10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Menyerah Dan Putus Asa

6. Nehemia

Nehemia adalah seorang pejabat Juru Minuman raja di kerajaan Persia.

Juru Minuman raja merupakan suatu jabatan yang tinggi pada masa itu, sebab semua minuman raja harus diseleksi dulu oleh Juru Minuman raja.

Nehemia adalah seorang pejabat yang saleh dan punya kepedulian yang besar kepada bangsanya dan Yerusalem.

Nehemia kemudian menjadi bupati Yehuda selama bertahun-tahun (setidaknya 12 tahun).

Dan selama menjabat bupati, ia tidak pernah mengambil gajinya. Apalagi melakukan korupsi.

Tetapi para pejabat sebelumnya, selain mengambil gaji, juga memberatkan rakyat. Bahkan juga anak buah mereka.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh Nehemia sebagai pemimpin.

Dan Nehemia tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi itu semua.

Bukan hanya tidak korupsi, Nehemia juga banyak memberantas korupsi/penyelewengan yang terjadi di wilayah Yehuda yang dipimpinnya.

Pertama, memerintahkan para pejabat Yehuda agar tidak memeras rakyat dengan mengenakan pajak yang tinggi serta meminjamkan uang kepada rakyat dengan riba/bunga (Nehemia 5:1-13).

Kedua, membersihkan bilik Bait Allah, yang sempat diberikan imam Elyasib kepada Tobia (yang punya hubungan dengan Elyasib) untuk menaruh barang-barang pribadinya (Nehemia 13:4-9).

 

7. Ester

Ester adalah seorang Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (Babel, ke mana orang Yahudi dibuang, telah ditaklukkan oleh Persia).

Ketika ratu Wasti dibuang, maka diadakanlah sebuah kontes untuk mencari penggantinya.

Setelah melalui seleksi yang ketat, dan dengan campur tangan Tuhan, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru di Persia.

Suatu waktu, ketika Haman, pejabat tertinggi di bawah raja Persia Ahasyweros lewat, semua orang memberi hormat dan sujud kepadanya.

Tetapi Mordekhai, saudara sepupu Ester,  tidak memberi hormat kepada Haman dan tidak sujud kepadanya (karena sebagai orang Yahudi Mordekhai merasa tidak boleh sujud kepada manusia).

Akibatnya, Haman sangat benci kepada Mordekhai. Haman berencana untuk membunuh Haman, bahkan segenap bangsanya, orang Yahudi! (Ester 3:1-15).

Lalu Mordekhai memberi pesan kepada Ester di istana agar ia meminta campur tangan raja Persia, Ahasyweros, untuk menggagalkan rencana Haman tersebut.

Ester mengatakan kepada Mordekhai bahwa siapa pun tidak boleh menghadap raja tanpa dipanggil terlebih dahulu, karena hukuman mati adalah ganjarannya.

Dan Ester berkata bahwa sudah satu bulan ia belum pernah dipanggil oleh raja.

Mendengar hal itu Mordekhai pun menjawab Ester bahwa sekalipun Ester berada di istana, dia pun akan binasa, sementara pertolongan akan datang kepada Yahudi.

Merespons perkataan Mordekhai itu Ester pun berani ambil resiko. Ia tidak menyerah terhadap ancaman Haman bagi kemusnahan bangsanya.

Ia rela menghadap raja Ahasyweros biar pun tidak dipanggil.

Ester sudah siap mati seandainya raja tidak berkenan kepadanya!

Ester hanya meminta agar Mordekhai dan orang-orang Yahudi berpuasa baginya, Ester sendiri pun akan berpuasa selama tiga hari.

Pada hari ketiga Ester pun masuk menghadap raja. Dan ternyata raja berkenan kepadanya, bahkan berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan Ester.

Lalu Ester memberitahu rencana jahat Haman terhadap orang Yahudi. Maka Ahasyweros menjadi marah dan menghukum mati Haman.

Dengan demikian orang Yahudi pun bisa tetap hidup di seluruh kerajaan Persia. (Ester 5-7).

 

8. Perempuan Kanaan 

Perempuan Kanaan ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita.

Maka dia memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu.

Awalnya Yesus enggan untuk menyembuhkan anak tersebut.

Yesus berkata bahwa Ia datang hanya kepada orang-orang Israel.

(Maksud Yesus bukanlah bahwa Ia hanya datang kepada orang Israel saja, sebab Ia juga berkata bahwa Ia diberikan Bapa untuk seluruh dunia (Yohanes 3:16), termasuk untuk berbagai bangsa di luar Israel.

Tetapi Ia hanya bermaksud mengatakan bahwa prioritasNya memang adalah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, sebagaimana telah disebut di atas).

Namun perempuan Kanaan ini kembali memohon sambil menyembah Tuhan Yesus.

Yesus menjawabnya bahwa tidak layak mengambil roti dari anak-anak dan memberikannya kepada anjing.

Ini juga sebuah kiasan, bukan perkataan yang kasar.

Maksud Tuhan Yesus adalah bahwa berkat yang diperuntukkan bagi bangsa Israel tidak layak diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Perempuan ini belum menyerah.

Ia menjawab bahwa perkataan Yesus benar, tetapi anjing pun mendapat remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya.

Ini adalah bentuk iman dan kerendahan hati.

Melihat iman (dan kerendahan hati) perempuan Kanaan ini, Yesus pun memujinya dan menyembuhkan anaknya.

Seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:21-28).

 

9. Yairus 

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat Yahudi.

Suatu saat ia melaporkan kepada Tuhan Yesus bahwa anaknya perempuan sedang sakit keras, dan ia memohon kepadaNya agar Ia datang menyembuhkan anaknya itu.

Ketika mendengar permohonan Yairus, maka Tuhan Yesus segera menuju rumah Yairus.

Dan orang banyak berbondong-bondong mengikutiNya.

Hal ini “menghalangi” langkahNya untuk segera ke rumah Yairus.

Satu peristiwa yang terjadi ketika Yesus sedang menuju rumah Yairus adalah ketika seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan menyentuh jubahNya.

Sebab pikirnya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.”

Sementara hal ini terjadi seorang anggota keluarga Yairus datang memberitahukan kepadanya bahwa anaknya telah meninggal.

Seolah-olah Tuhan Yesus sudah terlambat!

Tetapi Tuhan Yesus mengatakan kepada Yairus agar ia tidak takut dan percaya saja!

Dan yang luar biasa adalah Yairus percaya! Ia tidak kecewa dan putus asa karena adanya perempuan yang menghambat langkahNya.

Ia tetap berharap dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Ketika Tuhan Yesus sampai di rumah Yairus, Ia mendapati sudah banyak orang yang menangis dan meratap atas kematian anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun itu.

Tuhan Yesus mengusir mereka semua dan berkata bahwa anak itu hanya tidur, yang disambut dengan tawa orang banyak.

Tetapi Tuhan Yesus bertindak.

Ia memegang tangan anak tersebut seraya berkata dalam bahasa Aram (bahasa sehari-hari Tuhan Yesus), “Talita kum!” yang artinya, “Hai Anak, bangunlah!”

Anak itu pun bangkit dan hidup kembali (Markus 5:21-43).

 

10. Paulus

Paulus adalah satu dari 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus.

Rasul Paulus adalah tokoh besar Perjanjian Baru.

Ia memberitakan Injil ke banyak bangsa dan banyak mendirikan gereja di mana-mana.

Karena itu ia kerap menghadapi berbagai penderitaan hidup.

Sejak bertobat menjadi Kristen dan aktif memberitakan Injil, Paulus telah mendapat ancaman pembunuhan, seperti yang terjadi di Damsyik dan Yerusalem (Kisah Para Rasul 9:1-30).

Dalam berbagai suratnya kepada jemaat Tuhan, Paulus kerap menceritakan berbagai penderitaan hidup yang dialaminya karena mengikut Tuhan Yesus.

Bahkan Paulus membuat sejumlah “daftar penderitaan” yang pernah dialaminya.

Paulus menulis tentang keadaannya yang lapar, haus, telanjang, dipukul, hidup mengembara, dan melakukan pekerjaan tangan yang berat (1 Korintus 4:11-12).

Dalam segala hal Paulus ditindas, habis akal, dianiaya dan dihempaskan (1 Korintus 4:8-9).

Paulus juga mengakui bahwa dibanding hamba-hamba Tuhan lainnya ia lebih banyak berjerih lelah, lebih sering di dalam penjara, didera di luar batas, kerap kali dalam bahaya maut.

Ia lima kali disesah oleh orang Yahudi, sekali dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung di tengah laut. (2 Korintus 11:23-28).

Namun demikian, Paulus tetap tabah dan tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi segala persoalan yang dialaminya, dan setia melayani Tuhan Yesus hingga akhir hidupnya.

 

Itulah 10 tokoh Alkitab yang tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.  

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.  

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!