajaan Mesir. Dialah yang dipercayakan oleh Firaun untuk mengelola pemerintahan Mesir, termasuk logistik, yang berpengaruh kepada bangsa-bangsa lain pada masa itu (Kejadian 41:39-44).

Yusuf berhasil menyelamatkan banyak bangsa dari bahaya kelaparan, termasuk keluarganya sendiri di Tanah Kanaan, yang datang ke Mesir untuk membeli gandum.

Yusuf menjadi orang kedua di Mesir, sebagai Perdana Menteri saat ia baru berusia 30 tahun (Kejadian 41:46).

 

2. Saul (Raja Pertama Israel)

Saul adalah raja pertama Israel. Ia memerintah selama 40 tahun (Kisah Para Rasul 13:21).

Saul diurapi sebagai raja ketika ia masih sangat muda, mungkin awal 20-an tahun (1 Samuel 9:2).

Pada awal pemerintahannya sebagai raja Israel, Saul terlihat menjanjikan. Ia memimpin pasukan Israel untuk memerangi bani Amon ketika mereka mengancam Yabesh-Gilead. Dan Saul berhasil mengalahkan bangsa Amon tersebut (1 Raja-raja 11:1-15).

Kemudian kebesaran Saul sebagai raja Israel digambarkan dalam 1 Samuel

14:47,

“Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya: melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang Filistin. Dan ke mana pun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan.”

Namun sayang, setelah itu, hidup Saul mulai mengalami kemunduran, yang dialaminya hingga kematiannya.

Hal ini bermula dari ketidak-taatannya kepada Tuhan, sehingga ia ditolakNya sebagai raja Israel.

Sisa hidup Saul sangat memprihatinkan. Ia lebih banyak melakukan pengejaran kepada Daud, raja Israel yang baru, sementara ia terus berperang melawan orang Filistin.

 

3. Daud (Raja Terbesar Israel)

Daud adalah raja terbesar Israel dan raja kedua Israel setelah Saul.

Awalnya Daud hanyalah seorang gembala kambing domba ayahnya.

Namun, ketika Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel, maka Daud diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja menggantikan Saul.

Saat itu Daud masih sangat muda, diperkirakan sekitar 20 tahun.

Tetapi  selama Saul masih hidup, Daud tidak bisa langsung merasakan empuknya kursi kerajaan, sekalipun ia telah diurapi menjadi raja Israel. Sebab Saul belum mau turun tahta, sekalipun ia telah ditolak Tuhan sebagai raja umatNya, Israel.

Barulah setelah Saul mati Daud bisa menjadi raja Israel sepenuhnya.

Awalnya Daud memerintah di Hebron atas suku Yehuda, sukunya sendiri. Lalu ia memerintah atas seluruh suku-suku Israel, ketika ia berusia 30 tahun (2 Samuel 5:4-5).

Dalam pemerintahan Daud selama 40 tahun, Israel menjadi sebuah bangsa yang besar dan jaya serta disegani oleh musuh-musuh mereka/bangsa-bangsa lain.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!