Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Telah Sukses Di Usia Muda

 

4. Yerobeam (Raja Pertama Israel Utara)

Yerobeam adalah seorang yang masih muda namun cerdas, pada masa pemerintahan raja Salomo, boleh jadi masih 20-an tahun (1 Raja-raja 11:28).

Karena itu Salomo mengangkat Yerobeam sebagai pemimpin dalam pemerintahannya.

Ketika Salomo jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka Tuhan murka dengan “mengoyakkan” 10 suku Israel dari pemerintahannya dan memberikannya kepada Yerobeam.

Jadi Yerobeam dipilih Tuhan untuk menjadi raja atas 10 suku Israel, kecuali suku Yehuda dan Benyamin yang tetap di bawah keturunan Salomo.

Tuhan akan membagi dua kerajaan Israel, yakni kerajaan Israel di utara, yang akan dipimpin oleh Yerobeam dan kerajaan Yehuda di selatan, di mana terdapat kota Yerusalem, yang akan dipimpin oleh keluarga Daud.

Dan ketika ia memberontak kepada Salomo, karena tidak setuju dengan kebijakan Salomo (mungkin juga karena merasa telah dipilih sebagai raja atas 10 suku Israel), maka Salomo pun ingin membunuhnya, lalu Yerobeam lari menyelamatkan diri ke Mesir.

Setelah Salomo mati ia pun kembali ke Israel. Ia menjadi raja atas 10 suku Israel, sedangkan dua suku Israel lainnya, yakni Yehuda dan Benyamin, diperintah oleh Rehabeam, anak Salomo (1 Raja-raja 11:26-40).

Namun sayang, kesempatan emas yang diberikan Tuhan untuk memerintah bangsa Israel, disia-siakan oleh Yerobeam. Sebab ternyata ia kemudian sangat jahat di mata Tuhan sehingga dihukumNya.

 

5. Daniel (Pejabat Tinggi Kerajaan Babel dan Persia)

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Allah.

Raja Babel, Nebukadnezar, memilih beberapa pemuda cerdas untuk dididik selama tiga tahun tentang budaya dan bahasa orang Kasdim (Babel) sehingga mereka bisa bekerja untuk raja.

Di antara para pemuda yang terpilih tersebut terdapat Daniel berserta tiga temannya. Usia mereka tampakanya sekitar 20-an tahun (Daniel 1:1-21).

Karena Daniel berhasil menafsirkan mimpi Nebukadnezar, ia kemudian diangkat sebagai penguasa atas seluruh wilayah Babel di bawah raja Nebukadnezar. Namun Daniel menyerahkan jabatan tersebut kepada ketiga temannya, sedangkan ia sendiri tinggal di istana raja (Daniel 2:48-49).

Hal ini terjadi pada tahun kedua pemerintahan raja Nebukadnezar, artinya ketika Daniel masih sangat muda. (Daniel datang ke Babel pada tahun pertama pemerintahan raja Nebukadnezar).

Karier Daniel terus menanjak, ketika Babel takluk kepada Persia, Daniel masih menjabat pada pemerintahan Koresh, raja Persia (Daniel 6:1-29).

 

6. Yehezkiel (Nabi Di Pembuangan, Babel)

Yehezkiel adalah seorang nabi besar yang melayani di pembuangan, Babel. Sedikitnya ia melayani selama 22 tahun di Babel (Yehezkiel 29:17).

Yehezkiel sezaman dengan nabi Daniel (lihat poin 5 di atas).

Yehezkiel menjadi salah satu orang Yehuda yang ikut dibuang ke Babel.

Di Babel ia kemudian mendapat panggilan sebagai nabi, mungkin setelah ia berusia 30 tahun, atau lima tahun setelah ia berada di Babel (Yehezkiel 1:1-3).

Jadi di usia 30 tahun Yehezkiel telah menjabat sebagai nabi Tuhan di antara umat Tuhan di pembuangan, Babel.

Ia terhormat di Babel, di mana para tua-tua Israel sering menghadapnya di rumahnya (Yehezkiel 8:1; 14:1; 20:1), mungkin karena martabat keluarganya yang terhormat.

Namun demikian, sebagian besar orang Israel tidak mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Yehezkiel (Yehezkiel 3:7-9).

Selain bernubuat tentang bangsa Israel, Yehezkiel juga bernubuat tentang bangsa-bangsa lainnya, khususnya hukuman yang akan menimpa bangsa-bangsa tersebut (Yehezkiel 25-32).

Yehezkiel juga mendapat penglihatan yang spektakuler tentang surga, seperti yang dilihat oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu.

 

7. Ester (Ratu Negeri Persia)

Ester merupakan seorang wanita Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (saat itu Babel sudah dikuasai oleh Persia).

Ester adalah seorang yang cantik parasnya. Namun ia seorang anak yatim piatu. Karena itu, ia diasuh oleh Mordekhai, saudara sepupunya.

Suatu ketika, Ahasyweros, raja Persia, mengadakan pesta yang sangat besar bagi para pegawai istananya dan seluruh rakyatnya.

Lalu ia meminta ratu Wasti untuk mempertunjukkan kecantikannya di hadapan para pembesar dan rakyatnya. Namun sang ratu menolak permintaan raja. Akibatnya, ia akhirnya dibuang.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!