Loading...
Loading...

10 Tokoh Besar Alkitab Tetapi Lebih Kecil Dari Yesus

 

4. Musa

Musa adalah tokoh besar di Perjanjian Lama, bahkan mungkin tokoh terbesar. Ia sangat dihormati oleh orang Israel/Yahudi. Musa adalah pemimpin Israel yang besar, yang membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian, tanah yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub.

Musa jugalah yang menerima Taurat dari Tuhan, termasuk “10 Firman”, yang ditulisi oleh jari-jari Tuhan. (Baca juga: 10 Pria Tampan Di Alkitab)

Tetapi jelaslah bahwa Yesus lebih besar daripada Musa. Hal ini dapat kita ketahui melalui penulis Surat Ibrani.

 “Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya…. Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.” (Ibrani 3:3, 5, 6)

Musa “hanya” pelayan rumah Allah, tetapi Yesus adalah Anak Allah.

Demikian juga hukuman bagi mereka yang menolak hukum Musa, lebih “kecil” daripada hukuman mereka yang menolak “hukum Kristus”, yakni Injil. Menolak Injil berarti menginjak-injak Yesus dan menghina Roh Kudus.

“Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?” (Ibrani 10:28-29)

 

5. Harun

Harun adalah imam besar Israel yang dipilih langsung oleh Tuhan ketika bangsa Israel di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Kepadanya Tuhan memberi perintah-perintah perihal keimamatan dan ibadah Israel.

Imam Israel ada banyak, tetapi imam besar hanya satu dan seumur hidup. Imam besar Israel pertama adalah Harun. Setelah Harun mati, ia digantikan anak-anaknya.

Penulis surat Ibrani mengatakan bahwa imamat Israel (pelayanan imam-imam dan imam besar) tidaklah sempurna, sebab mereka hanya mempersembahkan korban-korban, untuk dosa Israel dan untuk dosa mereka sendiri, yang terus-menerus dilakukan.

Tetapi Yesus mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban, dan hanya sekali selamanya, untuk pengampunan dosa manusia. Dan hanya Yesus yang mampu melakukan itu, sehingga Dialah Imam Besar yang sesungguhnya.

“Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan — sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat — apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?” (Ibrani 7:11)

“Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.” (Ibrani 7:26-28)

Jelas Yesus lebih besar daripada imam-imam Israel, bahkan daripada imam besar Harun.

 

6. Yosua

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati. Musa tidak Tuhan izinkan masuk ke Tanah Kanaan, karena itu Yosualah yang membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian. Dan Yosua dihormati oleh bangsa Israel.

Namun Yosua jelas lebih kecil daripada Yesus, sebab ia hanya membawa bangsa Israel ke Tanah Kanaan, tempat perhentian di bumi, bukan ke tempat perhentian Tuhan yang sesungguhnya, yakni kehidupan kekal di Sorga.

“Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.” (Ibrani 4:8)

Tetapi Yesus membawa umatNya ke tempat perhentian yang sesungguhnya, yakni sorga atau kehidupan kekal. Hanya Yesus yang bisa membawa manusia ke sorga.

 

7. Daud

Daud adalah raja terbesar Israel. Dia adalah raja Israel paling dihormati. Mesias, yakni pemimpin besar yang dinubuatkan para nabi dan dinanti-nantikan oleh bangsa Israel, merupakan keturunan Daud.

Yesus adalah Mesias, yang secara manusia jelas merupakan keturunan Daud. Namun demikian, Yesus jelas lebih besar daripada Daud. Sebab meski Ia keturunan Daud, Yesus jelas adalah Anak Allah, yang adalah “tuan” Daud.

Namun pemahaman seperti ini tidak diketahui oleh sebagian besar orang Yahudi, termasuk orang-orang Farisi yang mengerti Kitab Suci. Sebab konsep mereka tentang Mesias tidak utuh. Mereka hanya memandang Mesias sebagai Anak Daud (manusia biasa), bukan Anak Allah (ilahi). (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu)

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!