Loading...
Loading...

10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur

 

4. Saul

Tokoh Alkitab yang tidak jujur keempat adalah Saul.

Saul adalah raja pertama bangsa Israel.

Ketika Tuhan menyuruh dia menumpas orang semua Amalek (musuh bangsa Israel) beserta hewan-hewan mereka, Saul tidak menaatinya.

Ia tetap membiarkan raja Amalek, Agag, hidup. Ia juga tidak menumpas hewan-hewan tambun orang Amalek .

Untuk hewan-hewan ini alasan Saul sangat rohani, yakni bahwa rakyat Israel mengambilnya untuk dipersembahkan sebagai korban kepada Tuhan (1 Samuel 15).

Jelas ini adalah sebuah kebohongan. Saul tidak jujur, sebab dia sendirilah yang menginginkan hewan-hewan tambun tersebut, bukan rakyat.

Karena itulah Tuhan menghukum Saul dengan menolaknya sebagai raja Israel serta memilih Daud sebagai penggantinya.

Walaupun Saul masih menduduki takhtanya sebagai raja hingga akhir hidupnya, namun ia sudah ditolak oleh Tuhan, apalagi Tuhan telah mengurapi orang lain (Daud) sebagai penggantinya.

Dan dalam perjalanan hidupnya selanjutnya Saul banyak melakukan dosa seperti membunuh delapan puluh lima orang imam di Nob dan berusaha untuk membunuh Daud beberapa kali.

Saul akhirnya meninggal dengan cara yang tragis, bunuh diri (Baca: 7 Tokoh Alkitab Yang Mati Bunuh Diri).

 

5. Seorang Amalek

Tokoh Alkitab yang tidak jujur kelima adalah orang Amalek yang datang kepada Daud.

Seorang pemuda yang tidak disebut namanya, seorang Amalek, datang kepada raja Daud untuk membawa kabar kematian Saul.

Orang ini berkata kepada Daud bahwa ketika Saul sedang sekarat, dalam pertempuran melawan orang Filistin, Saul meminta orang Amalek ini untuk membunuhnya. Maka orang Amalek ini pun melakukannya, ia membunuh Saul sehingga mati.

Namun ini jelas adalah berita bohong dan kesaksian yang tidak jujur. Sebab ini bertentangan dengan cara kematian Saul yang diberitakan di Alkitab. Alkitab mencatat bahwa Saul mati dengan bunuh diri, menjatuhkan dirinya pada pedangnya hingga mati (1 Samuel 31:4, lihat poin 4 di atas).

Orang Amalek ini sengaja berbohong dengan kematian Saul agar ia mendapat penghargaan dari raja Daud.

Saul adalah musuh Daud, yang selalu mengejar-ngejar Daud untuk membunuhnya.

Jadi orang Amalek ini berpikir bahwa jika ia memberitahu bahwa ia yang membunuh Saul, maka ia akan mendapat penghormatan atau penghargaan dari Daud, karena ia  dianggap berjasa bagi Daud dengan membunuh musuhnya.

Tetapi orang Amalek ini salah perkiraan. Ia tidak tahu bahwa Daud adalah seorang prajurit sejati yang selalu menghormati mantan tuannya, Saul.

Bagi Daud, kematian Saul bukan sukacita, tetapi dukacita.

Dan orang yang membunuh Saul adalah pengkhianat, bukan pahlawan, sehingga pantas dihukum.

Itulah yang terjadi dengan orang Amalek ini. Ia dihukum mati Daud dengan menyuruh anak buahnya membunuhnya (2 Samuel 1:1-16).

 

6. Nabi Tua Di Betel

Tokoh Alkitab yang tidak jujur keenam adalah Nabi tua di Betel.

Seorang nabi dari Yehuda Tuhan utus ke Betel, kepada Yerobeam, raja Israel yang jahat, untuk memperingatkannya atas dosa-dosanya.

Tuhan memerintahkan kepada nabi tersebut agar ia tidak makan dan minum di Betel, dan jika ia pulang dari Betel, ia tidak boleh mengambil jalur yang sama ketika ia pergi ke Betel.

Maka nabi ini, yang tidak disebut namanya, pergi kepada Yerobeam dan memperingatkannya atas dosanya, yang saat itu sedang membakar korban di atas mezbah patung lembu emas yang didirikannya sendiri, seperti yang dibuat oleh orang Israel di dalam perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian.

Bukannya sadar akan dosanya, Yerobeam malah marah dan memerintahkan untuk menangkap nabi ini, tetapi seketika tangannya yang sedang menunjuk nabi ini keram dan tak bisa ditarik.

Yerobeam meminta kepada nabi ini agar ia disembuhkan, dan ia sembuh, tangannya pulih seperti sedia kala.

Ketika Yerobeam mengajak nabi Yehuda ini ke rumahnya agar ia diberinya hadiah, maka nabi ini menolaknya, sesuai perintah Tuhan.

Tetapi seorang nabi tua di Betel mengajak nabi dari Yehuda ini untuk makan roti dan minum di rumahnya. Ketika nabi Yehuda ini menolaknya karena Tuhan melarangnya, maka nabi tua itu berkata bahwa ia juga seorang nabi dan bahwa malaikat Tuhan yang menyuruhnya memanggilnya ke rumahnya.

Tetapi nabi tua ini sebenarnya berbohong. Ia tidak berkata jujur.

Akhirnya nabi Yehuda menurutinya, ia makan dan minum di rumah nabi tua itu, sehingga melanggar perintah Tuhan.

Maka Tuhan pun menghukumnya. Ketika ia pulang ke Yehuda, seekor singa menerkamnya di jalan sehingga ia mati (1 Raja-raja 13).

 

7. Gehazi

Tokoh Alkitab yang tidak jujur ketujuh adalah Gehazi.

Gehazi adalah hamba nabi Elisa.

Dalam beberapa kesempatan Gehazi memerankan peran penting dalam pelayanan tuannya, nabi Elisa.

Gehazi juga hadir ketika panglima tentara Aram, yakni Naaman, disembuhkan oleh nabi Elisa dari penyakit kustanya hanya dengan memerintahkan Naaman untuk menenggelamkan dirinya sebanyak tujuh kali di sungai Yordan.

Ketika Naaman melihat dirinya sudah sembuh dari kustanya, maka ia memberikan beberapa pemberian kepada Elisa sebagai ucapan terima kasihnya. Namun Elisa tidak bersedia menerima pemberian Naaman tersebut.

Dari sinilah dimulai ketidak-jujuran Gehazi.

Gehazi melihat bahwa penolakan nabi Elisa atas pemberian Naaman adalah sesutu yang tidak tepat. Ia merasa bahwa Elisa terlalu segan kepada Naaman sehingga tidak menerima pemberian Naaman.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!