10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur

 

6. Nabi Tua Di Betel

Tokoh Alkitab yang tidak jujur keenam adalah Nabi tua di Betel.

Seorang nabi dari Yehuda Tuhan utus ke Betel, kepada Yerobeam, raja Israel yang jahat, untuk memperingatkannya atas dosa-dosanya.

Tuhan memerintahkan kepada nabi tersebut agar ia tidak makan dan minum di Betel, dan jika ia pulang dari Betel, ia tidak boleh mengambil jalur yang sama ketika ia pergi ke Betel.

Maka nabi ini, yang tidak disebut namanya, pergi kepada Yerobeam dan memperingatkannya atas dosanya, yang saat itu sedang membakar korban di atas mezbah patung lembu emas yang didirikannya sendiri, seperti yang dibuat oleh orang Israel di dalam perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian.

Bukannya sadar akan dosanya, Yerobeam malah marah dan memerintahkan untuk menangkap nabi ini, tetapi seketika tangannya yang sedang menunjuk nabi ini keram dan tak bisa ditarik.

Yerobeam meminta kepada nabi ini agar ia disembuhkan, dan ia sembuh, tangannya pulih seperti sedia kala.

Ketika Yerobeam mengajak nabi Yehuda ini ke rumahnya agar ia diberinya hadiah, maka nabi ini menolaknya, sesuai perintah Tuhan.

Tetapi seorang nabi tua di Betel mengajak nabi dari Yehuda ini untuk makan roti dan minum di rumahnya. Ketika nabi Yehuda ini menolaknya karena Tuhan melarangnya, maka nabi tua itu berkata bahwa ia juga seorang nabi dan bahwa malaikat Tuhan yang menyuruhnya memanggilnya ke rumahnya.

Tetapi nabi tua ini sebenarnya berbohong. Ia tidak berkata jujur.

Akhirnya nabi Yehuda menurutinya, ia makan dan minum di rumah nabi tua itu, sehingga melanggar perintah Tuhan.

Maka Tuhan pun menghukumnya. Ketika ia pulang ke Yehuda, seekor singa menerkamnya di jalan sehingga ia mati (1 Raja-raja 13).

 

7. Gehazi

Tokoh Alkitab yang tidak jujur ketujuh adalah Gehazi.

Gehazi adalah hamba nabi Elisa.

Dalam beberapa kesempatan Gehazi memerankan peran penting dalam pelayanan tuannya, nabi Elisa.

Gehazi juga hadir ketika panglima tentara Aram, yakni Naaman, disembuhkan oleh nabi Elisa dari penyakit kustanya hanya dengan memerintahkan Naaman untuk menenggelamkan dirinya sebanyak tujuh kali di sungai Yordan.

Ketika Naaman melihat dirinya sudah sembuh dari kustanya, maka ia memberikan beberapa pemberian kepada Elisa sebagai ucapan terima kasihnya. Namun Elisa tidak bersedia menerima pemberian Naaman tersebut.

Dari sinilah dimulai ketidak-jujuran Gehazi.

Gehazi melihat bahwa penolakan nabi Elisa atas pemberian Naaman adalah sesutu yang tidak tepat. Ia merasa bahwa Elisa terlalu segan kepada Naaman sehingga tidak menerima pemberian Naaman.

Maka Gehazi diam-diam pergi menyusul Naaman, yang saat itu sedang dalam perjalanan kembali ke negerinya. Gehazi berkata bahwa baru saja datang dua orang muda dari rombongan nabi, dan tuannya, nabi Elisa, meminta kepada Naaman agar memberikan mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.

Naaman tanpa curiga memberikannya kepada Gehazi, dua potong pakaian, dan bahkan dua talenta perak. Lalu Gehazi menyembunyikan pemberian tersebut di rumahnya dan kembali kepada tuannya, Elisa.

Baru saja tiba, Gehazi sudah mendapat pertanyaan dari Elisa, ke mana saja ia pergi. Gehazi berbohong dengan menjawab bahwa ia tidak pergi kemana-mana.

Tetapi Elisa tahu apa yang diperbuat Gehazi (mungkin Tuhan yang memberitahunya), sehingga ia menghukum Gehazi. Penyakit kusta Naaman berbalik kepada Gehazi sehingga ia berpenyakit kusta seumur hidupnya dan juga anak cucunya (2 Raja-raja 5:1-27).

 

8. Yudas Iskariot

Tokoh Alkitab yang tidak jujur kedelapan adalah Yudas Iskariot.

Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus yang kemudian menjadi pengkhianat (Baca: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka).

Yudas Iskariot bertugas sebagai bendahara para rasul, dan sedikitnya dalam satu kesempatan ia menunjukkan sikap kikir terhadap pekerjaan mereka, ketika Maria datang untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri, yang biasa mencuri uang dari kas yang dipegangnya (Yohanes 12:1-8).

Sangat mungkin bahwa salah alasan pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus dalah karena Yudas tertarik dengan tawaran uang dari musuh-musuhNya, walaupun uang sebesar 30 perak bukanlah jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Jika demikian, maka tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang yang mata duitan.

Kendati demikian, setelah Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati, Yudas Iskariot menyesal atas perbuatannya menjual Gurunya, dan ia mengembalikan uang penjualanNya kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, lalu bunuh diri (Matius 27:3-10).

 

9. Ananias

Tokoh Alkitab yang tidak jujur kesembilan adalah Ananias.

Suatu ketika sepasang suami-istri anggota jemaat gereja Yerusalem, Ananias dan Safira, menjual sebidang tanah dan menyerahkan hasilnya kepada para rasul/pemimpin gereja mula-mula, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada para anggota jemaat yang membutuhkan.

Menjual ladang atau tanah milik pribadi demi memenuhi kebutuhan para anggota jemaat yang kurang mampu saat itu memang banyak terjadi di gereja mula-mula di Yerusalem.

Namun atas sepengetahuan istrinya, Ananias menyimpan sebagian hasil penjualan tanah tersebut, dan menyerahkan hanya sebagian saja kepada Petrus.

Tetapi kebohongan Ananias dan Safira diketahui oleh Petrus.

Maka pun Petrus mengkonfirmasi kembali Ananias, apakah benar dengan harga sekian tanah mereka dijual, Ananias bersikeras mengatakan bahwa memang dengan harga sekianlah tanah itu dijual.

Petrus menganggap bahwa Ananias bukan sekedar berdusta kepadanya atau kepada jemaat Tuhan, tetapi berdusta juga kepada Roh Kudus. Dan akibatnya, seketika itu juga Ananias meninggal di hadapan Petrus! (Kisah Para Rasul 5).

 

10. Safira

Tokoh Alkitab yang tidak jujur terakhir adalah Safira.

Seperti telah disebutkan sebelumnya (lihat poin 9 di atas), Safira bersama suaminya, Ananias, menjual sebidang tanah dan menahan sebagian hasil penjualan tersebut, dan sebagian lagi diserahkan kepada Petrus.

Hal ini mengakibatkan Ananias mati seketika di depan Petrus.

Sekitar tiga jam setelah kematian Ananias, maka istri Ananias, Safira, datang ke perkumpulan jemaat.

Ketika dia masuk, Petrus kembali bertanya harga penjualan tanah mereka, apakah benar seperti yang dikatakan oleh suaminya. Dan Safira pun menjawab seperti yang dikatakan oleh suaminya. Akhirnya seketika itu juga Safira meninggal di depan kaki Petrus!

Sebenarnya Ananias dan Safira tidak perlu berbohong mengenai harga tanah mereka yang terjual. Mereka tidak dipaksa untuk menjual tanah mereka dan menyerahkan semua uang penjualannya ke gereja.

Kesalahan mereka adalah karena mereka menahan sebagian hasil tanah tersebut dan seolah-olah telah menyerahkan semuanya.

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang tidak jujur.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!